
Saat ini An xia bersama dengan kaisar Han sedang menuruni tangga menuju ruang bawah tanah, dan saat mereka berdua sudah berada di ujung tangga..... mereka bisa melihat ada dua pintu dan di antara dua pintu itu terdapat sebuah patung singa yang dimulutnya terdapat sebuah bola.
Kaisar itu melirik kedua pintu itu secara bergantian, ia sama sekali tidak memperhatikan patung singa itu.
“Yang mana pintunya? yang kanan atau yang kiri?” Kaisar itu bertanya kepada An xia.
An xia menggelengkan kepalanya sambil berkata. “Bukan keduanya!!” Ucapnya dingkat.
Kaisar itu mengerutkan keningnya saat mendengar jawaban An xia. “Jika bukan keduanya, lalu kenapa kau membawaku kesini?!” Tanya kaisar itu dengan curiga.
Tanpa mengatakan apapun, An xia menekan bola yang berada di mulut patung singa itu, dan setelah An xia menekannya...... secara tiba tiba dinding yang berada tepat di sebelah kaisar itu bergeser dan tampaklah sebuah pintu lain yang tersembunyi.
An xia membuka pintu itu, kemudian ia menoleh ke arah kaisar itu. “Ini adalah pintu menuju ruangan itu!!” Ucapnya lalu melangkah kedalam ruangan itu.
Ruangan itu sangat gelap..... itu wajar karena ini memang adalah ruangan bawah tanah.
Saat sudah berada di dalam ruangan itu An xia kemudian menyalakan sebuah lilin, kemudian gadis itu menarik sebuah tali yang menggantung di dinding ruangan itu.
Saat An xia menarik tali itu, tiba tiba dinding yang menyembunyikan pintu masuk tadi kembali bergeser dan menutup pintu itu kembali.
Kaisar Han masih dengan setia berada di samping An xia, matanya masih terus memperhatikan setiap gerak gerik gadis itu.
An xia mulai menyalakan setiap lilin lilin di ruangan itu sebagai penerang, saat semua lilin sudah menyala..... terlihatlah sebuah ruangan luas dengan banyaknya rak buku yang berjejer rapi, di ruangan itu juga terdapat sebuah meja berukuran besar yang di atasnya terdapat banyak sekali kertas dan guluangan.
Pandangan kaisar Han menyapu setiap sudut ruamgan itu, kerutan di dahinya nampak sangat jelas. “Apa yang ada di dalam gulungan gulungan itu, buku buku itu juga? kenapa ini semua ada di sini?” Kaisar itu bertanya dengan heran.
An xia berjalan mendekat ke salah satu rak buku, kemudian tangan ramping gadis itu terulur untuk mengambil sebuah buku di sana.
An xia nampak sedang membersihkan debu yang menempel di buku itu, gadis itu kemudian tersenyum. “Ini semua berisi informasi lengkap tentang orang orang penting di kerajaan ini, tak hanya orang penting saja.... namun orang orang yang memiliki sangkut paut dengan kerajaan ini juga ada!!” Jawabnya dengan santai.
Kaisar itu membelalakkan matanya saat mendengar jawaban An xia. itu artinya pria bertubuh gempal yang An xia bantai selama ini memiliki banyak rahasia yang tidak ia ketahui?....
Tidak heran kalau pria itu begitu tidak rela rumah hiburan ini jatuh ketangan An xia, bahkan pria bertubuh gempal itu sampai rela membayar mahal untuk menyewa sebuah pasukan bayangan tingkat atas untuk membunuh gadis itu.
Kaisar itu kemudian menatap An xia. “Bagaimana kau bisa tau keberadaan ruangan ini?” Kaisar itu kembali bertanya dengan curiga.
An xia menghelah nafas berat, sebenarnya ia sedikit malu menceritakannya. “Aku tergelincir di tangga dan secara tidak sengaja tanganku menekan bola di mulut patung singa tadi!!!” Ucap An xia yang menjelaskan dengan cepat.
Dengan sekuat tenaga kaisar itu menahan dirinya agar tidak menertawakan gadis itu. Tidak perna ia sangka kalau gadis di hadapannya itu bisa bersikap ceroboh juga.
Namun syukurlah sikap cerobohnya itu malah membawa keuntungan dan bukannya lesialan.
Kemudian pandangan kaisar itu tertuju kepada sebuah pintu lain yang ada di ruangan itu.
