
An chen tersenyum, bocah itu yakin kalau pilihannya kali ini tidak akan salah. Sedangkan di sisi lain, Fai saat ini tengah mengerutkan dahinya.
“Tuan muda kelima, dari segala banyaknya para budak yang bisa di pilih.... mengapa kau memilih mereka? ” Tanya Fai dengan heran.
Mendengar pertanyaan itu, An chen pun menoleh dan melemparkan sebuah senyuman penuh arti. “Itu karena mereka indah!... ”pandangannya kini kembali menatap ke arah para budak itu. “.... mereka adalah pilihan yang bagus bagiku! ” ujarnya lagi.
Mengetahui bahwa An chen adalah seorang bocah yang memiliki sifat tak jauh beda dengan An xia, Fai pun hanya bisa memilih untuk memenuhi permintaannya.
Jujur ia merasa enggan untuk melanjutkan pertanyaan yang masih mengganjal di tenggorokannya.
...»»————>❀<————««...
Di sisi lain, seorang gadis dengan paras bak dewi kayangan kini terlihat sedang sibuk dengan sebuah alat musik.
Dengan santai, tangan tangan lentik itu bermain dengan lihainya di atas senar dan menghasilkan sebuah melodi melodi yang sangat indah.
Para pelayan yang melihat itu semua terpanah!.... Selain cantik, gadis itu ternyata juga memiliki bakat yang sangat mengagumkan.
Tidak heran jika sang kaisar begitu terpaku kepadanya!....
An xia memainkan alat musik itu dengan tenang, karena suasana hatinya kini sedang membaik, maka melodi melodi yang di hasilkan pun terdengar inda dan membahagiakan.
Tidak berselang lama, sosok kaisar pun datang dengan aura yang begitu mendominasi layaknya seorang pemimpin pada umumnya.
Pandangan kaisar itu kini menyapu halaman paviliun tersebut untuk mencari keberadaan seseorang.
Sampai pada saat pandangannya tertuju kepada seorang gadis rupawan yang kini terlihat sedang ayik memainkan sebuah alat musik.
Dengan pasti, kaisar itu melangkahkan kakinya untuk mendekat kearah An xia tanpa memperdulikan kondisi sekitar.
Sedangkan An xia yang menyadari kedatangan kaisar Zhuang pun menoleh dan tersenyum. “Yang mulia! ” Panggilnya dengan suara selembut sutra.
__ADS_1
Mendengar panggilan yang terasa begitu asing dari bibir sang pujaan hati, kaisar Zhuang pun mengernyitkan dahinya dengan tidak senang.
Kemudian pandangannya kini melirik kearah para pelayan dan pengawal yang saat ini tengah menjalankan tugasnya masing masing.
Kaisar Zhuang pun menghela nafas. karena merasa tidak nyaman dengan keberadaan mereka, ia pun berkata. “Kalian semua pergilah!! ” Perintahnya dengan tegas dan tanpa bantahan.
Para pelayan dan pengawal yang mendengar itupun segera membungkuk dan pergi dari tempat itu tanpa mengatakan sepatah katapun.
Setelah yakin kalau di tempat itu hanya ada dirinya dan sang kaisar, An xia bangkit berdiri dan melangkahkan kakinya mendekat kearah sosok pria yang akan menjadi suaminya itu.
Kaisar yang melihat An Xia mendekat pun segera menarik tangan gadis itu dan membawanya kedalam pelukannya. “Permaisuri ku, bagaimana perasaanmu saat ini? ” Tanyanya untuk berbasa-basi.
Senyum di wajah cantik An Xia tidak pernah luntur, kedua tangannya kini ter kalung mesra di leher kaisar Zhuang selagi matanya yang menatap lurus kearah sepasang mata dingin nan tajam.
“Seperti yang kau lihat saat ini.... aku merasa sangat baik! ” Jawabnya, kemudian ia teringat akan suatu hal. “Ah! iya!.... sebentar lagi tuan Eiji dan kedua tuan muda itu akan datang kemari! ” Ucapnya lagi.
“Membahas tentang bedebah itu? ” Tanya kaisar Zhuang dengan alis kanan yang terangkat.
An Xia menganggukkan kepalanya, kemudian ia berkata. “Tentu!... A-Zhu, aku ingin membuat orang itu mati secara perlahan lahan! ” Senyum di wajahnya kini semakin lebar. “... Namun, aku ingin mengambil ahli kekuasaannya terlebih dahulu! ” Ucapnya lagi.
Seperti yang diketahui kalau para pembunuh bayaran itu adalah orang orang dengan kemampuan bertarung yang hebat.
