
Ada sebuah firasat dalam hati pangeran kedua yang mengatakan kalau di dalam kereta kuda itu terdapat seseorang yang selalu ia nanti nanti.
Di saat pangeran mahkota, Zhang junqing dan pangeran ketiga, Zhang Li Kun memberi sambutan kepada rombongan dari Kerajaan Barat bersama para pejabat yang lain.
Pangeran kedua, Zhang Liang saat ini masih tetap terpaku kepada kereta kuda An Xia.
Pangeran ketiga yang melihat kakak keduanya itu melamun, segera menepuk bahu Zhang Liang pelan seraya berkata. “Kakak kedua, kenapa kau tidak memberi sambutan? ” Tanya pangeran itu.
Pangeran kedua, Zhang Liang pun tersentak dari lamunannya. kemudian ia baru tersadar kalau pangeran dari Kerajaan Barat bersama wakil jendral nya kini telah turun dari kuda dan berada di hadapannya.
“Ah!.. maafkan atas sikapku yang kurang mengenakkan!..... namun, kenapa kereta kuda dari kediaman An ada di antara rombongan kalian?” Tanyanya kepada Li Guang Fu, Sang pangeran dari Kerajaan Barat itu.
Karena pertanyaan pangeran kedua itu yang merujuk pada An Xia, Li Guang Fu dengan senang hati menjawab. “Itu adalah kereta kuda nona pertama An!.... kami secara tidak sengaja bertemu karena sebuah tragedi yang kurang mengenakan.” Pangeran itu memberi jeda, kemudian senyum di bibirnya semakin melebar. “Beruntung, nona An dan yang lain datang dan menolong kami semua. Jika tidak, mungkin yang datang kemari adalah sebuah kabar buruk!!” Ucapnya lagi.
Dari banyaknya kata kata yang keluar dari mulut Li Guang Fu, hanya ada satu kalimat yang menjadi titik fokus pangeran kedua.
‘Itu adalah kereta kuda nona pertama An! ’
Tanpa memperdulikan sekitarnya, pangeran kedua segera berseru ketika melihat kereta kuda An Xia yang akan pergi. “Berhenti!!!” Perintahnya sambil berjalan mendekat untuk menghadang kereta itu.
Rui yang melihat itupun langsung memberhentikan keretanya secara mendadak.
Kemudian ia berkata kepada An Xia. “Nona, didepan ada pangeran kedua! ” Ucapnya yang memberitahukan keberadaan pangeran kedua itu kepada nona nya.
Dari dalam kereta, An Xia pun menjawab. “Baiklah, bantu aku turun dari kereta kuda ini!! ” Perintahnya yang langsung di patuhi oleh Fai.
Saat An Xia turun dari kereta kudanya. tiba tiba pangeran kedua menghentikan langkahnya dan mematung di tempat saat pandangannya menangkap sosok An Xia.
Setelah sekian lama tidak melihatnya........gadis itu tampak lebih cantik, melebihi seorang dewi!...
Dengan langkah kaki pelan, pangeran kedua itu berjalan mendekat ke arah An Xia. Bahkan pandangannya tidak pernah lepas dari wajah cantik gadis itu.
Ia ingin memeluk gadis yang selalu ia rindu rindukan!!....
Namun, sayang sekali!!..... untuk memeluk An Xia kini tidaklah semudah yang pangeran itu bayangkan.
__ADS_1
Fai sedari tadi melihat gerak gerik pangeran itu.
Menyadari niat pangeran itu yang ingin memeluk calon permaisurinya, Fai dengan segera menghadang jalan pangeran kedua Zhang Liang.
Annchi yang tangannya masih dan masih Terikat dengan tangan Fai pun secara otomatis ikut menghadang jalan pangeran kedua, tanpa ada maksud sedikitpun.
Melihat dua orang bawahan An Xia yang menghadang jalannya. senyum di wajah pangeran kedua itu seketika luntur dan digantikan dengan tatapan tidak suka kepada Fai dan Annchi.
Dengan menahan amarah, pangeran itu berkata. “Apa yang kalian lakukan?!.... menyingkir dari jalanku!!” Perintahnya dengan tegas dan penuh penekanan.
Fai sama sekali tidak bergeming dari tempatnya, bahkan di saat Annchi sedikit menarik narik tangannya untuk menyingkir sekalipun.
