Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
kita bertemu lagi


__ADS_3

Suara langkah kaki kuda kini terdengar di bawah pangkuan malam yang sunyi, meringkik secara bersamaan di saat sang penunggang menarik tali pengekang.


Terdapat sejumlah wajah-wajah yang tak terlihat, bersembunyi dalam gelapnya bayang-bayang, seakan-akan sedang menghindari cahaya bulan yang berusaha mengungkap jati diri mereka.


Seorang pria dengan rambut hitam panjang yang di ikat keatas kini menolehkan wajahnya ke samping, memberikan sebuah kode pada bawahannya dengan mata yang penuh akan isyarat.


Tak ada suara, apalagi rangkaian kata-kata yang keluar dari mulut mereka. Yang ada kini hanyalah gerakan kepala yang mengangguk dengan patuh.


Menuruti kemauan majikannya bagaikan anjing yang setia!


Rombongan - rombongan itu kini mulai berpencar, membentuk beberapa kelompok yang bergerak di arah yang berbeda-beda.


Pria yang sedari tadi terlihat lebih menonjol daripada yang lain kini diam-diam tersenyum dari balik penutup wajahnya, ada sebuah debaran dalam dadanya yang menyimpan rindu ingin bertemu. “Tunggulah, sebentar lagi kau akan kembali dalam pelukanku!... kemudian aku akan membawamu pergi jauh, sangat jauh hingga kau tak tau jalan pulang selain tinggal di sisiku untuk selamanya!! ” Gumamnya dalam hati, sembari membayangkan dirinya dan ‘wanita’ yang dicintainya itu hidup bersama dalam keintiman.


Dan dengan rasa rindu bercampur nafsu yang meluap-luap dalam dirinya, ia pun mulai memacu kudanya, memaksanya untuk bergerak lebih kencang dan membelah jalanan malam yang gelap nan sunyi.


Apakah pria itu kini benar-benar telah di buat gila akan cinta?.... ataukah hanya sebuah obsesi untuk mendapatkan apa yang tidak bisa ia dapatkan?


Nafsu yang terpendam dalam dirinya kini sudah menumpuk bagaikan gunung yang menghalangi akal sehatnya. Mimpi-mimpi yang begitu liar tentang dirinya dan ‘wanita’ itu selalu datang pada setiap malam yang ia lalui, membuat pikirannya semakin menggila dari hari ke hari.


“Yah, selama ini aku sudah cukup bersabar untuk mendapatkan mu kembali!” Ia bergumam dalam hati, mengeratkan genggaman tangannya pada tali kekang kuda sebagai sarana pelampiasan. “hatiku bahkan terasa begitu kesal di saat membayangkan kecantikan mu yang seharusnya menjadi milikku itu di nikmati orang oleh pria lain!! ” Gumamnya lagi dalam hati.


...»»————>❀<————««...


Beberapa prajurit kini nampak berlalu lalang di dalam istana, beberapa di antaranya sibuk menyalakan obor sebagai penerangan, sedangkan yang lainnya masih tetap fokus berjaga.

__ADS_1


Semenjak kabar itu datang, penjagaan di istana kini semakin di perketat. Mereka tau bahwa sesuatu yang mengancam kini tengah mendekat ke arah mereka, dan karena itulah mereka harus mempersiapkan diri untuk bertarung sewaktu-waktu.


“Kalian, jangan sampai lengah sedikitpun!!.... Tetap awasi keadaan sekitar, dan segera laporkan bila ada sesuatu yang sekiranya mencurigakan!!!” Ucap seorang pria, yang memperingatkan para prajuritnya.


Sedangkan di sisi lain, dalam kesunyian bayang-bayang malam, beberapa pasang mata kini tengah mengintai mereka dari kejauhan.


Adapun beberapa orang dari kelompok mereka yang kini tengah bergerak secara diam-diam menjalankan rencana.


Dan setelah beberapa saat, suara gaduh dari sebuah ledakkan pun terdengar dan mengagetkan orang-orang yang ada di sekitarnya.


Sangat jelas bahwa suara itu terdengar dari arah gerbang utama, membuat para prajurit yang juga mendengarnya pun segera berlari ke arah tempat ledakan itu berasal.


