
Kedua mata Izayoi kini melirik ke arah An chen yang tampak begitu kelelahan. Baginya, An chen adalah sosok yang sangat keren!.... tidak banyak orang yang memiliki nyali untuk menantang ayahnya bertarung, namun berbeda halnya dengan bocah laki-laki di sebelahnya itu.
Tidak hanya berani, dia bahkan cukup tangguh hingga mendapatkan pengakuan dari ayahnya yang tidak lain adalah tuan Eiji!
Dan hal itu merupakan sebuah poin plus yang menambah ketertarikan Izayoi terhadap sosok An chen.
“Kak An chen! ” Panggilnya dengan ragu-garu. “A... Apakah kau sebegitunya ingin ikut ke medan perang? ” Tanyanya, sembari memainkan jari jari tangannya untuk melampiaskan rasa gugup dalam dirinya.
Sedangkan An chen yang mendengar pertanyaan itupun menoleh dan menatap kearah Izayoi dengan tatapan serius. “Tentu saja! Ikut ke medan perang dapat meningkatkan kemampuan bertarung seseorang, dan aku menginginkannya!!” Ucapnya dengan penuh semangat dan tekat.
Namun Izayoi yang mendengar ucapan yang keluar dari mulut An chen itupun kini justru terlihat murung dan tidak senang.
Kedua matanya kini menatap kebawah, kemudian sedikit melirik kearah An chen untuk sesaat sembari berkata. “Bukankah itu berbahaya? Kau bisa terluka, bahkan lebih parahnya... kau juga bisa mati, bukan? ” Tanyanya lirih, suara gadis kecil itu bahkan sedikit bergetar dengan rasa takut.
Beda halnya dengan An chen, samasekali tidak ada rasa takut dalam dirinya saat ini. Hanya saja, tatapan matanya yang semula terlihat serius kini mulai berubah dingin seiring dengan kata kata yang ia ucapkan. “Kakakku pernah bilang, mati ya mati saja!.... namun jika kita mati saat bertarung, itu tandanya kita masih seekor serangga yang lemah dan payah!!....” Ia berhenti sejenak, kemudian melirik kearah Izayoi yang kini juga melirik nya dengan tatapan tertegun. “.... Akan tetapi jika kita takut untuk bertarung, dan takut terluka dalam pertarungan....lebih baik minum racun saja, dari pada menjadi manusia pengecut dan di anggap sampah!! ” Ucapnya lagi.
Mendengar kata-kata yang An chen ucapkan, Izayoi pun menutup mulutnya yang menganga lebar dengan kedua tangan mungilnya itu. “Apakah permaisuri yang memberikan didikan keras kepada kak An chen?.... sampai seperti itu?! ” Gumamnya dalam hati, seakan-akan tak percaya dengan apa yang ia dengar.
Namun detik berikutnya, Izayoi kembali dikagetkan dengan suara tawa yang keluar dari mulut An chen secara tiba-tiba. “Hahaha!!!....selain hal itu, aku juga ingat kata-kata lain yang kakakku ucapkan saat aku merasa takut berlatih dengan pedang asli untuk pertama kalinya dulu!! ” Ucapnya dengan masih tertawa lepas.
Merasa penasaran, Izayoi pun memberanikan diri untuk bertanya. “A... Apa itu?”
“Yang kakakku katakan saat itu adalah... ” Ia menghentikan tawanya, kemudian tersenyum aneh dan berkata. “.... Jika kau mendapatkan luka, jangan mencoba untuk menahan rasa sakitnya!.... cukup nikmati saja rasa sakit itu, rasa sakit yang menyiksa tubuhmu, rasa sakit yang membuatmu merasakan debaran pada jantungmu!.... Jika kau bisa menikmatinya, maka rasa sakit itu akan menjadi candu, seperti cinta!! ” Ucapnya, yang seolah-olah sedang mengatakan hal yang menggembirakan.
__ADS_1
Sayangnya Izayoi tau benar bahwa itu bukanlah sesuatu yang dapat menimbulkan kegembiraan pada orang normal!!!..... Kata-kata seperti itu, seharusnya tidak pernah keluar dari mulut An chen yang masih tergolong anak kecil.
