
Mendengar perintah dari sepasang mahluk tak berperasaan itu, para anak buah dari kelompok pembunuh bayaran itu pun menggertak kan giginya.
Haruskah mereka di siksa seperti itu?.... Lihatlah kedua tangan mereka yang telah terputus itu, lihatlah darah darah yang membanjiri tanah yang basah di bawah kaki mereka. Apakah itu semua masih belum cukup menyiksa?
Dengan hukuman yang di jatuhkan oleh Kaisar Zhuang dan An xia, tidak heran bila para anak buah dari kelompok pembunuh bayaran itu memberikan tatapan benci kepada mereka.
Jikalau mereka memang sering membunuh, namun mereka membunuh dengan tujuan tertentu. Namun beda halnya dengan kedua orang di sana, tidak hanya suatu tujuan tertentu yang mereka inginkan... namun juga sebuah kesenangan!
Untuk beberapa saat, para prajurit prajurit itu terdiam. Mereka adalah manusia normal, tidak seperti kedua orang itu yang memiliki akal yang kurang sehat.
Mendengar betapa kejinya kata kata yang keluar dari bibir sang permaisuri yang di kenal lemah lembut itu, orang normal mana yang tidak akan terkejut?
Melihat para prajurit nya yang lagi lagi hanya diam mematung di tempat, kaisar Zhuang pun akhirnya berkata. “Jika hanya ingin berdiam diri, mengapa tidak sekalian mati saja? ”Ucapnya dengan nada penuh penekanan.
Mendengar itu, para prajurit pun segera melaksanakan tugasnya. Walaupun tugas yang satu ini benar benar bertentangan dengan hati nurani mereka, namun jika di hadapan seorang kaisar dan permaisuri mereka bisa apa?
Satu persatu kepala para anak buah itu di tebas oleh para prajurit. Teriakkan demi teriakkan pun terdengar dan meramaikan suasana bagai jeritan hantu di malam hari.
Aroma amis darah kini dapat tercium dengan jelas, menandakan sebuah kematian tragis dari sekelompok orang bodoh yang berani menantang kerajaan Han.
Melihat bahwa para prajurit nya telah menjalankan perintah, pandangan kaisar Zhuang pun kini beralih untuk menatap sang istri.
Dilihatnya saat ini kedua mata An xia yang sedikit menyipit dengan raut wajahnya yang tampak lelah. Sangat kentara kalau istrinya itu kini sedang menahan kantuk.
Menyadari hal itu, kaisar Zhuang pun mendaratkan sebuah kecupan di pipi An xia dan berkata. “Kau mengantuk? haruskah kita kembali sekarang? ” Tanyanya dengan sangat lembut dan penuh perhatian.
__ADS_1
An xia tidak langsung menjawab. kedua tangannya kini memeluk leher kaisar Zhuang dengan erat, kemudian ia meletakkan dagunya di atas bahu kekar sang suami seraya berkata. “Hem, aku tiba tiba mengantuk! ” Gumamnya dengan suara lirih.
Mendengar itu, kaisar Zhuang pun tersenyum dan mengisyaratkan sesuatu kepada Fai, kemudian ia berkata. “Sebaiknya kita segera kembali, tidak baik bagimu untuk terus terjaga semalaman! ” Ucapnya lalu melangkahkan kakinya menuju sebuah kereta kuda yang berada tidak jauh dengan tempat itu.
An xia hanya diam dan menurut. Sama sekali tidak memiliki niatan untuk menentang keputusan kaisar Zhuang untuk kembali ke istana.
Sedangkan Fai saat ini menatap kepergian dua orang itu dengan wajah memelas. “Bagaimana caraku mengatasi semua ini? ”Gumamnya dalam hati, kemudian ia melirik kearah mayat mayat yang berserakan di tanah. “ ini akan sangat melelahkan! ” Gumamnya lagi dalam hati.
Tidak ingin buang buang waktu, Fai pun mencabut pedang dari sarungnya dan mengarahkannya kepada pria yang tidak lain adalah pemimpin dari kelompok pembunuh bayaran yang masih hidup sampai saat ini.
“Kehancuran kelompok mu ini adalah kesalahanmu sendiri!.... jika saja kau tidak bekerja sama dengan Raja Bai Zhen dan berniat untuk membunuh permaisuri kami, maka semua ini tidak akan pernah terjadi kepadamu! ” Ucapnya dengan dingin kepada pemimpin itu, kemudian pedang di tangannya pun terayun dan memisahkan kepala pemimpin kelompok itu dari tubuhnya.
