Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Pertengkaran


__ADS_3

Kedua mata pangeran itu terbelalak lebar, mulutnya pun menganga seakan akan ia tak percaya dengan berita mengejutkan yang baru saja ia dengar itu. “Apa__Apalagi ini?! kenapa tidak ada seorang pun yang memberitahu ku mengenai masalah sebesar ini?!!!” Ia bertanya dengan kesal.


Para pelayan itupun hanya bisa menundukkan kepalanya, sama sekali tidak memiliki keberanian untuk menatap sepasang mata yang melirik tajam kearah mereka.


“Bukankah menyebarkan sebuah berita yang tidak pasti adalah sebuah kejahatan yang dapat dihukum dengan berat?!..... lalu dimana salah kami jika tidak memiliki keberanian untuk mengatakan itu pada anda?.... lagipula kami berfikir cepat atau lambat anda akan mengetahuinya sendiri, terutama karena ini adalah berita yang sangat besar! ” Gumam pelayan itu dalam hati.


Andai mulutnya bisa mengatakan hal yang ia pikirkan itu secara langsung, mungkin hatinya kini akan merasa lega karena dapat membela diri.


Namun, itu terlalu menakutkan untuk dilakukan!


Di sisi lain, pangeran ketiga kini hanya terdiam sembari mengerutkan dahinya, pikirannya pun terasa pening. “Entah apa yang kakakku itu pikirkan, tidak kah ia tau bahwa keluarga yang ia usik kini memiliki hubungan dengan Kerajaan han?!!” Gumamnya dalam hati.


Kemudian, pangeran itu melangkahkan kakinya pergi tanpa mengatakan apapun.


...»»————>❀<————««...


“Kakak, apakah kau sudah gila?!!! ”


Suara teriakan itu menggema sebelum sosok pangeran ketiga itu masuk dari pintu dengan raut wajah yang tidak bersahabat.


“Kenapa kau ada di sini?!”

__ADS_1


Pangeran kedua, atau putra mahkota yang baru itu melirik dan bertanya dengan dingin. Membuat pangeran ketiga yang mendengarnya itupun semakin menatap dengan tajam.


“Kau bertanya ‘kenapa aku ada di sini’?!!..... Seharusnya aku yang saat ini bertanya kepadamu!!!.... Kenapa kau melakukan hal bodoh tanpa memberitahukan kepadaku terlebih dahulu?!!! apakah kau tidak menggunakan otakmu sebelum mengambil keputusan seperti itu hah?!!! ” Iya bertanya sembari berteriak dan membentak dengan kata-kata kasar.


Dan hal itupun membuat emosi dalam diri pangeran kedua semakin meningkat. “Beraninya kau berkata tidak sopan seperti itu kepadaku!!” Ia menjawab dengan nada penuh ancaman, kemudian kembali berkata. “Apakah kau tidak takut? aku bisa menghukum mu kapan saja karena ucapan mu barusan!!” Ancam nya lagi.


Mendengar hal itu, pangeran ketiga pun memutar bola matanya dengan jengah dan tersenyum sinis sembari berkata. “Konyol, ketahuilah bahwa orang gila seperti mu tidak punya hak untuk mengancam ku seperti itu!! ” Ucapnya dengan tegas, bahkan ia tidak merasa takut dengan kata-kata penuh ancaman yang pangeran kedua lontarkan terhadapnya.


“Tidak punya hak katamu?!” Ia menaikkan alisnya, wajahnya kini mulai menampakan ekspresi marah yang tertahan. “Asal kau tau, yang paling berkuasa di sini adalah aku___”


Bughk!!.....


Sebelum pangeran kedua menyelesaikan kata-katanya, sebuah tangan yang terkepal erat itupun melayangkan tinjuan keras pada pipinya. Membuat sosok pangeran itu terhuyung kesamping dan terjatuh ke lantai dengan darah segar pada sudut bibirnya.


Bughk!!!.....


