Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Membela!


__ADS_3

Li yue xi menoleh dan menatap kakaknya itu dengan tidak percaya. Kedua mata putri itu terbelalak lebar, sama sekali tidak menyangka kalau sang kakak yang selama ini selalu membela dan memanjakan dirinya..... kini justru lebih memilih berada di pihak wanita lain dan melawan dirinya!


Apakah semua orang buta?.... tidakkah mereka melihat sebuah kelicikan yang terpancar di kedua mata An Xia?


“Ah!... kakak! kau memarahiku?! ” Tanya putri Li yue xi kepada pangeran Li Guang Fu dengan tidak percaya. Kemudian, putri itu melirik An Xia. “.... Dan itu semua hanya karena wanita sialan ini?!! ”Tanyanya lagi.


Mendengar panggilan ‘Wanita sialan’ dari putri Kerajaan Barat itu untuknya, An Xia justru tersenyum dan tertawa dalam hati. “Hahaha! iya!... begitu, seperti itulah caranya!.... teruskan, teruskan hinaan mu kepada ku putri!” Ujarnya dalam hati dengan penuh gembira.


Bahkan ia sama sekali tidak merasa marah!


Namun sebaliknya, pangeran kedua yang mendengar kalau gadis pujaan hatinya yang dihina seperti itupun mengerang marah. Emosi dalam dirinya kini membeludak!


“Putri Li!!!” Panggilnya dengan nada penuh penekanan. pangeran itu tidak membentak, namun nada yang ia gunakan begitu penuh amarah. “Jaga ucapan mu itu!!.... Tunangan ku tidak pernah melakukan kesalahan terhadapmu, tetapi sikapmu begitu buruk terhadapnya!!!” Ucapnya pangeran itu lagi.


Sedangkan, pangeran ketiga yang sedari tadi memang sangatlah ingin menjatuhkan putri itupun kini menambahkan. “Putri, tidak aku sangka kau adalah wanita berwatak buruk!..... setelah membentak tuan muda kelima An chen, kini kau menghina nona pertama An?” Tanyanya dengan tatapan mata merendahkan.


Pangeran mahkota yang sedari tadi diam pun kini juga turut mengutarakan ketidak sukaan nya. “Nona pertama An begitu baik, lemah lembut dan juga rapuh. Namun bisa bisanya kau melukai perasaannya dengan kata kata kasar mu itu!!” Ucapnya dengan begitu marah.


Kemudian, tatapan mata pangeran mahkota itu kini beralih untuk menatap An Xia.


Kedua tangan gadis itu masih memeluk adik kecilnya, An chen dengan sangat erat. Wajah cantiknya kini terlihat pucat dengan air suci yang terbendung sudut matanya.

__ADS_1


Nampak seperti kelinci kecil yang ketakutan, sangat menggemaskan sehingga pangeran mahkota serasa ingin memeluknya dan membawanya pergi.


Menyembunyikannya di dalam kediamannya dan menjadikan gadis itu miliknya seutuhnya. “Wah! melihat wajahmu itu, aku semakin tergila gila untuk memilikimu!!!” Gumam pangeran mahkota itu seraya menjilat bibir bagian bawahnya dengan tatapan penuh nafsu.


Di sisi lain, putri Li yue xi kini merasa tertekan. Hatinya hancur dengan dendam dan kekesalan!..... ini semua karena An Xia!!! jika bukan karena gadis itu, maka dirinya tidak akan berada di situasi seperti ini.


Ah! jangan lupa bocah busuk bernama An chen itu!!.....


Kepalan tangan putri itu semakin erat, matanya yang memerah karena amarah kini menatap An Xia dan An chen dengan begitu tajam. “Aku tau kalian berdua saat ini sedang tertawa di dalam hati!!.... kalian... kalian kakak beradik iblis!!!” Teriaknya dalam hati.


Entah itu karena kesal atau sedih, putri itu kini menitihkan air matanya. “Mengapa?.... mengapa kalian semua membelanya?!!” Tanyanya dengan berteriak. kemudian, ia menatap kearah pangeran Li Guang Fu. “Kakak, bahkan kau juga sama!!..... kenapa kau menyuruh ku meminta maaf kepada rubah itu?!!” Teriaknya lagi.