...»»————>❀<————««...
Suara ketukan sepatu kuda kini dapat terdengar di jalanan ibu kota. Karena hari sudah tengah malam, maka jalanan di ibu kota pun nampak sangat sepi.
Melihat wajah istrinya yang terlihat begitu polos ketika memejamkan mata, kaisar Zhuang pun tidak dapat menahan diri untuk tidak tersenyum.
Salah satu tangannya kini terangkat dan membelai wajah An xia dengan lembut selagi salah satu tangan yang lain menahan tubuh An xia untuk tetap berada di dalam pelukannya.
Sebuah kecupan penuh cinta pun kini mendarat di kening An xia untuk waktu yang cukup lama hingga kereta kuda yang mereka tumpangi berhenti saat telah tiba di dalam gerbang istana.
Menyadari hal itu, Kaisar Zhuang pun segera turun dari kereta Kuda dengan An xia yang masih tertidur di dalam pelukannya.
Sedangkan para prajurit yang melihat itu pun kini tidak lagi nampak terkejut seperti yang sebelumnya. Mereka kini tentunya tau bahwa sang kaisar Zhuang yang terkenal akan hati bekunya saat ini memang benar benar telah menyerahkan hatinya kepada sosok cantik bermarga An itu.
__ADS_1
Dengan santai, kaisar Zhuang melangkahkan kakinya menuju kediamannya. Para prajurit dan pelayan pun saat ini terlihat sedang mengikutinya dari belakang dengan langkah kaki yang begitu berhati hati.
Mereka saat ini berusaha sebisa mungkin untuk tidak menimbulkan suara yang akan menggangu sang permaisuri dari tidur nya.
Sesampainya kaisar Zhuang di dalam suatu kamar yang terlihat begitu luas dan mewah, pintu kamar pun tertutup dari luar.
Kaisar Zhuang berjalan mendekat kearah ranjang, kemudian ia merebahkan tubuh An xia dengan hati hati di atas ranjang.
Setelah itu, kaisar Zhuang pun melepas pakaiannya hingga ia kini bertelanjang dada. Kemudian secara perlahan ia naik ke atas ranjang dan membaringkan tubuhnya tepat di samping sang istri dan memeluk tubuh mungil itu dengan erat.
...»»————>❀<————««...
Aroma menyengat dari berbagai obat obatan yang di larutkan kedalam sebuah wadah berisikan air pun tersebar di setiap sudut ruangan.
Kedua mata seorang pria dengan tubuh kurus kering di atas ranjang kini melirik kearah sang tabib yang saat ini sedang membuat ramuan untuknya.
Walaupun ramuan dari sang tabib telah ia konsumsi dengan rutin, Namun kondisi tubuhnya sampai saat ini tidak kunjung membaik juga.
Alih alih membaik, penyakit yang menggerogoti tubuhnya saat ini justru semakin parah setiap harinya.
Tubuh putra mahkota itu kini benar benar lumpuh. Tidak hanya lumpuh, ia saat ini bahkan tidak bisa berbicara sama sekali seperti dulu.
Walaupun ia dalam keadaan sakit, namun putra mahkota itu masih dapat berfikir. Penyakitnya ini jelas bukan penyakit alami, seseorang pasti telah menaruh racun kedalam tubuhnya tanpa ia sadari.
“Apakah saat masih berada di istana... aku telah terkena racun dari seseorang? ” Gumamnya dalam hati. “Tapi siapa?.... siapa yang telah berani menaruh racun kedalam tubuhku?!! ” Ia bertanya di dalam hati, berusaha untuk menerka-nerka siapakah dalang di balik musibah yang menimpa dirinya saat ini.
__ADS_1
Entah bagaimana caranya, sosok pelayan dengan nama Ling long pun terlintas di dalam benaknya. “Pelayan itu, gadis pelayan itulah yang selalu mengantarkan makanan kepadaku!!....” Ingatannya pun kini berputar di waktu ia memerintahkan pelayan itu untuk memberikan obat cinta kepada An xia. “Waktu itu, gadis pelayan itu sempat tersenyum.... sebuah senyuman penuh arti yang di tujukan untuk ku!!”