Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Awal dari kehancuran!


__ADS_3

Angin yang berhembus kencang itu meniup dan membawa serta percikan api kecil terbang ke sana kemari bagaikan kunang kunang di malam hari.


Gerbang yang terbuat dari kayu itu kini telah hancur sehancur hancurnya dengan kobaran api si jago merah yang membara bagai ombak yang menelan segala yang di lalui nya.


Pemandangan pun jadi semakin mengerikan dengan di tambah adanya mayat mayat yang berserakan di tanah dengan darah merah yang menyelimutinya.


Pandangan para kelompok pembunuh bayaran itu kini beralih untuk menatap puluhan prajurit yang berjejer rapi dan mengepung bangunan ini.


Di salah satu tangan para prajurit itu kini terdapat obor api yang menyala sebagai penerangan, atau sebagai alat untuk menghanguskan tempat ini.


Tidak hanya itu, di tangan prajurit prajurit yang lain pun kini terdapat pedang dan tombak yang telah kotor dengan darah darah para anak buahnya yang telah mati terbantai.


Melihat ini, pemimpin dari kelompok pembunuh bayaran itupun menggertak kan giginya. Tangannya pun kini terkepal erat hingga kuku kuku jarinya memutih. Nafasnya pun kini naik turun.


Merasa tidak Terima dengan apa yang ia lihat saat ini, pemimpin itu pun segera berseru kepada anak buahnya yang masih tersisa. “Tunggu apa lagi, cepat habisi mereka semua!!! ” Perintah nya dengan tegas dan penuh akan amarah yang meluap meluap.


Mendengar perintah dari pemimpin mereka, para anak buah itu pun segera berlari kearah para puluhan prajurit seraya mengangkat pedang mereka tinggi tinggi.


Namun sayang, belum sempat mereka berada di jarak sepuluh langkah.... tiba tiba entah dari mana beberapa anak panah pun melesat dan menusuk kaki mereka.


Tubuh merekapun terjatuh dan tersungkur di tanah secara bersamaan dikala merasakan sakit akibat anak panah yang melesat tadi.


Sadar kalau saat ini adalah situasi yang sangat genting, para anak buah itu pun berusaha keras untuk berdiri dan mengangkat pedang mereka kembali.


Namun, usaha mereka itu gagal. nyatanya kaki mereka saat ini sama sekali tidak bisa di gerakkan sehingga membuat mereka kembali terjatuh ke tanah.


Sang pemimpin yang melihat para anak buahnya tidak berdaya itu pun segera melangkahkan kakinya dan bersiap melancarkan serangan.


Akan tetapi, langkahnya itu tiba tiba terhenti di saat ia melihat para prajurit yang membelah barisannya dan memperlihatkan dua sosok asing.


Seorang wanita, dan seorang pria!!


Pandangan pemimpin itu kini melirik kearah sosok pria dengan pakaian berwarna ungu gelap. Hanya dengan melihatnya sekilas, semua orang pun bisa dengan jelas menebak bahwa pria itu adalah seorang anggota kerajaan.


Pandangannya pun turun untuk melihat pedang di tangan pria itu. Pedang panjang dengan darah yang melumuri bagian tajam dari sisi pedang tersebut pun membuktikan bahwa pria itu juga berperan serta dalam pembunuhan.

__ADS_1


Setelah merasa puas mengamati pria itu, pandangannya pun kini beralih untuk menatap kearah sosok wanita yang juga menggunakan pakaian yang selaras dengan sosok pria tadi.


Rambut wanita itu di gelung keatas dengan beberapa perhiasan emas yang menghiasinya. Kecantikan yang wanita itu miliki tidaklah main main!!.... bahkan, pemimpin dari kelompok pembunuh bayaran itu kini terlena akan kecantikannya.


Namun, saat melihat busur dan anak panah di tangan wanita itu. Pria yang tidak lain adalah sang pemimpin dari kelompok pembunuh bayaran itupun merubah ekspresinya.


Ekspresi nya kini terlihat begitu marah!!..... Ada sebuah dendam besar yang bersarang di hatinya di kala ia mengingat kematian para anak buahnya tadi.


Dan karena rasa marah itulah, pria tersebut pun bergerak dengan cepat kearah wanita itu dengan pedang yang terarah lurus untuk menusuk tubuh wanita tadi.


Melihat serangan yang akan di arahkan kepadanya, An xia kini justru tersenyum dengan lebarnya. Walaupun senyum itu tampak indah dan menawan, namun orang orang tertentu dapat dengan jelas melihat bayang bayang iblis dibalik senyuman itu.


Menyadari hal itu, pemimpin dari kelompok pembunuh bayaran itupun berniat untuk membatalkan serangannya. Namun, sebelum ia sempat melakukannya.... tiba tiba dari arah samping sebuah tendangan keras dan begitu kuat pun mengenai tubuhnya dan membuat ia terpental dan terbanting ke tanah.


Masih dengan keadaan yang tersungkur di tanah, pemimpin itu kini menyentuh sisi dari tulang tusuknya yang terasa patah akibat tendangan tadi.


Pandangannya pun kini menatap dengan tajam kearah pelaku yang tidak lain adalah sosok pria dengan pakaian ungu gelap tadi.


Sedangkan kaisar Zhuang kini melangkah kan kakinya kearah pemimpin dari kelompok pembunuh bayaran tadi. pedang di tangannya kini sedikit terangkat, dan pada saat ia berada di jarak yang dekat, pedang di tangannya pun ia ayunkan untuk menebas kedua tangan pemimpin tadi.


Aaaaaaaahk!!!...