Li Guang Fu yang melihat itupun semakin dibuat marah. Salah satu tanyanya terangkat dan menunjuk nunjuk putri Li yue xi. “Tidak tau di untung!!..... apakah kau tidak mengingat kebaikan nona pertama An yang dengan suka rela menyelamatkan kita dari para bandit?!!” Ucapnya dengan setengah membentak.


Sedangkan putri Li yue xi itu kini menggertak kan giginya. Dengan kepala yang menggeleng dan tubuh yang melangkah mundur dengan perlahan, putri itu pun berkata. “Tidak!.... aku tidak sudi jika harus meminta maaf!!..... dia wanita licik dan kalian tidak menyadarinya!!!!” Teriak putri itu sebelum berlari dan pergi meninggalkan paviliun An Xia.


An chen yang melihat kepergian putri itu pun mendengus di dalam hati. “Apakah pertunjukkan sudah berakhir?..... kenapa begitu cepat?” Gumamnya lalu. berkata.....


“Membosankan!” Gerutunya lirih yang hanya bisa di dengar olehnya dan An Xia.


Namun, tiba tiba bocah itu memekik pelan disaat merasakan cubitan kecil yang dilakukan kakaknya secara diam diam. “Cek! aku mengerti!! ” Ucapnya dengan ketus di dalam hati lalu menenggelamkan wajahnya di dalam pelukan An Xia. “Hem, kakak kedua sangat harum! ” Ucapnya dengan kekehan konyol.

__ADS_1


Di saat An chen tengah sibuk dengan kegiatan tidak jelasnya, pangeran kelima Li Guang Fu dari Kerajaan barat itu berkata kepada An Xia. “Nona pertama An, aku meminta maaf kepadamu atas nama adikku!..... dia terlalu sering dimanja sehingga sikapnya begitu kekanak kanakan.” Ucapnya dengan penuh penyesalan.


Sedangkan An Xia hanya menganggukkan kepalanya dengan lemah. “Itu.... tidak maslah!” Ucapnya lirih.


“Kalau begitu aku pergi sekarang!..... rasanya tidak enak jika aku terus berada di sini setelah apa yang adikku perbuat kepadamu.” Ucap pangeran kelima Li Guang Fu dari Kerajaan barat itu.


Dan pangeran ketiga pun menganggukkan kepalanya. “Kalau begitu, kami juga akan pergi!.... benarkan kakak pertama, kakak kedua? ” Ucapnya kepada pangeran Mahkota dan pangeran kedua.


Mendengar perkataan pangeran ketiga Zhang Li Kun itu. Baik pangeran mahkota Zhang junqing maupun pangeran kedua Zhang Liang kini memaki dalam hati.


“Jika kau ingin pergi makan pergilah sendiri bersama pangeran Li Guang Fu itu! dan jangan menyeret ku!!” Ucap pangeran kedua dalam hati.


Bahkan kedua pangeran itu tak segan segan untuk memberikan sebuah tatapan tajam kearah pangeran ketiga Zhang Li Kun.


Dan saat mereka akan menolak, tiba tiba An Xia berkata. “Baiklah, aku mengerti!.... kebetulan diriku ini masih memerlukan waktu untuk menyendiri.” Ucapnya agar para pangeran itu segera pergi dari tempatnya.


Pangeran kedua yang mendengar perkataan An Xia pun hanya bisa menghela nafasnya berat. Lagi dan lagi kebersamaannya dengan sang tunangan harus terganggu oleh sebuah masalah!!!


“Xia’er, jika kau mau aku akan menemanimu!” Ucap pangeran kedua.


Pangeran mahkota yang melihat itupun tidak ingin tinggal diam. “Jika diperlukan, diriku ini juga siap menemanimu. nona pertama An! ” Ucapnya yang tentunya bermaksud untuk mendapat perhatian dari gadis itu.

__ADS_1


Melihat betapa keras kelapanya kedua pangeran itu, An Xia pun menggelengkan kepalanya. “Itu tidak perlu!.... aku tidak ingin merepotkan kedua yang mulia.” Kemudian, An Xia melirik kearah An chen dengan sebuah tatapan penuh arti.


An chen yang menyadari tatapan itupun segera berkata “Kakak, wajahmu terlihat pucat dan lelah!..... sebaiknya kakak kedua beristirahat sekarang!!” Teriaknya khawatir kemudian menarik tangan An Xia untuk masuk kedalam kamarnya dan meninggalkan para pangeran begitu saja.


__ADS_2