
An xia semakin kesal saja saat pangeran ke dua itu memanggil namanya dengan begitu intim, pangeran itu bukan siapa siapanya An xia, berani beraninya pangeran itu memanggil namanya seperti itu.
An xia menatap pangeran itu dengan ekspresi mengejek.“ Heh....pangeran ke dua!!....kau, dan aku...tidak sedekat itu!!..” Ucapnya sambil memutar bola matanya malas.“ Jangan lancang!!!....kau menyebut namaku seperti itu seolah olah kita sudah dekat!!...” Lanjutnya sambil mendengus sebal.
Pangeran ke dua terkekeh pelan, melihat ekspresi An xia yang begitu unik membuatnya tidak bisa menahan diri untuk tidak menggoda An xia.“ Kalau begitu kau bisa memanggil diriku dengan namaku, misalnya.....‘A-Lian’?...” Saran pangeran itu.
“ Cek!!....bermimpi saja!!!...” Ucap An xia ketus, kemudian gadis itu mengarahkan kudanya untuk berjalan di depan.
Sedangkan An zhuting?....dirinya sedari tadi tahu apa yang sedang terjadi di antara adiknya dan pangeran ke dua. An zhuting awalnya merasa terkejut dengan kelakuan pangeran ke dua yang dengan berani menyentuh pipi An xia dengan beralasan ada ‘kotoran’ di wajah An xia.
Dan di tambah lagi saat pangeran ke dua itu memanggil nama An xia dengan begitu intim, dirinya juga merasa terkejut dengan An xia yang terang terangan menunjukan sikap tidak suka terhadap pangeran itu.
Mereka bertiga terus menyusuri hutan untuk mencari hewan berburu. Saat mereka sedang berjalan, tiba tiba terdengar suara semak semak yang bergoyang dengan tidak wajar, dan dari dalam semak semak itu keluar seekor beruang yang memiliki bulu berwarna hitam.
Salah satu mata beruang itu memiliki bekas luka.....menandakan kalau beruang itu sering di incar oleh para pemburu.
An zhuting dan pangeran ke dua langsung meningkatkan kewaspadaannya, sedangkan An xia tidak bergeming sedikitpun, An xia masih berada di atas kudanya dengan wajah datar menatap beruang itu.
Tanpa mengahlikan pandangannya dari beruang itu, An zhuting berbicara kepada An xia. “ Adik, sebaiknya kau menjauhlah!!!... Beruang ini adalah beruang yang ganas, dia bisa melukaimu kapan saja!!!...” Perintahnya kepada An xia.
Pangeran ke dua melirik An xia sekilas. “ Xia'er!!!....biar kami saja yang melawan beruang itu, kau jangan mendekat!!!...” perintahnya kepada An xia.
An xia mendecak kesal saat pangeran ke dua itu masih saja memanggil namanya seperti itu.
“ baiklah aku hanya akan menonton saja!!!..... biarkan saja beruang itu memberi beberapa luka untuk mereka berdua!!!....” Ucapnnya dalam hati tanpa perasaan.
An xia berniat memberi mereka pelajaran melalui beruang itu, dilihat dari ukuran beruang itu.....sudah jelas ke dua pria itu pasti akan mendapat luka saat melawan binatang buas itu.
An xia turun dari kudanya, kemudian gadis itu berjalan dengan santainya menuju salah satu pohon, An xia duduk di pohon yang tidak jauh dari situ, dirinya bahkan duduk dengan santai sambil menikmati pertunjukan di depan mata.
Beruang itu menyerang An zhuting dan pangeran ke dua, namun dengan cepat ke dua pria itu menghindar dari serangan.
An zhuting memegang dan mengarahkan tombaknya ke arah beruang itu, sedangkan pangeran ke dua itu sudah siap siaga dengan pedang di tangannya.
Mereka terus bertarung dengan beruang itu.
An xia mengakui kehebatan dan ke ganasan beruang itu, walaupun itu adalah hewan, tapi beruang itu begitu cerdik dan tidak mudah di kalakan walaupun sudah mendapatkan beberapa luka dari An zhuting dan pangeran ke dua.
__ADS_1
An zhuting dan pangeran ke dua itu juga mendapat beberapa luka cakaran dari beruang ganas itu, sampai pada An zhuting yang melemparkan tombaknya ke arah beruang itu, dan dengan mudah beruang itu menghindar dan bergerak menuju pangeran ke dua.
Cerrrrreess!!!!...
“Pangeran ke dua!!!!.....” teriak An zhuting.
Pangeran ke dua mendapat luka cakaran yang terlihat sangat parah di lengannya, pangeran ke dua itu hanya meringis kesakitan.
An zhuting dengan cepat mengambil pedang miliknya dan berlari menuju beruang itu untuk menyerang sang beruang ganas.
Namun pedang An zhuting di tepis oleh tangan beruang itu, dan pedang An zhuting terlempar jauh.
Beruang itu memukul An zhuting sampai An zhuting terpental, kemudian beruang itu berahli ke pangeran ke dua yang sedang menahan sakit di lengannya akibat serangan beruang itu.
Saat beruang itu akan kembali menyerang pangeran ke dua, tiba tiba....
Cerrreeesss!!!!.....
Brrruuuuk!!!!.....
Kepala beruang itu terpenggal dan menggelinding di tanah bersamaan dengan tubuh besar berang itu yang ambruk, darah beruang itu berceceran di mana mana.