“Maaf atas Kelancanganku, yang mulia pangeran kedua!.... namun, disini ada begitu banyak orang.” Kemudian Fai melirik An Xia yang ada di belakangnya. “Sebagai seorang bawahan, sudah menjadi tugasku untuk menjaga reputasi dari majikan ku!” Ucap Fai dengan tegasnya tanpa ada rasa takut sedikitpun.
Mendengar itu, aura di sekitar pangeran kedua pun di selimuti oleh awan awan gelap. Beraninya dua orang ini menghadangnya!!!..... dirinya telah menanti gadis itu selama hampir satu bulan, dan sekarang dua orang ini ingin menahannya?
Cari mati apa?!!!
“Kalian__”
“Ingin memelukku?.... cih!! kali ini jangan harap!!! ” Ucapnya dengan sinis di dalam hati.
Sedangkan di sisi lain pangeran kedua nampak sedang berfikir. Yang An Xia katakan itu benar!!
Walaupun ia sangat merindukan gadis itu, namun ia memiliki reputasi yang harus dijaga di depan tamu tamu terhormat dari Kerajaan Barat.
Sebagai seorang pangeran, reputasinya jauh lebih penting!!
Kemudian dengan berat hati, pangeran itu berkata. “Baiklah, aku... mengerti! ” Ia terdiam untuk beberapa saat, lalu menghela nafas dan berkata. “Aku akan pergi untuk menyambut mereka terlebih dahulu! ” Ucapnya kepada An Xia.
An Xia pun menganggukkan kepalanya, kemudian ia berkata. “Kalau begitu, aku pamit untuk kembali menuju kediaman An. Yang mulia! ” Ucapnya lalu dengan segera kembali masuk kedalam kereta kuda dengan bantuan Rui.
Fai akhirnya bisa menghela nafas lega. Beruntung An Xia bisa dengan cerdik mengusir pangeran itu.
Jika sampai pangeran itu benar benar menyentuh calon permaisurinya, maka sudah dipastikan kaisar Han yang kejam dan tidak kenal ampun itu akan memenggal kepalanya.
__ADS_1
Kereta kuda An Xia pun melanjutkan perjalanannya menuju kediaman An.
Dan kepergian kereta kuda itu tidak luput dari pandangan Li Guang Fu, Sang pangeran dari Kerajaan Barat itu.
Bahkan interaksi antara pangeran kedua dan An Xia tadi juga tidak luput dari pengawasannya.
Tangan pangeran itu mengepal erat, walaupun wajahnya kini masih menunjukkan senyum sopan. Namun, pancaran matanya yang menunjukan rasa tidak suka terhadap pangeran kedua itu pun terlihat.
“Pantas!!.... pantas saja gadis itu menghindari ku!!..... ternyata, pria sialan itu penyebabnya!! ” Teriak Li Guang Fu dalam hati.
...»»————>❀<————««...
Seekor burung merpati kini mendarat tepat di tepi jendela.
Kaisar Zhuang yang melihat kedatangan burung itupun mengernyitkan dahi karena merasa heran. “Mengapa burung itu terus menatapku? ” Gumamnya pelan.
Kemudian pandangannya berarti ke sebuah kertas yang terikat di kaki Sang burung merpati. Dan dengan segera, kaisar Zhuang pun berjalan mendekat kearah burung merpati berbulu putih itu.
Diambilnya kertas kecil itu, kemudian dengan perlahan ia membuka lipatan pada kertas kecil itu dan membaca setiap kata yang tertulis di permukaan kertas.
...“Seorang anak singa akan segera lahir.”...
Tulisan itu begitu pendek dan singkat, bahkan kata kata yang digunakan pun adalah sebuah teka teki.
Namun, kaisar itu mengenali tulisan ini. Tulisan tulisan itu adalah tulisan gadis kesayangannya!
Dan ia bukanlah orang bodoh yang tidak bisa mengerti apa arti dari teka teki itu.
Kaisar Zhuang menghela nafas seraya menutup matanya. Tangannya mencengkram dan memeluk kertas kecil itu dengan sangat erat.
Wajahnya yang selalu terlihat suram kini menunjukkan sisi lain.
Terdapat sebuah kebahagiaan, rasa syukur, dan rasa haru yang terlukis di wajah Kaisar itu.
“Aku akan segera menjadi seorang ayah! ” Ucapnya dengan sebuah senyum cerah di wajah tampannya.
__ADS_1