Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Di mulai!!!


__ADS_3

Amarah dalam diri kaisar Zhuang masih menyala dan berkobar bagikan lahar panas yang mengalir dari puncak gung es.


Dalam hati kaisar itu berjanji akan melenyapkan kedua selir rendahan itu dengan cara yang paling kejam dan menyakitkan!!!


Masih dengan amarah yang menyulut di hatinya, kaisar Zhuang melirik kearah Rui dengan tajam dan berkata. “Kau, kapan mereka akan memulai permainannya?!!” Tanyanya dengan dingin.


Walaupun tubuhnya sedikit bergetar karena merasa takut dengan tatapan mematikan dari kaisar itu, Rui dengan segenap kemampuan berusaha untuk tetap tenang dan menjawab. “Mereka... akan menyerang nyonya besar An dan nona pertama An malam ini!! ”Ucapnya dengan gugup.


Di sini, bukan hanya Rui yang merasa takut akan kemarahan sang kaisar Han!.... Namun dua orang di sampingnya, Annchi dan Fai juga merasakan hal yang sama.


Sedangkan tangan kaisar Zhuang semakin terkenal erat. “Dua selir itu ingin membunuh ibu dari calon anak anakku malam ini?.... heh! mimpi!!! ” Ucapnya sinis dalam hati.


Di saat kaisar itu larut dalam lautan amarah. Tiba tiba ia merasakan ada sebuah tangan yang mengusap dadanya dengan begitu lembut.


Kaisar Zhuang pun menoleh dan menatap An Xia, kemudian salah satu tangan kekarnya menangkap tangan gadis itu dan menciumnya dengan penuh cinta.


“Sayang, ada apa? ” Tanya kaisar itu dengan penuh kelembutan.


Dengan senyum tipis di wajahnya, An Xia pun berkata. “Simpan amarahmu itu untuk nanti malam!.... kita akan bermain dan bersenang senang, jadi sabarlah!!” Ucapnya dengan tatapan mata yang memancarkan sebuah kelicikan.


Melihat senyum di wajah gadis yang ia cintai itu, membuat kaisar Zhuang juga ikut tersenyum.


Apa yang gadisnya katakan itu benar!.... jika dirinya marah marah sekarang, maka saat permainan dimulai itu tidak akan seru lagi.


Ia akan melampiaskan amarahnya dengan cara menyiksa kedua selir itu!!


...»»————>❀<————««...


Malam hari yang begitu gelap dan sunyi ini membuat beberapa orang berpakaian hitam bisa dengan mudahnya menerobos masuk kedalam kediaman sang jenderal besar An.


Jumlah orang orang berpakaian hitam itu tidak terlalu banyak. Mungkin hanya belasan orang, dan itupun harus berpencar menjadi dua kelompok.

__ADS_1


Salah satu di antara dua kelompok itu melesat menuju paviliun bulan tempat dimana sang nona pertama An tinggal.


Gerakan mereka yang begitu cepat bagaikan angin itu membuat para pengawal yang tengah berjaga sama sekali tidak menyadari adanya penyusup.


Dan saat mereka telah berada di paviliun bulan, mereka bisa melihat ada beberapa pengawal dan pelayan yang berjaga di depan pintu kamar sang nona pertama.


Namun bagi mereka itu adalah hal yang wajar jika kamar sang nona pertama sangat dijaga dengan ketat. karena sesuai rumor yang beredar, gadis itu adalah permata kesayangan Jenderal besar An Changyi.


Tetapi, dengan banyaknya penjaga dan pelayan yang berada di sekitar kamar An Xia itu sama sekali bukan apa apa di mata para penyuap yang memang sudah dalam tingkat ahli seperti mereka.


Salah satu dari mereka melemparkan sebuah bola kecil, kemudian dari bola kecil itu munculah asap putih yang membuat para penjaga dan pelayan jatuh pingsan ketika menghirupnya.


Setelah memastikan kalau semua orang telah tidak sadarkan diri, merekapun secara perlahan bergerak untuk mendekat ke arah pintu kamar.


Dan pada saat mereka telah berada telat di depan pintu kamar An Xia, lagi lagi salah satu di antara mereka melemparkan bola kecil yang serupa dengan yang tadi kedalam kamar.


Tentu saja tujuan mereka itu untuk membuat An Xia pingsan dan memudahkan pekerjaan mereka!!