Coba bayangkan saja jika para pembunuh bayaran itu berada di genggaman An Xia!.... Tidakkah itu akan menjadi sangat menyenangkan?
Sedangkan kaisar Zhuang yang melihat senyum aneh di wajah sang pujaan hati itupun hanya bisa terkekeh kecil. “Apakah di dalam pikirannya hanya ada kekuasaan? ” Gumamnya yang merasa begitu gemas dengan kelakuan gadis yang satu ini.
...»»————>❀<————««...
Saat ini, Tuan Eiji bersama dengan dua orang pemuda dan seorang gadis kecil kini sedang melangkahkan kakinya menuju tempat di mana An Xia berada.
Mata tuan Eiji kini melirik kearah putrinya yang tengah berjalan dengan penuh riang gembira bagai kelinci kecil yang gembira.
__ADS_1
Melihat betapa bahagia putri kecilnya itu, tuan Eiji pun tersenyum dan berkata. “Izayoi, bagaimana kalau kau berkeliling istana bersama dengan para pelayan saja?.... jika kau ikut dalam pembicaraan maka kau akan merasa bosan nanti.” Tawarnya.
Gadis yang bernama Izayoi itupun menoleh dan mengangguk dengan begitu antusias. Sejak awal kedatangannya ke sini itu hanyalah untuk berjalan jalan saja.
Jika gadis sepertinya ikut dalam pembicaraan orang dewasa maka sudah pasti ia akan merasa bosan!
Melihat putrinya yang mengangguk, tuan Eiji pun segera melirik kearah pelayan pribadi putrinya dan berkata. “Kau temani dan jaga dia!.... jangan sampai terjadi sesuatu hap yang buruk terhadap putriku!! ” Ucapnya dengan begitu tegas.
Pelayan itu pun mengangguk dengan patuh, kemudian ia melirik ke arah gadis kecil yang bernama Izayoi tadi dengan sebuah senyum manis. “Nona, mari ikuti dengan ku! ” Ajaknya.
Izayoi pun kembali menganggukkan kepalanya dan menggandeng tangan pelayan itu seraya menariknya untuk pergi meninggalkan tuan Eiji dan yang lain.
Sedangkan tuan Eiji kini menatap kepergian putri kecilnya dengan sebuah senyum tipis. Namun, tiba tiba sebuah suara dari seseorang pun mengejutkannya.
“Tidak ku sangka kalau seorang tuan besar sepertimu begitu menyayangi gadis kecil sepertinya! ” Ucap seseorang itu.
Tuan Eiji yang mendengar nya pun menoleh dan berkata. “Tuan muda Qiao Feng, dia sudah aku anggap sebagai putri kandungku sendiri!.... tentu saja aku menyayanginya. ” Ucapnya yang membalas ucapan Qiao Feng tadi.
Sedangkan Han Dong yang sedari tadi diam pun kini terkekeh pelan. “Tunggu saja sampai ada seorang pemuda yang mengambil hatinya dan membawanya pergi darimu!” ia memberi jeda, “.... aku penasaran hal apa yang akan kau lakukan jika menghadap masalah seperti itu! ” Ucapnya lagi.
Mendengar bahwa persoalan putri kecilnya yang di hubung hubungkan dengan seorang pemuda.... raut wajah tuan Eiji pun seketika menggelap. “Hemp!!.... tak akan aku biarkan itu terjadi!! ” Ucapnya seraya mendengus kesal.
Melihat itu, Qiao Feng pun menghela nafas dan berkata. “Sebaiknya kita segera pergi menemui nona pertama An!.... Mengingat kalau dalam hitungan hari ia akan menjadi seorang permaisuri, bukanlah hal yang baik untuk membuatnya menunggu lama. ” Ucapnya kepada dua orang di hadapannya itu.
...»»————>❀<————««...
Langkah kaki An chen kini memasuki sebuah halaman yang tampak begitu luas. Halaman itu terletak di dalam sebuah kediaman besar yang berada dekat dengan istana kerajaan Han.
Mata An chen kini menatap kearah bangunan bangun mewah yang terlihat begitu kokoh.
Suasana di kediaman itupun juga terasa begitu sunyi dan damai. Udara di sekitar pun juga terasa sejuk akibat pohon pohon cemara yang tumbuh dengan subur di sekitaran sini.
__ADS_1
Nampak kedua sudut bibir An chen kini melengkung dan membentuk sebuah senyuman. Bocah laki laki itu merasa begitu puas dengan kediaman yang kakak kaisar nya berikan.
“Hem, sungguh sebuah kediaman yang bagus!..... sangat cocok untuk di jadikan tempat berlatih bagi para pasukan rahasia ku dan kakak kedua.” Gumamnya pada diri sendiri.