
Keahlian dan bakat An xia yang luar biasa dalam memainkan musik pun sudah tersebar.para dayang dan orang orang yang melihat dan mendengar permainan musik An xia menceritakan hal itu saat bergosip.jadi karena itulah kabar ini sudah tersebar luas di penjuru kota.
Sedangkan di sisi lain An xia yang kini namanya menjadi perbincangan hangat tengah bersantai di dalam kediamannya sambil menyesap teh.
Tiba tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar." Nona pertama An, sudah waktunya untuk makan malam."Ucap seorang pelayan dari balik pintu.
"Hem.....baiklah aku akan pergi ke ruang makan." Setelah mengucapkan itu An xia meletakkan cangkir teh nya dan beranjak dari duduknya menuju pintu.
Saat pintu terbuka para pelayan bisa melihat sosok gadis mudah yang terlihat cantik dan manis.tapi sayangnya gadis itu sangat jarang tersenyum, matanya yang lebar dan indah itu terlihat seperti menyimpan beban.
"Ayo kita berangkat....tunggu apa lagi?." Ucap An xia dengan suara lembut tapi masih terasa sebuah ketegasan dalam suaranya.
Ucapan An xia pun sukses menyadarkan pelayan pelayan itu dari lamunannya.
"Ah...eh..em..ma..mari nona pertama An." Ucap salah satu pelayan dengan ter gagap gagap karena merasa gugup.
An xia berjalan keluar paviliun nya dengan langkah kali yang terkesan anggun, setiap gerakan yang di tunjuknya terlihat lembut. caranya berjalan dengan sedikit mengangkat dagu terlihat berwibawa,menunjukan kalau ia adalah seorang nona muda dari keluarga bangsawan.
Yah.....tidak perlu heran dengan bagaimana An xia bisa memiliki sifat anggun seperti itu. Dulu saat di kehidupan pertamanya dan masih sebagai Raita, ia sering bergaul dengan orang orang kalangan atas dan bangsawan.
Kini An xia sudah sampai di depan pintu ruang makan yang masih dijaga oleh dua pengawal pada pagi hari yang lalu.dan sama halnya dengan yang pagi tadi, saat ini pengawal itu masih merasa bergetar saat berpapasan dengan An xia.
Saat An xia memasuki ruangan dia memberi salam pada anggota keluarga.
"An xia memberi salam pada ayahanda, ibunda, kedua ibu selir, dan kakak pertama." salamnya dengan sopan santun seraya sedikit membungkuk.
Jendral besar An Changyi merasa senang terhadap perubahan pesat dari putrinya itu.
__ADS_1
"Hem....duduk lah Xia'er dan makan lah." perintah sang Jendral dengan senyum lembut.
"Baiklah ayahanda...." ucapnya seraya berjalan menuju meja di sebelah kakak laki lakinya An Zhuting.
An Zhuting merasa kagum dengan perubahan sifat adiknya, iya tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya. " Adik....kau benar benar sudah berubah. aku penasaran bagai mana kau bisa berubah hanya karna terbentur dan tidak sadarkan diri?." Ia bertanya dengan sedikit berteriak.
An xia hanya tersenyum tipis dan berkata. "kakak. Aku seorang wanita.....sudah seharusnya adikmu ini menghilangkan sifat buruknya." Jawab An xia dengan nada yang lembut.
An zhuting tertegun.....sungguh saat ini ia benar benar tidak percaya. Adik perempuannya yang satu ini benar benar telah berubah banyak.lalu iya berkata
"Ah...iya Ucapanmu ada benarnya".setelah itu iya melanjutkan acara makannya.
Saat di tengah tengah acara makan sekali sekali anggota keluarga saling berbincang bincang dan sesekali bercanda lalu tertawa bersama. sedangkan An Xia....Ia hanya menyimak tanpa berkata maupun tertawa. Sifatnya itu adalah bawaan dari kehidupan yang dulu.sejak dulu ia memang sangat sulit untuk tertawa....kecuali saat menyiksa orang sampai sekarat dan mati...ia akan tertawa girang.
Sesekali ada yang berbicara dan bercanda dengannya tapi hanya dibalas dengan kalimat yang singkat oleh An xia dengan muka yang datar.Keluarga itu merasa bingung.....disisi lain An xia menjadi lebih anggun,dan tidak bersikap sembrono.......tapi disisi lain gadis itu juga berubah menjadi dingin dan jarang tertawa.
