
An xia kini melangkahkan kakinya dengan cepat, sangat jelas bahwa ia kini sedang terburu-buru. “Sudah aku duga ia akan membuat kekacauan saat kembali! ” Gumamnya, sembari menggertak kan giginya.
Di sisi lain, para pelayan yang mendampinginya kini terlihat begitu panik dan ketakutan. “Yang mulia, tolong hati-hati! ” Ucap seorang pelayan, yang merasa takut bila sosok berharga yang ia layani itu terjatuh karena berlari.
Namun sayangnya, Kata-kata itu sama sekali tidak dihiraukan oleh An xia. Wanita itu kini masih melangkahkan kakinya dengan cepat, takut-takut ia terlambat menghentikan tindakan suaminya yang tengah larut dalam amarah.
...»»————>❀<————««...
Sebuah kendi yang berisikan minyak tanah kini di tuangkan tepat di atas jasad seseorang yang sudah terbujur kaku. Bau minyak tanah kini sudah menyebar, sebuah obor api pun juga sudah di nyalakan.
Dengan tatapan tajam penuh amarah, kaisar Zhuang kini tengah bersiap untuk membakar jasad pangeran kedua dengan kedua tangannya sendiri. “Mahluk seperti mu berani-beraninya menyentuh istri ku!!” Ia mengarahkan obor yang ada di tangannya.
Namun tepat sebelum api itu membakar jasad pangeran kedua, tiba-tiba dari arah belakang sepasang tangan muncul dan memeluk tubuh kaisar Zhuang dengan erat hingga menghentikan pria itu dari melanjutkan tindakannya.
“Tunggu!! kau tidak boleh membakarnya!!! ” Ucap dari sosok yang memeluknya.
Mendengar hal itu, amarah dalam diri kaisar Zhuang pun semakin bertambah. “Apa kau bilang?... ” ia menoleh ke belakang, menatap tajam pada sosok wanita yang memeluknya dengan sangat erat saat ini. “....Katakan kepadaku, mengapa kau melindunginya? ” Tanyanya dengan dingin.
__ADS_1
Bukannya menjawab, An xia justru mengelak dengan berkata. “Siapa yang membelanya?!.... aku tidak sedang membela pria itu saat ini!!! ” Ucapnya, dengan sedikit berteriak.
Mendengar hal itu, kaisar Zhuang pun melepaskan tangan An xia yang memeluk dirinya, kemudian membalikkan badannya dan menarik pinggang wanita itu hingga tubuh mereka berdempetan. “Lalu kenapa kau menghentikan ku?.... jangan bilang kau saat ini menyimpan rasa padanya!! ” Ucapnya dengan penuh penekanan.
Bahkan jarak antara mereka kini begitu dekat, hingga An xia dapat dengan jelas merasakan hembusan nafas kaisar Zhuang yang begitu memburuh.
“Itu tidak mungkin!!! ” An xia membantah dengan tegas, kedua tangannya kini berada di kedua sisi wajah kaisar Zhuang. “Jelas itu tidak benar!!!.... Jika aku menyimpan rasa padanya, maka saat ini dia pasti masih hidup dan bernafas!!! ” Ucapnya lagi.
Berharap, pria itu dapat mengerti kata-katanya dan meredamkan amarahnya yang sudah meluap-luap.
“Kalau begitu jelaskan kepadaku, mengapa kau menghentikan ku dari membakar sampah ini!! ” Ucap kaisar Zhuang dengan masih mempertahankan ekspresi marah di wajahnya.
Kemudian, setelah terdiam untuk sesaat dan memperhatikan raut wajah kaisar Zhuang yang mulai membaik, An xia pun menghela nafas dan kembali berkata. “Pangeran kedua telah membuat kesalahan, tentu saja pihak sana harus memberikan sesuatu sebagai ganti rugi!..... jika kau membakar jasad nya, maka pihak mereka secara otomatis akan marah, dan kau harus pergi berperang lagi!! ” Jelasnya panjang lebar.