Tapi siapa lagi kalau bukan An xia yang memenggal kepala beruang itu tanpa mengedipkan matanya sedikitpun, bahkan gadis itu melihat darah beruang itu dengan tatapan puas.
An zhuting melihat jelas bagaimana adik perempuanya itu mengambil pedang miliknya yang terlempar, kemudian gadis itu dengan santainya berjalan menuju beruang itu dan memenggal kepala binatang buas itu dengan sekali tebebasan.
“Semudah itukah baginya mengalahkan beruang itu?......” Tanya An zhuting tak percaya.
Dirinya dan pangeran ke dua melawan beruang itu mati matian dan mendapat banyak sekali luka cakaran di tubuh, sedangkan An xia?....gadis itu bahkan hanya dengan satu ayunan pedang dapat mengalahkan beruang yang berbadan besar tanpa sedikitpun luka di tubuhnya.
An xia melirik pangeran ke dua.“Sudah selesai main mainnya!!....waktu kita hanya sampai sore hari, kita tidak punya banyak waktu!!...” ucap An xia tanpa merasa kasihan dengan luka yang di alami pangeran ke dua.
Kemudian An xia melirik kakaknya, An zhuting. “ Kakak!!...bisakah kau membantuku mengangkat beruang itu?” Tanya An xia pada An zhuting.
An zhuting mengangguk, mulutnya seperti tidak bisa terbuka akibat kelakuan santai An xia saat menyerang beruang itu.
An xia mendekati pangeran ke dua, kemudian gadis itu menarik tangan pangeran itu menuju salah satu pohon.
__ADS_1
“ Duduk di situ!!!....” Perintah An xia dengan suara yang terkesan dingin.
Pangeran ke dua hanya menurut saja dan duduk di bawah pohon sambil menyenderkan punggungnya di pohon itu.
An xia mengambil botol air di kantong besar yang ia gantung di kudanya, kemudian gadis itu kembali mendekati pangeran ke dua dan berjongkok di hadapanya.
“Buka pakaianmu!!!...” Perintah An xia tanpa rasa malu sedikitpun.
Pangeran ke dua tertegun dengan perkataan An xia yang tanpa malu menyuruhnya membuka pakaian. “ Xia'er!!.... kita belum menikah, tapi kau sepertinya sudah tidak sabar untuk melakukanya denganku...” Ucap pangeran itu sambil tersenyum menggoda.
An xia memutar bola matanya malas, dan tanpa basa basi, gadis itu membuka pakaian atas pangeran ke dua tanpa merasa sungkan.
Alhasil terlihatlah dada bidang dan perut berotot milik pangeran ke dua. Pangeran ke dua itu terkejut dengan kelakuan An xia, dirinya adalah seorang pangeran, dan gadis di hadapanya itu berbuat tidak sopan dengan membuka pakainnya tanpa permisi terlebih dahulu.
Apakah An xia merasa malu atau gugup saat melihat tubuh pangeran ke dua?....maka jawabanya tidak!!....
An xia berasal dari dunia moderen, dan di jaman moderen itu An xia sering sekali melihat pria yang bertelanjang dada, bahkan anak buahnya juga akan bertelanjang dada saat berlatih bersama dirinya.
An xia membasuh luka pangeran ke dua itu dengan air, kemudian An xia merobek kain rok bagian bawahnya dan menjadikan kain itu perban untuk luka pangeran ke dua.
An xia melakukanya dengan begitu baik, bahkan pangeran ke dua tidak merasa keberatan jika tubuhnya di sentuh oleh An xia, justru pangeran itu merasa senang dan berterimakasih kepada beruang itu karena sudah melukai dirinya, sehingga ia bisa berdekatan dengan gadis pujaanya saat ini.
An zhuting hanya pura pura tidak tahu dengan kejadian itu, sejujurnya dirinya merasa terkejut dengan An xia yang berani membuka pakaian pangeran ke dua, sebagai seorang kakak, dirinya takut jikalau An xia akan mendapat masalah.
Namun saat An zhuting melihat senyum lembut pangeran kedua yang di tujukan untuk An xia, An zhuting merasa legah di hati....itu artinya pangeran ke dua tidak merasa keberatan dan pangeran itu kemungkinan tidak akan mempermasalahkan hal ini.
An xia sudah selesai dengan urusan pangeran ke dua, kemudian gadis itu mengambil botol kosong dan akan beranjak pergi.
“Adik!!!....kau mau kemana?....” tanya An zhuting yang melihat An xia akan pergi.
An xia menoleh, dan berkata.“ Di dekat sini ada sungai, aku ingin pergi ke sana untuk mengambil air!!...”jawab An xia.
An zhuting menghampiri An xia, kemudian ia mengambil botol air yang ada di tangan An xia.“ Biar aku saja, kau jaga pangeran ke dua!!!..”Setelah mengatakan itu, An zhuting langsung pergi meninggalkan mereka berdua.
Dan saat ini, disitu hanya ada An xia dan pangeran ke dua, pangeran ke dua bahkan belum menggenakan pakaiannya.
pangeran itu sengaja tidak menggenakan pakainya, dan entah apa alasanya....
__ADS_1
Pangeran ke dua memandangi An xia, sedangkan An xia mengahlikan pandangannya ke tempat lain agar tidak bertatapan dengan pangeran ke dua.
“Xia'er!!!....kau harus bertanggung jawab!!!...” ucap pangeran ke dua tiba tiba.