Berapa umur anak laki-laki itu?.... tidak beda jauh dengan dirinya bukan?...
Namun didikan dari orang yang berbeda, pasti juga membentuk kepribadian yang berbeda pula.
“Izayoi! ” Panggil An chen secara tiba-tiba.
Membuat Izayoi yang mendengar nya pun terkejut dan tersadar dari lamunannya. “A... Apa?” tanyanya dengan ragu-garu.
“Apakah saat kecil kau pernah terjatuh dan terluka?”
“Ha?... ”
“Kak An chen! ”
“Ada apa, Izayoi? apakah kau belum pernah merasakan sensasi seperti itu? ”
Untuk yang kesekian kalinya, An chen terus menerus mengucapkan dan menanyakan hal yang tidak seharusnya di dengar oleh gadis seperti Izayoi.
“Aku... Aku tidak mengerti dengan apa kau katakan, aku... aku juga tidak mau merasakannya!” Ucap gadis kecil itu, dengan air mata yang mulai mengalir menuruni wajahnya.
Melihat hal itu, An chen pun kini mulai tersadar dengan apa yang baru saja ia ucapkan. Apakah, ia baru saja menakut-nakuti seorang anak kecil?.....
__ADS_1
Merasa tidak enak dalam hati, ia pun meraih tangan Izayoi dan menggenggamnya erat-erat. “Tidak perlu takut, aku tidak akan melukaimu!.... Kata-kata ku yang tadi itu, cukup anggap saja sebagai hiburan, ya?! ” Ucapnya, yang berniat untuk menghibur.
Namun bagaimana bisa IzayoiI menganggap kata-kata An chen tadi sebagai hiburan?.... alih-alih menganggap nya hiburan, itu semua justru terdengar seperti ancaman yang memberi tekanan batin.
Menakutkan!!
...»»————>❀<————««...
Di kediaman jendral besar An saat ini, seorang pria dengan kain yang menutupi wajahnya pun kini terlihat sedang berusaha untuk masuk kedalam kamar yang dulunya pernah An xia tempati sebagai seorang nona pertama.
Kedua mata pria itu melirik area sekitar dengan sangat hati-hati, takut-takut ada seseorang yang secara tiba-tiba datang dan memergokinya. “Tempat ini begitu minim penjagaan, mungkin karena telah ditinggalkan oleh pemiliknya! ” Gumamnya dalam hati, sembari melangkahkan kakinya masuk melalui jendela yang tak tertutup rapat.
Dan saat pria itu berhasil masuk kedalam kamar, kedua matanya pun dapat melihat sebuah ruangan yang masih tampak rapi dan bersih. “Yah, walaupun tidak dijaga ketat, namun setidaknya masih di rawat dengan baik! ” Ucapnya lagi dalam hati.
Kemudian, ia melangkahkan kakinya kearah ranjang, mendudukkan dirinya di atas ranjang tersebut sembari melepas kain yang menutupi wajahnya. “Tidak ku sangka aku akan begitu merindukanmu hingga melakukan hal seperti ini, gadisku! ” Ia bergumam pelan, mengambil sebuah bantal dan menghirup aroma An xia yang masih samar-samar tertinggal. “Andai saja kau tau seberapa besar pengorbanan ku padamu!” Gumamnya lagi, lalu memeluk bantal tersebut dan membayangkan seolah-olah itu adalah An xia.
Wanita yang sangat ia cintai!!...
“Aku sangat menyukaimu, apakah kau juga masih menyukai tunangan mu ini? ” Tanyanya, pada bantal An xia yang sedang ia peluk.
Sungguh seperti orang gila yang telah dibutakan oleh cinta!!.... ia bahkan masih belum menerima kenyataan bahwa mantan tunangannya itu kini telah menjadi istri orang lain.
Dan bahkan sedang mengandung bayi yang akan segera lahir dalam beberapa bulan ke depan!!
__ADS_1
Andai aja jika pangeran itu mengetahui soal kehamilan An xia, akankah ia menjadi semakin gila?.... lebih gila dari sekarang?