
Situasi yang dialami oleh Kerajaan ini benar-benar sulit, dan pangeran ketiga sangat sadar akan hal itu!.... Sang kaisar kini tengah jatuh sakit, bahkan tabib istana sudah menyerah untuk mengobatinya.
Tidak lama lagi pemilik singgah sana akan berganti, dan seharusnya pangeran kedua, atau kakaknya lah yang menduduki posisi itu. Namun sayang seribu sayang, orang yang akan mewarisi posisi penting itu kini justru mati di tangan wanita yang ia sangat cintai.
“Bagaimana bisa keadaannya menjadi sekacau ini?!!.... awalnya, kakak pertama ku yang menjadi putra mahkota tiba-tiba jatuh sakit dan berakhir dengan meregang nyawa, lalu ayah yang mendengar kabar itupun menjadi sangat terkejut dan mulai sakit-sakitan hingga tak dapat lagi mengurus Kerajaan dengan baik.... ” Ia menggantung kata-katanya, melirik jasad pangeran kedua yang terbujur kaku dalam peti. “.... Kemudian, kakak kedua ku pun di nobatkan sebagai putra mahkota yang baru untuk menggantikan posisi pewaris tahta yang kosong, namun kini ia juga berakhir mengenaskan!!” Ucapnya, yang terlihat begitu frustasi dengan keadaan yang ia hadapi saat ini.
Mendengar hal itu, sang penasehat Kerajaan pun kini menundukkan kepalanya. Ia tahu betul bagaimana buruknya keadaan saat ini, sejujurnya ia juga merasa kasihan dengan pangeran ketiga yang harus menanggung beban seberat ini sendirian.“Yang mulia, anda harus kuat!... ”ia berhenti sesaat, kemudian menghela nafas dan kembali berkata. “.... mungkin ini semua terjadi karena takdir menginginkan anda sebagai pemimpin, dan karena itulah anda harus menyingkirkan perasaan pribadi dan mulai mengambil keputusan agar dapat menyelesaikan permasalahan ini! ” Ucapnya, yang justru malah membuat pangeran ketiga tampak lebih tertekan.
“Takdir kau bilang?!..... ” ia bergumam dengan suara yang bergetar akibat emosi yang memuncak, kemudian pangeran itu mulai memejamkan mata dan menarik nafasnya dalam-dalam untuk mengatur emosinya. “.... hah, sudahlah! apa yang kau katakan tidak sepenuhnya salah, kini keputusan yang akan aku ambil adalah penentu dari hancur tidaknya Kerajaan ini, dan karena itulah aku memerlukan bantuan mu sebagai penasihat! ” Ucapnya, sembari berusaha keras untuk tidak terlalu larut dengan perasaan yang akan menghancurkan dirinya.
“Iya yang mulia... ” penasehat itu tersenyum, hatinya pun merasa sedikit lega saat melihat bagaimana pangeran itu dapat mengontrol emosi nya dengan begitu baik. “.... Kondisi Kerajaan yang kini tengah kacau tidaklah memungkinkan bagi kita untuk memulai peperangan, apalagi dengan Kerajaan besar seperti mereka! ”Ucapnya.
Mendengar hal itu, pangeran ketiga pun kini sedikit mengerutkan dahi dan termenung untuk sesaat. “Jadi kau ingin agar aku memberikan sebagian wilayah kekuasaan kepada mereka? ” Tanyanya, yang di balas dengan anggukkan kecil oleh sang penasihat tadi.
Kemudian, sang penasihat itupun kembali membuka mulutnya dan berkata. “Jendral besar An Changyi adalah orang yang memegang sebagian besar kekuasan militer Kerajaan, dan di sisi lain pria itu juga sangat menyayangi putrinya... ” ia menggantung ucapannya, sengaja agar pangeran ketiga dapat melanjutkan kata-katanya yang tak tuntas tadi.
“hem, artinya akan sangat tidak mungkin bagi jendral itu untuk berperang dan bertarung melawan menantunya sendiri bukan?!” Sahut pangeran ketiga yang melanjutkan.
“Benar, lebih baik kita mengorbankan hal lain demi mempertahankan sesuatu yang lebih berharga! ” Ucap dari sang penasehat itu tadi.
...»»————>❀<————««...
__ADS_1
Kabar mengenai persetujuan untuk memberikan sebagian wilayah kekuasaan kini telah sampai pada telinga kaisar Zhuang dan An xia.
Kedua orang itupun kini tampak begitu puas dengan keputusan yang pangeran ketiga itu ambil.
“Setidaknya mereka memiliki satu orang yang cerdas sebagai calon pemimpin!” Gumam An xia, sembari memakan buah anggur yang di sajikan untuk nya.