Baru ketika asapnya telah menghilang, merekapun dapat dengan santainya masuk kedalam kamar.


Dan, hal pertama yang mereka lihat saat memasuki kamar itu adalah seorang peri cantik yang sedang tertidur pulas di atas ranjang.


Benar benar sosok yang cantik!


Salah satu dari mereka mengernyitkan dahi, kemudian berbisik kepada yang lain. “Apakah dia nona pertama An?..... aku tidak tau kalau dia begitu cantik! ” Ucapnya yang di balas dengan anggukan oleh yang lain.


“Dia memiliki kecantikan yang luar biasa, benar benar sebuah berkat! ” Ucap seorang penyusup yang lain.


Namun, nampaknya seorang yang memimpin kelompok itu tidak sependapat dengan yang lain. “Di bandingkan sebuah berkat, kecantikannya itu lebih condong kesebuah kutukan!!” Ujarnya dengan tatapan benci.


Setelah mengatakan itu, ia pun langsung mencabut pedangnya dan mengarahkannya ke An Xia. “Gadis ini harus segera mati sebelum kecantikannya membuat kita terlena!!”

__ADS_1


...»»————>❀<————««...


Sedangkan di paviliun selir pertama saat ini. An Zhuu dan An Wei kini sedang menunggu nunggu sebuah kabar baik seraya menikmati secangkir teh hangat.


Senyum di wajah mereka tidak pernah luntur, seakan akan akan kalau hari ini adalah hari yang paling istimewa di dalam hidup mereka.


“Sebentar lagi!!.... Tinggal sebentar lagi ibu dan anak ular itu akan musnah!!” Gumam An Zhuu sang selir pertama yang merasa begitu tidak sabar dengan berita gembira yang akan ia dengar.


An Wei sang selir kedua yang melihat itupun tersenyum dan berkata. “Kakak, tenangkan dirimu!.... orang orang itu memiliki kemampuan yang luar biasa, dan saat ini mereka pasti sedang sibuk bermain darah dengan ibu dan anak ular itu!” Ucapnya dengan sebuah ekspresi wajah bangga yang begitu menjengkelkan.


An Zhuu terkekeh pelan sambil menganggukkan kepalanya. “Kau benar adik, aku yakin mereka saat ini sedang menjerit kesakitan!!” Ucapnya lalu tertawa dengan kerasnya.


Namun. tiba tiba ia berhenti tertawa, dan secara mendadak ia jatuh pingsan dengan sebuah jarum kecil yang menancap di lehernya.


An Wei yang melihat Sang selir pertama pingsan secara mendadak pun menjadi panik. “Kakak!... apa yang__” Sebelum An Wei menyelesaikan ucapannya, tiba tiba ia merasakan ada benda kecil yang tajam menusuk di kulit lehernya.


Rasanya sama sekali tidak sakit, namun cukup mampu untuk membuat seseorang membeku karena terkejut.


Dengan tangan gemetar, An Wei menarik jarum kecil itu dari lehernya. “Apa ini.... ”Gumamnya pelan lalu terjatuh pingsan.


...»»————>❀<————««...


Sebuah guyuran seember air dingin itu membangunkan An Wei dari pingsannya secara mendadak.


Walaupun matanya masih terpejam, namun ia telah sadar. “A... Apa?.... uhuk!... uhuk!..... dimana, dimana ini?!!” Tanyanya saat melihat sebuah ruangan dengan minimnya Pencayahaan.


Tiba tiba, sebuah guyuran air dingin pun kembali terjadi. Namun bedanya sekarang yang terkena guyuran tersebut adalah orang di sampingnya.


“Heaaah!!!.... ekhem!!.... uhuk!! uhuk!!.... apa yang terjadi, dan ini dimana?!! ” Tanya An Zhuu dengan panik.


An Wei yang mendengar suara An Zhuu pun segera menoleh. “Kakak! kakak kita__” Ia menghentikan ucapannya saat mengetahui kalau kedua tangan dan kakinya kini di ikat. “__ Apa yang terjadi?!!!.... siapa yang mengikat ku sepeti ini?!!! ” Teriaknya marah.

__ADS_1


“Wah! wah!.... apakah kedua ibu selir ini sudah sadar? ” Tanya seseorang yang berdiri di balik kegelapan.


__ADS_2