
Sang tuan besar shen yang semakin meras pusing sekaligus kesal dengan istrinya itupun mengambil sebuah patung kecil dan melemparnya kesembarang arah hingga pecah.
“Jika kau tidak rela berpisah dengan putrimu, maka kau bisa ikut pergi bersamanya!!!.... aku sudah tidak perduli lagi dengan kalian berdua!!! ” Ucapnya yang terus menerus membentak dengan kata kata kasar.
Merasa sakit hati dengan ucapan suaminya itu, sang nyonya besar shen pun ingin membalas. Namun, sebelum ia sempat membuka mulutnya, seorang pelayan pun datang dan menerobos masuk secara tiba tiba.
Dan tanpa memperdulikan apapun, pelayan itupun langsung berlutut di hadapan sang tuan besar shen lalu berkata. “Tuan besar, nona kedua.... nona kedua... ” Ucapan pelayan itu terputus putus, nafasnya yang tak beraturan itu membuatnya sulit untuk mengatakan sesuatu.
Sang tuan besar shen yang mendengar kata ‘nona kedua’ pun seketika mengerutkan dahinya dengan tidak senang. Entah mengapa ia kini mulai merasakan firasat buruk!!!...... Mungkin kah sesuatu akan terjadi?...... atau sesuatu itu memang telah terjadi saat ini?
Karena terlalu penasaran dan tak ingin terus menerus larut dalam asumsi nya sendiri, pria paruh baya itupun memutuskan untuk bertanya. “Katakan, apa lagi yang gadis itu perbuat sekarang?! ” Tanyanya dengan tegas.
Suara berat penuh penekanan, dan tatapan tajam dari sang tuan besar shen itu pun seketika membuat pelayan itu membuka mulutnya dan berkata dengan cepat. “Nona kedua menggila dan kini ia berusaha untuk membunuh nona pertama! ” Ucapan dengan kepala yang tertunduk, sama sekali tidak berani untuk menatap tuannya itu.
Mendengar hal itu, tanpa banyak kata sang tuan besar shen pun segera berlari keluar dari ruangan dengan raut wajah panik.
Sang nyonya besar shen yang juga mendengarnya pun merasa tak percaya. Ia melangkah kan kakinya mendekat kearah pelayan tadi, dan dengan perasaan campur aduk wanita itupun mengguncang guncang tubuh pelayan itu dengan kedua tangannya sembari berkata. “Jangan berbohong!!!.... katakan jika hal itu tidaklah benar!!!” Teriaknya yang membuat pelayan itu semakin ketakutan.
“Nyonya, aku sendirilah yang melihat nona pertama begitu ketakutan! ” Ia terdiam dan menunjuk kearah luar. “Nyonya, cepat tolong dia!.... jika tidak.... jika tidak nona kedua akan membunuhnya___”
Plak!!!!.....
Tiba tiba pelayan itu mendapatkan sebuah tamparan yang begitu keras dari tangan nyonya besar shen. Wanita paruh baya itu kini menatapnya dengan tatapan marah, seakan akan ia tak terima dengan kenyataan yang ia dengar.
“Jika yang kau katakan itu tidak benar, maka aku sendiri lah yang akan memotong lidahmu! ” Ucapnya dengan tegas, kemudian pergi begitu saja.
...»»————>❀<————««...
Suara berisik dari beberapa langkah kaki yang mendekat pun berhasil membuat Shen Gao Yang menoleh dengan tatapan kosong.
Gadis itu saat ini tengah terduduk di samping sebuah tubuh tak bernyawa dengan darah segar yang mengotori pakaiannya.
__ADS_1
Penampilan nya pun kini terlihat begitu berantakan, entah bagaimana caranya untuk mendeskripsikan keadaan gadis itu saat ini.
Namun yang jelas, penampilannya saat ini lebih mirip hantu ketimbang seorang nona muda dari keluarga ternama.
Shen Gao Yang Kini menatap seorang pria paruh baya yang tengah berlari kearahnya. Ekspresi yang pria paruh baya itu tunjukkan terlihat begitu panik, cemas, dan takut.
Tiba tiba kedua sudut bibir Shen Gao Yang terangkat, membentuk sebuah senyum tipis yang terlihat begitu memilukan. “Ayah!... ” Panggilnya, yang seketika membuat langkah tuan besar shen terhenti secara mendadak. “.... Ayah, aku telah membunuh mereka berdua! ” Ucapnya lagi.
Kemudian, gadis itu menunjukkan belati yang ia genggam.... sebuah belati yang telah ternodai dengan darah seseorang. “Aku telah menghabisi mereka berdua dengan tanganku sendiri! ” Ia terdiam, lalu terkekeh kecil. “A.... Aku tidak berdosa!..... Mereka.... Merekalah yang telah berdosa terhadapku!.... Mereka berdua adalah orang jahat!.... memang pantas untuk mati!! ” Ucapnya dengan air mata yang terus mengalir.
Sedangkan di sisi lain, tuan besar shen saat ini hanya terdiam.Tubuhnya pun kini seolah olah membeku secara tiba tiba.
Telinganya seakan akan tuli dengan suara disekitarnya, tatapannya pun hanya tertuju pada sebuah tubuh malang yang tergeletak dengan nyawa yang hilang entah kemana.
