
Di sebuah rumah hiburan yang terdapat di tengah tengah perkampungan Jepang, bangunan itu nyatanya sangat mewah dan luas, bangunan dengan empat tingkat itu terlihat sangat mencolok di antara bangunan lain.
Dulunya bangunan itu adalah milik seorang saudagar kaya, namun saat ini bangunan dan seisinya itu sekarang sudah berahli kepemilikan kepada seorang pemuda, atau lebih tepatnya seorang gadis yang berdandan seperti seorang pria.
An xia bersama dengan tuan Eiji saat ini sedang duduk santai sambil menikmati sake, sesekali mereka berbincang bincang dan bercanda bersama.
Tuan Eiji meminum sakenya, ia laku berkata.“Hahahah... dasar bocah tengik!! belum juga satu hari kau berada di sini dan sudah menjadi slah satu orang terkaya di kota!!” Ucap nya dengan penuh bahagia.
An xia terkekeh geli saat mendengarnya, Ia kemudian menjawab. “Tuan Eiji, jangan senang dulu!.... **** itu pasti sedang menyiapkan rencana untuk membunuhku!!” Ucap An xia dengan santainya.
Mata tuan Eiji terbelalak, bagaimana ia bisa tidak berpikir sampai sejauh itu? rupa rupannya rasa bahagia yang ia alami saat ini membuatnya lengah.
Beruntung pemuda yang bersamanya ini akalnya sangat jernih.
Wajah tuan Eiji yang tadinya bahagia kini berubah serius, begitu juga dengan An xia. kedua orang itu akan membahas sesuatu yang penting.
****
Terlihat saat ini seorang pria bertubuh gempal yang sedang mengobrak abrik satu ruangan di sebuah kediaman mewah, wajah pria itu sangat merah karena emosi.
Di tangan pria itu, terdapat sebuah katana yang terlihat begitu mengkilat, sama sekali tidak berkarat, sangat mulus. hal itu menandakan kalau Katana itu sama sekali tidak pernah di pakai.
“Tuan besar!!... orang suruhan kita sudah siap untuk menerima perintah!!” Ucap seorang pria berbadan kurus.
Pria bertubuh gempal itu melirik untuk sekilas, lalu ia berkata. “Segera suruh mereka memenggal kepala bocah busuk itu, sekalian saja dengan kepala Eiji si**an itu!!! aku ingin malam ini juga mereka harus mati!!!” Ucapnya dengan amarah yang mengbu ngebu.
Pria berbadan kurus itu mengangguk. “Baik tuan!!” Setelah mengatakan itu, ia langsung pergi untuk melaksanakan perintah.
****
Di Istanah Han, tepatnya di sebuah ruangan dengan banyaknya buku buku dan gulungan kertas. Di tengah ruangan itu terdapat seorang pria berparas tampan dengan wajah datar dan dinginnya yang saat ini sedang mencoret coret sebuah lembaran kertas dengan kuas dan tintah hitam.
Wajahnya terlihat sangat serius, mata tajamnya terus menatap kertas di hadapannya, ia membaca setiap tulisan itu dengan teliti, nampak tidak bisa di ganggu dengan urusan manapun.
Tiba tiba, manik mata hitam pria itu bergeser untuk melirik kearah jendela, kuas di tangannya ia letakkan.
Pria itu berdiri dari duduknya, ia berdiri dengan tubuh tegap dan tampak begitu gagah.
“Masuklah Fai!!” Ucap pria itu.
Dari luar jendela, seorang berpakaian hidam masuk kedalam ruangan. “Salam kepada yang mulia Kaisar!!! Fai menghadap untuk memberi laporan!!” Ucap Fai seraya berlutut dengan satu kaki.
“Katakan!!” Ucap Kaisar itu singkat.
Fai menarik nafas dalam dalam sebelum bicara, dan akhirnya ia mulai membuka suara. “Nona pertama An saat ini sedang berada di perkampungan Jepang, seharian ini ia menghabiskan waktunya bersama tuan Eiji!!” Ucapnya mengatakan informasi.
Kaisar itu menganggukkan kepalanya. “Ada lagi?” Tanya Kaisar itu.
Kini Fai menyekah keringat di dahinya, ia lalu berkata. “Nona pertama An ternyata bisa berbicara dapam bahasa Jepang, dan juga Nona pertama An saat ini telah menjadi pemilik sah dari rumah hiburan terbesar di perkampungan itu!!.... dan itu semua dari hasil berjudi.” Jwabnya.
Kaisar itu menatap Fai dengan heran, sebenarnya bukan Fai yang membuatnya merasa heran, melainkan An xia.
__ADS_1
Bisa bahasa Jepang.
Menjadi pemilik sebuah rumah hiburan dengan berjudi.
Dan di tambah lagi berteman dengan tuan Eiji yang di katakan sulit untuk dekat dengan orang lain.
Belum satu hari gadis itu ada di sini, dan ia sudah menjadi orang yang sangat berpengaruh?.... benar benar luar biasa.
Kaisar itu melirik Fai sekilas, kemudian ia kembali duduk dengan santai. “Fai, kirim beberapa perajurit terbaik untuk melindungi gadis aneh itu!!” Kaisar itu memberi perintah.
