
Aroma harum dari kelopak kelopak bunga mawar yang bertaburan di permukaan air itu menyeruak masuk kedalam indra penciuman An xia.
Air hangat dengan sedikit uap itu nampak begitu indah akibat kelopak mawar yang menari nari akibat gelombang di permukaan air.
Dengan sebuah kain tipis yang melilit tubuhnya yang elok itu, An xia pun dengan perlahan memasukkan tubuhnya kedalam kolam pemandian itu.
Wajah cantik nya kini nampak tersenyum dengan begitu mempesona, tangannya pun tidak henti hentinya bermain dengan kelopak kelopak mawar yang mengelilinginya itu.
Beberapa pelayan pun datang dan menuangkan sebuah cairan harum kedalam air selagi yang lain terus menaburkan banyak kelopak mawar di sekitar An xia.
Salah satu tangan An xia kini mengambil sebuah kelopak mawar yang menurutnya memiliki warna merah yang indah itu. “Sangat cantik! ”Gumamnya pelan, namun masih bisa terdengar di telinga para pelayan. “Dari mana asalnya mawar mawar ini? ” Tanyanya dengan sebuah senyuman yang begitu mempesona.
Untuk sesaat, para pelayan itu kehilangan fokusnya. Walaupun mereka sama sama wanita, namun saat melihat kulit putih mulus yang begitu kontras dengan warna kelopak mawar yang merah... serta, senyum tipis yang begitu mempesona di bibir menggoda itu. Mereka pun berfikir bahwa maksud dari kata ‘cantik’ adalah sosok An xia sendiri.
An xia yang tidak mendengar adanya jawaban yang keluar dari mulut para pelayan pun segera menoleh. “Kenapa kalian diam?” ia membuang kelopak mawar di tangannya tadi dan mengambil kelopak mawar yang lain. “Tidak kah kalian mendengar pertanyaan ku barusan? ” Tanyanya lagi dengan kilatan penuh arti dalam lirik kan matanya.
Mendengar itu, para pelayan pun segera menundukkan kepalanya dengan takut. Bagaimana bisa mereka yang seorang wanita masih sempat semuanya terpukau dengan kecantikan wanita lain?.... apalagi itu adalah istri kesayangan dari kaisar Zhuang.
Dengan gugup, salah seorang pelayan pun mendekat dan berkata. “Menjawab yang mulia, mawar mawar ini di petik dari taman belakang istana!.... jika yang mulia permaisuri menginginkan nya, maka kami bisa memetik beberapa lagi. ” Ucapnya yang berusaha keras untuk tidak terlihat takut namun masih terkesan sopan dan hormat.
“Oh! taman belakang istana ya? ” Ucapnya seraya menyisir rambut hitam panjangnya dengan tangannya sendiri. “Seperti apa taman itu? apakah pemandangan di sana sangat indah?” Tanyanya lagi yang nampak sedikit merasa tertarik itu.
Para pelayan pun saling melirik untuk beberapa saat sebelum salah satu di antara mereka menjawab. “Pemandangan di sana sangat indah, penuh dengan bunga bunga mawar yang bermekaran! ” ia memberi jeda, sedikit melirik ekspresi penuh ketertarikan di wajah sang permaisuri itu. “Apa.... Apakah yang mulia ingin pergi ke sana?” Tanyanya dengan ragu ragu.
__ADS_1
An xia kini nampak diam dan menatap kelopak kelopak mawar yang ada di tangannya itu, kemudian ia tersenyum dan menganggukkan kepalanya. “Tentu saja, aku merasa tertarik untuk mengunjungi tempat itu! ” Jawabnya dengan santai.
Kemudian, secara tiba tiba seorang gadis pelayan pun muncul dan berkata kepada An xia. “Permaisuri, ada sebuah pesan dari kediaman Shen untuk mu! ” Ucapnya tanpa memberi salam kepada An xia terlebih dahulu.
Dan hal itu pun membuat pelayan yang lain membelalakkan matanya. Sungguh tidak menyangka bahwa payan kecil itu bisa begitu berani kepada sang permaisuri kesayangan kaisar Zhuang.
Saat salah seorang pelayan ingin melontarkan sebuah teguran kepada gadis payan tadi, tiba tiba suara lembut nan merdu pun menghentikannya.
“Annchi, dari mana saja kau? ” An xia bertanya, kemudian ia melirik pelayan pelayan yang lain. “Kalian pergilah, biarkan Annchi yang melayani ku! ” Perintahnya dengan lemah lembut.
Melihat betapa lembut nya sang permaisuri dalam menyikapi payan seperti mereka, mereka pun tersenyum bahagia dan berkata. “Baik, permaisuri An! ” Ucap mereka kemudian melangkah pergi.
Tepat setelah para pelayan itu benar benar pergi dan menjauh dari ruang pemandian, An xia pun memasang wajah datarnya dan berkata. “Dari siapa surat itu?.... apakah dari penghianat yang berusaha menjadikan putrinya sebagai selir suamiku? ” Tanyanya dengan bumbu bumbu kebencian dalam setiap kalimat yang ia lontarkan.
