Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Ketidak perdulian.


__ADS_3

Rui menyunggingkan senyum bangga saat mendengar perbincangan antara An Xia dan Annchi.


Dalam hati, ia merasa bangga kepada dirinya karena tidak membuat nona nya itu kecewa.


Sedangkan Fai yang melihat senyum bangga di wajah Rui pun mengernyitkan dahinya. “Apa yang dibanggakan dari hal sekeji itu? ” Gumamnya dalam hati.


Tetapi, kini Fai lebih memilih untuk membiasakan dirinya. Kaisar Zhuang telah melatih fisik dan mentalnya sebelum ia menjadi pengawal kepercayaan, jadi Fai yakin pada diri sendiri kalau dirinya pasti bisa menghadapi kegilaan ini.


Kemudian, Fai kembali mendengarkan pembicaraan kedua gadis di dalam kereta kuda itu.


“Nona, apa saja yang anda lakukan di Kerajaan Han?” Annchi bertanya dengan penuh binar di mata.


Sungguh Annchi benar benar merasa penasaran dengan cerita An Xia saat ia berada di Kekaisaran Han.


Apakah nona nya itu bersenang senang di sana?


Lalu, tempat apa saja yang nona nya itu kunjungi?


Dan seperti apakah Kerajaan Han itu?


An Xia dapat melihat binar di kedua mata Annchi yang seolah olah menuntut dirinya untuk menceritakan pengalamannya di kerajaan Han.


Melihat An Xia yang masih saja diam, Annchi pun merasa semakin penasaran. “Nona, apa saja yang nona lakukan di sana?.... apakah nona bersenang senang?..... atau apakah nona menghadapi masalah di sana? ” Tanyanya yang begitu tidak sabar.


An Xia nampak berfikir sejenak. Dalam otak gadis ini, ia sedang memilah milah mana yang akan ia ceritakan dan mana yang akan ia rahasiakan.


Kemudian, An Xia pun mulai berbicara. “Disana cukup menyenangkan, aku melakukan banyak hal di sana...... mulai dari mengunjungi tempat tempat menarik, berjudi, dan bermain bersama dengan beberapa ‘orang’! ” Jawabnya dengan meringkas semua cerita menjadi kalimat singkat.


Annchi nampak cemberut, ia merasa kurang puas dengan jawaban nona nya itu. Tapi, jika nona nya menceritakan itu dengan bahasa singkat..... berarti, ada hal yang di sembunyikan.


Annchi tau itu!!!


Dengan mata yang disipitkan, Annchi menatap An Xia dengan penuh curiga. “Nona, jangan bilang kalau anda telah membuat masalah di sana?!! ” Ucapnya dengan perasaan was-was.


An Xia berdeham beberapa kali, kemudian berkata. “Tentu saja tidak!” Jawabnya singkat.


Di luar sana, Fai mencibir kebohongan An Xia dalam hati. Tidak membuat maslah?...... heh, tolong ingatkan kepada gadis itu kalau dirinya pernah bertarung dan membantai satu kediaman dan merampok seluruh harta dari pemilik kediaman itu.


Dan bodohnya Annchi yang tidak bisa membaca kebohongan dalam ucapan An Xia.


Pertanyaan Annchi pun berlanjut, pelayan itu kembali membuka suara. “Ah iya!.... apakah nona bertemu dengan orang kerajaan?.... aku harap nona tidak bertemu salah satu dari mereka, terutama kaisar Han!” Annchi terdiam untuk beberapa saat sambil mengusap tengku kan lehernya yang merinding. “Orang yang seharusnya di hindari adalah kaisar Han!..... dia adalah seorang pemimpin yang begitu kejam terhadap musuhnya! ” Ucapnya lagi.


Mendengar itu, An Xia hanya bisa tersenyum kaku. “Begitu... ya? ”


Annchi menganggukkan kepalanya. “Selain itu, rumor mengatakan kalau dia sama sekali tidak tertarik dengan wanita!.... buktinya sampai sekarang ia belum memiliki seorangpun wanita di sisinya. ” Ucap Annchi yang seperti wanita Penggosip.


Lagi lagi, di sana Fai kembali mencibir. Tidak memiliki wanita?.... lalu apa kabar dengan orang yang di ajak bicara?!!

__ADS_1


Sedangkan An Xia di sana hanya bisa tertawa garing disaat mendengar menyatakan dari Annchi.


Kemudian, An Xia teringat dengan kejadian di desa hujan dan di kolam pemandian. Dirinya dan kaisar itu___ Ah!!!! Yaampun, memikirkan itu saja sudah membuat wajah An Xia memerah.


Bahkan An Xia masih ingat dengan jelas bagaimana keliaran kaisar itu sehingga membuatnya hampir pingsan.


Semakin lama wajahnya semakin memerah, bahkan An Xia tidak menyadari hal itu. Sampai pada saat Annchi berkata.


“Nona, wajahmu memerah!.... apakah anda demam? ” Annchi bertanya kepada An Xia, kemudian ia mengulurkan tangannya untuk menyentuh kening An Xia.


Menyadari hal itu, An Xia pun segera menepis tangan Annchi. Lalu ia berkata. “A... Aku baik baik saja, hanya sedikit lelah karena perjalanan ini! ” Ucapnya gugup.


Bisa bisanya ia memikirkan hal kotor di saat seperti ini!!


...»»————>❀<————««...


Satu minggu pun berlalu. Namun mereka masih dalam perjalanan pulang. Mungkin karena menggunakan kereta kuda, waktu yang dibutuhkan menjadi cukup lama.


Langit sore yang berwarna merah kini nampak indah, dan seiring berjalannya waktu, hari pun mulai gelap.


