
Dengan kertas kecil yang terikat di kakinya, seekor burung merpati putih kini mengepakkan sayapnya di atas langit untuk membawakan sebuah kabar.
Dua pasang mata kini menatap kepergian burung itu yang semakin lama semakin menjauh dan terbang menuju tempat yang seharusnya.
Seraya menatap kepergian burung merpati itu, Fai bergumam dalam hati. “Seorang keturunan kaisar kini tumbuh di dalam rahim gadis itu. dengan kata lain, tanggung jawabku kini telah bertambah! ” Ia menghela nafas, tanggung jawab ini begitu besar.
“Fai, bagaimana bisa nona mengenal kaisar Han? ” Annchi tiba tiba bertanya dan mengagetkan Fai dari lamunannya.
“Entahlah! ” Jawab Fai singkat, ia sama sekali tidak memiliki niat untuk menjawab pertanyaan gadis yang terikat dengannya saat ini.
Annchi tau kalau Fai berbohong, pengawal itu pasti mengetahui segalanya!.... namun ia tidak ingin menceritakannya.
Annchi mendengus kesal, jika saja bukan karena hukuman dari An Xia. Ia sudah pasti akan menghindar sejauh mungkin dari Fai.
Tiba tiba Rui pun datang dan berteriak ke arah mereka. “Apa yang kalian lakukan di sini?.... rombongan akan segera berangkat, kita harus sampai di Kerajaan timur besok pagi!!” Setelah mengatakan itu, Rui pun kembali untuk menemui An Xia.
Annchi dan Fai yang mendengarkannya pun segera menoleh dan berjalan mengikuti Rui.
...»»————>❀<————««...
Kereta kuda An xia pun mulai berangkat menuju Kerajaan Timur bersama dengan rombongan orang orang dari Kerajaan Barat itu.
Kini yang duduk di kursi kusir hanyalah Rui seorang, sedangkan Fai dan Annchi masih menjalankan hukuman dengan berjalan bersama para perajurit dari Kerajaan Barat.
Dan jangan lupa kalau tangan mereka saat ini masih dalam keadaan terikat.
Dan itu semua menjadi bahan candaan dari para perajurit yang melihat perkelahian mereka tadi. Siapa yang akan menyangka kalau dua orang yang baru saja saling baku hantam kini berjalan berdampingan dengan tangan yang saling terikat?
Melihat hal itu, mereka semua pun tidak bisa menahan diri untuk tersenyum dan menertawakan dua orang itu di dalam hati.
Sedangkan dua orang yang di tertawakan saat ini hanya bisa menundukkan kepala mereka dan menelan rasa malu itu.
Annchi melirik tangannya yang terikat dengan tangan Fai, kemudian ia bergumam. “Ya ampun, ini sangat memalukan!” Gumamnya pelan yang masih dapat di dengar oleh Fai.
Fai yang mendengar gumaman Annchi pun menatap gadis itu dengan sinis. “Kau pikir hanya dirimu saja yang merasa malu?.... tak hanya kau, aku kini juga merasa malu. Annchi!” Ucapnya yang dengan setengah berbisik.
An Xia yang mengintip interaksi kedua orang itu dari tirai jendela pun tersenyum. entah mengapa saat melihat wajah mereka berdua yang kesulitan, membuat hatinya merasa senang.
__ADS_1
Namun, secara tidak sengaja pandangan An Xia bertemu dengan pandangan mata pangeran kelima dari Kerajaan Barat, Li Guang Fu yang memang sedari tadi terus menerus memperhatikan kereta kudanya.
Menyadari kalau gadis itu secara tidak sengaja bertatapan dengannya, pangeran kelima, Li Guang Fu pun melemparkan sebuah senyum menggoda kepada An Xia.
An Xia yang melihatnya pun menatap pangeran itu dengan dingin, kemudian gadis itu dengan cepat menyembunyikan dirinya kedalam kereta.
“Menjijikkan!!” Gimana An Xia dalam hati.
Kemudian, gadis itu menyentuh perutnya dan berkata. “Apakah kau juga tidak menyukainya, A-Zhu kecil?” Tanyanya yang tentu saja tidak mendapat jawaban.
Walaupun sama sekali tidak ada jawaban, namun An Xia tetap bersikap seolah olah dirinya bisa mendengar jawaban dari dalam perutnya itu.
Gadis itu___ ibu hamil itu tersenyum, kemudian ia membelai perutnya dengan lembut dan berkata. “Apakah kau ingin bertemu dengan ayah?.... ibumu ini sangat merindukannya.” Gumam An Xia pelan yang secara tidak sengaja di dengar oleh Rui.
Di luar sana Rui terperangah dengan beberapa kata yang An Xia ucapkan.
