
Tatapan tuan besar shen kini berubah tajam, rasa benci yang selama ini ia simpan sudah tak dapat terbendung lagi. Kaisar di hadapannya ini benar benar menutup telinga, ia jelas tidak ingin mendengarkan hal hal buruk yang berhubungan dengan permaisurinya itu.
“Yang mulia, sebagai seorang Kaisar kau harus memberikan keadilan kepada kedua putriku dan menjatuhkan hukuman terhadap permaisuri atas apa yang ia lakukan!!! ” Ucapnya yang begitu memaksa.
Melihat bahwa pria tua di hadapannya itu sangat keras kepala dan begitu menjengkelkan, Kaisar Zhuang pun tersenyum licik dan berkata. “Keadilan?... ” ia bertanya, memberikan sebuah tatapan penuh arti kepada tuan besar shen. “.... keadilan apa yang kau maksud?.... dan mengapa aku harus menjatuhkan hukuman kepada permaisuri selagi dia tidak melakukan apapun yang melanggar hukum?! ”Tanyanya lagi.
Mendengar hal itu, tuan besar shen pun kini mengepalkan kedua tangannya. Kaisar itu pasti hanya berpura-pura tidak tau!!!....
“Yang mulia, permaisuri adalah penyebab dari meninggalnya kedua putriku!! ” Ia terdiam untuk sesaat, mengingat hal hal ganjil yang telah ia ketahui. “Kedua putriku bersikap begitu aneh setelah bertemu dengannya, aku yakin wanita iblis itu telah melakukan sesuatu__”
Bruuuk!!!....
Belum sempat ia menyelesaikan ucapannya, sebuah tendangan pun mendarat dengan keras di dadanya hingga membuatnya jatuh terpental ke belakang.
Salah satu tangan tuan besar shen kini menyentuh bagian dadanya yang terasa sakit, nafasnya pun kini mulai sesak akibat tendangan yang begitu keras tadi. “Uhuk!!... ya... yang mulia! ” ia mendongak keatas, menatap kearah Kaisar Zhuang yang saat ini juga sedang menatapnya dengan tatapan yang mematikan.
“Beraninya kau!!... ” ia mengeram rendah, menatap pria paruh baya di hadapannya ini dengan tatapan iblis yang siap membunuh kapanpun dan dimanapun. “.... Tidakkah kau tau siapa orang yang baru saja kau tuduh dan kau hina tadi?!!! ” Tanyanya dengan nada membentak.
Nafas Kaisar itu kini mulai naik turun, aura mencengkam yang keluar dalam dirinya pun membuat orang orang disekitarnya merasakan sebuah bencana yang benar benar membahayakan.
Dan dari situ, bahkan orang tanpa kemampuan istimewa pun sudah dapat melihat masa depan dengan jelas!..... terutama masa depan sang tuan besar shen itu.
Sedangkan tuan besar shen yang masih terduduk di tanah dengan menahan rasa sakit di dadanya pun kini kembali berkata. “Yang aku katakan.... yang aku katakan adalah sebuah kebenaran!!!....” Ia mengatur nafasnya, berusaha keras untuk kembali bangkit dan berdiri. “.... Wanita yang kau panggil permaisuri itu sebenarnya adalah iblis!!!.... dan dia pasti telah melakukan sesuatu terhadap kedua putriku!! ” Ucapnya, yang masih tidak ingin menyerah untuk mendapatkan keadilan bagi putri putri kesayangannya.
Kaisar Zhuang yang sudah tidak tahan dengan semua ocehan tidak jelas dari mulut busuk pria paruh baya di hadapannya itupun segera menarik sebuah pedang milik salah seorang penjaga, kemudian dengan tega ia menusukkan nya tepat di perut tuan besar shen.
__ADS_1
“Masih berani berbicara buruk mengenai istriku?! ” Ia bertanya dengan penuh penekanan, kemudian menarik pedang di tangannya itu dari perut tuan besar shen.