“Pintu apa itu?” Tanya kaisar itu kepada An xia.
An xia hanya menggelengkan kepalanya. “Aku tidak tau!! sebenarnya aku belum sepenuhnya menelusuri tempat ini.” Ucapnya yang menanggapi pertanyaan kaisar itu.
“Dan karena itulah aku mengajakmu kesini!! aku ingin menelusuri tempat ini bersamamu!!” Ucap An xia lagi.
“Bersamaku?” Tanya kaisar itu sambil menunjuk dirinya sendiri.
An xiapun hanya menganggukkan kepalanya, kemudian gadis itu menggandeng tangan kaisar itu lalu menariknya untuk berjalan mendekat kearah pintu itu.
__ADS_1
An xiapun membuka pintu itu, setelah itu ia masuk kedalam ruangan yang gelap itu dengan satu tangan memegang lilin dan tangan yang lain menggenggam tangan kaisar itu dengan erat.
Dan ternyata yang mereka berdua masuki bukanlah sebuah ruangan, melainkan itu adalah sebuah lorong panjang dan gelap dengan dinding yang terbuat dari batu.
Tak!!...tak!!...tak!!...
Suara langkah kaki mereka berdua terdengar begitu jelas di lorong itu. An xia masih tetap fokus dengan lorong itu tanpa tau kondisi jantung pria yang tangannya ia genggam saat ini.
Jantung kaisar itu terus berdegup dengan kencang saat merasakan dinginnya tangan An xia yang menggengaam tangannya dengan erat.
Tidak hanya itu yang membuat jantungnya berdebar dengan kencang, namun alasan lainnya adalah ucapan An xia yang mengatakan
‘ Aku ingin menelusuri tempat ini bersamamu!!’
Kata kata itu terus berputar di kepalanya, jujur saat ini hatinya merasa bahagia.
Jadi, apakah An xia telah menaruh kepercayaan kepadanya?....
Apakah gadis itu tidak ingin menyimpan rahasia derhadap dirinya?...
Atau apakah gadis itu sudah mulai menyukai dirinya?
Kaisar itu begitu penasaran dengan alasan An xia mengajak dirinya untuk ikut, dan pada akhirnya ia bertanya. “Kenapa kau mengajakku? sebesar itukah kepercayaanmu kepadaku?” Tanya kaisar itu kepada An xia.
Dalam hati kaisar itu berharap kalau An xia akan mengatakan ‘Iya, aku mempercayaimu!!’ Atau ‘Itu karena aku hanya ingin melakukannya denganmu!!’ begitulah kira kira harapan kaisar itu atas jawaban An xia.
Namun yang namanya harapan itu memang belum pasti terwujut.
An xiapun berkata. “Aku curiga kalau di sini telah terpasang sebuah jebakkan, jika aku menelusuri tempat ini sendirian dan terkena jebakkan maka akulah yang akan repot!!” An xia memberi jeda. “Dan aku tidak ingin mati di tempat seperti ini, jikapun harus mati maka aku tidak ingin mati sendirian. karena itulah aku mengajakmu!!” Ucap An xia dengan begitu jujurnya.
Bahkan An xia mengatakannya dengan santai dan tanpa merasa ragu sedikitpun, gadia itu bahkan tidak menyadari perubahan eskpresi di wajah pria yang sedang ia ajak bicara itu.
Kesal dan kecewa, itulah yang kaisar itu rasakan. ternyata seperti itu alasan sebenrnya gadis ini mengajaknya?!.... betapa mengesalkannya alasan itu.
Jika itu memang benar, tidak bisakah gadis ini berbohong dan mengatakan alasan lain yang lebih manis?....
Memikirkan itu membuat wajah kaisar itu semakin datar. “Oh! jadi seperti itu ya? kau berani memanfaatkan kaisar ini?!!” Ucapnya dengan geram kepada An xia.
An xia tiba tiba menghentikan langkahnya saat mendengar geraman dari kaisar itu, gadis itu menoleh kebelakang untuk menatap kaisar Han.
An xia menampilkan sebuah senyum tak berdosa lalu berkata. “A-zhu!... kau tidak perlu semarah itu!!” ucapnya dengan wajah lugunya itu.
Tangan kaisar itu sudah merasa hatal, ia kemudian mengulurkan tangannya lalu mencubit kedua pipi An xia tengan sangat gemas untuk meluapkan kekesalannya itu.
