
Tidak pernah An xia sangka kalau tempat ini begitu menarik, tidak sia sia semua usahanya untuk datang ke tempat semenarik ini.
memilirkan hal itu, membuat An xia secara tiba tiba tertawa terbahak bahak, dan mengejutkan tuan Eiji yang sedari tadi bersikap waspada.
Tuan Eiji mengerutkan dahinya saat melihat An xia yang tertawa seperti itu, ia kemudian bertanya. “Hei bocah!! kenapa kau tetawa seperti itu?, kau membuatku merinding saja!!!” Ucapnya sambil mendengus kesal.
An xia menatap tuan Eiji dengan kekehan, dia kemudian menunju shuriken yang tadi dilemparkan musuah ke arah tuan Eiji.
“Tuan Eiji! mereka tidak hanya mengincarku, tapi juga mengincarmu!!” Ucap An xia
Tuang Eiji menganggukkan kepalanya, sebenarnya ia sudah bermusushan dengan **** itu sudah lama sebelum bertemu dengan An xia, **** itu memang sering mencari masalah dengannya.
Tuan Eiji melirik An xia, ia lalu berkata. “Apakah kau punya rencana untuk membalas mereka?” Ia bertanya kepada An xia, meminta saran kepada pemuda itu adalah hal yang bagus, berhubung pemuda di hadapannya ini adalah orang yang cerdik dan selalu memikirkan rugi untung.
An xia nampak berfikir sejenak, tiba tiba sudut bibirnya melengkung membentuk sebuah seringgaian. “Kita bantai mereka semua, ah dan jangan lupa untuk merampas semua harta benda yang mereka miliki!!..... dengan begitu, kita akan bertambah kaya!” Ucap An xia dengan pemikiran iblisnya.
Tuan Eiji tertawa, benar apa yang ia duga, pemuda di hadapannya ini pasti memiliki rencana yang akan membawanya menuju keuntungan besar.
“Hei bocah!! kau rupanya iblis lecil!!.... aku setuju dengan idemu itu!!” Ucapnya di sela tawanya.
An xia kemudian berjalan melewati pintu yang memang sudah roboh itu, lalu ia berkata. “Sebelum itu, kita selesaikan urusan yang ada di sini!!” ucapnya lalu melangkah pergi menuju lantai bawah.
Begitu juga tuan Eiji yang berjalan di belakang An xia dengan begitu waspada dan siaga..... tak perlu heran, mereka berdua masih bisa mendengar suara keributan dari lantai bawah.
An xia terus melangkah, di sepanjang jalan yang ia lalui, ia bertemu dengan para musuh..... dan seperti biasa, musuh musuh itu pasti akan berakhir dengan kepala yang terpisah dari tubuhnya.
Dengan wajah datarnya, An xia turun menuju lantai bawah melalui tangga. Saat sudah di lantai bawah, An xia dapat melihat banyaknya mayat dan orang orang yang saling bertarung dengan begitu sengit.
An xia menoleh kesamping dimana tuan Eiji berdiri dan sedang menatapnya, ia kemudian memberi isayarat dengan cara menganggukkan kepalanya.
Tuan Eiji yang mengerti isyarat itu dan langsung saja ia maju dan membantu anak buahnya menyerang musuh, begitu juga dengan An xia yang tidak mau tinggal diam.
Gadis cantik berpakaian pria itu dengan gerakan gesitnya menebas satu per satu kepala musuh.
Malam itu jalanan nampak sepi, hanya ada suara dentingan benda tajam yang saling beradu, suara teriakan penderitaan dari manusia yang terluka, dan bau darah yang menyengat sebagai pertanda dari kematian.
__ADS_1
Semua orang di perkampungan itu tidak ada yang tidur, mereka semua masih terjaga, telinga mereka terus menerus mendeangar hal hal yang mengerikkan.
Semua orang menutup pintu dan jemdela rumah mereka rapat rapat, mereka semua tau kalau ini adalah pertarungan untuk merebutkan kekuasaan.
Di jalanan yang sepi, beberapa perajurit istanah saat ini tengah mengendarai kuda mereka dengan kecepatan tinghi menuju sebuah rumah hiburan yang saat ini sudah menjadi medan bertarung.
Fai memacu kudanya bersama parajurit lain, mereka harus segera sampai di tempat tujuan sebelum seinci kulit putih wanita kesayangan majikannya tergores, jika itu sampai terjadi maka kepala mereka pasti akan dihilangkan.
Tak butuh waktu lama untuk mereka sampai, di sana mereka mendengar suara keributan dari dalam bangunan.
“Masuk!!!!” Fai berseru kepada para prajurit yang lain.
Mereka semua mengagguk dan turun dari kuda, setelah itu mereka bergegas masuk kedalam bangunan itu dengan pedang di tangan mereka dan jubah perang yang terbuat dari besi sebagai pelindung tubuh.
Saat mereka sudah mausk, yang pertama kali mereka lihat adalah mayat, dan orang orang yang sedang bertarung dengan begitu sengit.
Terdapat bau darah yang sangat menyengat, dan ada satu sosok yang paling mencolok di antara orang orang itu.