Mendengar hal itu, kaisar Zhuang pun menganggukkan kepalanya, menandakan ia merasa setuju dengan apa yang istrinya itu katakan. “Dengan begitu masalah ini telah terselesaikan!” Ucapnya, kemudian melirik kearah sosok pria yang sedari tadi berdiri sembari mendengarkan pembicaraan mereka. “Fai, bawakan benda itu kemari! ” perintahnya, yang langsung dipatuhi oleh bawahan nya itu.
Kemudian, tanpa membuang-buang waktu Fai pun segera pergi dari sana. Sedangkan An xia yang melihat hal itupun nampak begitu penasaran dan menaikkan salah satu alisnya dengan heran.
“Ada apa? ” Tanyanya, pada kaisar Zhuang.
“Aku membawakan sebuah hadiah yang cukup bagus untuk mu! ” Jawab kaisar itu.
“Kau akan segera mengetahuinya! ” Ucap kaisar Zhuang lagi dengan senyum misterius di wajahnya.
Dan tak lama setelah itu, Fai pun akhirnya datang dengan sesuatu yang di tutupi dengan kain hitam.
Sesuatu yang tampak begitu mencurigakan dan asing!
“Apakah itu... ” An xia menerka-nerka, dan menatap benda itu dengan mata yang sedikit memicing.
__ADS_1
Kaisar Zhuang berdiri dari tempatnya, kemudian melangkahkan kakinya mendekat dan membuka kain hitam itu guna memperlihatkan sesuatu di baliknya. “Ini adalah hadiah yang kau minta kepadaku dulu, bagaimana? apakah kau suka? ” tanyanya, sembari tersenyum dengan begitu lebar.
“Apa-apaan senyumnya itu?!! ” Fai bergumam dalam hati. “Apakah ia pikir hadiah semacam ini sangatlah romantis?!” Gumamnya lagi, sembari menatap jijik pada benda yang ia pegang.
Sungguh sangat berbeda dengan reaksi An xia saat ini!....
Alih-alih memberikan tatapan jijik seperti yang Fai lakukan, wanita itu kini justru membulatkan matanya dengan penuh binar dan berdiri dari duduknya sembari berkata. “Apakah itu Raja Bai Zhen?” Ia bertanya-tanya, kemudian melangkahkan kakinya mendekat sembari menatap seonggok kepala yang terputus dari badannya. “Wah, wah!... ini adalah pertemuan pertama kita, tapi sayang sekali hanya aku yang bisa melihatmu! ” Ucapnya lagi dengan begitu riang.
Mendengar hal itu, kaisar Zhuang pun terkekeh kecil dan berkata. “Dia tidak akan bisa melihat mu lagi, aku telah membuat matanya tertutup untuk selamanya! ” Ucapnya, sembari meletakkan salah satu tangannya di atas kepala itu.
An xia kini tampak sedang memperhatikan benda mengerikan itu, sudut bibinya pun tak henti-hentinya melengkung dan membentuk sebuah senyuman lebar. “Apakah aku boleh mengawetkan nya? ” Ucapnya, yang bertanya kepada kaisar Zhuang
Mendengar hal itu, kaisar Zhuang pun tampak bingung dan sedikit mengerutkan dahinya. “Untuk apa? ” Tanyanya balik.
“Tentu saja untuk menjadikannya pajangan yang akan melengkapi koleksi berharga ku!” An xia terdiam untuk sesaat, kemudian mengulurkan jari telunjuknya dan menyentuh hidung Raja Bai Zhen. “Tidakkah ia cukup indah?.... aku ingin memamerkannya pada anak kita saat ia lahir nanti!” Ucapnya lagi, yang membuat kaisar Zhuang memasang wajah tak suka.
“Indah?... ” Kaisar itu mengulangi kata-kata istrinya. “... apakah kau berfikir bahwa ia sangat tampan? lebih tampan dariku?! ” Tanyanya, dengan tatapan tajam yang penuh akan kecemburuan.
Melihat hal itu, An xia pun segera menggelengkan kepalanya dan berkata. “Aku bilang dia indah, bukan tampan!... lagipula kenapa kau kesal? ini hanya kepala, tidak mungkin kan aku jatuh hati pada pria yang hanya tinggal kepalanya saja?!... kecemburuan mu itu sangat konyol!! ” Omel nya dengan sedikit kesal.
Namun terlepas dari semua itu, tidakkah mereka kini melupakan keberadaan orang lain di sekitarnya?.... Fai yang sedari tadi mendengarkan percakapan antara sepasang suami istri abnormal itu kini tampak sedang menggumamkan sesuatu dalam hatinya.
__ADS_1
“Apa dia bilang? indah katanya?! ” ia kembali menatap benda yang ia bawa, kemudian memperhatikan setiap sisi dan mencari-cari letak keindahan yang An xia maksud. “Apakah selera wanita hamil memang seunik ini?!!.... tidakkah ia lebih menyukai perhiasan yang berkilau ketimbang benda yang menjijikkan dan mengerikan ini?!!! ” Gumamnya lagi, yang tak habis pikir dengan jalan pikiran An xia.