
Jantung Shen Gao Yang kini serasa berhenti berdetak, kedua matanya pun kini menatap tak percaya pada kakak yang selama ini ia sayangi.
Bagaimana bisa kakaknya mengatakan hal seperti itu?..... Menikahi pria yang tidak ia kenal?.... pria yang telah menjebaknya kedalam masalah yang begitu memalukan seperti ini?
“Tidak!!!.... aku tidak sudi jika harus menikah dengan pria ini!!! ” Ucapnya yang menolak secara tegas.
Sang nyonya besar Shen yang juga mendengar perkataan Shen min yue pun juga angkat bicara. “Putriku, dia adalah adikmu!...... bagaimana bisa putri dari keluarga ternama menikah dengan seorang pria yang identitasnya masih belum jelas?! ” matanya kini menatap jijik kearah pria yang telah menodai putri keduanya. “Bahkan kita masih belum tau apakah dia ini adalah orang baik atau orang jahat! ” Ucapnya lagi.
Sang tuan besar yang telah lelah dengan semua masalah ini pun memilih untuk memejamkan matanya dan mengatur nafasnya untuk menenangkan diri.
Dirasa sang ayah kini mulai tak berdaya, Shen min yue pun tersenyum dalam hati. Kemudian, dengan semua naskah yang ia susun, gadis itupun berkata. “Lalu pria mana lagi yang akan sudi menikahi seorang gadis yang..... yang sudah tidak suci lagi?!! ” Ucapnya yang berhasil membuat kedua mata nyonya besar Shen terbelalak lebar.
Shen min yue kemudian menatap kearah sang adik yang kini terdiam sembari menundukkan kepalanya. “Shen Gao Yang tidak lagi perawan!! ” Tegasnya. “Membiarkan gadis yang belum menikah namun sudah tidak perawan tetap tinggal di dalam rumah orang tuanya adalah sebuah aib!!.... aib yang akan mempermalukan nama keluarga hingga ke anak cucu!! ” Ucapnya lagi dengan penuh penekanan.
“Tapi__” Belum sempat sang nyonya besar Shen melontarkan ketidak setujuan nya, Shen min yue pun kembali berkata.
“Ibu, Mengertilah!” Ucapnya dengan wajah yang memohon. “Ini bukanlah masalah sepele yang dapat dilupakan oleh masyarakat begitu saja!..... selama ini nama keluarga kita begitu disegani, jika masalah ini sampai tersebar maka... ” Shen min yue menggantung kata katanya, sengaja tidak ia tuntaskan agar keluarganya itu berfikir dan membayangkan sendiri bagaimana nasib mereka nanti.
Melihat semua orang yang hanya terdiam, Shen min yue pun tersenyum dan kembali berkata. “Pria ini...? ” Ia menatap pria yang meniduri adiknya itu dengan tatapan menilai. “Dari penampilannya, sepertinya ia bukan dari keluarga biasa! ” Ujarnya, yang membuat semua mata beralih untuk menatap penampilan pria tadi.
Jika di perhatikan lebih teliti lagi, pria ini memang lumayan tampan. Apalagi dengan badannya yang bugar dan terawat.
Pakaian yang pria itu kenakan pun juga terbuat dari bahan yang berkualitas. Akan sangat mustahil bagi orang biasa untuk memilikinya.
Sang tuan besar Shen yang juga memperhatikan hal itu pun kini berdiri dari duduknya, kemudian dengan raut wajah serius ia pun bertanya. “Siapa kau sebenarnya?! ”
“Tuan besar aku Wen zitian, walaupun aku bukan dari keluarga bangsawan.... namun aku cukup mampu untuk menghidupi putrimu! ” Ucapnya dengan yakin dan penuh percaya diri.
Pria yang telah diketahui namanya itu kini melirik sang tuan besar Shen untuk sekilas. Melihat masih ada keraguan dalam pancaran mata pria paruh baya itu, ia pun menambahkan. “Aku adalah seorang pedagang, jika membahas mengenai kekayaan.... maka aku tidak kalah saing dengan keluarga bangsawan lainnya! ”
__ADS_1
Mendengar penjelasan yang begitu memuaskan dari mulut pria tersebut, Shen min yue pun segera berkata. “Jika seperti itu, maka nama baik keluarga kita masih bisa terselamatkan! ” Ucapan dengan penuh harapan.
“Ayah, ibu!..... bagaimana menurut kalian? ” Tanya Shen min yue.
Baik tuan maupun nyonya besar Shen kini saling terdiam. Kedua alis mereka kini saling bertautan, membentuk sebuah kerutan mendalam yang menandakan bahwa mereka saat ini tengah tertekan.
Entah mengapa, sebagai seorang ibu nyonya besar Shen merasa enggan dengan saran ini. Namun di sisi lain sebagai seorang wanita yang mengurus kediaman ia pun juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik keluarga.
Belum sempat wanita itu mengutarakan pendapat nya, sang tuan besar Shen yang tidak lain adalah suaminya sendiri itupun berkata dengan tegas. “Mereka berdua harus segera di nikahkan!!! ” Ucapnya yang menuai reaksi reaksi berbeda pada setiap orang.
