Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Tidak ada ampun


__ADS_3

Kini An xia dan An zhuting sudah berada di tengah hutan. bahkan di sepanjang jalan An zhuting masih tidak henti hentinya mengerutu karena merasa jijik saat menggendong wanita ja*ang itu.


An zhuting menjatuhkan tubuh wanita itu di tanah dengan sangat kasar, setelah itu, An zhuting tampak sedang mengelap ke dua tangannya dengan sapu tangan seolah olah dirinya sedang membersihkan kotoran atau kuman yang menempel di tangannya.


Sedangkan wanita itu langsung terbangun dari pingsannya saat tubuhnya membentur tanah dengan sangat keras.


Wanita itu meringis kesakitan sambil memegang perutnya. “Ah!!!... sa..sakit!” keluh wanita itu.


An xia melihat wanita itu dengan tatapan dingin dan wajah datar, An xia berjongkok tepat di hadapan wanita itu, ia kemudian menjambak rambut wanita itu dengan sangat kasar untuk bertatapan dengannya.


“Katakan!... siapa yang mengirimmu?!!” Tanya An xia kepada wanita itu dengan nada bicara yang bisa di bilang begitu dingin dan nengintimidasi.


wanita itu menatap mata An xia yang terlihat begitu dingin dan kelam, hal itu berhasil membuatnya merasa sangat ketakutan. Wanita itu kemudian melirik orang yang berdiri di belakang An xia, dia adalah seorang pria yang akan ia jebak tadi.


An zhuting menatap wanita itu dengan tatapan yang begitu mengerikkan, tangannya menunjuk ke arah wanita itu. “Dasar wanita rendahan!!! berani beraninya kau berusaha menjebakku, jika saja adik perempuanku tidak datang tepat waktu....cih!! mungkin saat ini aku sudah...” An zhuting begitu malu untuk mengatakanya, menurutnya itu sangat menjijikan.


Wanita itu menggelengkan kepalanya dengan cepat. “A.. Aku tidak bermaksut seperti itu! aku tidak bersalah, tolong biarkan aku pergi!!” Wanita itu memohon kepada An zhuting dan An xia dengan wajah yang memelas.


Plak!!!....


Karena merasa jengkel saat mendengar suara menjijikan dari wanita itu, An xia kemudian menampar pipi wanita itu dengan sangat keras sampai sampai bibir wanita itu berdarah.


“Jawab pertanyaanku!!! siapa yang mengirimmu?!!!” Tanya An xia sekali lagi, namun kini ia mengeluarkan aurah pembunuhnya untuk membuat wanita itu merasa takut dan mau menjawab.


Wanita itu diam. Ia merasa takut dengan An xia, namun ia sudah bersumpah untuk setia kepada orang yang menyuruhnya.

__ADS_1


Masih tidak ada jawaban, dan itu membuat An xia kehilangan kesabarannya, tangannya saat ini mulai gatal dan ingin menguliti wanita itu hidup hidup.


An xia mengeluarkan belati kesayangannya, ia mengarahkan belati dengan ukiran indah itu ke wajah mulus wanita itu. “Jika kau tidak menjawabnya, aku akan mengulitimu hidup hidup dan memotong tubuhmu kecil kecil untuk di jadikan makanan anjing liar yang ada di pasar!!” An xia sudah mulai mengeluarkan kata kata iblisnya.


An zhuting tidak percaya kalau adiknya bisa mengeluarkan kata kata sekejam itu dengan begitu mudah dan tanpa merasa berdosa sedikitpun.


Sedangkan wanita itu saat ini bergetar ketakutan, ia melirik mata An xia. Wanita itu yakin kalau An xia tidak sedang mengancam, melainkan itu adalah sebuah peringatan.


Wanita itu menangis. “to...tolong... hiks...hiks jangan bunuh aku, aku saat ini sedang mengandung!” Ucap wanita itu sambil memegang perutnya.


