Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Telah tiba!


__ADS_3

Usai berhadapan dengan para pembunuh bayaran di hutan tadi, kini rombongan mereka telah memasuki jalanan ibu kota yang terbilang sangat ramai itu.


Dari dalam kereta kuda, An Xia tidak henti hentinya menghela nafas berat. Lihatlah apa yang kaisar Zhuang lakukan kepadanya!..... kedua belati cantik kesayangannya telah di rampas seolah oleh itu adalah barang haram saja.


Pandangan An Xia kini melirik kearah sosok lain yang bersamanya di dalam kereta. An chen, adik laki lakinya itu melihat semuanya.... Namun, betapa laknat nya dia hingga berpura putra tidak perduli.


Untuk yang kesekian kalinya, An Xia menghela nafas berat. “Beruntung dia tidak tau mengetahui jarum beracun milikku! ” Gumamnya dalam hati. Kemudian, jari jati lentik An Xia membuka tirai jendela kereta dan menengok ke arah luar. “Sangat ramai, benar benar ramai! ” Gumamnya lagi.


Para warga saat ini tengah menepi di pinggiran jalan dan sedang menatap ke arah rombongan itu dengan penuh antusias.


Kemudian, pandangan An Xia kini melirik kearah barisan paling depan. tepat dimana sosok kaisar Zhuang berjalan dengan menunggangi kudanya.


Terlihat begitu gagah dan menawan!


Untuk sesaat, An xia merasa terpesona. Namun saat mengingat siapa orang yang telah mengambil dua belati kesayangannya, ia mendengus kesal dan kembali menutup tirainya kembali. “Keterlaluan!! ” Umpat nya.


...»»————>❀<————««...


Di sisi lain saat ini. pangeran kelima Li Guang Fu kini telah meninggalkan Kerajaan Timur dan pergi untuk kembali ke Kerajaan Barat.


Setelah apa yang ia perbuat, kaisar memutuskan untuk mengirim kembali pangeran Li Guang Fu ke kerajaannya. Biarkan kaisar dari Kerajaan Barat tau apa saja kekacauan yang telah putranya lakukan!


Bersamaan dengan itu, putra mahkota kini juga dalam perjalanan untuk pergi ke perbatasan Timur.


Sesuai dengan hukuman yang telah kaisar tetapkan, ia akan di asing kan di perbatasan itu untuk waktu yang cukup lama.


Bisa di bilang situasi di Kerajaan Timur saat ini tengah dalam keadaan tegang!


Apalagi perseteruan antara pangeran kedua dan putri Li yue xi yang tidak ada henti hentinya.


Contohnya, pagi ini putri Li yue xi tengah menunggu kehadiran pangeran kedua tepat di depan kediaman pangeran itu sendiri.


Dari yang para pelayan pelayannya katakan, pangeran itu tidak berada di dalam kamarnya semalaman. Dan hal itupun membuat putri Li yue xi yang akan segera menjadi istri sah nya pun merasa gelisah. “Pangeran, kau dimana? ” Gumamnya dalam hati.

__ADS_1


Tidak berselang lama, sosok pangeran kedua pun akhirnya muncul. Namun, keadaan pangeran itu saat ini justru malah membuat sang putri Li yue xi menjadi semakin cemas.


“Pangeran!!..... kemana saja kau semalam, dan apa yang terjadi denganmu?!! ” Tanya putri itu seraya berlari menghampiri pangeran kedua.


Nampak saat ini pangeran kedua berjalan dengan langkah gontai, jawabnya pun juga terlihat memiliki rona merah akibat dari efek anggur yang ia minum.


Walaupun ia kini tengah dalam keadaan mabuk, namun setidaknya pangeran itu masih bisa mengatur dirinya untuk tetap menjaga kesadaran. “Apa yang kau lakukan di kediaman ku?!! ” ia bertanya kepada putri Li yue xi dengan begitu ketus. “Kau.... rubah penggoda, pergilah dari sini.... dasar... kau hama pengganggu!! ” Usir nya dengan di sertai hinaan dan cacimaki.


Untuk sesaat, putri Li yue xi menghentikan langkah kakinya. Ia menatap pangeran kedua dengan tatapan nanar, ucapan pangeran kedua barusan itu lebih seperti sebuah pedang tajam yang mencabik cabik isi hatinya.


“Pangeran, aku tidak seperti itu! ” Ucapnya dengan suara lirih, terdengar begitu sedih dan pedih.


Namun, mengingat kondisi pangeran kedua saat ini. Putri Li yue xi pun menyamping kan rasa sakitnya dan memilih untuk segera membantu pangeran itu menuju kamar. “Pangeran, kau saat ini sedang mabuk.... biarkan aku yang membantumu!” Ucapnya sambil meraih lengan kekar milik pangeran kedua.


Tetapi, saat putri itu berhasil menyentuh lengan pangeran kedua. Tiba tiba sebuah tangan lain mendorong tubuhnya dengan kasar hingga ia terjatuh dan membentur tanah dengan sangat keras.


Putri itu meringis kesakitan, telapak tangannya yang ia gunakan untuk menopang tubuhnya ketika terjatuh tadi kini berdarah. “Pa... pangeran, kau menyakitiku! ” Keluhannya dengan air mata yang tak lagi terbendung.


