Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Pertandingan.


__ADS_3

Pagi harinya An xia dan keluarganya berangkat kembali ke istana untuk menghadiri acara pertandingan beladiri, mereka begitu bersemangat dengan acara ini, terutama An zhuting yang sudah dari kemarin mempersiapkan diri untuk mengikuti pertandingan itu....bahkan ia begitu bersemangat dengan pertandingan ini, bisa dilihat dari wajahnya yang memancarkan kobaran api semangat.


Sedangkan An xia saat ini berada di kereta kudanya bersama dengan ke dua anak selir itu, kali ini An chen berada di kereta yang sama dengan ibunya dan kedua selir.


An xia sedari tadi menutup matanya untuk menghindari rasa mual, An xia benar benar tidak suka berada di kereta kuda. Seandainya An xia di perbolehkan menunggangi kuda maka An xia akan melakukanya, namun itu tidak bisa ia lakukan karena ia saat ini akan pergi ke istanah, dan tidak pantas untuk seorang nona muda yang datang ke istana dengan menunggangi kuda seperti seorang pria.


Selang beberapa lama akhirnya mereka sampai, An xia turun dari kereta kudanya dengan di bantu pelayan yang sama saat ia turun dari kereta kuda kemarin.


Terlihat pelayan itu melirik An xia beberapa kali, pelayan itu saat ini sudah tidak merasakan ketakutan seperti kemarin. "Syukurla....nona ini sudah berhenti menjadi hantu..." Gumamnya dalam hati, pelayan itu bahkan bernafas legah di hadapan An xia.


An xia terkekeh geli saat melihat bagaimana pelayan itu menghela nafasnya, apa sebegitu mengerikanya ia kemarin?...


"Apakah kau berfikir kalau diriku ini hantu?..."


Tiba tiba An xia bertanya kepada pelayan itu, walaupun suaranya sangat merdu, tapi itu terdengar begitu dingin.


Pelayan itu menggelengkan kepalanya dengan cepat." Bu...buakan begitu, pelayan ini tidak berani berfikir seperti itu." Ucap pelayan itu dengan ketakutan.


Walaupun An xia masih ingin bermain main dengan pelayan itu.....An xia sadar kalu ini bukan waktu yang tepat untuk hal hal yang seperti itu. An xia dengan segera turun dari kereta kudanya dengan begitu anggun.


Tidak seperti kemarin. kali ini banyak orang yang menyadari kedatangan An xia, Saat semua orang melihat sosok An xia, mereka secara bersamaan menghirup udara dalam dalam dan menahan nafas mereka, Kecantikan dan keanggunan An xia yang dapat di ibaratkan sebagai seorang dewi itu mampu membuat mereka semua sungguh terpukau dengan kecantikan alami An xia.


Sedangkan An xia hanya menampilkan senyuman tipis di wajah rupawanya, para tuan muda sampai di buat tersihir dengan kecantikan dan ke anggunan An xia.


An xia menghampiri Ayah dan ibunya yang sudah berkumpul dengan yang lain, Setelah An xia sudah ikut berkumpul bersama rombongan keluarganya....mereka semua langsung saja pergi ke tempat di mana pertandingan itu akan di mulai.


An xia berjalan berdampingan dengan kakak laki lakinya An zhuting, sikap An xia begitu tenang, wajahnya juga begitu datar.


Sedari tadi An zhuting memperhatikan perilaku An xia, di fikiranya saat ini adalah...... bagaimana An xia saat ini bersikap begitu tenang setelah, padahal semalam ia telah memenggal kepala banyak orang.


Tatapan An zhuting kepada An xia begitu rumit." Bagimana bisa gadis ini begitu tenang, apakah ia tidak merasa terauma atau merasa bersalah karena kejadian kemarin saat ia membunuh orang orang suruhan itu?" An Zhuting bertanya tanya dalam hatinya.