“Aaaaa!!!.... lepas!! lepaskan tanganmu itu!!” Teriak An xia kesakitan, bahkan lilin di tangannya telah jatuh dan padam.
Masih dengan tangan yang mencubit pipi An xia, kaisar itu berkata. “Untuk apa aku melepaskannya?!! gadis sepertimu memang pantas mendapatkannya, dasar gadis nakal!!!” Ucap kaisar itu dengan kesal sambil mengencangkan cubitannya itu.
An xia memukul mukul tangan kaisar yang mencubit pipinya itu, karena tidak berhasil.... An xia pun memilih untuk membalas cubitan itu.
Namun sebelum An xia berhasil membalasnya, kaisar itu terlebih dahulu melepaskan cubitannya dan menghindari An xia.
An xia langsung memegang kedua pipinya yang terasa gilu itu, dan sedikit mengusapnya untuk menetralkan rasa sakit.
__ADS_1
Lorong itu kini menjadi begitu gelap akibat lilin yang padam, bahkan An xia tidak bisa melihat apapun saat ini.
“Sialan kau A-zhu!! beraninya kau mencubitku, cari mati ha?!!” Bentak An xia dengan kesal.
An xia menoleh kekanan dan kekiri, ia mencoba mencari keberadaan kaisar itu dalam gelap.
Namun percuma saja, An xia seperti orang buta saja yang tidak dapat melihat apapun karena tempat ini memang sangat sangat gelap, yang An xia lihat hanyalah warna hitam. itu saja!!
Jika An xia tidak bisa melihat dalam gelap, beda lagi dengan kaisar itu yang miliki penglihatan yang begitu jernih. Ia bisa melihat dalam gelap walaupun itu sanya samar samar saja.
Dan kaisar itu bisa melihat dengan samar bayangan An xia yang sepertinya kesulitan untuk melihat dalam gelap.
Kaisar itu tau, namun ia tetap diam saja. Ia ingin lihat apa yang akan gadis itu lakukan.
“A-Zhu!! kau dimana?” An xia bertanya seraya meraba raba sekelilingnya.
Tiba tiba An xia menginjak sesuatu, itu adalah lilin miliknya yang terjatuh tadi. An xia kemudian berjongkok untuk mengambil lilin itu, An xia kemudian menyalakannya kembali.
Namun saat lilin itu menyala, An xia bisa melihat seorang pria dengan wajah datarnya yang sedang bersender dengan santainya di dinding lorong dan menatap dirinya.
“Apa?!! kenapa kau melihatku seperti itu?!!” An xia bertanya dengan ketus.
Kaisar itu terkekeh saat melihat wajah An xia dengan jelas, ia bisa melihat kedua pipi An xia yang sedikit memerah karena ulahnya itu.
“Kenapa dengan wajahmu itu ha?” Tanya kaisar itu untuk menggoda An xia.
An xia mendengus kesal, kemudian ia berkata. “Seorang pelaku yang menanyakan penyebab, lucu sekali!!” Ucap An xia dengan sinisnya.
Tiba tiba mereka samar samar mendengar suara air yang mengalir. An xia dan kaisar itupun saling menatap.
Kemudian mereka saling menganggukkan kepalanya dan kembali menelusuri lorong yang panjang itu.
Sampai pada saat mereka keluar dari lorong itu, mereka berdua dibuat heran dengan tempat itu.
“Dimana ini?” An xia bertanya.
Kaisar itu menoleh kekanan dan kekiri, kemudian ia berkata. “Sepertinya ini adalah sungai pinggir hutan!!” Jawab kaisar itu.
An xia kemudian melihat ada sebuah perahu disana. “Lihatlah, di sana ada perahu!!.... mungkinkah pria gempal itu sering datang kemari?” An xia bertanya dengan curiga.
“Aku tidak tau!!” Jawab kaisar itu.
Saat An xia ingin melangkahkan kakinya mendekat kearah perahu itu, tiba tiba...
******
Di sebuah kamar yang ada di lantai empat Yin lianhua. An xia kini tengah berbaring di atas ranjang dengan kedua tangan yang mencengkram pinggiran ranjang itu.
“Uh!...A-zhu pelan pelan!!”
“Apakah sakit?”Tanya kaiasar itu.
An xia pun mengangguk.
__ADS_1
“Baiklah, aku akan lebih pelan lagi!!”