Sedangkan Annchi tidak langsung menjawab, ia terlebih dahulu masuk kedalam kolam pemandian dan mengoleskan sejenis lulur di kedua pundak dan lengan An xia. “Surat itu dari nyonya besar Shen, dia dan kedua putrinya sangat ingin bertemu dengan mu..... Yang mulia! ” Ucapnya seraya terkekeh kecil, entah apa yang lucu.
Untuk sesaat Annchi nampak sedang berfikir, kemudian ia tersenyum dan berkata. “Permaisuri, belakangan ini kau selalu mengeluh tentang kebosanan!” Ucapnya tanpa ragu, kemudian ia melanjutkan. “Bagaimana jika kau sedikit bermain bersama mereka untuk menghilangkan kebosanan?.... aku yakin yang mulia kaisar tidak akan keberatan mengenai hal itu. ” Ucapnya lagi yang langsung di setujui oleh An xia.
“Katakan kepada mereka untuk menemui ku di taman belakang istana! ” Ucapnya yang memberi perintah kepada Annchi. “Setelah itu, permainan akan segera di mulai!! ” Ucapnya lagi dalam hati.
Melihat ekspresi di wajah An xia itu, Annchi pun secara alami dapat menebak bahwa apapun yang akan terjadi pasti berakhir buruk.....
berakhir buruk bagi pihak lawan!.
__ADS_1
Di saat Annchi sibuk melayani An xia dan di saat An xia sibuk bermain dengan kelopak mawar itu. Tiba tiba, sosok kaisar Zhuang pun muncul secara diam diam tanpa di ketahui kedua orang itu.
Dengan perlahan, kaisar Zhuang melangkah mendekat ke arah An xia tanpa menimbulkan suara langkah kaki sedikitpun. Annchi yang secara kebetulan menoleh kebelakang pun tidak sengaja melihat sosok kaisar Zhuang, namun saat ia akan memberi salam.... kaisar Zhuang terlebih dahulu menempelkan jari telunjuk ke bibirnya sebagai isyarat untuk diam.
Annchi yang mengeri akan hal itu pun kembali membungkam mulutnya rapat rapat, kemudian melirik kearah An xia yang masih sibuk bermain dengan kelopak mawar tanpa menyadari keberadaan orang lain.
Kaisar Zhuang melambaikan tangannya, memberi isyarat kepada Annchi untuk pergi dari tepat itu dan membiarkannya berdua saja dengan sang istri tercinta.
Tahu apa yang ingin kaisar Zhuang itu lalukan, Annchi pun segera pergi seraya terkekeh kecil. “Yaampun, pasangan yang satu ini benar benar! ” Ucapannya dalam hati.
Sedangkan An xia yang masih bermain dan mengagumi kelopak kelopak mawar itu secara tiba tiba merasakan ada sebuah tangan besar yang menggosok punggung nya dari arah belakang.
Untuk sesaat, An xia hanya terdiam sambil mengerutkan dahinya dengan heran. Tidak mungkin jika itu Annchi bukan?..... Karena merasa penasaran, An xia pun membalikkan badan dan berakhir pada sebuah kecupan singkat di bibir yang terjadi secara tiba tiba.
“Hem, kau lengah istriku! ” Ucapnya dengan sebuah senyum penuh kemenangan di wajah angkuhnya.
An xia yang masih merasa kesal pun menyipratkan air bertabur kelopak mawar itu di wajah sang kaisar Zhuang. “Dasar kau pencuri!! ” Serunya sambil menutup bibir nya dengan salah satu tangan.
Tubuh kaisar Zhuang kini telah basah akibat cipratan air tadi. Namun, bukannya merasa kesal ataupun marah.... kaisar itu malah tertawa dengan begitu puas.
Dan karena ia telah basah kuyup, jadi apa salahnya jika ia ikut berendam bersama sang istri?
Dengan santai, kaisar Zhuang pun membuka pakaiannya di hadapan An xia tanpa ada rasa malu sedikitpun.... lagipula dia adalah istrinya, jadi apa yang perlu di tutup tutupi?
__ADS_1
Saat An xia akan menjauh darinya, kaisar Zhuang pun dengan sigap menarik tangan mungil itu hingga masuk kedalam pelukannya. “Aku dengar dengar, seseorang dari keluarga penghianat itu ingin bertemu dengan mu?..... benarkah itu? ” Tanyanya seraya mencium aroma harum di rambut An xia.
An xia menganggukkan kepalanya, kemudian berkata. “Mereka secara tiba tiba mengirim surat dan berkata ingin menemui ku! ” Ia terkekeh kecil, kemudian mengusap dada bidang kaisar Zhuang dengan nakal. “Tidakkah kau merasa kalau mereka memiliki niat lain?.... aku yakin pertemuan kali ini akan di penuhi dengan drama. ” Ucapnya lagi.