Terlihat sendiri oleh kedua matanya bahwa salah satu putri nya kini telah tiada dengan keadaan yang mengenaskan.
Tidak berselang lama, sang nyonya besar shen pun datang.
Hal pertama yang wanita itu lihat adalah Shen Gao Yang yang tengah terduduk di tanah dengan keadaan yang berantakan. Kemudian, pandangannya pun beralih untuk menatap sesuatu yang berada di samping putri keduanya itu.
“putriku, Shen min yue!!!” Teriaknya histeris sebelum akhirnya ia jatuh tak sadarkan diri.
...»»————>❀<————««...
Suasana pagi yang tidak terlalu cerah itu membuat sosok cantik yang tengah berbaring di atas ranjang empuk dengan selimut hangatnya pun merasa malas untuk membuka matanya.
Bahkan suara rintik hujan yang samar samar terdengar dengan suara gemersik dedaunan pun seolah olah menjadi musik penghantar tidur baginya.
Sesekali sosok cantik itu merenggangkan badannya tanpa mau membuka mata. Entah mengapa hari ini ia merasa begitu malas untuk melakukan sesuatu selain berbaring ditempat yang empuk dengan selimut yang nyaman dan hangat.
Namun takdir seolah olah tidak mendukungnya untuk terus menerus melanjutkan aksi kemalasannya itu. Dan hal itu dapat di buktikan dengan suara ketukan pintu yang begitu berisik dan mengganggu.
__ADS_1
Membuat tidur nyenyak dari sosok cantik yang begitu malas itupun terusik. Dan mau tidak mau, ia pun sedikit membuka matanya dan berkata. “Kau boleh masuk, Annchi! ” Ucapnya tanpa mau bergerak dari posisinya yang nyaman itu.
Annchi yang mendengar suara majikannya itupun segera masuk dengan diikuti oleh beberapa pelayan lain yang membawakan berbagai macam makanan.
Melihat kelakuan sang majikan yang begitu malas untuk bangun dari tidurnya, Annchi pun segera memberi kode kepada para pelayan yang lain untuk segera meninggalkan ruangan.
Setelah para pelayan itu pergi, dan pintu ruangan kembali tertutup. Annchi pun dengan berani menarik selimut yang An xia kenakan sembari berkata. “Permaisuri, kau harus segera bangun sebelum suamimu mencari wanita lain!! ” Ucapnya sembari tertawa kecil.
Sedangkan An xia yang merasa terganggu dan kesal dengan kelakuan Annchi pun segera mengambil sebuah bantal dan melemparkannya tepat di wajah gadis pelayan yang nakal itu.
“Annchi, sepertinya aku benar benar telah memanjakanmu!! ” Tegurnya sembari berusaha bangkit dari tidur.
Bukannya merasa takut apalagi bersalah, Annchi kini justru memasang wajah cemberut. “Itu sakit! ” Keluhannya yang bergumam dengan suara yang pelayan.
Namun An xia yang masih dapat mendengar hal itupun memutar bola matanya malas dan berkata. “Tunggu sampai kaisar tau, lalu kau akan merasakan rasa sakit yang sesungguhnya! ” Ucapnya, yang mengancam Annchi sembari tersenyum licik.
Annchi yang mendengar kata ‘kaisar’ itupun seketika terdiam dengan wajah pucat. Tentu saja ia merasa takut, kaisar Zhuang bukanlah orang yang berhati lembut apalagi jika masalah itu mengenai permaisuri nya.
Memang Annchi akui bahwa An xia tidak kalah mengerikannya ketimbang kaisar itu, namun tetap saja hal itu berbeda!...... Selama ini majikannya itu selalu bersikap lembut dan memperlakukan dirinya layaknya seorang saudara kandung.
Sedangkan kaisar Zhuang?......
Entah kenapa, memikirkan hal itu saja sudah membuatnya bergidik ketakutan. Tentu ia masih iangat betul bagaimana kaisar itu memperlakukan bawahannya dengan tidak berperasaan.
Salah satunya adalah Fai....
“Annchi, apa yang sedang kau pikirkan? ” Suara An xia yang tiba tiba terdengar itupun mengejutkan Annchi dari lamunannya.
Sadar bahwa majikannya itu tengah menanyakan sesuatu kepadanya, Annchi pun segera menjawab. “A... Aku.... Aku hanya sedang berfikir mengenai masalah.... ” Ia terdiam, berusaha berfikir keras untuk mencari kata kata yang tepat. “.... Itu, aku baru saja mendengar sebuah kabar! ” Lanjutnya.
Melihat keanehan dalam diri bawahannya itu, An xia pun menaikkan salah satu alisnya dengan heran. “Sebuah kabar?....” Ekspresi di wajahnya semakin dipenuhi tanda tanya. “.... Katakan kepadaku, kabar apa yang telah kau dengar! ” Ucapnya lagi.
__ADS_1
Annchi menganggukkan kepalanya dengan antusias, kemudian ia mulai membuka mulutnya dan berkata. “Ini mengenai kedua nona muda dari keluarga Shen! ” Ucapnya sembari berbisik.
Mendengar hal itu, An xia pun kini mulai tertarik. Sungguh ia merasa penasaran dengan hal apa yang akan Annchi ceritakan. “Lanjutkan! Aku ingin tau apa saja yang terjadi dengan mereka. ” Ucapnya dengan senyum penuh arti.