Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Dia menggila?


__ADS_3

Teriakan kesakitan terus terdengar sepanjang jalan, Raja yang malang itu berulang ulang kali memohon ampun dan meminta untuk dilepaskan.


Namun, orang orang yang mendengar teriakannya itu seakan-akan tuli. Wajah mereka semua terlihat datar, bahkan tak ada sedikitpun rasa iba dalam diri mereka ketika menyaksikan penderitaan orang lain.


Alih-alih merasa iba, dalam hati mereka semua justru malah memaki-maki Raja Bai Zhen!..... Bukannya raja itu dulunya begitu sombong dan percaya diri? maka sekarang rasakan akibatnya karena telah menantang kaisar mereka.


Lagipula, pemandangan seperti ini sudah lumrah!..... bahkan mereka pernah menyaksikan sebuah siksaan yang jauh lebih pedih, siksaan yang membuat sang korban harus menanggung rasa sakit selama berminggu-minggu hingga meninggal dunia akibat kelaparan dan rasa sakit dari luka luka yang diderita.


“Aku mohon!!!.... lepaskan aku!!!!.... berikan aku kesempatan!!!” Raja Bai Zhen terus menerus berteriak memohon ampun.


Namun lagi dan lagi, semua orang hanya diam dan tidak menanggapinya sama sekali.


Kuda itu semakin berlari cepat, prajurit yang berada di atas punggung kuda tersebut terus menerus memaksa untuk melaju lebih kencang.


Membuat punggung Raja Bai Zhen semakin terasa sakit dan pedih, darahnya yang segar itupun berceceran di sepanjang jalan.


Jika kalian ingin tau rasanya, maka bayangkan saja jika punggung kalian saat ini sedang diparut atau digosok dengan duri-duri yang tajam!....


...»»————>❀<————««...


Pasukan kaisar Zhuang kini telah sampai di wilayah kekuasaan Raja Bai Zhen. Kuda yang menyeret tubuh raja itu kini menerobos masuk melewati gerbang menuju kota.


Membuat orang-orang yang berlalu lalang segera menepi guna memberikan jalan.


Dan saat pandangan semua orang melihat sosok Raja Bai Zhen yang diseret dengan cara yang tak manusiawi, sebuah ekspresi terkejut bercampur takut pun mulai nampak di wajah mereka.


Apa yang mereka takut-takut kan kini telah terjadi!..... Sedari awal mereka sudah meragukan kemenangan ini, dan sekarang?..... sekarang mereka harus menyaksikan, bagaimana kejamnya kaisar Zhuang menyiksa pemimpin mereka....


Apalagi dengan cara yang sekejam itu!


Jika saja mereka ingin membunuh, maka langsung saja tebas lehernya!.... kenapa harus menyiksa nya seperti itu?

__ADS_1


Kemana hati nurani kaisar Zhuang?


Sosok Raja Bai Zhen kini terlihat begitu tak berdaya, walau ia tak lagi mengeluarkan suara, namun bibirnya masih sedikit bergerak dengan kedua mata yang terpejam....


Mungkinkah ia sedang berusaha mengatakan sesuatu?.... namun ia tak sanggup lantaran harus menahan rasa sakit yang teramat amat pedih?....


Sungguh kasihan!!


Dan tak lama setelah datangnya kuda yang menyeret tubuh Raja Bai Zhen, para prajurit yang lain pun mulai berdatangan melalui gerbang dengan kaisar Zhuang yang berada di tengah tengah gerombolan pasukan itu.


“I... Itukah sosok kaisar Han?” Tanya seorang pria dengan gugup, detak jantung nya kini bahkan mulai tak normal.


“Sepertinya begitu!” Jawab seseorang yang berada di sampingnya. “Jadi... Jadi kita sudah kalah? dan Kerajaan ini telah dikuasainya?.... kenapa peperangan ini begitu cepat? sebenarnya mereka sekuat apa?!! ” Ucapnya lagi, yang terus menerus mengeluarkan pertanyaan dalam benak pikirannya.


Kini mereka semua merasa heran bercampur ngeri. Sungguh mereka tak bisa membayangkan bagaimana kuatnya kaisar Zhuang beserta pasukannya itu!


Salah seorang prajurit kini melajukan kudanya mendekat ke arah kaisar Zhuang, membuat jarak mereka cukup dekat untuk saling mendengar dan bertukar kata. “Yang mulia, sepertinya ‘dia’ sudah mulai tak sanggup!..... apakah kita harus menghentikannya?” Tanyanya, dengan nada lirih namun masih cukup keras untuk di dengar oleh sang kaisar.


“Untuk apa?! ” Kaisar Zhuang balik bertanya dengan nada dingin serta lirikannya yang tajam. “Itu adalah hukuman untuknya karena berani melawanku dan melirik istriku dengan tidak sopannya!!” Ucapnya tegas.


