Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
kau salah paham!


__ADS_3

Sebuah kereta kuda berhenti di depan sebuah penginapan. Penginapan itu bukanlah penginapan yang mewah, itu adalah penginapan yang sederhana.


Namun nampaknya penginapan itu begitu ramai, banyak sekali orang orang yang berjalan keluar masuk dari pintu penginapan itu.


Saat kereta kuda itu datang, orang orang nampak acuh dan tidak perduli. Menurut mereka itu bukanlah hal yang luar biasa untuk di perhatikan atau menjadi pusat perhatian.


Namun saat tirai terbuka dan dua orang turun dari kereta kuda itu, Mata semua orang langsung terpaku kepada dua sosok itu.


Semua orang langsung menghentikan kegiatan mereka, tubuh mereka semua seperti menjadi patung hanya karena memandang dua sosok yang turun dari kereta kuda itu.


Kedua sosok itu memakai pakaian yang biasa biasa saja, sama sekali tidak ada kemewahan di penampilan mereka berdua....... mereka berpenampilan seperti orang biasa.


Namun...


Yang menjadi luar biasa adalah paras mereka, paras mereka berdua itu bagaikan seorang Dewa-dewa yang turun dari kayangan dan menyamar menjadi orang biasa di bumi.


Sang pria memiliki wajah yang terlihat tegas, namun sangat terlihat tampan dengan ekspresi dingin. Mata hitam pria itu menatap dengan tajam bagai seekor elang yang mengintai mangsa, dan itu semakin membuatnya tampak begitu menarik di mata para wanita.


Sedangkan di sebelah pria itu, berdirilah seorang gadis dengan paras Dewi. Tidak seperti pria itu yang menampilkan wajah datar dan dingin, gadis itu justru menampilkan sebuah senyuman lembut di bibirnya.


Gadis itu sama sekali tidak berhias, di wajahnya sama sekali tidak terlihat adanya polesan bedak atau yang semacamnya. Tapi, walaupun begitu..... kecantikan alami gadis itu seperti tiada duanya.


Pakaian berwarna putih yang gadis itu kenakan akan membuat siapapun yang menatapnya merasa begitu damai.


Namun, saat menatap mata gadis itu. Jiwa mereka seperti terhisap kedalamnya, sepasang mata itu bagaikan sebuah sumur tua dengan kedalaman yang tidak bisa di ukur.


Terlihat berbahaya namun menarik untuk dipandang.


An xia sama sekali tidak merasa terganggu dengan tatapan orang orang itu. Menurutnya, hal seperti itu tidak layak untuk ia Pedulikan.


Namun beda lagi dengan sang kaisar, Pria itu merasa tidak senang dengan semua tatapan itu.


Tatapan penuh keinginan untuk memiliki, itulah yang membuatnya merasa tidak senang. Jika tatapan itu hanya terarah kepadanya maka ia tak masalah dan hanya bersikap acuh!..... Namun, tatapan itu tidak hanya terarah kepadanya, melainkan juga terarah kepada gadis kesayangannya.

__ADS_1


Ini tidak boleh terus terjadi!!!.... hatinya tidak rela jika kecantikan gadis itu di pandang oleh orang lain selain dirinya! karena hanya dirinyalah yang berhak atas gadis itu.


An xia tiba tiba merasakan sebuah hawa dingin yang mencengkam. Dan hal itu membuatnya secara reflek menoleh kearah kaisar.


Di situ, An xia dapat melihat raut wajah kaisar yang begitu buruk.


Gadis itu bingung, ada apa dengan pria itu?.... apa yang membuatnya terlihat tidak baik?


Entah apa yang An xia pikirkan, gadis itu secara tidak sadar mengelus dada pria itu. mungkin An xia berfikir jika dengan melakukannya maka pria itu bisa merendahkan emosinya.


Kaisar itu tertegun dengan apa yang gadis itu lakukan. apakah gadisnya itu sedang menggodanya?..... Tiba tiba kaisar itu tersenyum penuh arti, kemudian ia menggenggam tangan gadis itu yang berada di dadanya.


Mata kaisar itu menatap mata An xia dalam dalam, lalu ia berkata. “Aku mengerti!! kalau begitu ayo kita masuk! ”Setelah mengatakan itu, ia langsung menarik tangan An xia dan melangkah memasuki penginapan.


An xia menganggap kalau kaisar itu memang benar benar paham dengan apa yang ia lakukan, gadis itupun hanya diam saja. berfikir kalau kaisar itu mengajaknya pergi agar bisa meredam emosi.


Sedangkan orang orang yang melihat interaksi kedua orang itu hanya bisa menghelah nafas dengan pasrah.


Mereka hanya menyewa dua kamar saja. satu kamar akan Fai tempati, dan satu kamar yang lain akan di tempati oleh An xia dan kaisar itu.