Tak berselang lama setelah itu, ledakan-ledakan yang lain pun kembali terdengar di beberapa tempat yang berbeda. Para prajurit pun kini mulai berpencar, serangan ini terjadi secara mendadak dan tanpa aba-aba.


Tampaknya, pengawasan mereka tadi masih kurang ketat!


Beberapa sosok berpakaian hitam kini mulai menampakkan dirinya, menghunuskan pedang di tangan mereka pada prajurit-prajurit yang berjaga.


Trrriiiinggg!!!.....


Trrriiiinggg!!!....


Bunyi dentingan pedang yang saling berbenturan itu terdengar di mana-mana, pertarungan kini tak lagi dapat di hindari apalagi di tunda-tunda.


Dan dari kejauhan, sepasang mata kelam kini menatap pemandangan dihadapannya itu dengan diam. Tak ada sedikitpun kerisauan dalam dirinya, raut wajahnya yang terlihat datar dan dingin itu sangat sulit untuk di baca.

__ADS_1


An xia, sosoknya saat ini terlihat begitu berani dan tangguh. Dengan gaun merah, dan selendang sutra yang berkibar diterpa angin malam, ia kini bagaikan sebuah kobaran api yang menyala-nyala.


Terlihat begitu mencolok di antara para prajurit berbadan kekar.


Sosok pangeran kedua yang mengayunkan pedangnya itu berhenti bergerak dan membeku untuk beberapa saat.


Tatapannya kini terpaku pada sosok wanita yang selalu ada dalam mimpi dan bayang-bayangannya selama ini. Kedua mata merekapun bertemu dan saling memandang antara satu sama lain.


Pandangan mata wanita itu sama sekali tidak berubah, masih sama seperti awal pertemuan mereka dulu. Namun entah kenapa, pangeran kedua merasa ada sebuah perasaan tak enak dalam dirinya....


“Kenapa tatapan matanya tiba-tiba berubah? ” Pangeran kedua bergumam dalam hati. “Tatapan matanya itu terlihat sangat kelam, lebih kelam dari dasar samudera yang menelan jutaan rahasia! ” Gumamnya lagi.


Dari kejauhan, dengan seringai yang melengkung di bibir nya, An xia menatap pangeran kedua yang juga sedang menatap kearahnya saat ini. Ekspresi di wajah wanita itu terlihat sangat nakal, seperti rubah licik yang sedang menunggu mangsanya untuk mendekat dan terjatuh dalam lubang yang ia gali.


“Hem? apa yang sedang kau lihat? cepat lah kemari! tidakkah kau merasa rindu dengan mantan tunangan mu ini? ” Gumam An xia dalam hati.


Lihatlah wanita itu, dia adalah gambaran yang membuat orang-orang merasa kagum dengan kecantikan serta paras wajahnya yang menawan.


Sosok yang benar-benar terlihat sangat anggun!.... entah sudah berapa banyak pujian-pujian yang ia dapat dari mulut orang yang mengaguminya.


Di permukaan, dia dikenal sebagai wanita dengan keanggunan dan ketenangan, wanita menawan dengan kehormatan yang tinggi. Setiap gerak-geriknya bisa menyihir semua orang di sekitarnya, tatapannya selalu lembut dan baik. Namun itu semua hanyalah penyamaran baginya saat dia memburu orang-orang yang berusaha mengancam hidupnya.


Wanita yang tampak suci itu adalah siluman!..... siluman rubah betina yang menyembunyikan cakarnya dibalik bulu-bulu putih yang bersih.


Pangeran kedua yang mulai tersadar dari lamunannya itu pun segera berlari mendekat, namun beberapa prajurit dengan segera menghadang pergerakannya.

__ADS_1


“Kami tidak akan membiarkanmu mendekat!.... kau tidak boleh menyentuh permaisuri walau hanya seujung dari bayangan di bawah kakinya!!” Ucap seorang prajurit dengan tegas.


Tatapan yang mereka berikan kepada pangeran kedua benar-benar terasa sangat mengancam!.... andaikan tatapan mereka adalah sebuah pedang, mungkin tubuh pangeran itu kini tidak akan berbentuk lagi.


__ADS_2