Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Dua saudara, satu jiwa.


__ADS_3

Dengan ekspresi wajah yang menggambarkan rasa terkejut dan panik. An Xia dan kaisar Zhuang menoleh kearah sumber suara.


Di sana, tepatnya di pintu masuk kamar An Xia. Seorang bocah laki laki kini menatap mereka berdua dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.


Bocah laki laki yang tidak lain adalah An chen itu membeku di tempat. Bagaimana tidak?!!.... dirinya, dengan kedua mata kepalanya sendiri melihat sangat kakak kedua, An Xia yang sedang berciuman dengan seorang pria asing.


“A... An chen?!!” Panggil An Xia dengan sedikit berseru. Ia masih merasa terkejut dengan kehadiran adik kecilnya itu yang secara tiba tiba.


“An chen? ” Gumam kaisar Zhuang yang mengulangi ucapan An Xia, namun dengan sedikit keraguan dalam nada bicaranya.


kedua mata An chen kini melotot tak percaya, salah satu tangannya terulur dan menunjuk nunjuk ke arah An Xia dan kaisar Zhuang secara bergantian. “Ka_ kalian!!!..... ap_ apakah kalian berdua– baru saja– berciuman?!!!” Tanyanya dengan tersendat sendat karena efek dari rasa terkejut dan ketidak percaya yang tercampur menjadi satu.


Kemudian An chen menarik nafas dalam dalam dan menghembuskan nya lagi secara berulang ulang, layaknya seorang yang sedang menetralkan emosi.


“A_ Aku akan memberitahukan perbuatan kalian berdua kepada ayah!!.... kalian berdua pantas di hukum!!” Teriak An chen, kemudian tangannya menunjuk kearah kaisar Zhuang. “Terutama kau!!.... pria asing yang mencoba menyentuh kakak kedua ku harus mati!!!” Bentaknya lalu segera berbalik badan dan akan melangkah pergi.


Namun, An Xia yang baru tersadar dari rasa terkejut pun segera berseru. “Ta_Tangkap dia!!!.... jangan biarkan lolos!!!” Perintahnya dengan panik.


An chen yang mendengar ucapan An Xia itu dengan buru buru melangkahkan kakinya. Cara bocah itu berlari sangatlah cepat dan lincah, namun....


Sebelum kakinya sempat melangkah keluar dari halaman kakak keduanya itu, tiba tiba, entah dari mana beberapa orang dengan pakaian serba hitam datang dan mengepungnya.


Secara refleks An chen pun menghentikan larinya dengan mendadak yang hampir membuat tubuhnya terjungkal ke depan.


“Selamat! ” Gumam An chen dalam hati saat berhasil mencegah kejatuhannya. Namun, saat tersadar dengan kondisi saat ini, An chen pun langsung memasang sikap waspada. “Siapa lagi kalian ini?!!! ” Tanyanya dengan nada bicara yang kurang mengenakkan.

__ADS_1


Fai, Rui, dan Annchi yang melihat kejadian itupun segera mendekat. “Tuan muda, mohon tenangkan dirimu! ” Ujar Annchi seraya berlari mendekat.


Namun, sayangnya An chen sama sekali tidak memiliki niat untuk mendengarkan apalagi memperdulikan perkataan dari Annchi barusan.


“Beraninya kalian semua menghalangi jalanku!!! cari mati Ha?!!” Sekali lagi An chen membentak dengan kata kata kasar nya.


Sebuah sifat yang ia pelajari dari sang kakak kedua, An Xia.


“Atas perintah permaisuri, kami harus menghentikan anda. Tuan muda! ” Ucap salah satu penjaga bayangan dengan tegas.


Mendengar itu, An chen pun menggertak kan giginya. Merasa sangat kesal akan kejadian kali ini. “Kalian!!.... ” Geramnya dengan penuh penekanan.


Kedua tangan bocah itu mengepal erat, tatapan matanya semakin tajam dan seolah olah akan melahap apapun yang ada di hadapannya.


Saat An chen ingin melayangkan tinjauan ke arah wajah salah satu penjaga bayangan. Tiba tiba dari dalam kamar sebuah suara merdu pun terdengar dan menghentikan aksinya.


