
Entah mengapa saat melihat tatapan yang suaminya berikan kepadanya itu, punggung An Xia tiba tiba merasa dingin.
Demi mempertahankan barang barang kesayangannya, An xia pun kini sedikit berfikir. Jika saja sewaktu waktu ada bahaya yang datang dan ia tidak memiliki perlindungan, lalu ia harus apa?.... melawan bahaya dengan tangan kosong?.... yang benar saja!!
Sebenarnya An Xia tau kalau suaminya itu mampu melindunginya!... namun membawa senjata dimana pun dan kapanpun itu adalah ciri khas dari seorang An Xia.
Setelah berfikir cukup lama, akhirnya ia mendapatkan sebuah cara. Ia melangkahkan kakinya kearah kaisar Zhuang, kemudian kedua tangan nya ia lingkarkan di leher kaisar itu. “Suamiku, bisakah kau tidak mengambil jarum jarum kesayanganku?...... kau tidak perlu khawatir! aku sudah menggunakan jarum jarum seperti itu sejak kecil!! ”
Ucapnya yang berusaha membujuk.
Sedangkan kaisar Zhuang yang mengetahui kalau istrinya selalu membawa senjata berbahaya sejak kecil pun merasa sakit di hati. “Apakah masa kecilmu begitu berbahaya sehingga kau memerlukan perlindungan? ” Gumamnya dalam hati.
Dengan lembut, kaisar Zhuang pun kini melingkarkan kedua tangannya di pinggang sang istri dan memeluk tubuh mungil itu dengan begitu erat. “Percayalah, aku akan selalu menjagamu. istriku! ” Gumamnya yang berbisik di telinga An Xia.
Sedangkan An Xia saat ini tengah memejamkan kedua matanya sembari menikmati pelukan suaminya yang terasa hangat dan nyaman itu.
Diam diam, An Xia menghirup aroma wangi dalam diri kasar Zhuang. Aroma yang wangi namun memiliki kesan dingin dan tegas!.... sungguh aroma yang selalu membuat An Xia merasa rindu.
Kedua mata An Xia kini semakin terpejam erat dikala ia merasakan sepasang tangan yang meraba raba punggung nya dan melepas ikat pinggangnya dengan lembut.
Dengan santai, kaisar Zhuang melempar ikat pinggang istrinya itu ke lantai. Kemudian, tanpa aba aba ia mengangkat tubuh mungil itu dan membaringkan nya di atas ranjang.
Pandangan kaisar Zhuang kini tertuju kepada sepasang mata dengan bulu bulu lentik yang sedang terpejam erat itu. Tubuh mereka yang kini begitu dekat pun membuat kaisar Zhuang dengan jelas merasakan aroma harum menggoda milik sang istri.
Sekejap, pancaran mata tajam dan dingin kaisar Zhuang kini nampak diselimuti oleh kabut kabut gairah. “An Xia, istriku!....” Ia memberikan sebuah kecupan lembut di bibir, kemudian melanjutkan. “.... percayalah bahwa suamimu ini akan selalu melindungi mu walaupun nyawa taruhannya! ” Bisik nya dengan suara lembut.
__ADS_1
Mendengar suara lembut itu, An Xia pun membuka kedua matanya dan menatap kearah sepasang mata yang saat ini juga sedang menatapnya. Sudut bibir An Xia kini melengkung dan membentuk sebuah senyuman indah, kedua tangannya pun kini menarik kepala kaisar Zhuang dengan perlahan sampai pada saat kedua bibir mereka bersatu.
Merasakan sentuhan lembut dan rasa manis di bibirnya, tanpa sadar serigala buas dalam diri kaisar Zhuang pun terbangun dan meminta untuk segera diberikan santapan.
Tangannya kini mulai bermain nakal, dan dengan kurang ajarnya kaisar Zhuang itu melepaskan semua kain yang berada di tubuh sang istri lalu melemparnya ke sembarang arah.
Kedua mata kaisar Zhuang kini memperhatikan wajah cantik di bawah nya itu. Terlihat begitu merah dan terkesan begitu menggoda.
Di matanya, sosok An xia adalah seekor kelinci putih cantik yang akan disantap oleh seekor serigala lapar sepertinya.
