Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Tertidur!


__ADS_3

Kini An xia merasa bingung dengan kaisar di hadapannya itu, kaisar dengan wajah datar ini sangat sulit sekali untuk di tebak jalan pikirnya.


Mata An xia terus menatap kaisar itu dengan serius, gadis itu berusaha membaca isi pikiran kaisar itu melalui ekspresi wajah.


Namun itu sama sekali tidak membuahkan hasil, wajah kaisar itu hanya menunjukkan ekspresi datar dan dingin, membuatnya menjadi seseorang yang sulit sekali untuk di tebak.


Wajah kaisar itu memang terlihat datar dan dingin di luar, namun siapa yang tau kalau di dalam hatinya saat ini ia sedang merasakan rasa gugup yang luar biasa.


Bagaimana tidak, gadis di hadapannya itu saat ini sedang menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk di artikan, Kedua mata itu seperti memiliki daya tarik yang sangat kuat.


Jantung kaisar itu rasanya ingin keluar dari tempatnya, ia dengan sekuat tenaga menyembunyikan rasa gugup itu dengan wajahnya yang datar.


Karena tidak bisa mencari tau sendiri, An xia kemudian memutuskan untuk bertanya langsung. “Kenapa yang mulia ingin aku memanggilmu dengan nama?” An xia bertanya.


“Karena ini perintah!!” Jawab kaisar itu singkat.


An xia mengerjapkan matanya beberapa kali, masih tidak mengerti dengan tujuan sebenarnya, di tambah lagi memanggil pria agung sepertinya dengan nama dan tanpa embel embel jabatan tidaklah sopan, An xia bisa saja terkena masalah.


An xia bukanlah orang yang tidak tau diri, ia cukup tau dimana posisinya saat ini.


Saat ini ia bukan sedang di rumahnya, namun ia saat ini berada di tempat lain, dan tidaklah baik jika harus mencari masalah dengan kaisar ini.


An xia butuh jaminan!!


“Tapi yang mulia, bagaimana jika ada yang menghukumku karena perintah itu?.... aku tidak ingin dirugikan, berikan aku jaminan!!” Ucap An xia dengan tegasnya dan tanpa merasa ragu.


Mendengar ucapan An xia, membuat kaisar itu mengerutkan keningnya. “Hanya memanggil nama!!... apakah sesulit itu sampai sampai harus ada jaminan?!” Tanya kaisar itu dengan ketus.


An xia memganggukkan kepalanya. “Kau adalah seorang kaisar, dan aku hanyalah seorang gadis biasa!!.... memanggil dengan nama bisa membuatku dalam masalah!!” An xia menjelaskan.


“Aku akan menjaminnya, dan tidak ada yang akan menghukum dirimu!!” Ucap kaisar itu dengan singkat, padat, dan jelas.


An xia masih tetap ragu, ia lalu kembali berkata.“Jika ada orang yang menghukumku, maka apa yang akan kau berikan sebagai kompensasi?” An xia menanyakan itu dengan beraninya.


Lagipula ini untuk keuntungannya sendiri bukan?...


Sedangkan kaisar itu semakin mengerutkan dahinya, ia tidak mengerti dengan kalimat terakhir yang An xia katakan.


“Kompensasi?” Kaisar itu bertanya dengan bingung, selama ini ia tidak pernah mendengar bahasa yang seperti itu.


Ingin sekali An xia menepuk keningnya sendiri dengan sangat keras, bagai mana ia bisa lupa dengan dunia apa yang ia tinggali saat ini.


An xia menghelah nafas, kemudian ia berkata. “Maksudku.... apa yang akan kau berikan sebagai ganti rugi atas kerugian yang aku alamai.” Jelasnya.

__ADS_1


Entah mengapa mendengar penjelasan itu, membuat kaisar Han ingin sekali tertwa.


Gadis di hadapannya itu begitu serakah, bisa bisanya ia ingin mencari keuntungan dari seorang kaisar seperti dirinya.


“Apapun yang kau inginkan!!” Ucap Kaisar itu dengan tegas, bahkan ia sama sekali tidak ragu.


Sebuah senyum penuh arti terlukis di wajah rupawan An xia, gadis itu kemudian berkata. “Apapun yang aku inginkan?.... bagaimana jika aku menginginkan istanah dan semua hartamu?” Ucap An xia tanpa merasa takut sedikitpun.


Kini kaisar itu menatap An xia dengan penuh ketertarikkan, gadis di hadapannya ini benar benar....


“Jika kau menginginkan itu....”Kaisar itu menunjukkan sebuah senyum penuh arti. “Maka kau harus menikahi kaisar ini dan menjadi seorang permaisuri terlebih dahulu!!” Ucapnya menantang.


Sebenarnya, ia sangat serius dengan ucapannya!!


Namun An xia berpikir lain, An xia menganggap perkataan kaisar barusan itu hanyalah sebuah candaan.


Dan hal itu berhasil membuat An xia tertawa. “Menjadi permaisurimu? jangan bercanda!! seharusnya yang mulia tau kalau aku sudah bertunangan!!” Ucap An xia di sela sela tawanya.


Karena kesal di tertawakan oleh An xia, kaisar itu kemudian berkata. “Ya aku tau!! dan aku juga tau rencana busuk apa yang sedang kau persiapkan untuk terlepas dari tunanganmu itu!!” Ucap kaisar itu dengan nada mengejek.


Dan dalam sekejap, tawa meriah An xia itu berhenti, raut wajah yang tadinya menunjukkan sebuah rasa terhibur kini berubah menjadi serius.


An xia menatap kaisar itu, lalu ia berkata“Dari mana kau tau?... apakah kucing kecil itu yang memberitahumu?” Tanya An xia yang mencurigai Fai.


