Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Permaisuri ingin bertemu....


__ADS_3

Di hadapan An xia saat ini berdirilah Rui dan Annchi dengan kepala yang tertunduk. Suasana di kamar itu sangat sunyi, sudah sedari tadi mereka diam berdiri di hadapan An xia, namun An xia masih belum memulai pembicaraan.


An xia melihat kedua orang itu menundukan kepalanya, kemudian An xia bertanya. “Mengapa kalian menundukan kepala seperti itu?...” An xia bertanya untuk menguji mereka berdua.


Rui menatap An xia sekilas, kemudian ia kembali menundukan kepal. “ Menjawab nona, kami adalah seorang budak, tidaklah pantas bagi seorang budak yang mengangkat kepalanya di hadapan junjungannya!” Jawab Rui dengan sopan.


An xia mengangguk puas dengan jawaban yang diberikan oleh Rui. “Sadar dengan posisinya, itu bagus!!!.....aku suka itu!!!...” Ucap An xia dalam hati.


Kemudian An xia menatap Rui dengan serius. “Rui, aku perintahkan kau untuk berlatih bersama kakakku, kau minta saja kepada kakakku untuk mengajarimu berpedang dan sebagainya, bilang saja kepada kakakku jika akulah yang menyuruhmu!!!...” Perintah An xia dengan tegas.


“Baik, nona!!...”Jawab Rui patuh.


An xia mengangguk, kemudian ia kembali berkata. “Lakukan sekarang juga!!!....” Ucap An xia tegas.


Rui kemudian membungkuk di hadapan An xia, setelah itu ia langsung pergi dari kamar itu. Dan kini hanya tunggal An xia dan Annchi yang berada di kamar itu.


An xia menatap Annchi dengan wajah yang terlihat datar, dingin dan tegas. Hal itu membuat Annchi merasa sangat takut dengan sosok An xia.


“Annchi, mulai sekarang kau akan bersama denganku sepanjang waktu, mungkin kau akan melihat sesuatu yang mengerikan di masadepan, jadi persiapkan mentalmu mulai dari sekarang!!....” Ucap An xia.


Itu bukanlah perintah, namun peringatan untuk Annchi.


Annchi mengangguk patuh, ia tahu kalau di balik paras cantik, keanggunan, dan kelambutan An xia itu......... terdapat sisi yang kelam dan mengerikkan.


Annchi sudah tahu itu semenjak An xia membelinya, lebih tepatnya saat An xia mengeluarkan aurah pembunuh ketika pria yang menjual dirinya mengatakan hal yang tidak pantas untuk dikatakan.


Melihat Annchi yang berkeringat karena ketakutan, An xia kemudian mengubah ekspresi dingin dan tegasnya itu menjadi hangat.


Tatapan yang tadinya sangat mengintimidasi, kini berubah menjadi tatapan yang sangat lembut dan ramah, bibir An xia sedikit melengkung dan membentuk senyuman tipis yang sangat menawan.


An xia menarik tangan Annchi dengan lembut utuk duduk di kursi yang berada di sebelah An xia. “Tidak perlu takut kepadaku!.... mari minum teh bersama dan berbincang bincang!!...” Ucap An xia dengan lembut.


Annchi sangat kagum dengan An xia, nonanya itu benar benar mahir dalam mengubah ekspresi wajahnya yang tadinya begitu tegas dan dingin, kini menjadi lembut dan hangat. Ketakutan yang ia rasakan tadi bahkan hilang entah kemana dan di gantikan dengan perasaan nyaman dan aman.


An xia sengaja bersikap lebih lembut kepada Annchi. Jika dirinya dan Annchi semakin akarap, maka kesetiaan itu akan semakin dalam..... An xia butuh seseorang yang setia dan dapat ia kendalikan di kehidupan ini.


Dan pada akhirnya mereka berdua menghabiskan waktu dengan bersantai, sesekai mereka juga bergurau, dan itu semua membuat Annchi semakin bahagia saat bersama An xia.





__ADS_1



Malam hari.....


Saat ini An xia berada di ruang makan bersama dengan keluarganya, entah mengapa suasana di situ sangat sunyi, tidak ada yang berbicara sedikitpun.


Untuk mencairkan suasana, An changyi membuka suara. “Xia'er, tadi saat ayah berada di istanah, ayah bertemu dengan permaisuri.... permaisuri bilang kalau di ingin bertemu denganmu, jadi ia mengundangmu ke istana besok!!...”Ucapnya kepada An xia.


An xia berhenti makan dan menatap ayahnya sambil tersenyum penuh kelembutan.


“ Baiklah kalau begitu, besok aku akan pergi ke istana dan menemui permaisuri!...” Ucapnya dengan santai.


An xia tersenym licik dalam hati. “Bagus, besok aku akan memulai rencana!!!..” Ucap An xia dalam hati.


Sedangkan disisi lain, An fengying dan An shilin saat ini merasa sangat iri terhadap An xia. Mereka merasa cemburu!!!.... mengapa An xia selalu mendapatkan yang terbaik di sisinya?.... menurut mereka An xia sangat beruntung karena bisa menjadi tunangan dari pangeran ke dua.


Hati mereka sangat panas, ingin sekali mereka melenyapkan An xia sangking cemburunya. Sejak kecil yang paling di sayang di keluarga ini adalah An xia, hanya karena An xia terlahir dari rahim istri sah, dan mereka terlahir dari rahim seorang selir...... kasih sayang yang An xia dapatkan lebih banyak daripada yang mereka dapatkan.


Karena An xia sudah menghabiskan makanannya, An xia kemudian berpamitan untuk kembali ke kamarnya.


