
Tatapan penuh nafsu yang di berikan oleh Raja Bai Zhen kepada sosok gadis dalam lukisan itu menandakan kalau ia kini benar benar merasa tertarik.
Kedua tangan raja itu kini berada di sisi kanan dan kiri lukisan. Matanya kini menatap lurus kearah sepasang mata hitam berkilau milik sang gadis yang telah mencuri hatinya. “Hei gadis, di manapun dirimu.... kau tidak akan lepas dariku! ” Gumamnya lagi yang seolah olah lukisan itu adalah nyata.
Di saat dirinya sedang menikmati kecantikan dari sang gadis dalam lukisan, tiba tiba pintu ruangan pun terketuk dan membuat pandangannya beralih untuk menatap kearah pintu.
“Masuklah! ” Ucapnya yang memberi izin.
Setelah Raja Bai Zhen mengatakan itu, barulah seorang pria dengan pakaian hitam masuk kedalam ruangan dan segera berlutut di hadapan raja itu. “Yang mulia, para pembunuh bayaran itu telah gagal menjalankan tugasnya untuk membunuh nona pertama An!! ” Jelasnya.
Raja Bai Zhen yang mendengar itupun segera menoleh dan memberikan sebuah tatapan tajam kepada sang bawahan. “Tidak berguna!!.... hanya membunuh seorang gadis kecil saja tidak bisa!!” Bentaknya dengan penuh amarah.
Raut wajah yang tadinya nampak begitu senang pun kini berubah mengerikan dengan kerutan kerutan amarah yang menonjol di beberapa sisi wajah.
Sedangkan kepala sang bawahan kini hanya bisa menunduk, kedua tangannya kini bergetar selagi tenggorokannya terasa kering.
“Se... Saat itu kami hampir berhasil melakukannya, namun tiba tiba kaisar han datang dan menggagalkan rencana! ” Ucapnya dengan gugup.
Raja Bai Zhen itu mendengus kesal, kedua tangannya kini terkepal erat untuk memendam amarah yang meluap-luap. “Kalau begitu, sekarang aku menugaskan mu untuk melenyapkan nona pertama An itu!! ” Ia memberikan jeda, kemudian kembali berkata. “Hanya dengan kematiannya lah kaisar sialan itu akan merasakan penderitaan!!.... dan saat saat seperti itulah waktu yang paling tepat untuk melancarkan serangan. ” Ucapnya lagi dengan begitu tegas.
Posisi sang bawahan kini masih dalam keadaan berlutut dengan kepala yang tertunduk. Mendengar perintah dari sang majikan, bawahan itupun segera berkata. “Baik yang mulia, bawahan ini akan segera melaksanakannya! ”
Pandangan Raja Bai Zhen kini kembali untuk menatap kearah lukisan untuk beberapa saat sebelum berkata. “Dan satu hal lagi!.... jika kau menemukan gadis yang berada din lukisan ini... segera beritahukan kepada ku!! ” Perintahnya lagi.
Bawahan yang tadi pun segera mengalihkan pandangannya untuk menatap kearah gadis yang berada di dalam lukisan. “Sungguh cantik! ” Gumamnya dalam hati. Namun saat mengingat perintah sang majikan, ia pun segera berkata. “Bawahan mu ini akan melaksanakan semua perintah yang mulia! ” Ucapnya.
...»»————>❀<————««...
Langkah kaki An chen kini tengah melangkah dan menyusuri jalanan istana untuk pergi menuju paviliun dimana sang kakak berada.
kedua mata bocah laki laki itu nampak sedang melirik para pelayanan yang tengah di sibukkan dengan persiapan menjelang hari pernikahan.
__ADS_1
Melihat betapa giat dan cekatan nya para pelayanan itu dalam mengerjakan tugasnya, An chen pun tanpa sadar menganggukkan kepalanya karena merasa puas.
Namun, saat ia ingin berbelok untuk melewati sebuah lorong-lorong. Secara tiba tiba sosok gadis kecil yang tengah berlarian pun muncul dan secara tidak sengaja menabrak dirinya dengan begitu keras.
An chen sang korban penabrakan pun terhuyung kebelakang, karena keseimbangan tubuhnya begitu baik... An chen dapat dengan cepat mengendalikan keseimbangan agar tidak terjatuh ketanah.
Sebaliknya, sang pelaku penabrakan yang tidak lain adalah Izayoi itu kini telah terjatuh di tanah dengan begitu keras.
Merasa kesal dengan kecerobohan gadis kecil yang telah menabrak dirinya itu, An chen pun segera berkata. “Sial!!... apakah kau tidak bisa melihat?!!.... dengan seenaknya berlarian di dalam istana dan menabrak seseorang, dasar gadis ceroboh!!!” Tegur nya dengan nada membentak.
Sedangkan Izayoi yang di bentak seperti itupun hanya bisa menunduk dengan air mata yang mulai membasahi wajah. “Maaf, aku.... aku tidak sengaja! ” Ucapnya dengan suara parau akibat menangis.
Mendengar suara tangis itu, An chen pun segera menundukkan kepalanya untuk menatap kearah gadis yang telah menabrak dirinya. “He.. Hey!... Apakah kau menangis?! ” Tanyanya dengan panik.