An chen pun langsung menghentikan aksinya ketika mendengar suara kakak keduanya itu. Kemudian ia berbalik “Kakak kedua, apa maksudnya semua ini?!!.... jika kau tidak ingin aku memberitahukannya kepada ayah, maka berikan aku penjelasan!! ” Ucapnya yang terkesan sedang memberi ancaman.


Nampak di sana An Xia keluar dari kamarnya dengan tangan yang saling bergandengan dengan tangan kaisar Zhuang, terlihat begitu mesra namun semakin membuat An chen geram.


Seraya berjalan mendekat bersama kaisar Zhuang, An Xia pun berkata. “Kemarilah dan tenangkan dirimu!!..... aku akan menjelaskan semua.” Ucapnya yang berusaha untuk membujuk adik kecilnya itu.


...»»————>❀<————««...


Seorang bocah kini duduk di dalam suatu kamar dan di hadapan sepasang kekasih. Nampak, wajah kesal yang tadinya ia tunjukkan kini berganti dengan sebuah kekaguman.

__ADS_1


“Benarkah?.... jadi pria ini adalah kaisar Han?!!! ” Tanya An chen dengan pancaran mata yang penuh akan binar kekaguman.


An Xia dan kaisar Zhuang pun menganggukkan kepalanya secara bersamaan untuk mengiyakan pertanyaan An chen barusan.


An Xia tersenyum tipis, kemudian ia berkata. “Sekarang kau sudah mengetahuinya, maka kau juga harus merahasiakan ini dari yang lain.” Ucapnya kepada An chen.


Senyum dan tatapan mata yang penuh binar kekaguman di wajah manis An chen tadi seketika luntur dan digantikan dengan senyum licik.


“Oh!.... tapi kakak, kau pernah mengatakan kepadaku ‘Lakukan apapun dengan di dasarian rugi untung! ’....” Kemudian, senyum di wajah An chen semakin lebar. “....Hehehe! kalau begitu, apa yang akan aku dapatkan kali ini. kakak kedua? ” Ucapnya lagi yang menuai berbagai reaksi dari An Xia dan kaisar Zhuang.


Sudut bibir An Xia berkedut. Entah ia harus marah atau tertawa, namun situasi saat ini membuatnya merasa ingin sekali..... Menangis.


Sedangkan di sisi lain, kaisar Zhuang saat ini tengah berusaha keras untuk tidak menertawakan An Xia. “Sayang, sekarang apa yang akan kau lakukan hem? ” Tanyanya dalam hati yang merasa tertarik dengan perbincangan antara adik-kakak ini.


Untuk sesaat An Xia memasang ekspresi wajah tak berdaya, kemudian gadis itu tertawa garing. “An chen, oh An chen!...... betapa pintarnya dirimu saat ini!!! ” Ucapnya sambil mencubit pipi adik kecilnya itu dengan sangat gemas.


Walaupun cubitan dari An Xia begitu sakit, namun An chen masih tetap tersenyum. “Terimakasih atas pujiannya, kakak kedua. Namun aku tidak akan bisa sepintar ini tanpa dirimu! ” Ucapnya dengan bangga.


Mendengar itu, An Xia pun semakin dibuat gemas. “Ah!.... inilah adikku!!!” Gumamnya dalam hati.


“Kalau begitu, apa yang kau inginkan dariku. An chen? ” Tanya An Xia.


An chen pun menggelengkan kepalanya. “Aku tidak ingin apapun darimu, kakak kedua!” Kemudian, bocah itu melirik kearah kaisar Zhuang. “Namun, kakak kaisar yang satu ini tentunya punya banyak hal untuk di minta. Bukan begitu?” Tanyanya dengan pancaran mata yang penuh akan kelicikan.


Melihat itu, kaisar Zhuang pun tersenyum penuh arti. “Ya ampun, sebenarnya berapa usia bocah ini?..... kenapa dia lebih licik dari pada para pejabat istana?! ” Lalu, kaisar itupun melirik An Xia yang duduk di sampingnya. “aku yakin maha gurunya adalah ‘Dia’!! ” Ucapnya lagi di dalam hati.

__ADS_1


Kemudian, kaisar Zhuang pun kembali melirik kearah An chen. “Jadi, apakah yang adik ipar inginkan dariku? ” Tanyanya dengan santai.


Mungkin jika anak kecil pada umumnya akan meminta sesuatu yang sederhana. namun jika anak kecil itu adalah adik dari wanita licik, maka urusannya beda lagi!


__ADS_2