
kerutan di dahi Shen min yue kini semakin mendalam, kedua matanya pun nampak sedang menatap kosong kebawah seolah olah dirinya tengah larut dalam sihir yang An xia ciptakan.
Melihat reaksi memuaskan yang Shen min yue tunjukkan, An xia pun tersenyum. “Nona kedua shen!..... aku rasa, ketimbang memilihmu sebagai seorang selir.... yang mulia kaisar pasti lebih memilih adikmu! ” Ia memberi jeda, sengaja untuk menciptakan suasana tak sedap di hati lawan bicaranya. “Cobalah kau berfikir, jika adikmu itu benar benar menyayangi mu sebagai kakak.... mana mungkin ia menunjukkan kemolekan tubuhnya di hadapan kaisar dengan harapan menjadi seorang selir selagi masih ada dirimu yang jauh lebih berhak?” Ucapnya lagi.
Suara An xia memang terdengar pelan dan terkesan berbisik, namun jika di teliti lebih lagi.... cara bicaranya itu bagaikan seorang iblis yang dengan gampangnya menghasut anak manusia menuju jalan neraka.
Dan celakanya, Shen min yue... nona pertama dari keluarga shen itu nampak telah terpancing kedalam jebak kan iblis yang telah An xia buat.
Kedua bola mata Shen min yue nampak bergetar. Sepertinya, gadis itu saat ini sedang berfikir keras antara harus merelakan cinta nya untuk sang adik... atau, menyingkirkan adiknya sendiri untuk mendapatkan cinta yang selalu ia idam idamkan.
Menyadari kalau pikirannya terasa keliru, Shen min yue pun dengan segera menggelengkan kepalanya dan menepis hasutan iblis itu jauh jauh. “Ti.. Tidak mungkin!!.... aku... aku tidak mungkin bersaing dengan adikku sendiri, aku__” Belum sempat ia menyelesaikan ucapannya, An xia yang kesal karena boneka nya itu kurang baik dalam menerima arahannya pun segera menyahut.
“Mengapa tidak mungkin?!!! ” Tanyanya dengan sedikit membentak, dan hal itupun sukses membuat sang nona pertama shen menoleh dan menatapnya dengan tatapan terkejut. “Shen min yue, sadarlah!.... bagaimana bisa kau memikirkan orang yang tidak pernah memikirkan mu?!!” Tanyanya dengan geram, namun tak lupa ia menambahkan tatapan iba guna menunjukkan rasa perduli nya.
“Pe... Permaisuri, aku__”
“Shen min yue, cobalah dengarkan aku untuk kali ini saja!.... aku tau kau adalah gadis yang baik, dan hal itu pula yang membuat diriku menganggap mu pantas untuk menjadi seorang selir! ” Ucapnya, kemudian ia melanjutkan. “Coba aku tanya padamu!.... siapa yang lebih orang tuamu sayang? kau atau adikmu itu?” Tanyanya dengan tatapan mata yang mendalam.
Shen min yue nampak terdiam, kedua matanya pun kini menatap lurus ke arah sepasang mata yang memancarkan kilatan kilatan aneh itu. Dan entah mengapa, semakin lama ia menatap kedalam bola mata hitam itu.... semakin dalam pula ia terjatuh kedalam jurang kegelapan.
__ADS_1
Melihat bonekanya itu yang hanya bisa terdiam selagi menatapnya, An xia pun melanjutkan. “Shen min yue, selama ini siapa kah orang yang selalu mengalah dan mengorbankan kebahagiaannya?....kau atau adikmu?” Lagi lagi ia tidak mendengar adanya jawaban yang keluar dari mulut gadis itu, dan hal itu pun membuatnya semakin gencar dalam menghasut. “Itu kau!!.... kau lah yang selalu mengalah demi adikmu bukan?.... Shen min yue, jangan sampai kau mengorbankan kebahagian mu demi seseorang yang menginginkan mu hancur!!” Ucapan yang berusaha menuangkan racun kedalam pikiran sang nona pertama shen itu.
Shen min yue mengedipkan matang satu kali, dan dengan bingung ia pun berkata. “Permaisurinya An, apa... apa yang kau maksud?.... adikku ingin aku hancur?... tapi mengapa?!! ” Tanyanya dengan tidak percaya.
Bagaimana bisa adik yang selalu ia sayangi itu bisa memiliki fikiran buruk tentangnya?
An xia menghela nafas panjang. Bukannya langsung menjawab, ia kini justru memberikan sebuah peluk kan hangat. “Kau sungguh gadis yang baik!.... bahkan karena terlalu baik, kau sampai tidak bisa menyadari nya! ” Ucapan nya yang bergumam tepat di telinga sang nona pertama shen itu.
Masih dengan raut wajah yang kebingungan, Shen min yue pun kembali berkata. “Menyadari apa?.... permaisuri, aku sama sekali tidak mengerti apa maksudmu! ” ucapannya yang merasa gugup dengan posisinya saat ini.
“Shen min yue, kau adalah penghalang bagi kebahagiaan adikmu! ” Ucapannya lalu segera melepaskan bonekanya itu dari pelukannya.
tiba tiba Annchi bersama Shen Gao Yang pun datang dan memecahkan suasana tegang di antara mereka.