Kaisar Zhuang kembali mendaratkan sebuah ciuman manis di atas bibir sang istri. Perlahan tapi pasti, ciuman yang tadinya terasa begitu manis dan lembut pun kini berubah menjadi ciuman panas yang terkesan begitu menuntut.
Sadar kalau suaminya saat ini telah sepenuhnya hilang kendali, An xia pun hanya bisa pasrah saat mengikuti permainan sang suami yang begitu liar dan melelahkan itu.
...»»————>❀<————««...
Kepalanya kini bertumpu di tangan kanan sekali tangan kirinya yang mengetuk ngetuk meja berulang ulang kali.
Sekilas, ia kini terlihat begitu santai. Namun pikirannya saat ini tidak pernah lepas dari wajah cantik seorang gadis yang berada dalam lukisan.
Entah mengapa hatinya kini merasa gatal, merasa begitu tidak sabar untuk menemukan gadis itu dan membuatnya menjadi miliknya.
Berkhayal bahwa dirinya dan sosok gadis itu hidup bersama dengan bahagia, tanpa sadar kedua sudut bibir Raja Bai Zhen melengkung dan membentuk sebuah senyuman tipis.
Namun, khayalan nya itu seketika buyar saat pintu ruangannya di buka secara tiba tiba oleh seseorang.
__ADS_1
“Yang mulia!!... Yang mulia!! ” Teriak orang tersebut yang berjalan dengan langkah gontai.
Melihat itu, Raja Bai Zhen pun segera berdiri dari duduknya. “Ada apa?... kenapa kau masuk__” Ucapannya tiba tiba tersendat di tengah jalan ketika pandangannya melihat keadaan orang itu. “... Tunggu! apa yang terjadi kepadamu?!! ” Tanyanya dengan sedikit panik.
Seseorang itu terjatuh dan tersungkur di lantai dengan posisi tengkurap. Wajahnya kini terlihat begitu pucat, kuku kuku tangannya menghitam selagi matanya terus mengeluarkan darah.
Melihat kondisi orang itu yang begitu mengerikan, Raja Bai Zhen pun segera melangkahkan kakinya menuju kearah orang tersebut.
Saat sudah berada di dekat orang itu, Raja Bai Zhen pun berjongkok lalu berkata. “Katakan apa yang terjadi? ” Untuk sekilas, ia memperhatikan Kondis orang tersebut. “Tidak ada luka gores, itu artinya ini adalah racun! ” Gumamnya dalam hati.
Menyadari bahwa nyawa orang itu kini sedang dalam bahaya, Raja Bai Zhen pun segera berteriak. “Siapapun, segera panggilkan tabib!!! ” Perintah nya dengan suara lantang.
Sedangkan orang tadi kini nampak sedang menunjuk nunjuk kearah sebuah lukisan. “Itu.... Yang mulia! ” Suara terdengar lemah seperti menahan sakit.
Melihat arah yang di tunjuk oleh orang itu, Raja Bai Zhen pun segera menoleh dan menatap kearah lukisan gadis cantik kesayangannya. “Ada apa dengan itu? ” Tanyanya.
Orang yang tadi itu ingin menjawab, namun tiba tiba mulutnya menyemburkan darah yang begitu banyak sampai sampai mengenai jubah sutra milik sang Raja Bai Zhen.
Tubuh nya kini semakin terasa lemah dan sakit, kepalanya pun terasa pening selagi tulang tulangnya terasa begitu panas seperti di bakar dalam api.
Kedua matanya pun terasa begitu berat. Namun, sebelum kesadarannya benar benar menghilang, ia pun berkata. “Gadis itu.... nona pertama An! ” Ucapnya dengan lemah kemudian langsung tidak sadarkan diri.
Mendengar ucapan orang itu, jantung Raja Bai Zhen terasa berhenti untuk sesaat. “Gadisku sebenarnya adalah... nona pertama An?.... istri dari Kaisar sialan itu?!! ” Gumamnya dalam hati.
Tidak berselang lama, seorang tabib pun datang bersama dengan dua pengawal istana. “Yang mulia ada__” Sebelum tabib itu menyelesaikan ucapnya, Raja Bai Zhen pun terlebih dahulu menyahut.
__ADS_1
“Segera periksa keadaannya!! ” Perintahnya dengan tegas.