Fai mendongakakn kepalanya untuk menatap majikannya, tidakkah cukup gadis bernama An xia itu membuatnya terkejut sampai sampai majikannya itu juga ikut ikutan membuatnya terkejut.
“Yang mulia, kenapa__ ” Ucapan Fai terpotong.
Sebelum Fai menyelesaikan ucapannya, Kaisar itu lebih dahulu menyahut. “Jika ada luka gores sedikit saja di tubuh gadis itu, maka kepalamulah yang akan terpisah dari tubuhmu!!” Ucap Kaisar itu tanpa belas kasih.
Gluk!...
Dengan susah payah, Fai meneguk air liurnya, ia kemudian mengangguk patuh dan segera melaksanakan perintah majikannya sebelum kepalanya benar benar terpisah dari tubuhnya.
•
•
•
•
Saat ini adalah malam hari, bisa dibilang hampir tengah malam.
An xia dan tuan Eiji bersama beberapa para samurai saat ini sedang menyiapkan diri untuk menghadapi sebuah pertarungan yang tidak lama lagi akan terjadi.
An xia sudah menyuruh para pelayan untuk segera pulang dan meninggalkan (Yin lianhua) ini.
Wajah tuan Eiji dan anak buahnya yang seorang samurai itu saat ini sangat serius.
Tuan Eiji melirik ke sampingnya, dimana ia melihat An xia yang saat ini bersikap begitu tenang, tidak ada kegelisahan ataupum ketakutan di wajahnya.
Bagaikan air yang membeku, wajahnya yang tenang itu sama sekali tidak terbaca, mata bulat namun memiliki tatapan tajam itu terus terarah ke jendela yang menyediakan pemandangan bangunan teradisional yang indah.
Malam kini terasa begitu sunyi, namun kesunyian itu tidak bertahan lama.
Tiba tiba mereka mendengar suara keributan dari lantai bawah, An xia dan tuam Eiji saling melirik dan kemudian menganggukkan kepalanya.
Tuan Eiji memberikan isyarat kepada anak buahnya, sedangkan anak buahnya itu mengangguk mengerti lalu keluar dari ruangan.
Kini tangan An xia sedang memegang sebuah Katana , benda Ini akan memudahkan dirinya untuk menebas kepala musuh.
Suara keributan semakin menjadi, dan kini An xia dan tuan Eiji sedang menanti musuh mereka yang akan datang dengan sendirinya kepada mereka.
BRAAAAK!!!!....
__ADS_1
Tiba tiba pintu ruangan itu ambruk, dan masuklah beberapa orang dengan senjata senjata di tangan mereka.
Salah satu orang di antara mereka berseru. “Bunuh mereka berdua!!!!” Teriak orang tersebut.
Tuan Eiji langsung mecabut Katana miliknya dari sarungnya, terlihat kalau Katana itu memiliki beberapa rongga rongga di ujungnya, bahkan itu sedikit berkarat.
Hal itu menandakan kalau Katana miliknya itu sudah sering digunakan untuk bertarung, karat karat itu juga menandakan kalau benda tajam itu sudah sering meminum darah.
Terriiiingggg!!!!....
Terriiiingggg!!!!....
Musuh menyerang, dan dengan cepat tuan Eiji menghalau mereka. Sedangkan An xia saat ini masih saja tetap tenang, padahal yang sebenarnya menjadi incaran saat adalah dirinya.
Dengan perlahan, An xia mengeluarkan Katana miliknya. dan dengan sekejap mata....
Bruuk!!!...
Bruuk!!!...
Semuanya, semua musuh itu terjatuh di lantai dengan kepala yang terpisah dari tubuh mereka, bau amis darah yang menyengat mulai tercium sebagai pertanda kematian.
Tuan Eiji membeku di tempat, matanya melotot tak percaya atas apa yang ia lihat barusan.
Setelah sadar dari keterkejutannya, ia langsung menoleh dan menatap An xia..... sang pelaku yang mengakibatkan orang orang ini mati dengan kepala yang terpisah dari tubuhnya.
“Apa itu tadi?.... kecepatannya, seperti seorang yokai!!!” Ucapnya tak percaya.
[Yokai\= Sejenis siluman, setan, atau hantu.]
Tuan Eiji kemudian melirik katana yang ada di tangan An xia, di ujung yang tajam terdapat darah yang mengalir dan menetes.
Pancaran mata An xia bagaikan binatang buas yang sedang melahap mangsannya, bahkan ada sebuah senyuman di wajah mungil itu.
Wusss!!...
Wusss!!....
Tiba tiba, sebuah benda kecil berbentuk bintang dengan empat ujung runcing melesat dengan cepat menuju tuan Eiji.
An xia yang menyadari itu langsung saja bergerak dengan cepat dan menangkis benda itu agar tidak sampai melukai orangnya.
Terrriiinggg!!!....
Terrriiinggg!!!....
Benda itu berjatuhan kelantai, mata An xia menatap lurus kearah seseorang dengan pakaian serba hitam yang akan segera kabur.
Namun sebelum orang itu kabur, An xia dengan cepat mengambil benda kecil berbentuk bintang itu dan melemparkannya tepat di kepala orang itu.
Beruuuk!!!....
__ADS_1
Orang itu terjatuh dan ambruk.
Tuan Eiji melirik benda kecil yang hampir saja membunuhnya. “Shuriken!!.... mereka juga mengirim ninja!!!” Geramnya.