****


An xia saat ini berada di dalam kamarnya, Ia sedang duduk di depan cermin dengan Annchi yang sedang menyisir rambut panjangnya.


An xia menatap pantulan dirinya yang ada di cermin itu, pikiranya saat ini dipenuhi dengan banyaknya siasat untuk membatalkan pertunangannya dengan pangeran ke dua.


An xia menatap Annchi lewat pantulan cermin, kemudian ia menggelengkan kepalanya pelan. “Tidak ada,...... hanya saja besok kau dan Rui akan ikut bersama denganku ke istana!!...” Ucapan An xia barusan berhasil membuat Annchi gugup saat mendengar kata istana.


An xia melihat wajah Annchi yang sekarang terlihat begitu gugup, ia mengerti kenapa pelayannya itu merasa gugup. “Annchi, kau tidak perlu gugup, Aku dan Rui akan melindungimu, tidak akan terjadi apa apa!...” Ucapnya yang menenangkan Annchi.


Annchi mengangguk, ia percaya dengan semua yang nonanya itu katakan. Selama dirinya di dekat An xia, tempat manapun itu akan aman aman saja.


Setelah Annchi selesai dengan tugasnya, An xia kemudian menyuruhnya keluar. “Annchi, kau boleh keluar, aku ingin istirahat!...”Ucap An xia lembut.


Annchi mengangguk. “Baiklah nona, hamba pamit undur diri!...” Setelah mengatakam itu, Annchi keluar dari kamar An xia.


Pintu kamar An xia tertutup, An xia kemudian berbaring di ranjang, ia memejamkan matanya, namun ia masih belum tertidur.


Setelah culup lama An xia memejamkan mata, pada akhirnya An xia dapat terlelap dalam tidurnya.




__ADS_1





Pagipun tiba.


An xia saat ini bersiap siap dengan dibantu oleh Annchi. “Nona, anda begitu cantik.... saya yakin kalau pangeran ke dua akan sangat mencintai anda!!...” Ucap Annchi yang melihat kalau nonanya itu terlihat begitu cantik dengan kesederhanaan.


An xia terkekeh geli saat mendengar ucapan Annchi. “ Aku tahu kalau pangeran ke dua menyukaiku, tapi aku tidak menyukainya!!...” Ucap An xia yang membuat Annchi tertegun.


Annchi menatap An xia dengan tidak percaya, semua wanita sangat mengagumi pangeran ke dua, dan apa yang nonanya bilang?.... dia tidak menyukai pangeran ke dua?!!!....


Annchi benar benar tidak tahu kemana jalan pikiran nonanya itu.


“Nona, kenapa anda tidak menyukai pangeran ke dua?.... dia pria yang tampan, lemah lembut, dan yang paling utama.... dia adalah seorang pangeran!!!...” Ucapnya yang penasaran tentang kenapa nonanya tidak menyukai pengeran ke dua.


An xia melirik Annchi sekilas, kemudian ia berkata. “Itu karena aku tidak mencintainya, aku juga tidak merasa nyaman jika berada di dekatnya..... dan itu sangat mengganggu!!” Ucap An xia dengan sekelibat nada kesal.


Annchi menelan air liurnya dengan kasar saat mendengar ucapan An xia. “ Tapi, saat ini dia adalah tunangan anda nona!!!..... dan suatu hari kalian akan menikah!!...” Ucap Annchi yang sedikit gelisah.


An xia kembali terkekeh. “Menikah?.... kau yakin kami akan menikah?...” Tanya An xia dengan senyum misterius di hadapan Annchi.


Annchi yang melihat senyum misterius yang terdapat di wajah cantik nonanya itu...... membuat dirinya semakin merasa gelisah. “Demi apapun itu, semoga nona tidak melakukan sesuatu yang gila!!!!..” Gumam Annchi dalam hati.


“Annchi!!...apa yang kau lamunkan?!!...” Ucap An xia tiba tiba yang membuat Annchi tersentak kaget.


Annchi menatap An xia dengan bingung. “iya nona ada apa?!!...” Annchi bertanya kepada An xia dengan wajah yang masih terkejut.


An xia mendengus kesal, ia ingin menegur Annchi, namun saat ini ia tidak punya banyak waktu, ia harus segera berangkat menuju istana untuk bertemu dengan permaisuri.


“Kita harus berangkat sekarang!!....”Ucap An xia dengan tegas, kemudian ia pergi lebih dahulu.


Annchi yang melihat nonanya pergi segeralah ia mengikutinya. “Nona tungu!!!....” Ucapnya sambil berjalan terburu buru mengikuti An xia.


*****


An xia saat ini berada di dalam kereta kuda sendirian. Sedangkan Rui dan Annchi berjalan di luar bersama para pengawal dan pelayan yang lain.


Setelah beberapa lama, An xia dan yang lain sudah tiba di depan gerbang istanah. gerbang istana kemudian terbuka untuk mempersilahkan kereta kuda yang di naiki An xia masuk.


Setelah memasuki gerbang, Annchi kemudian membantu An xia untuk turun dari kereta kudanya.


Saat An xia barusaja turun dari kereta, di sana sudah ada seorang pelayan istana yang di tugaskan untuk mengantar An xia menuju kediaman permaisuri.

__ADS_1


Pelayan itu menghampiri An xia, kemudian ia membungkuk di hadapan An xia. “Salam kepada nona pertama An, mari.... hamba akan mengantar nona menuju kediaman permaisuri!...” Ucap pelayan itu dengan begitu sopan.


An xia menatap pelayan itu dengan senyum lembut, kemudian ia mengangguk pelan. “Baiklah, aku tidak ingin membuat permaisuri menunggu!...” Ucap An xia dengan begitu lembut kepada pelayan itu.


__ADS_2