Saat An xia keluar dari ruang makan ia tidak melihat kedua penjaga yang tadi berdiri di sisi kanan dan kiri pintu.kini di tempat itu berganti penjaga lain.
An Xia tidak terlalu memikirkan itu...
Menurutnya hal itu tidak pending untuk difikirkan.Ia pun melanjutkan perjalanannya menuju paviliun.
Setelah An Xia sampai ke dalam paviliun.Ia menyuruh seorang pelayang menyediakan pakaian laki laki untuknya dan menyuruh pelayan itu merahasiakan dari semua orang.
Sebenarnya An Xia merasa bosan.Ia sudah berkeliling keseluruhan kediaman jenderal ini.tapi ia belum sama sekali keluar dari kediaman dan melihat lihat bagaimana itu kota di zaman kuno,dia juga ingin tau apakah ada pasar gelap juga di sini.
Selang beberapa lama pelayan yang iya suruh tadi mengetuk pintu dari luar."Nona pertama.
__ADS_1
pelayan ini sudah membawa barang yang anda minta."Ucap pelayan itu dengan nada berbisik agar tidak ada yang mendengar.
An Xia membuka pintu dan menyuruh pelayan itu masuk.“Yah....cepat masuk dan bantu aku memakainya.”perintahnya pada pelayan itu sambil menggeret pelayan itu masuk dengan cepat.
"No...nona kenapa anda meminta pakaian laki laki?" Tanya pelayan itu dengan berbisik.
An Xia menoleh ke arah pelayan wanita itu.pelayan wanita itu terlihat masih sangat mudah." Oh...iya aku belum menanyakan namamu.Siapa namamu,dan berapa umurmu.?"tanya An Xia tanpa menghiraukan pertanyaan pelayan tadi.
"menjawab nona Pe...pelayan ini bernama Ling long,dan pelayan ini berusia 14 thn." jawap pelayan itu sambil membungkuk.
An Xia hanya mengangguk."Hem...baiklah Ling long.cepat bantu aku memakai pakaian ini...dan jangan banyak tanya."ucap An Xia tegas.
Pelayan itu pun membantu An Xia memakai pakaian laki laki yang berwarna hitam dengan sulaman bulan sabit dari benang perak, kentara kalau bahan kain yang digunakan itu dari bahan berkualitas tinggi.
Setelah An Xia memakai pakaian itu ia mengikat kencang kencang rambut hitam panjangnya keatas dan memakai perhiasan seperti gelang utuk rambutnya yang berhiaskan ukiran bulan sabit yang sesuai dengan baju yang ia kenakan
An xia menajamkan alisnya agar terlihat seperti pria yang jantan dan tegas menggunakan sesuatu yang agak cair berwarna hitam yang digunakan orang jaman dulu untuk merias wajah dengan sebuah kuas kecil.
Kini An Xia terlihat seperti tuan muda tampan dari keluarga bangsawan......ia begitu tampan.bahkan pelayan yang diketahui namanya adalah Ling long tertegun dan kagum dengan ketampanan nona mudanya yang berdandan sebagai laki laki.
An xia melihat pancaran mata kagum yang di berikan pelayan itu untuknya.An xia mendekati pelayan itu berfikir untuk menjahilinya.An Xia menarik tangan pelayan itu dan merangkul pinggang pelayan itu dan berkata."Hei...Ling long,apakah aku setampan itu?" godanya dengan mengedipkan satu matanya dan melepaskan pelayan itu yang terkejut dengan sikapnya barusan.
"No...nona anda tidak boleh sembarangan mengedipkan mata seperti itu pada seorang gadis saat anda menyamar menjadi laki laki." Tegur pelayan itu yang merasakan jantungnya berdetak kencang.
"Ha...ha...ha....baiklah sekarang aku yakin kalau aku sangat tampan." ucap An Xia sambil tertawa geli.
An Xia lalu langsung keluar melalui jendela setelah menyuruh pelayan itu berbaring di ranjangnya sambil menutup seluruh tubuhnya dengan selimut menggantikan dirinya.
__ADS_1
An Xia menyelinap keluar melewati puluhan pengawal tanpa ada yang mengetahuinya......tentu saja itu adalah hal yang muda bagi seorang mafia.setelah itu ia langsung melompat dan melesat dengan lincah dari satu atap ke atap yang lain dengan keahlian bela dirinya.