“Sebenarnya kenapa aku bertanya kepadanya tadi?! sungguh bodoh diriku ini!!” Gumam prajurit itu, yang memaki dirinya sendiri dalam hati.


...»»————>❀<————««...


Braaaakkk!!!!....


Suara kursi yang di tendang dengan cukup keras itu membuat para pelayan yang ada di luar ruangan segera menoleh dengan ekspresi terkejut di wajah mereka.


“Dasar tidak becus!!! baji**an!!! tidak berguna!!!! ”


“Yang mulia, tenangkan diri mu! ”

__ADS_1


“Diam!!!”


Suara bentak kan dari seseorang yang berada di dalam ruangan itu menggema, membuat semua orang yang mendengarnya bergidik ngeri lalu segera kabur dengan wajah ketakutan. “Apa yang terjadi? aku tidak pernah melihat pangeran kedua semarah ini! ”Ucap seorang pelayan sembari melangkahkan kakinya dengan cepat.


Seorang pelayan lain yang mendengar pertanyaan itupun menggelengkan kepalanya dengan tidak tau. “Entahlah, sifatnya mulai berubah semenjak pertunangannya dengan nona pertama An batal!” Ia terdiam untuk sesaat, menoleh ke arah ruangan tadi dan kembali berkata. “Belakangan ini ia sering menghilang entah kemana, dan saat kembali ia akan marah marah dan melampiaskannya pada orang sekitar! ” Ucapnya lagi.


“Mungkinkah ia kini telah menjadi ‘gila’? ” Ucap pelayan lain dengan suara lirih.


“Siapa yang gila? ”


Tiba-tiba, suara seorang pria itu terdengar dan menyahut perkataan pelayan tadi. Membuat semua orang yang pada awalnya berjalan dengan cepat sembari membicarakan pangeran kedua itupun seketika berhenti.


Pandangan mata mereka menoleh dengan kaku menatap sosok pemuda tampan yang berdiri dengan tatapan mata penuh tanda tanya.


“Pangeran ketiga?!” Para pelayan itu sedikit berseru, menunjukkan rasa terkejut dalam diri mereka.


“Aku bertanya, siapa yang kini menjadi gila? ” Untuk yang kedua kalinya pangeran itu kembali bertanya.


Dan pertanyaan itu membuat para pelayan tadi kini saling memandang dengan rasa gugup bercampur takut dalam diri mereka. “Ka... Kami... Kami tadi hanya asal bicara, mohon pangeran untuk memaafkan mulut kami yang lancang!! ” Ucap seorang pelayan sembari berlutut, lalu diikuti dengan para pelayan yang lain.


“Apakah kalian tidak mendengar ucapan ku?.... siapakah orang yang kalian maksud ‘gila’ itu?! ” Pangeran itu kembali bertanya untuk yang ketiga kalinya, namun kali ini suaranya terkesan begitu dingin dan penuh penekanan.


“I... Itu, pangeran kedu__mak... maksud ku putra mahkota!! ” Pelayan itu menjawab dengan gugup dan terbata-bata.


Pangeran ketiga yang mendengar jawaban dari pelayan itupun menaikkan salah satu alisnya, dan kembali bertanya untuk yang kesekian kalinya. “Apa yang sedang terjadi padanya?..... aku tau bahwa ia masih belum merelakan nona pertama An, lalu apakah hanya karena itu ia kini menggila?! ” Ucapnya.


Para pelayan itu kini menghela nafas dengan berat, kemudian salah satu di antara mereka berjalan mendekat dan berkata. “Entah ini benar atau tidak, namun belakangan ini kami mendengar desas-desus bahwa... ” Ia menggantung ucapannya, membuat pangeran ketiga semakin tidak sabar untuk mendengar kelanjutan nya.


“Desas-desus apa?! ” Tanyanya dengan tidak sabaran.


“Kami mendengar bahwa putra mahkota kini sedang berencana untuk merebut kembali ‘wanitanya’ dari tangan kaisar Han dengan cara memanfaatkan peperangan yang terjadi saat ini!” Jawabnya dengan cepat dan penuh rasa takut.

__ADS_1


Pangeran ketiga yang mendengar jawaban itupun kini membelalakkan matanya, tak menyangka bahwa saudaranya itu akan bertindak senekat ini. “Apa?!!! kenapa tidak ada yang memberitahuku tentang ini?!!! ” Ia membentak, raut wajahnya pun kini berubah marah.


“Pa..... Pangeran tidak tau?” pelayan itu bertanya dengan heran. “Lalu apakah anda juga belum mengetahui tentang berita ditangkapnya jendral besar An? ” Tanyanya lagi.


__ADS_2