“Permaisuri An, kau begitu baik hingga rela memberikan perhiasan perhiasan yang indah ini padaku! ” Ujar Shen Gao Yang dengan raut wajah gembira, lalu ia kemudian melirik sang kakak yang masih termenung itu dan berkata. “Kakak, perhiasan ini begitu indah!.... aku memilikinya, sedangkan kau tidak. ” Ucapnya dengan nada gurauan, bermaksud untuk menimbulkan tawa bahagia yang biasa kakaknya itu tunjukkan kepadanya.
Namun sayang, reaksi yang Shen min yue tunjukkan justru malah sebaliknya. Ekspresi bingung di wajahnya itu dalam sekejap tergantikan dengan ekspresi marah akibat merasa tersinggung dengan gurauan yang baru saja adiknya itu lontarkan kepadanya.
Dengan kesal ia secara tiba tiba berdiri dari duduknya dan berkata. “Permaisuri An, aku merasa tidak enak badan.... aku pamit undur diri dulu!!!” Ucapnya dengan ketus lalu pergi begitu saja tanpa menunggu persetujuan dari An xia.
__ADS_1
Melihat sang kakak yang pergi dengan raut wajah marah, Shen Gao Yang pun merasa bingung dan lantas menanyakannya kepada An xia. “Permaisuri, ada apa dengan nya?.... kenapa ia nampak sangat marah kepadaku?” Tanyanya dengan kedua alis yang saling bertautan.
Jujur saja ia sedikit merasa curiga jika wanita cantik bergelar permaisuri di hadapannya ini telah mengatakan sesuatu yang tidak tidak kepada kakak nya saat ia pergi tadi.
Dengan wajah murung yang penuh akan penyesalan dan ketidak berdayaan, An xia pun menjawab. “Aku hanya mengatakan kalau yang mulia kaisar merasa tertarik padamu dan ingin mengangkat mu sebagai selirnya! ” Ucapnya, yang langsung di sambut dengan tatapan penuh antusias oleh Shen Gao Yang.
“Ya... Yang mulia kaisar ingin menjadikan ku sebagai selirnya?!!.... be... benarkah itu?” Tanyanya dengan tidak percaya. Bahkan sangking bahagianya ia sampai tergagap-gagap.
An xia pun menganggukkan kepalanya sebagai pertanda jawaban ‘iya’ dari pertanyaan Shen Gao Yang barusan. “Namun, sepertinya kakak mu itu.... ” An xia menggantung ucapnya, membuat sang nona kedua dari keluarga shen itu merasa semakin penasaran untuk mendengar kelanjutannya.
“Ada apa dengan kakak ku?! ” Tanyanya dengan tidak sabaran.
“Aku merasa, kakak mu itu sangatlah tidak senang dengan hal ini! ” Ucapnya dengan raut wajah yang menggambarkan kekhawatiran. “Nona kedua Shen, seperti yang kita tau.... kakakmu itu sangatlah menyukai yang mulia Kaisar!.... bila yang mulia Kaisar memilihmu, aku khawatir kakak mu itu akan... ” Ucapan An xia berhenti di tengah jalan, memang sengaja ia buat seperti itu agar sang nona muda di hadapannya ini dapat berfikir.
Kerutan di dahi Shen Gao Yang kini semakin dalam. Entah kenapa, setelah mendengarkan ucapan An xia hatinya pun mulai merasa gelisah. “Itu benar, kakakku memang sangat mencintai yang mulia Kaisar! ” Ia menelan air ludahnya sendiri dengan kasar. “Jika yang mulia memilih ku, akankah ia menerimanya? akankah ia merelakan nya untuk ku? ” Sang nona kedua Shen itu bertanya tanya dalam hati.
Namun, saat mengingat ekspresi marah yang kakak nya itu tunjukkan sebelum pergi tadi. Shen Gao Yang pun menggelengkan kepalanya. “Aku rasa dia tidak akan bisa menerimanya! ” Pandangannya kini menatap kurus kearah An xia, teringat akan ucapan yang belum selesai dari mulut wanita itu barusan membuat isi kepalanya kini di penuhi hal hal yang tidak tidak. “Ti....Tidak mungkin bukan kalau kakak ku akan tega menyingkirkan ku?!..... aku ini adiknya! ” Gumamnya dalam hati.
Perlahan, gadis itu menarik nafas dalam dalam dan berkata. “Walaupun aku akan menjadi selir kaisar, aku yakin bahwa kakakku tidak akan melakukan hal keji kepada adiknya sendiri! ” Ucapnya dengan yakin, bahkan ia dengan berani melemparkan tatapan marah kepada sang permaisuri kesayangan Kaisar.
__ADS_1
Melihat hal itu, An xia pun mulai geram dan secara diam diam mencengkram pakaiannya sebagai alat pelampiasan. “Nona Shen, kau tidak mengerti.... ” Ia menghela nafas berat, terlihat seperti seseorang yang sedang merasa kesulitan dan tidak berdaya. “.... Aku memiliki dua orang saudari, dulunya aku juga berfikir seperti mu!.... Mereka selalu baik padaku, namun saat lamaran dari pangeran kedua datang.... secara tiba tiba sifat mereka berubah! ”Ucapnya seraya menundukkan kepalanya dengan sedih.