Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Pertanda bahaya


__ADS_3

Gerakan tangan yang menorehkan tinta hitam dengan kuas itu pun tiba tiba terhenti ketika kaisar Zhuang mendengar apa yang baru saja kasim nya itu katakan.


Dengan raut wajah heran dan penuh akan tanda tanya, kaisar Zhuang pun mendongakkan kepalanya hingga ia kini bertatapan dengan sang kasim.“Apa?.... benarkah itu?!!” Tanyanya yang mulai merasa penasaran.


Sedangkan kasim yang sadar akan posisinya yang lebih rendah itu pun segera menundukkan kepalanya. Ia tentu tidak memiliki seribu keberanian hingga bisa menatap sang kaisar Zhuang secara terbuka.


Mendengar pertanyaan yang baru saja kaisar Zhuang lontarkan kepadanya, kasim itu pun mengangguk pelan dan berkata. “Iya yang mulia! ” Jawabnya, kemudian ia melirik sekitar.... seolah olah ia kini sedang bersikap waspada. “Dari yang aku dengar..... ‘dia’ merasa begitu terguncang akibat kematian putra mahkota, dan hal itu pun mempengaruhi tubuhnya hingga ia terjatuh sakit dan hanya bisa terbaring lemah di atas tempat tidur. ” Ucapnya sambil berbisik.


Mendengar hal itu, kaisar Zhuang pun mengerutkan dahinya. “Bagaimana bisa?!..... aku yakin ada sesuatu yang ganjil di sini, jika hanya sakit ringan itu mungkin saja.... namun... ” Di saat kaisar Zhuang berbicara dalam hati, sang kasim pun tiba tiba kembali berkata.


“Yang mulia, karena pangeran mahkota telah tiada.... maka pangeran kedua Zhang Liang lah yang menggantikan posisinya sebagai pangeran mahkota. ” Kasim itu terdiam untuk beberapa saat, dari kerutan yang terbentuk di antara dua alis....sudah bisa di tebak bahwa ia saat ini tengah berfikir keras. “Namun jika sesuatu terjadi makamaka__ ”Sebelum kasim itu menyelesaikan ucapannya, kaisar Zhuang pun terlebih dahulu menyahut.


“Aku mengerti!.... cepat atau lambat, pangeran kedua Zhang Liang akan segera di angkat sebagai kaisar yang baru. ” Ucapnya dengan wajah yang terlihat begitu serius.


Pangeran kedua....


Entah mengapa, firasatnya selalu mengatakan bahwa ‘dia’ akan menjadi sebuah masalah besar di kemudian hari. Apalagi jika sang pangeran kedua itu berhasil merangkak naik ke atas tahkta!!...


Untuk beberapa saat, kaisar Zhuang tampak termenung sembari mencengkram kuas di tangannya. Namun, karena cengkraman yang terlalu kuat.... kuas itu pun tiba tiba patah.


Bersamaan dengan itu, kaisar Zhuang pun mulai tersadar dari lamunannya dan berkata. “Untuk sementara, tempatkan beberapa mata mata di sana.... ” Ia memberi jeda, menarik nafasnya dalam dalam dan menghembuskan nya secara perlahan. “.... pastikan bahwa seluruh orang orang yang terlibat dalam keluarga kerajaan itu tetap terpantau, jika ada sesuatu yang ganjil.... segera laporkan!!! ” Ucapnya dengan tegas.


Mendengar perintah dari kaisar Zhuang, sang kasim pun menganggukkan kepalanya dengan patuh. “Baik yang mulia. ”

__ADS_1


“Sekarang kau boleh pergi!! ” Ucap kaisar Zhuang yang memberikan perintah untuk sang kasim agara segera keluar dari ruangannya.


Tidak ingin berlama lama mengganggu sang kaisar yang tengah sibuk. Sang kasim pun akhirnya memutuskan untuk segera pergi dari ruangan itu dan membiarkan kaisar Zhuang sendiri dalam kesunyian malam yang hanya di temani dengan beberapa lilin kecil yang menyala di sudut sudut ruangan.


Dan dalam kesunyian itu, sang kaisar Zhuang pun kembali terdiam dan merenungkan sesuatu. “Jika memang itu benar adanya, maka situasi akan semakin membahayakan!” Gumamnya dalam hati.


Merasakan tubuhnya yang mulai penat, kaisar Zhuang pun menyenderkan punggung nya ke senderan kursi sembari mendongakkan kepalanya dan menatap lurus ke arah langit langit ruangan.


“Apalagi dengan orang itu, mereka berdua sama sama menginginkan istriku untuk jatuh ke dalam pelukannya! ” Gumamnya lagi dalam hati.


Tiba tiba, sebuah senyum mengerikan pun mulai terukir di wajah tampan sang kaisar Zhuang. Dan hal itupun seolah olah memberi pertanda bahwa akan ada sebuah malapetaka bagi beberapa orang tertentu.