Pemimpin dari kelompok pembunuh bayaran itu berteriak kesakitan di kala merasakan salah satu tangannya di tebas menggunakan pedang hingga terpustus dari tubuhnya.


Craaaasssss!!!....


Aaaaaaaahk!!!....


Belum ada dua detik, tangan yang satunya pun juga ikut di tebas hingga putus. Lantaran rasa sakit yang teramat sangat menyiksa, pemimpin dari kelompok pembunuh bayaran itu pun berteriak-teriak selagi kakinya meronta-ronta untuk melampiaskan rasa sakit yang ia alami saat ini.


“Huh! sampah sepertimu tidak pantas untuk mengangkat pedang di hadapan permaisuri ku!!!” Ucap kaisar Zhuang dengan penuh penekanan.


Mendengar kata ‘Permaisuri ku’ yang terucap dari mulut kaisar Zhuang, pemimpin dari pembunuh bayaran itupun kini dapat dengan pasti menyimpulkan bahwa wanita yang akan ia serang tadi adalah....


Nona pertama An, istri dari kaisar Han sekaligus permaisuri dari Kerajaan han!!!

__ADS_1


Selain itu, pemimpin itu kini tau bahwa pria yang baru menebas kedua tangannya itu adalah kaisar Zhuang, kaisar yang memimpin kerajaan Han.


Pemimpin dari kelompok pembunuh bayaran itu sampai saat ini masih mengerang dan sesekali berteriak kesakitan.


Melihat bahaya di depan mata, para wanita jalang yang di datangkan dari rumah pelacuran pun segera berteriak dan berlari se kencang kencangnya agar bisa melarikan diri dari bahaya ini.


Namun sayangnya hal seperti itu tidak semudah yang mereka pikirkan.


An xia yang tidak pernah mau melepas mangsanya pun segera memberikan kode kepada beberapa prajurit untuk menangkap para jalang menjijikkan itu.


Tau apa yang permaisuri mereka inginkan, para prajurit itu pun segera melaksanakan tugasnya dan menangkap para jalang dari rumah pelacuran tadi.


Setelah mereka berhasil menangkapnya, salah satu prajurit pun berkata. “Yang mulia permaisuri, apa yang harus kita lakukan__” Prajurit itu belum sempat menyelesaikan ucapannya, namun An xia terlebih dahulu menyahut.


“Lakukan sesuka kalian!! ” Ucapnya, kemudian ia menatap kearah para jalang itu dengan tatapan mengerikan. “Kalian bisa membunuh mereka, atau.... memanfaatkan tubuh mereka sebagai penghangat malam kalian!! ” Ucapnya lalu tertawa dengan begitu jahatnya.


Mendengar itu, para wanita jalang pun segera berteriak. “Tidak!!!.... aku mohon lepaskan kami!!....yang mulia permaisuri, apa alasanmu melakukan ini kepada kami?!! kami tidak bersalah sedikit pun, yang mulia!!! ” Teriaknya dengan histeris.


Para jalang itu tau dengan kelas bahwa nyawa mereka tidak akan di ampuni. Mungkin saja mereka akan mati kelelahan karena di gilir oleh para prajurit prajurit itu!!....


Dengan raut wajah yang memelas dan air mata yang bercucuran. Para wanita jalang itu berharap bahwa hati nurani dari wanita cantik berstatus permaisuri itu dapat luluh dan membiarkan mereka pergi dengan selamat.


Namun, yang jadi pertanyaannya adalah.... apakah An xia memliki hati nurani untuk mengampuni mereka?.... tentu saja tidak!.... sedari awal ia sangat menantikan suara jeritan dari para korban korbannya, mana mungkin ia akan melepaskan mereka begitu saja.


jika ingin terbebas, maka terbebas lah dengan cara mati!!!


Senyum iblis di wajah An xia sampai saat ini masih terpampang apik dan menghiasi wajah cantiknya itu, tatapan matanya yang penuh akan kilatan pembunuh itu membuat sekujur tubuh para wanita jalang bergidik ngeri. “Oh? apakah kalian ingin mengetahui alasannya?.... ” Ia berhenti untuk sesaat, kemudian melanjutkan. “.... maka dengarkan ini baik baik!.... aku sangat suka melihat kalian semua menderita dan mati dengan jeritan jeritan kesakitan hahahaha!! ” Ucapnya dan di akhiri dengan tawa.


Puas tertawa, An xia pun segera memerintahkan beberapa prajurit untuk memeriksa apakah masih ada orang lain atau tidak di dalam bangunan itu. “Periksa bangunan itu, jangan sampai kalian melewatkan apapun!! ” Perintahnya dengan tegas.


Kemudian, dengan gaya yang begitu anggun An xia berjalan mendekat kearah sang suami. “Yang mulia!” panggilnya seraya berjalan mendekati dan memeluk lengan kekar kaisar Zhuang dengan manja.


Mendengar panggilan dari sang istri, kaisar Zhuang pun menoleh dan melemparkan sebuah senyuman lembut. “Ada apa?.... pakah ada yang kau inginkan? ”Tanyanya sambil melingkar kan salah satu tangannya di pinggang ramping An xia.


Sedangkan An xia kini menatap kearah pemimpin dari kelompok pembunuh bayaran tadi. Keadaannya kini sangat mengenaskan, namun masih belum mati.

__ADS_1


Melihat itu, An xia pun tersenyum. “Jangan membunuhnya dulu!.... dia adalah pemimpinnya, aku ingin dia mati setelah melihat semua anak buahnya mati!! ” Ucapnya dengan seringai keji.


__ADS_2