Kemudian An Zhuting mengerutkan keningnya." Sikapnya dalam menghadapi situasi seperti itu seakan akan ia sudah terbiasa..." Gumamnya dalam hati, kemudian mata An zhuting terbelalak selagi jantungnya berdetak kencang.


"Apa....itu bukan yang pertama kalinya An xia membunuh?!!" Kini ia menatap An xia dengan tatapan horor.

__ADS_1


An xia menoleh ke arah kakaknya yang sedang memperhatikanya, dapat An xia lihat kalau kakaknya itu sedang menatapnya dengan tatapan rumit....dan itu berhasil membuat An xia merasa terganggu.


" Kakak, apa yang sedang kau pikirkan?" An xia bertanya dengan sedikit menunjukan raut wajah kesal.


An zhuting mengerjapkan matanya beberapa kali, ia baru sadar kalu dirinya sudah memandang An xia untuk waktu yang cukup lama." Ah.. tidak ada!!!....hanya saja apa kau sudah terbiasa__" Ucapanan An zhuting terputus.


" Saat ini bukan waktu yang tepat untuk membahas hal tidak penting itu kakak, dan lebih baik kakak pikirkan tentang pertandingan yang akan kakak ikuti!..." Sahut An xia dengan begitu tegas setelah tahu arah pembicaraan mereka.


"Hal tidak penting....kah?" Tanya An zhuting tak percaya dalam hatinya.


An Zhuting hanya bisa diam, sungguh adiknya itu sudah menjadi orang yang tidak bisa di bantah....jika boleh jujur, saat ini An zhuting merasa ketakutan jika An xia sudah berbicara seperti itu.


Dan sampailah mereka di sebuah tempat yang terdapat lapangan luas dan juga terdapat kursi kursi penonton di pinggir lapangan itu, tempat itu semacam arena bertarung.


An xia dan keluarganya duduk di tempat yang sudah di sediakan, disana kaisar beserta permaisuri juga suda hadir, begitu juga dengan para pangeran yang saat ini sudah berada di tempat duduk masing masing.


Secara tidak sengaja pandangan An xia dan pangeran ke dua bertemu, pangeran ke dua memang sedari pertama An xia datang ia terus memandangi An xia dengan senyum tipis. Sedangkan An xia yang merasakan sebuah tatapan yang tertuju ke arahnya segera ia menoleh, dan lagi lagi yang menatap An xia itu adalah pangeran ke dua.


Wajah An xia masih biasa biasa saja, An xia tidak menunjukan raut waja kesal atau apapun, dan hanya datar!!!...


Pangeran ke dua memberi senyum lembut kepada An xia, sedangkan An xia tidak membalas senyuman itu sama sekali, An xia masih bingung dengan arti dari senyum pangeran ke dua itu. Selama ini tidak ada seorang pria yang menunjukan senyum yang seperti itu di hadapanya, jadi wajar saja jika An xia tidak mengerti...


Sedangkan pangeran ke dua itu terkekeh saat melihat tindakan An xia yang menurutnya sangat menggemaskan, apa lagi saat An xia menatapnya dengan wajah penuh tanda tanya.


Tanpa mereka berdua sadari, interaksi merka berdua itu sudah diperhatikan oleh kaisar dan permaisuri, Bahkan kaisar dan permaisuri menganggukan kepalanya dan tersenyum lebar.


" Mulai acaranya!!!" Kaisar memberi perintah kepada kasim untuk segera memulai acara.


Kasim itupun mengangguk, kemudia ia berseru."ACARA PERTANDINGAN BELADIRI DIMULAI!!!!" setelah itu acar sudah resmi di mulai.


Kasim itu kemudian membacakan nama nama peserta yang mengiluti pertandingan, pertandingan itu adalah pertandingan adu pedang.


Nama nama yang di panggil segera masuk ke dalam arena pertandingan, para peserta bertarung dengan begitu bersemangat, tidak jarang mereka mendapatkan luka luak di tubuh mereka.