Pandangan An chen kini menyapu sekitar, banyak sekali pelayan dan pengawal yang berlalu lalang di sekitarnya. Jika mereka sampai melihat kejadian ini.... maka sudah di pastikan kalau dirinya akan di cap sebagai bocah nakal pengganggu gadis kecil.
An chen menggeleng kan kepala. “Jangan sampai itu terjadi!!.... jika tidak reputasi ku di mata kakak kedua akan menurun. ” Gumamnya dalam hati.
Melihat gadis kecil itu masih terduduk dan menangis tersedu sedu di tanah, An chen pun segera mengulurkan tangannya seraya berkata. “Nona, bangun lah! ” Pintanya dengan lembut.
Izayoi kini menatap tangan An chen yang terulur kearahnya, kemudian ia menerima uluran tangan itu dan berdiri dengan dibantu oleh tarik kan yang dihasilkan olah uluran tangan tersebut.
Kedua bocah itu kini sing menatap. An chen yang melihat wajah gadis kecil di hadapannya itupun serasa ingin sekali memukul keningnya sendiri. “Dari segala orang dan dari segala tempat, mengapa aku harus bertemu gadis itu di sini?!! ” Gerutunya dalam hati.
Kemudian, pandan An chen pun kini memperhatikan penampilan gadis itu. “Pakaiannya terbuat dari bahan berkualitas tinggi, seharusnya ia adalah seorang bangsawan! ” Pandangannya pun beralih untuk melirik sekitar. “.... Namun, dimana pelayan yang menjaganya? ” Gumamnya lagi.
Pandangannya pun kembali untuk menatap Izayoi, tatapan mata An chen yang terlihat begitu serius dan tegas itu membuat Izayoi menundukkan kepalanya tanpa berani untuk menatap sepasang manik mata coklat di hadapan nya.
“Apakah kau sendiri? dimana pelayan yang menjagamu??” An chen bertanya dengan wajah datar.
kepala Izayoi kini masih tertunduk, dan dengan gugup ia pun berkata. “Tidak tau, aku sedari tadi mencarinya! ” Jawabnya. kemudian ia mendongakkan kepalanya untuk menatap kearah An chen. “Kakak, bisakah kau menolong ku?.... aku ingin bertemu dengan ayah!” Ucapnya lagi dengan nada merengek.
__ADS_1
Pandangan An chen kini menatap lekat kepada wajah polos nan lugu milik gadis kecil di hadapannya ini. Kedua bola matanya yang berair dan sedikit bergetar itu membuatnya tampak seperti mahluk lemah yang tertindas.
Melihat hal itu, An chen pun merasakan sebuah perasaan yang menggelitik hatinya.
Sadar dengan pertanyaan yang dilontarkan gadis kecil itu tadi, An chen pun dengan sengaja terbaruk ringan sekali dan berkata. “Dilihat dari caramu berbicara, kau bukan orang dari negri ini bukan? ” Tanyanya yang di balas dengan anggukkan kecil oleh sang gadis kecil.
An chen kini sedikit berfikir dan memutar kembali ingatannya.
Yin lianhua. ia mengingat tempat itu, tempat dimana ia bertemu dengan seorang pria dengan nama yang aneh. Setelah keluar dari tempat itu, An chen pun teringat kalau dirinya sempat berpapasan dengan gadis kecil di hadapannya.
kepala An chen kini mendongak keatas dan menatap kosong kearah langit biru. “Ayahnya?.... apa mungkin si pria tua itu? ” Tanyanya dalam hati seraya menerka nerka.
“Kakak! ” Panggil Izayoi.
Merasa di panggil, An chen pun tersadar dan segera menarik tangan gadis kecil itu. “Ikut denganku, dan berhenti memanggilku kakak!... aku bukan kakakmu!! ” Ucapnya dengan tegas dan dingin.
...»»————>❀<————««...
Di sisi lain, An xia beserta yang lain kini baru saja selesai membicarakan rencana yang telah mereka susun untuk menghancurkan seseorang.
Kaisar Zhuang kini menatap lekat kearah An xia, tangannya kini terulur dan menggenggam tangan gadis itu dengan erat selagi dirinya berkata. “Kedepannya bahaya akan selalu mengintai mu!.... kau harus berhati hati, aku akan menempatkan lebih banyak penjaga di sekitar mu!! ” Ucapnya.
Walaupun nada yang di gunakan nya terdengar begitu dingin, namun semua orang tau kalau kaisar itu kini tengah mengkhawatirkan keselamatan sang pujaan hati.
Salah satu tangan An xia yang terbebas kini balik menggenggam tangan kaisar Zhuang.
Wajah cantik gadis itu kini di hiasi dengan sebuah senyum lembut nan menawan, bibir merah menggoda itu kini mulai terbuka dan mengeluarkan suara. “A-zhu, kau terlalu cemas!.... aku bisa melindungi diriku sendiri, mereka tak akan pernah bisa menyentuh ku walau seinci pun!!” Ucapnya dengan begitu santai.
Seolah olah bahaya yang akan mengintai adalah sebuah permainan kecil.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Izayoi