*A-Zhu kecil?
Ayah?
Ibu*?
“Hei! kalian berdua, Kemarilah!! ” Panggilnya sambil melambai baikan tangan.
Annchi dan Fai pun saling memandang untuk sejenak, kemudian mereka mempercepat langkahnya kaki mereka untuk mendekat ke arah Rui.
Dan saat dua orang itu telah mendekat, Rui pun bertanya. “Aku ingin bertanya, apakah nona..... hamil?” Tanyanya yang sedikit berbisik di akhir kalimat.
Mendengar pertanyaan itu, Annchi pun sedikit mencondongkan kepalanya dan menutup mulutnya dengan satu tangan seraya berkata. “Apakah kakak belum tau?.... nona, dia saat ini memang sedang hamil.” Ucapnya dengan berbisik.
Rui pun membelakan matanya disaat mendengar jawaban dari Annchi. “Apa kau bilang?.... jadi, nona An— dia..... selingkuh? ” Tanyanya lagi. Kemudian, Rui melirik sekitar nya dan kembali berbisik. “Siapa... Siapa selingkuhan nona? ”Tanyanya lagi.
Fai yang tidak suka mendengar kaisarnya yang di sebut seorang selingkuhan pun angkat bicara. “Jangan sembarangan bicara!! dia adalah kaisar Han yang terhormat!!!” Ucapnya sambil berbisik namun dengan penuh penekanan.
“Apa?!! ” Tanya Rui yang sedikit berseru.
“hei, kecilkan suaramu itu!!.... lebih baik kita jangan membicarakan ini, akan jadi sebuah masalah besar jika orang lain mendengarnya!!” Tegur Fai kepada Rui.
__ADS_1
Masih dengan wajah yang menunjukkan perasaan terkejut, Rui pun mengangguk dan mengiyakannya.
...»»————>❀<————««...
Tak terasa satu hari telah berlalu, dan rombongan mereka kini hampir tiba di gerbang Kerajaan Timur.
Di depan gerbang saat ini, ketiga pangeran telah menanti kedatangan rombongan orang orang dari Kerajaan Barat.
begitu juga dengan pangeran kedua, Zhang Liang yang juga ikut menunggu kedatangan mereka untuk menyambutnya dengan ramah.
Namun yang tidak ia ketahui adalah, Sang tunangan juga akan tiba bersama rombongan orang orang dari Kerajaan Barat itu.
Di samping pangeran kedua, kini berdirilah pangeran ketiga, Zhang Li Kun yang dengan senyum lebarnya menanti kedatangan putri Li yue xi yang akan dijodohkan dengannya.
Pangeran kedua, Zhang Liang yang melihat senyum cerah di wajah adiknya itupun berkata. “Aku lihat hari ini kau begitu ceria, apakah ini ada hubungannya dengan putri Li yue xi dari Kerajaan Barat itu? ” Tanyanya yang berniat menggoda adiknya, Sang pangeran ketiga itu.
Zhang Li Kun yang mendengar godaan dari kakak keduanya itupun menoleh dan berkata. “Tentu saja!.... namun sepertinya yang paling menanti nanti kedatangan seseorang di sini bukalah aku... ” Jawabnya yang balik menggoda pangeran kedua.
Pangeran kedua, Zhang Liang pun terkekeh. Kemudian menepuk pundak adiknya itu dan berkata. “Kemampuanmu dalam berbicara kini telah meningkat!” Sindir nya.
“Terima kasih atas pujiannya, kakak kedua! ” Jawab pangeran ketiga, Zhang Li Kun.
Tak lama setelah itu, dari jauh mereka dapat melihat kedatangan rombongan dari Kerajaan Barat.
Ada beberapa perajurit yang berbaris di depan dan di belakang dua kereta kuda.
Di barisan paling depan, mereka bisa melihat seorang wakil jendral dari Kerajaan Barat yang menunggangi kudanya.
Dan di samping wakil jendral itu, terdapat seorang pemuda yang terlihat begitu gagah dengan kuda coklatnya.
Bisa mereka tebak kalau pemuda itu adalah pangeran kelima dari Kerajaan Barat, pangeran Li Guang Fu.
kemudian, pandangan semua orang berarti kepada dua kereta kuda yang terdapat di tengah tengah barisan.
Kereta kuda yang paling depan tentunya adalah kereta kuda dari putri Li yue xi, namun kereta kuda yang dibelakang itu.....
Tiba tiba semua orang dibuat terkejut dengan lambang yang menjadi ciri khas dari kediaman jendral besar An.
__ADS_1
Kenapa kereta kuda dari kediaman jenderal besar An, ada di antara rombongan orang orang dari Kerajaan Barat?.....