Sedangkan pangeran kedua yang sebagai pelaku pendorongan tadi pun kini hanya tampak acuh dan kembali melangkahkan kakinya dengan gontai untuk masuk kedalam kamarnya.


Secara perlahan tubuhnya merosot kebawah hingga ia kini terduduk di lantai. “Xia'er kau meninggalkanku!!.... kau telah meninggalkanku!!” Gumamnya dengan penuh kekesalan di dalam hati.


Namun, beberapa saat kemudian pangeran itu dapat mendengar suara pintu yang di ketuk dengan sedikit keras. “Pangeran kedua, buka pintunya!.... maafkan aku, maafkan aku!..... pangeran kedua, aku sungguh mencintaimu dengan tulus!!.... aku melakukan ini semua karena aku sungguh sungguh menginginkanmu, pangeran!! ” Putri itu terus menggedor gedor pintu seraya memanggil manggil pangeran kedua.


Sayangnya, teriakan dan panggilan putri itu hanya di anggap sebagai angin lalu oleh Pangeran kedua yang kini lebih memilih untuk menutup matanya dengan hati yang terluka.


Sedangkan diluar sana putri Li yue xi tidak henti hentinya memanggil manggil nama pangeran kedua.


Wajahnya cantiknya kini telah basah dengan air mata, sedangkan pakaiannya kini juga telah kotor dengan tanah karena terjatuh tadi.


Tidak berselang lama, sosok pangeran ketiga pun datang. Dan hal pertama yang ia lihat adalah keadaan putri Li yue xi yang begitu mengenaskan.


Melihat hal itu, bukannya membantu.... pangeran itu justru tersenyum dengan begitu mengerikannya. “Putri, kau sungguh terlihat begitu cantik hari ini! ” Pujinya, namun orang bodoh pun tau kalau pujian itu sebenarnya adalah hinaan.

__ADS_1


Mendengar suara pangeran ketiga, pangeran yang dulu dijodohkan dengannya itu. putri Li yue xi pun menoleh. “Pangeran ketiga, kau menghinaku?!! ” Tanyanya dengan penuh amarah.


Nampak pangeran ketiga Zhang Li Kun kini menaikkan salah satu alisnya keatas, membentuk sebuah ekspresi wajah heran. “Putri, kau salah paham!.... bukannya tadi aku sedang memujimu? lantas bagaimana bisa kau menganggapnya sebagai hinaan?! ” Tanyanya dengan sedikit nada terkejut.


Namun semua orang tau kalau itu hanyalah sebuah kepura-puraan.


Pangeran ketiga melangkah kan kakinya untuk mendekat ke arah putri itu. Tinggi badan mereka yang berbeda itu membuat sang putri Li yue xi merasa kecil dan direndahkan.


Pangeran ketiga kini tersenyum puas akan keadaan putri Li yue xi yang mengenaskan itu. Sejujur ia adalah tipe orang dengan hati yang lembut.


Namun, entah mengapa ia begitu tidak senang dengan putri dari Kerajaan Barat itu!


“Putri, apa yang kau tabur itulah yang kau tuai!.... tau kalau perbuatan mu itu salah, mengapa kau harus melakukannya? ” Ia bertanya dengan nada bicara yang terkesan begitu merendahkan, kemudian ia tersenyum dan kembali berkata. “Tapi syukurlah, dengan begitu aku tidak akan menyia nyiakan hidupku untuk bersama Ja**ng sepertimu! ” Ucapnya lagi, kemudian melangkah pergi dengan penuh kepuasan.


...»»————>❀<————««...


Lain tempat lain keadaan.


Kini rombongan An Xia yang di pimpin oleh Kaisar Zhuang sendiri telah memasuki pintu gerbang istana.


An Xia yang memang sudah pernah kesana pun nampak biasa bisa saja dan tetap setia dengan ekspresi wajah kesal.


Namun sebaliknya dengan orang-orang yang baru pertama kali menginjakkan kakinya kemari.


Nampak saat ini An Changyi tengah terkagum kagum dengan keindahan yang terdapat di istana megah bak istana surga ini.


Walaupun wajah nya kini nampak dengan ekspresi tegas dan berwibawa, namun jika boleh jujur hatinya kini bergetar hebat karena rasa gembira.


Sedangkan di dalam kereta saat ini, An chen tengah mengintip pemandangan luar dari balik tirai dengan penuh binar di matanya. “Mengagumkan, sungguh mengagumkan!! ” Gumamnya yang tidak bisa untuk tidak mengagumi tempat ini.


Namun, tiba tiba suara An Xia terdengar dan mengalihkan pangeran An chen untuk beralih menatapnya. “An chen, adikku!.... saat kau pergi nanti, sempatkanlah untuk pergi ke Yin lianhua dan temuilah orang bernama Eiji! ” ucapnya kepada An chen.


Sedangkan An chen kini mengerutkan dahinya. “Yin lianhua? .... apa itu?.... dan siapa Eiji?.... sungguh nama yang aneh. ” Gumamnya dalam hati, namun ia tetap mengangguk dan patuh. “Baiklah kakak kedua, lalu apa yang akan aku lakukan setelah bertemu dengannya? ” Ia bertanya kepada An xia.

__ADS_1


An Xia pun tersenyum dan berkata. “Suruh dia untuk menemui ku, dan jangan lupa untuk mengajak tuan muda Qiao Feng dan tuan muda Han Dong! ”


__ADS_2