Dan sekarang, kereta kuda mereka telah memasuki wilayah hutan. Walaupun hari mulai gelap dan suasana hutan yang namapak mencekam.


Namun, itu semua sama sekali tidak membuat mereka takut. Bahkan di dalam kereta saat ini, An Xia sedang memejamkan matanya selagi Annchi memijat kakinya.


An Xia sadar kalau belakangan ini ia merasakan ada yang aneh dengan tubuhnya.


Saat mereka telah memasuk kedalam tengah hutan. tiba tiba di hadapan mereka ada sebuah pertarungan!!......antara beberapa orang berseragam seperti perajurit yang melawan segerombolan orang berpakaian seperti seorang bandit.


Rui yang melihat itu segera memberitahukannya kepada An Xia. “Nona, di depan sana ada pertarungan. Haruskan kita membantu mereka? ” Tanyanya kepada An Xia.


An Xia yang berada di dalam kereta pun membuka matanya saat mendengar pertanyaan Rui, kemudian ia berkata. “Kita tidak sebaik itu untuk membantu mereka, teruslah jalan!..... jikapun mereka mati, itu bukan urusanku. ” Ucapnya dengan santai lalu kembali menutup matanya.


Rui pun mematuhinya, apapun yang An Xia katakan adalah hal yang benar menurutnya.


Namun, Fai melihat ada sebuah bendera berlambangkan kerajaan Barat. Di tambah lagi di tengah tengah pertarungan itu terdapat seorang wakil jendral.


Fai pun membelalakkan matanya, kemudian ia segera berkata. “Nona An, sepertinya itu dari kerajaan Barat!” Ucapnya dengan wajah khawatir.


Tanpa membuka matanya, An Xia berkata. “Bukan urusanku! ” Jawabnya singkat.


Fai mengedipkan matanya beberapa kali, jika itu orang lain dia pasti akan menolong mereka untuk mendapatkan imbalan ataupun perhatian.


Namun, gadis ini?


“Tapi nona An, mereka nampaknya dari kalangan bangsawan!... bagaimana jika mereka mati? ” Fai bertanya kepada An Xia.


An Xia tidak menjawabnya, sudah cukup satu kali ia berkata tidak maka jawabannya tetaplah tidak!!

__ADS_1


Sedangkan Annchi yang sedari tadi memijit kaki An Xia, kini berkata. “Nona sudah mengatakan tidak!.... jika mereka mati maka tinggal pura pura tidak tau saja, bereskan? ” Ucap Annchi dengan ketuanya.


Mendengar itu, Fai pun diam seribu bahasa. “Pura pura tidak tau.... ya? ” Gumamnya yang merasa lucu dengan ucapan Annchi barusan.


Dan pada akhirnya, kereta kuda itu berjalan dengan santainya menuju pertarungan itu.


Sedangkan di sisi lain, seorang wakil jendral dan seorang pangeran dari kerajaan Barat kini sedang bertarung dengan sengit melawan komplotan para bandit.


Mereka, bersama dengan para Perajurit yang lain berusaha melindungi diri.


Dari jauh, mereka bisa melihat ada sebuah kereta kuda yang berjalan mendekat ke arah mereka.


Kereta kuda itu nampaknya milik seorang yang kaya, terlihat dari ukuran dan tampilannya yang mewah.


Namun, kenapa sama sekali tidak ada seorangpun penjaga?


Sudahlah, mereka tidak memiliki banyak waktu untuk memikirkan itu. Karena saat ini keadaan mereka sedang genting.


Kereta kuda An Xia berjalan dengan santai melewati mereka, seolah olah disini tidak ada pertarungan atau apapun itu.


Apakah mereka seperti angin yang tak terlihat?..... begitulah pikir mereka.


Namun, pemimpin dari para bandit itu melihat adanya kemewahan yang melekat di kereta An Xia. Layaknya seekor kucing yang melihat ikan, pemimpin para bandit beserta sebagian dari anak buahnya pun mengepung kereta An Xia.


Dan hal itu memberikan keuntungan bagi orang orang dari kerajaan Barat itu.


Kereta An Xia seketika berhenti di tempat saat para bandit itu mengepungnya.


“Serahkan harta yang kalian miliki, atau nyawa kalianlah yang akan kami ambil!! ” Ucap pemimpin bandit itu dengan wajah garangnya.


Fai dan Rui yang melihat hal itu hanya bersikap santai tanpa ada kepanikan sedikitpun di wajah mereka.


Apalagi orang yang ada di dalam kereta!.....Saat ini An Xia bahkan masih menutup matanya sambil menikmati pijatan di kaki dari Annchi.


Merasa di anggap seperti angin yang tak di perdulikan, Pemimpin dari para bandit itupun menggeram marah.


Ia segera memberi isyarat kepada anak buahnya untuk menyerang. Namun, baru satu langkah mereka menginjakkan kakinya mendekat ke arah kereta kuda An Xia.


Tiba tiba, dari atas pohon turunlah puluhan pengawal bayangan dan mengarahkan pedang mereka ke arah leher bandit bandit itu.


Alhasil, pergerakan para bandit yang berurusan dengan An Xia pun terkunci. Karena, dengan tau gerakan kecil, kepala mereka sudah pasti akan terkena tebasan pedang tajam itu.


Fai kemudian berkata kepada An Xia. “Nona An, apa yang harus kita lakukan kepada mereka? ” Ia bertanya.


“Bunuh saja! ” Jawab An Xia dari dalam kereta.


Dan hanya dengan sebuah jawaban singkat yang keluar dari mulut gadis itu, kepala para bandit pun seketika terpisah dari tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2