“Heh! Selama aku masih hidup, jangan pernah kalian bermimpi untuk mendapatkan permaisuri ku!.... dia adalah wanita ku, dan sampai kapanpun akan tetap menjadi wanita ku!!! ” Ucapnya dengan penuh penekanan.


Walaupun ruangan itu nampak sunyi, namun aura mencekam pun dapat terasakan dengan jelas. Dan hal itupun sudah lebih dari cukup untuk menggambarkan bagaimana suasana hati sang kaisar Zhuang.


Sinar rembulan yang memancar dan menerangi jalanan itu seolah olah mengantarkan langkah sang kaisar Zhuang menuju ke sebuah bangunan yang tampak indah dengan penjagaan yang begitu ketat.


Namun saat melihat pintu bangunan yang terbuka dengan lebar, kaisar Zhuang pun mengerutkan dahinya. Ada sebuah perasaan tak suka yang terpampang jelas di raut wajahnya itu.


Tidak ingin membuang buang waktu berdiri di luar dengan udara malam yang dingin, kaisar Zhuang pun melanjutkan langkah kakinya masuk kedalam bangunan tersebut.


Tapi sebelum itu, ia terlebih dahulu bertanya kepada Annchi yang berdiri bersama dengan para pelayan lain di luar ruangan. “Apakah dia masih terjaga? ” Tanyanya dengan tatapan mata lurus ke arah pintu yang terbuka.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan itu, Annchi pun melirik kaisar Zhuang sekilas sebelum beralih untuk menatap pintu ruangan tadi. “Yang mulia, permaisuri An merasakan perutnya mual...” ia menghela nafas berat dan kembali berkata. “... karena itulah ia merasa sulit untuk tidur. ” Jawabnya dengan raut wajah khawatir.


Setelah mendengar jawaban dari gadis pelayan itu, tanpa berkata kata lagi kaisar Zhuang pun melangkah masuk. Dan saat ia berada di dalam ruangan, kedua matanya pun dapat dengan jelas melihat sosok yang selalu ia rindu rindukan di dalam hati.


Sosok yang begitu cantik dengan gaun tipis itu berdiri dan nampak termenung seraya menatap keluar jendela.


Tatapannya yang kosong itu menandakan bahwa ia saat ini tengah melamun kan sesuatu yang entah apa itu.


Merasakan bahwa istrinya nya itu saat ini lengah, kaisar Zhuang pun berjalan mendekat dengan langkah kaki yang begitu pelan.


Sampai pada saat ia berada di jarak yang cukup dekat, kedua tangannya pun terulur dan melingkar di pinggang ramping An xia. Untuk sesaat, kaisar itu dapat melihat raut wajah terkejut dari istrinya itu.


Perlahan, bibir indah bak kelopak mawar itu terbuka dan berkata dengan nada dingin. “Kau sudah kembali?...” Tanyanya tanpa menoleh dan menatap wajah suaminya itu. “... Aku kira kau akan sibuk dan tidak akan menemui ku malam ini! ” Ucapnya lagi dengan raut wajah murung, terlihat seperti seseorang yang sedang merajuk.


Merasakan adanya nada menyindir dalam kata kata sang istri, kaisar Zhuang pun mendaratkan sebuah kecupan singkat di pipi An xia dan berkata. “Aku sudah ada di sini, bersamamu, dan sedang memelukmu! ” Ucapnya yang berbisik tepat di telinga An xia.


Sedangkan An xia yang mendengar itu pun tersenyum tipis, kemudian ia membalikkan badannya dan berkata. “ Aku tau itu, tapi kau____ emph!!” Belum sempat ia menyelesaikan kata katanya, tiba tiba mulutnya dibungkam dengan bibir kaisar Zhuang yang tanpa aba aba menciumnya itu.


Ciuman yang begitu lembut dan dalam itupun perlahan lahan membuat mereka berdua larut dalam suasananya masing masing.


Namun An xia tiba tiba mendorong tubuh kaisar Zhuang saat ia merasakan bahwa pakaian yang ia kenakalan semakin melonggar hingga hampir memperlihatkan bagian tertentu dari tubuhnya.


Sadar akan niat tersembunyi dari tatapan lapar suaminya itu, An xia pun segera membenarkan pakaiannya dan berkata. “Hemp!!.... tidak untuk kali ini! ” Ucapnya dengan ketus sembari melangkahkan kakinya mendekat kearah ranjang.

__ADS_1


Melihat hal itu, kaisar Zhuang pun tersenyum licik dan berkata. “Owh, sekarang kau berani menolak ku? ” ia bertanya kepada An xia.


mendengar itu, An xia pun mendengus kesal dan berkata.“Tidakkah kau lelah?..... bagaimana bisa kau menginginkan hal hal intim seperti itu setiap saat?!! ” Ucapnya dengan raut wajah yang terlihat begitu kesal.


__ADS_2