Seorang pemuda dengan paras yang begitu cantik, terlihat sangat mengagumkan dengan sebuah katana di tangannya. Pemuda itu dengan gampangnya menebas kepala musuh tanpa ampun dan belas kasihan sedikitpun.
Fai mengenali pemuda itu, ia kemudian menunjuk ke arah An xia. “Lindungi Gadis___ maksudku, lindungi pemuda itu!!!” Perintahnya tegas.
Tuan Eiji yang sedang bertarung di dekat An xia tiba tiba dikejutkan dengan kedatangan para perajurit istanah, mereka bahkan bukan berajurit istanah biasa..... mereka itu adalah perajurit perajurit terkuat.
Tuan Eiji tau itu!!!.....
Dan yang lebih mengejutkannya lagi, perajurit perajurit itu saat ini nampak sedang berusaha melindungi pemuda berparas cantik yang selalu ia panggil ‘Bocah’.
Tak butuh waktu lama untuk mengalahkan mereka semua, apalagi dengan bantuan para perajurit terkuat dari istanah.
Malam yang tadinya ramai dengan suara keributan, kini telah beruba sunyi dengan hembusan angin yang dingin.
An xia mengelap ujung Katana muliknya yang berlumuran darah, setelah itu ia mengahlikan pandangannya kepada satu soaok.
Bibir An xia melengkung membentuk senyum tipis. “Kucing kecil!.... apa yang kau lakukan di sini?” An xia bertanya kepada Fai.
__ADS_1
Fai berjalan mendekati An xia, ia kemudian berlutut dengan satu kaki di hadapan An xia dan di ikuti oleh perajurit lain.
“Nama hamba Fai yang mulia!!!” Ucap Fai yang menyebutkan namanya karena tidak ingin dipanggil kucing kecil oleh wanita kesayangan majikannya itu.
Apalagi sang kaisar itu telah berpesan untuk bersikap sopan dan tunduk di hatapan gadis ini.
Tuan Eiji dan anak buahnya yang lain tidak bisa tidak terkejut dengan tindakan yang dilakukan Fai dan para perajurit yang lain.
Siapa orang di kekaisaran ini yang tidak mengenal Fai, bawahan keparcayaan sekaligus tangan kanan sang kaisar, seorang perajurit yang hanya patuh dan tunduk di hadapan kaisar Han.
Dan apa ini?.... seorang Fai sedang berlutut di hadapan seseorang selain kaisar?.... ditambah lagi ia sama sekali tidak marah saat pemuda itu memanggilnya dengan sebutan ‘Kucing kecil’ !!!
Kini mereka tau satu hal, kalau pemuda ini bukanlah orang sembarangan.
Masih dengan senyum tipis di wajahnya, An xia kembali bertanya. “Kucing kecil, aku bertanya kepadamu. maka jawablah!!” Ucap An xia dingin, bahkan senyum di wajahnya kini telah luntur dan di gantikan dengan wajah datar.
“Saya Fai yang mulia!!.... bawahan ini menjawab, yang mulia kaisar memerintagkan kami untuk melindungi anda!” Ucap Fai dengan penuh rasa hormat.
An xia mengernyitkan dahinya, ia menatap satu per satu mereka semua dengan tatapan bingung. “Kucing kecil!... ada urusan apa kaisar denganku?! mengapa ia melakukan ini?” Tanya An xia lagi, dan ia tetap memanggil Fai dengan sebutan ‘Kucing kecil’.
Fai menghelah nafas pasrah, walaupun sudah berulang kali ia menyebutkan namnya di depan gadis ini, napkanya ia sama sekali tidak memiliki niat untuk mengubah julukannya.
“Fai menjawab yang mulia, bawahan ini tidak tau!!” Jawab Fai dengan menekankan namanya agar An xia bisa mengingat nama pendek itu.
An xia mengaggukkan kepalanya tanda mengerti, walaupun masih ada beberapa pertanyaan di benaknya..... namun, An xia sadar kalau masih ada sebuah pertarungan lagi sebeleum ini semua selasai.
An xia kemudian melirik tuan Eiji sambil berkata. “Kita harus segera membantai semua orang yang ada di kediaman pria bertubuh gempal itu sebelum matahari terbit!!” Ucapnya tegas.
Tuan Eiji menganggukkan kepalanya, “Kau benar, kita harus segera menyelesaikan urusan ini sampai tuntas!!”
Setelah mengatakan itu mereka semua pergi, dam saat An xia ingin melangkah pergi ia dihentikan oleh Fai.
“Tunggu yang mulia!! biarkanlah kami ikut agar bisa melindungi yang mulia!!” Ucap Fai kepada An xia.
An xi melirik Fai dan perajurit yang lain, ia kemudian berkata. “Lakukan semau kalian!!” Ucapnya singkat lalu melangkah pergi.
__ADS_1
Setelah mendapat ijin dari An xia, Fai dan perajurit yang lainpun akhirnya mengikuti kemana An xia dan kelompok tuan Eiji itu pergi.
Yang jelas, mereka akan menghadapi satu pertarungan berdarah lagi....