An xia tiba tiba merasakan firasat buruk, ia mulai merasa curiga. “A-Zhu!! kau mau apa? ” An xia bertanya kepada kaisar itu, namun orang yang ia tanyai hanya diam saja dan terus menariknya.


Merekapun sampai di depan sebuah kamar. Kaisar itu kemudian menarik An xia untuk memasuki kamar itu, setelah mereka masuk, kaisar itu kemudian mengunci pintunya.


Apa yang kaisar lakukan itu membuat insting


An xia meneriakkan sebuah sinyal bahaya, gadis itu mulai waspada. “Kenapa kau mengunci pintunya?! ” An xia bertanya dengan penuh curiga.


Kaisar itu menatapnya, ia menatap gadis itu dengan tatapan yang sulit untuk di artikan. An xia merasakan bahaya, gadis itupun mencoba melepaskan tangannya dari genggaman kaisar itu.


“A-Zhu!! lepaskan tanganku!! ” Perintah An xia yang tidak dihiraukan oleh kaisar.


Dan tanpa adanya aba aba, kaisar itu langsung saja menggendong tubuh mungil An xia menuju kearah ranjang.

__ADS_1


An xia panik, gadis itu memberontak dan meminta untuk di turunkan. “A-Zhu!! cepat turunkan aku!! sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan?!! ” An xia berteriak.


Kaisar itupun menurutinya, ia menurunkan tubuh An xia..... namun ia menurunkannya di atas ranjang. Jantung An xia tiba tiba berdegup dengan kencang saat melihat kaisar itu yang sedang melepaskan ikat pinggangnya.


Mata An xia Terbelalak, ia kini tau apa yang kaisar itu ingin lakukan. “Aku akan membunuhmu jika kau melakukannya!!! ” Gadis itu mengancam, dan kaisar tau kalau ancaman gadis itu tidaklah main main.


Kaisar itu masih sibuk melepas pakaiannya, dan kini yang melekat di tubuhnya hanyalah pakaian tipis.


Tiba tiba kaisar itu mendekat dan ikut naik keatas ranjang. “Bukannya kau sendiri yang memintanya?! ” Ucap kaisar itu kepada An xia.


An xia mengerutkan keningnya. apa yang kaisar itu Katakan? memangnya kapan ia memintanya untuk melakukan itu?


Kemudian An xia teringat dengar apa yang ia lakukan di luar penginapan tadi. baginya hal itu bukanlah apa apa, namun bagi seorang pria.... itu adalah sebuah sinyal.


An xia menelan air liurnya susah payah, bagaimana bisa ia melakukan hal yang Seceroboh itu!!.... Cek, ini sangat memalukan!!


An xia menghilang nafas, kemudian ia menatap kaisar itu. “Kau salah paham!! aku tidak Bermaksud untuk mengundangmu ___ aku hanya mencoba menenangkan amarahmu! itu saja!! ” Ucapnya dengan tegas.


Kaisar itu terdiam dan menatap An xia. apakah dirinya telah salah mengartikan tindakan gadis itu?.... itulah yang dipikirkan Kaisar.


Kemudian kaisar itu mendengus. “Kau membuat suamimu ini kecewa!!.... haruskah aku menghukum istriku yang nakal ini? ” Walaupun yang ia inginkan tidak akan terjadi, namun ia tidak mau menelan kekecewaan itu.


Di sini yang salah adalah An xia!!.... jadi, kaisar itu berfikir kalau An xia harus menanggung akibatnya.


Sudut bibir An xia berkedut, perkataan kaisar barusan itu membuatnya merasa kesal. “Aku bukan istrimu!! dan kau bukan suamiku!” An xia membantah.


Kaisar itu menyeringai, Ia semakin naik ke atas ranjang sampai pada akhirnya ia berada tepat di atas tubuh An xia.


“Aku rasa istriku ini melupakan sesuatu...... bukannya kita sudah sepakat untuk menjadi pasangan suami istri saat berada di desa ini? ” Bisik kaisar itu di telinga An xia.


An xia ingin kabur, namun tubuhnya kini di tekan oleh tubuh kekar pria itu sehingga ia kesulitan untuk bergerak. “Ya itu benar!! tapi.... tapi itu tidak sungguhan!!! ” Ucapnya sambil terus memberontak.


Kaisar itu kemudian menyingkir dari tubuh An xia, lalu duduk di samping An xia. “Baiklah!! aku tidak akan memaksamu untuk melakukannya... ” Ia terdiam untuk sesaat, kaisar itu bisa melihat kalau An xia saat ini sedang bernafas lega. “... Tapi kau tetap harus mendapat hukuman!! ” Lanjutnya yang membuat An xia kembali waspada.

__ADS_1


__ADS_2