“Suamiku, ini__”
“Diam!!! ” Perintahnya. “ Putri keduamu adalah sebuah malapetaka!!!!..... jangan sampai kesialannya itu menulari putri kita yang lain!! ” Ucapnya dengan wajah datar, bahkan dalam setiap kata kata yang ia gunakan sungguh tidak berperasaan.
Shen min yue dan pria bernama Wen zitian kini saling menatap dan melemparkan sebuah senyuman penuh arti, sedangkan sang nyonya besar Shen kini hanya bisa memandangi suaminya dengan tidak percaya.
Walaupun ia mendengarkan semua perbincangan mereka, namun Shen Gao Yang masih belum menunjukkan reaksi apapun.
Tatapan matanya kini nampak kosong, pikirannya pun masih mencerna semua kejadian yang baru saja terjadi dengan perlahan lahan.
Dan saat ia tersadar dari lamunannya, dengan tidak tau diri gadis itu pun berkata. “Tapi, bagaimana dengan kaisar?” Ia melirik sang ibu yang kini menundukkan kepalanya. “Ibu, kau pernah berjanji kepadaku__”
“Apa yang telah ibumu janjikan kepadamu? ” Sahut sang tuan besar Shen.
“Apakah dia berjanji akan menjadikan mu wanitanya kaisar?.... seorang selir?!! ” Tanyanya dengan tidak percaya, kini kekesalan dalam dirinya pun mulai meningkat. “Jika sedari awal kau memang menginginkannya, lalu kenapa kau malah tidur dengan pria itu ha?!!!..... apakah kau pikir kaisar akan menerima wanita seperti mu masuk kedalam istananya?.... dan apakah kau berfikir bahwa dirimu itu layak bersaing posisi dengan permaisuri?!!! ” Tanyanya yang seketika membuat Shen Gao Yang bungkam seribu bahasa.
Sang tuan besar kini melirik kearah Shen min yue, kemudian dengan bangganya ia berkata. “Lihatlah kakakmu ini!..... sedari kecil aku tidak pernah memanjakan nya, namun ia kini tumbuh menjadi wanita yang layak.... tidak seperti mu yang hanya tau bersenang senang tanpa tau batasan!!!” Bentaknya keras.
“Kelakuanmu itu sama saja dengan para wanita di rumah pelacu__”
__ADS_1
“Suamiku, sudah cukup!! ” Sahut sang nyonya besar Shen sembari menitihkan air matanya. “Putrimu ini sudah menyadari kesalahannya!!.... tidakkah ini semua sudah cukup berat baginya hingga kau harus merendahkan harga dirinya seperti itu?” Ucapnya dengan wajah yang memelas.
Pandangan nyonya besar Shen kini menatap sang putri yang terlihat begitu malang dan tidak berdaya. “Putriku ini hanya tidak cukup beruntung, nasibnya sungguh begitu malang!” Gumamnya sembari memeluk tubuh Shen Gao Yang dengan erat.
Berusaha untuk menyalurkan rasa aman layaknya seorang ibu pada umumnya.
Shen min yue yang melihat dan mendengar itu semua pun nampaknya merasa tidak senang. Gadis itu mengepalkan kedua tangannya dan mendengus dalam hati. “Hemp!!...Bahkan ibu masih membelanya hingga detik ini?!! ” Geramnya yang benar benar merasa kesal.
Keperdulian sang ibu terhadap adiknya itu entah kenapa selalu membuat hatinya merasa panas. Bisa dikatakan ia merasa cemburu dan iri!.... namun hal itu wajar bagi anak yang merasa orang tuanya itu ‘pilih kasih’.
Dan mungkin juga, rasa cemburu dan iri itu telah tertanam sejak ia masih kecil..... namun malang sekali ia harus memendam nya hingga saat ini.
...»»————>❀<————««...
Usai perdebatan yang sangat panjang itu, Shen Gao Yang kini pada akhirnya memilih untuk menyendiri di kamar. Mata gadis itu masih memerah, pertanda ia saat ini masih larut dalam kesedihan.
Sedari tadi mulutnya hanya bungkam, bahkan saat sang ayah menetapkan pernikahannya sekalipun.
Namun, selagi mulutnya terdiam..... otaknya kini justru berfikir dengan begitu keras. Jika di teliti lagi, ada sebuah keganjilan yang ia rasakan.
“Aku melihatnya.... ” Gumamnya dengan suara pelan, bahkan hampir tidak terdengar. “..... Aku melihat mereka berdua saling menatap dan tersenyum!! ” Gumamnya lagi dalam hati.
Pada saat itu, Shen Gao Yang secara tidak sengaja melihat interaksi kecil antara sang kakak dengan pria bernama Wen zitian tadi.
Walaupun hanya beberapa saat, namun ia dapat melihatnya dengan sangat jelas!!!...... Kakaknya, dan pria tidak tau malu itu pasti telah merencanakan ini semua.
Apalagi saat ia mengingat bagaimana cara Shen min yue meyakinkan ayahnya agar menyetujui pernikahan yang begitu memalukan ini.
“Sial!!! ” Tangannya kini terkepal erat, nafasnya pun kini mulai memburuh disaat ia mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. “Mereka berdua, benar benar sialan!!!! ” Teriaknya sambil mengacak-acak rambutnya dengan frustasi.
__ADS_1