Pukulan keras itu kembali menghantam wajahnya, membentuk sebuah luka baru pada salah satu pelipis matanya. “Lancang!! kau adalah orang paling lancang yang pernah aku temui!!! ” Pangeran ketiga itu mengerang rendah, tangan yang ia gunakan untuk memukul tadi masih terkepal erat.


Seakan akan ia masih tidak puas, dan berniat untuk menghajar sosok di hadapannya itu hingga otaknya kembali bekerja!!


Sedangkan pangeran kedua yang terjatuh di lantai itupun kini bangkit berdiri sembari menyentuh luka di wajahnya dengan salah satu tangan.

__ADS_1


Bughk!!!.....


Kini pangeran kedua lah yang membalas serangan dengan cara menendang perut pangeran ketiga hingga ia terhuyung kebelakang dan menabrak meja.


Membuat benda rapuh yang ada di atasnya itu jatuh dan menimbulkan suara-suara gaduh.


“Beraninya kau memukul ku, aku akan memenjarakan mu karena telah menyerah seorang penguasa__”


“Kau tidak berhak menyatakan diri sebagai penguasa selama ayah masih hidup dan bernafas, kakak!!! ” Bentak pangeran ketiga sebelum pangeran kedua menyelesaikan kata-katanya.


“Cih, aku tidak perduli!!! ” Pangeran kedua menjawab dengan tegas. “Lagipula ia sebentar lagi akan mati, dan akulah yang akan menjadi penguasa setelahnya!! ” Ucapnya lagi dengan penuh percaya diri.


Pangeran ketiga yang mendengar hal itupun kini semakin dibuat kesal, namun saat ia berusaha untuk kembali menyerang, tiba-tiba para penjaga datang dan menahan tubuhnya hingga membuatnya merasa kesulitan untuk bergerak. “Apa yang kalian lakukan?!! cepat lepaskan aku!!!....baji**an itu, dia tidak akan sadar dengan kesalahannya sebelum dihajar hingga mati!!! ” Teriaknya sembari meronta-ronta.


Namun, tampaknya ia sama sekali tidak di hiraukan. Rupa-rupanya para penjaga itu lebih takut kepada pangeran kedua yang kini menduduki gelar sebagai putra mahkota.


Melihat hal itu,pangeran kedua pun tersenyum sinis untuk mengejek pangeran ketiga,kemudian ia berkata kepada para penjaga itu. “Kurung dia, dan jangan biarkan ia bertindak seenaknya seperti tadi!! ” Perintahnya dengan tegas.


Para penjaga itupun mengangguk patuh, kemudian segera menyeret paksa pangeran ketiga untuk meninggalkan ruangan ini.


Namun sebelum mereka benar-benar menyeret nya pergi, pangeran ketiga menatap dengan tajam dan berkata kepada pangeran kedua. “Kau akan menyesal karena telah mengusik keluarga An!!....putri mereka kini telah menjadi seorang permaisuri, dan suaminya tidak akan tinggal diam saat mengetahui perbuatan konyol mu itu!!! ” Ia berusaha memberontak, walau tubuhnya mulai diseret paksa ia masih tetap melanjutkan kata-katanya. “Kau hanyalah seorang putra mahkota!!!.... setelah ayah pulih dari sakitnya, kau pasti tidak akan selamat!! camkan itu baik-baik!!! ” Teriaknya lagi, sebelum ia benar-benar keluar dan meninggalkan ruangan itu dengan paksa.

__ADS_1


Pangeran kedua hanya melihatnya dengan tatapan dingin, sungguh ia sama sekali tidak perduli dengan omong kosong yang adiknya itu ucapkan barusan. “Aku hanya menginginkan ‘wanita itu’ kembali ke sisiku seperti dulu! ” Ia bergumam, mendudukkan tubuhnya di sebuah kursi dan menyentuh luka dibibir nya. “Selain dari hal itu, aku sama sekali tidak perduli!” Gumamnya lagi.


...»»————>❀<————««...


__ADS_2