Dan kini bulu kuduknya berdiri saat An xia menyebutkan julukannya dengan nada bicara yang penuh akan kecurigaan.


“Habislah diriku!!!” Gumam Fai dalam hati.


Di saat Fai merasa takut dan gelisah, Kaisar kini malah merasa marah dan kesal karena An xia yang masih menyebut Fai dengan panggilan kasihsayang.


“Kau masih memanghilnya dengan julukan itu?” Tanya Kaisar itu dengan nada bicara yang terkesan mengancam.


“Memang kenapa? apa alasanmu untuk tidak suka?” An xia bertanya.


“Karena aku mencintaimu!!!! dan aku cemburu saat kau memberikan panggilan sayangmu kepada pria lain dan bukan kepadaku!!!!” Kaisar itu berteriak dalam hati, sungguh ia sangat ingin mengatakan hal itu.... Namun ia terlalu malu untuk mengatakan kalau dirinya merasa cemburu kepada bawahannya sendiri.


“Karena dia adalah bawahanku, kau jangan sembarangan memberinya julukan seperti itu!!” Kaisar itu memberikan alasan lain yang lebih masuk akal agar gadis di hadapannya itu tidak bergikir yang macam macam tentang dirinya.


Namun miris, An xia lebih dahulu tertidur dengan posisi kedua tangan yang dilipat di atas meja sebagai penopang kepalanya.


Kaisar itu hanya bisa menghelah nafas pelan saat tau kalau gadis di hadapannya itu sudah tertidur selagi dirinya mengatakan sesuatu.


Wajar saja jika An xia bisa bersikap lengah dengan tertidur begitu saja bahkan saat ia berada di satu ruangan dengan pria asing.

__ADS_1


Kemarin An xia belum sempat tidur, dan pagi tadi tidurnya terganggu oleh kecerobohan Fai yang memecahkan barang dan membuat suara ribut sehingga membangunkan dirinya.


Tangan kaisar terulur untuk menyingkirkan helaian rambut yang terjatuh dan menutupi wajah cantik di hadapannya itu.


“Sebegitu lelahnyakah dirimu sampai bisa tertidur begitu saja di saat kaisar ini sedang mengatakan sesuatu kepadamu?” Kaisar itu bergumam dengan suara yang sangat pelan.


Untuk waktu yang lama, Kaisar itu terus memandang wajah An xia. Wajah kaisar yang selalu menunjukkan ekspresi datar dan dingin kini sedikit melembut dengan senyuman tipis.


Dalam hati kaisar itu bergumam. “Bagaimana bisa wajah yang selalu menunjukkan sebuah kelicikkan kini hilang dan di gantikan dengan wajah damai dan polos bagai bayi yang tak berdosa?” Kemudian, Kaisar itu mengusap pipi An xia dengan lembut.


“Menggemaskan!” Ucap kaisar itu saat tangannya dengan usil mencubit pipi An xia pelan.


Setelah itu, ia berdiri dan melangkahkan kakinya untuk berada di samping An xia, kemudian dengan sangat hati hati, kaisar itu menggendong tubuh mungil An xia ala bridal style.


“Bahkan kau sama sekali tidak terganggu saat aku menggendongmu!!” Ucap kaisar itu tepat di jarak satu inci di depan wajah An xia.


Kaisar itu kemudian berjalan menuju pintu sambil menggendong An xia.


“Fai, buka pintunya!!” Printah kaisar.


Fai yang mendengar itupun langsung saja membuka pintu ruangan, namun alangkah terkejutnya ia saat melihat betapa dekatnya kaisar itu dengan An xia.


Bukan hanya dekatnya, tapi posisi mereka!!!


Ini adalah kali pertama Fai melihat kaisar itu menyentuh seorang wanita, karena selama ini Fai tau sendiri kalau kaisar itu tidak pernah mau bersentuhan dengan wanita manapun, jangankan bersentuhan, kaisar itu bahkan tidak pernah berdekatan dengan seorang wanita.


Dan sekarang ini, di hadapannya dan di depan matanya kaisar itu menggendong An xia!!! seorang gadis berparas malaikat namun berhati iblis itu.


Kaisar lalu melangkahkan kakinya menuju sebuah kamar yang berada tepat di samping ruang kerja An xia tadi.


Kaisar itu memang mengetahui seluk beluk rumah hiburan ini, dan itu semua karena orang orang yang dipekerjakan untuk memperbaiki kerusakan di sini adalah orang orangnya sendiri.


Saat ia memasuki kamar itu, kaisar bisa melihat sebuah kamar dengan ukuran sedang dengan rak rak buku yang berjejer rapi layaknya perpustakaan, di dinding kamar itu juga terdapat berbagai jenis senjata mulai dari pedang sampai busur dan anak panah.


Namun senjata senjata itu ditata sedemikian rupa sehinga nampak apik untuk di pandang layaknya hiasan dinding pada umumnya.


“Gadis aneh!!” Gumam kaisar itu karena merasa aneh dengan selera An xia.


Kemudian ia kembali melangkahkan kakinya menuju sebuah ranjang ber ukuran kecil yang mungkin hanya cukup untuk satu orang saja.


Dan dengan hati hati dan perlahan kaisar itu menaruh tubuh An xia di atas ranjang itu, namun ia sama sekali tidak melihat adanya kain tebal sebagai selimut.


Ia kemudian melepas jubah yang ia kenakan dan menjadikannya sebagai selimut untuk menjaga tubuh An xia agar tetap hangat di malam yang dingin ini.

__ADS_1


“Aku tidak akan memaafkanmu jika kau sampai sakit karena kedinginan!!” Ucap kaisar itu sambil menyelimuti tubuh An xia dengan jubah yang terbuat dari sutra kualitas terbaik miliknya.


__ADS_2