Sedangkan An xia hanya memperhatikan bagaiman cara mereka bertarung, dan reaksinya An xia sama saja saat pertama kali melihat kakanya berlati dulu, An xia merasa kecewa karena mereka tidak cukup hebat menurutnya, bahkan menurut An xia kemampuan kakaknya lebih baik dari peserta yang lain.

__ADS_1


Setelah beberapa lama, akhirnya tibalah giliran kakaknya. saat An zhuting memasuki arena pertandingan, An xia dapat melihat banyak sekali nona muda yang memberikan tatapan memuja, bahkan ada yang bersikap malu malu sambil mencuri curi pandang kepada An zhuting.


" Kakak memang tampan, tapi aku tidak tahu kalau kakakku adalah seorang idola di sini.." An xia bergumam dalam hati, kemudian ia melirik kakaknya itu sambil melihat An zhuting dari atas sampai bawah.


" Hemm....tak heran!.... kakakku itu memang terlihat begitu tampan, tubuhnya juga sangat bagus dan terjaga ....lumayan menurutku." An xia bergumam dalam hati sambil menilai seberapa tampan kakaknya itu.


Sedangkan An zhuting sudah mulai bertarung dengan lawannya, walaupun An zhuting hebat tapi ia tidak pernah memandang remeh lawanya.


Terriiiing!!!....


Terrrriiiing!!!....


Suara pedang terus terdengar dengan begitu nyaring. An zhuting terus menyerang dan menangkis lawanya, lawanya itu sudah mendapatkan beberapa luka gores di tubuhnya, sedangkan An zhuting masih dalam keadaan baik baik saja tanpa sedikitpu luka di tubuh.


Jika saja An xia yang berada di situ....sudah pasti dalam waktu satu detik lawanya akan mati dengan kepala yang terpisah dari tubuhnya. Namun sayang, An xia tidak sebodoh itu untuk memamerkan kemampuannya dalam bertarung di hadapan orang banyak, jika An xia menunjukan bahwa dirinya memiliki banyak bakat....maka sudah di pastikan kalau An xia akan mendapatkan masalah yang konyol.


Babak pertandingan terus berganti, dan saat ini adalah babak penentuan, Sebelumnya An zhuting sudah memenangkan babak pertama dan kedua dengan kerja keras, dan kini ia berdiri di tengah tengah arena pertandingan bersama dengan lawanya.


Mereka sama sama mengambil ancang ancang untuk saling menyerang, dan pada akhirnya pertarungan itu terjadi.


Terrrriiing!!!!....


Terrrriiing!!!!....


Lawan An zhuting kali ini lebih kuat dari pada lawan lawan yang lain, dan kini An zhuting juga mendapatkan beberapa luka kecil dari lawanya....begitu pula sebalikanya.


An xia hanya memperhatikan mereka yang sedang bertarung, ekspresi wajahnya hanya datar selagi para penonton yang lain memasang ekspresi tegang saat melihat pertandingan itu.


Terrriiing!!!!....


Dan sampai pada di mana lawan dari An zhuting terduduk di tanah dengan sebuah pedang yang hampir menyentuh lehernya, sedangkan An zhuting berdiri dengan begitu gagahnya sambil menodongkan pedangnya tepat di leher lawan.


"PEMENANG DARI PERTANDINGAN INI DI MENANGKAN OLEH TUAN MUDA DARI KELUARGA AN!!!!..." seru seorang kasim yang menyatakan bahwa An zhuting adalah pemenang dari pertandingan.


An zhuting membantu lawanya untuk berdiri, kemudian mereka berdua saling membungkuk.

__ADS_1


" Diriku ini merasa terhormat bisa bertarung dengan tuan muda dari keluarga An!!" Ujar lawan An zhuting.


" Aku juga merasa senang bisa bertarung denganmu, kau cukup hebat." Balas An zhuting. " Walaupun An xia lebih hebat dari kita berdua...." lanjutnya dalam hati sambil tersenyum miris.


__ADS_2