An zhuting merasa kasihan, walaupun dia benci dan marah kepada wanita itu, tapi dia tidak akan setega itu untuk menyakiti wanita hamil.


Namun tidak dengan An xia, ia tidak pernah memberi belas kasih sedikitpun kepada musuhnya, bahkan jika itu wanita hamil atau anak kecil sekalipun.


An xia berdiri dengan tubuh tegak, salah satu kakinya dengan kejam menginjak kepala wanita itu.


Kemudian An xia tertawa sinis. “Apa kau berfikir aku akan berbelas kasih kepadamu hanya karena kau sedang hamil?” An xia terkekeh. “Ckckck.... jangan naif kau! aku tidak membunyai hati selembut itu untuk mengampuni wanita sepertimu!!” ucap An xia dengan seringgai kejinya.


Baik wanita itu maupun An zhuting saat ini merasa terkejut dengan ucapan An xia. Mana ada manusia normal yang akan mengatakan hal sekeji itu dengan begitu entengnya.


An xia terus menekan kepala wanita itu dengan kakinya. “Cepat bicara!! aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni mahluk sepertimu!!!” Ucap An xia dengan wajah datar.


Wanita itu masih diam karena begitu ketakutan, kepalanya saat ini terasa pusing karena di injak oleh An xia.


An zhuting merasa ibah kepada wanita itu, ia kemudian mendekati An xia dan menepuk bahu adik perempuannya itu pelan. “Xia'er!, angkat kakimu dari wanita itu, jangan seperti ini!” Ucap An zhuting dengan perasaan takut saat menatap wajah dingin dan datar An xia.

__ADS_1


An xia menutar bola matanya malas, ia kemudian mengangkat kakinya dari kepala wanita itu.


Wanita itu sedikit merasa legah, ia merasa beruntung karena laki laki yang bersama An xia itu memiliki hati yang baik. “A...aku akan mengatakannya, tapi setelah itu kalian harus membiarkan aku pergi!.” Ucap wanita itu sambil mendongakkan kepalanya untuk menatap An xia dan An zhuting.


An xia mengangkat salah satu alisnya, kini ia menatap wanita itu dengan tatapan merendahkan. “Rupanya kau masih ada keberanian untuk tawar menawar denganku ya?...” Ucap An xia dengan senyum sinisnya.


An zhuting sekali lagi menepuk bahu An xia, ia menggelengkan kepalanya. “Turuti saja!...” ucap An zhuting kepada An xia.


An xia mendengus kesal, sebenarnya kakaknya itu telalu baik hati atau telalu bodoh?...


An xia kemudian menatap wanita itu dengan tatapan yang sulit untuk di artikan. “Karena kakakku sudah berkata seperti itu, aku bisa apa?.... aku akan membiarkanmu pergi jika kau mengatakan semuanya!” Ucap An xia dengan senyum licik yang terpasang di wajahnya.


Wanita itu merasa legah, setidaknya ia memiliki kesempatan untuk terlepas dari bahaya yang bernama An xia.


“Yang menyuruhku adalah mentri keuangan, ia berencana untuk menjatuhkan keluarga An karena suatu alasan.” Ucap Wanita itu.


An zhuting merasa geram, sedangkan An xia saat ini sedang tersenyum misterius karena memikirkan sesuatu.


An xia menatap wanita itu dengan senyum lembut. “ Baiklah, sekarang aku akan membiarkan kau pergi!” Ucap An xia dengan nada bicara yang begitu lembut.


Wajah wanita itu berubah cerah, akhirnya ia bisa lolos dari badai yang begitu mengerikkan. “Terima kasih!!!” Ucap wanita itu berterima kasih kepada An xia dan An zhuting, kemudian ia berdiri dan ingin melangkah pergi, namun....


Ceraaasssss!!!....


Brrruuuk!!!....

__ADS_1


An xia menebas kepala wanita itu tanpa ragu, bahkan matanya sama sekali tidak berkedip saat melakukan hal keji itu.


__ADS_2