Namun kerutan mendalam pada kening kaisar itu masih nampak dengan jelas, menandakan bahwa apa yang An xia sampaikan tidak begitu membantu dalam menenangkan amarahnya. “Kau pikir aku takut dengan mereka? jika aku menginginkannya, sekarang juga aku akan pergi dan menghancurkan kerajaan itu!! ” Ucapnya, sembari mengeratkan pelukan pada pinggang istrinya.
An xia yang mendengar hal itupun kini merasa kesulitan. Kemudian, ia menatap mata suaminya itu dalam-dalam dan berkata. “Lalu kau akan menghunuskan pedangmu ke leher ayahku? ayah mertuamu sendiri?! ” Tanyanya, yang membuat kaisar Zhuang terdiam.
__ADS_1
Melihat suaminya yang sudah mulai tenang, An xia pun melanjutkan kata-katanya lagi. “Lebih baik mendapatkan kompensasi yang menguntungkan ketimbang pergi berperang dan meninggalkan ku sendiri lagi! ” Ucapnya, kemudian mengambil salah satu tangan kaisar Zhuang dan meletakkannya tepat pada perutnya yang masih datar. “Apakah kau tidak ingin berada di sisiku dan menemani ku disaat-saat seperti ini?.... Tidakkah kau akan merindukanku saat kau pergi berperang nanti?! ” Tanyanya.
Mendengar apa yang istrinya katakan, kaisar Zhuang pun menghela nafasnya. Kemudian ia melirik jasad pangeran kedua yang kini telah basah oleh minyak tanah. “Jika kau berkata seperti itu, aku bisa apa? ” ia terdiam, kembali menatap wajah cantik istrinya dan mendaratkan sebuah kecupan kecil di kening. “Kapan aku bisa menang dirimu?!.... asal kau tidak mengkhianati ku dan pergi dengan pria lain, aku akan menuruti semua perkataan mu!! ” Ucapnya, dengan suara yang lebih lembut ketimbang yang tadi.
An xia yang mendengar itupun akhirnya dapat bernafas lega, rupa-rupanya ia harus bekerja lebih keras untuk menenangkan singa yang terbakar cemburu.
“Jika kau mengerti, maka longgarkan lah pelukanmu!.... kau tidak sedang berusaha untuk membunuh istrimu sendiri kan? ” Ucapnya, sembari mendorong tubuh kaisar Zhuang dengan lembut.
Menyadari ketidak nyamanan yang di alami istrinya, kaisar Zhuang pun secara otomatis melonggarkan pelukannya. Raut wajahnya yang semula terlihat begitu marah kini ‘sedikit’ terlihat panik. “Ah! aku tidak sadar!! ” Ia meletakkan salah satu tangannya di kepala An xia, kemudian membelai rambut wanita itu hingga menjadi sedikit berantakan. “Aku melakukannya saat sedang marah, dan itu semua hanya karena ‘dia’!! ” Ucapnya lagi.
Bahkan ia tidak meminta maaf dan justru malah menyalakan orang yang sudah mati!
Walaupun sedikit kesal dengan ucapan suaminya, An xia kini lebih memilih untuk tidak menghiraukan nya dan membesar-besarkan masalah. “Sudahlah, ini masih pagi dan kau sudah membuat keributan!.... masalah yang pangeran itu buat saja sudah membuatku lelah, dan kau__” Ia menggantung kata-katanya, tidak berniat untuk melanjutkannya dan segera melangkah pergi tanpa berkata apa-apa lagi.
Melihat tingkah istrinya itu, kaisar Zhuang pun segera meraih lengan baju An xia. Kemudian, dengan kening yang berkerut ia pun berkata. “Kenapa kau yang marah?! ” ia bertanya dengan kesal. “Seharusnya aku yang marah di sini!.... baru beberapa waktu aku meninggalkanmu, lalu dengan cepat pria lain segera datang dan berusaha membawamu pergi?!!.... sepertinya aku benar-benar tidak bisa pergi terlalu jauh darimu!!” Ucapnya, yang mulai kembali kesal hanya dengan memikirkannya.
Mendengar hal itu, An xia pun berkata dengan ketus. “Aku bisa__ Ah, sudahlah! terserah kau mau berkata apa!! ”
__ADS_1
Ia kini benar-benar kesal!.... hinga ia merasa begitu malas untuk membuka mulutnya hanya untuk berdebat.