Luka tusukan yang Kaisar Zhuang berikan itu memang bisa dikatakan cukup dalam, namun masih belum cukup untuk membuat seseorang mati dengan begitu cepat.
Di sisi lain, carian kental berwarna merah pun kini dapat terlihat menembus pakaian yang tuan besar shen kenakan. Darah darah itu mengalir dengan deras, membuktikan bahwa tusukan yang Kaisar Zhuang berikan bukan sebuah hal yang main main.
“Kau... ” Pria paruh baya itu terbatuk beberapa kali dengan disertai darah yang keluar dari sela sela mulutnya. “... Kalian sama sama berhati iblis!!.... iblis yang menganggap nyawa seseorang orang adalah sebuah barang yang dapat dimainkan dengan sesuka hati!!! ” Ucapnya sembari menahan sakit.
Melihat tuan besar shen yang begitu kesakitan, Kaisar Zhuang pun tersenyum sinis. “Jika kau berkata bahwa aku adalah iblis... ” ia terdiam, menunjukkan sebuah seringai keji di wajah rupawan nya. “.... Maka aku akan membuatmu melihat iblis yang sesungguhnya di neraka!!! ” Ucapnya sembari mengangkat pedang ditangannya tinggi tinggi.
Sedangkan tuan besar shen yang melihat itupun hanya bisa terdiam dengan mata yang menatap tajam. Tubuhnya yang sudah lemah serta luka luka yang Kaisar Zhuang berikan tadi itu membuatnya sulit untuk bergerak.
Sungguh mustahil baginya untuk melarikan diri!!....
Mengetahui hal itu, tuan besar shen pun hanya bisa pasrah. Namun sebelum Kaisar Zhuang mengayunkan pedang di tangannya, pria paruh baya itupun berkata. “Kelak kalian akan merasa menyesal!!! ” Teriaknya, kemudian melanjutkan. “.... Istrimu telah membunuh putriku, dan sekarang kau!!.... suaminya, akan membunuhku? ” Ia bertanya, kemudian tertawa terbahak bahak. “Semua rakyat mu akan berfikir bahwa kau adalah seorang pemimpin yang kejam dan tidak layak duduk di atas tah___”
Bruuukk!!!...
Hanya tinggal satu kata saja untuk menyelesaikan kalimatnya, namun Kaisar Zhuang yang tidak tahan dengan ocehan pria paruh baya itupun segera mengayunkan pedangnya dan memenggal kepala tuan besar shen hingga terpisah dari tubuhnya.
Darah segar pun kini mengalir dengan deras, membasahi tanah yang kotor itu dan menjadikannya sebuah pemandangan yang begitu mengerikan.
Para penjaga yang melihat hal itupun sama sekali tidak merasa terkejut. Sedari awal mereka sudah tau akhir seperti apa yang akan pria paruh baya itu dapatkan.
Apalagi saat ia menghina permaisuri dan mengatakan sebuah tuduhan yang tidak tidak.... maka akan sangat mustahil baginya untuk tetap hidup.
__ADS_1
“Tidak pantas duduk di atas tahta?.... ” Kaisar itu bergumam, kemudian mengepalkan tangannya. “Cih!!Seorang penghianat seperti mu memang pantas mati!!! ” Ucapnya, kemudian melemparkan pedang yang berlumur kan darah ditangannya itu ke sembarang arah.
Dirasa bahwa urusannya kini sudah selesai, dan hama pengganggu telah di singkirkan. Kaisar Zhuang pun membalikan nadanya dan melangkahkan kakinya pergi.
Namun sebelum itu, ia terlebih dahulu berkata kepada para penjaga yang saat ini sedang menundukkan kepalanya. “Gantung kepalanya dan bakar tubuhnya di depan umum!! ” ia terdiam untuk sesaat, melirik kearah para penjaga dengan tatapan sedingin es. “Kemudian umumkan kepada semua orang bahwa ia adalah seorang penghianat negara, dengan begitu mereka akan mengambil pelajaran bahwa tidak ada seorang pun yang akan selamat jika berani menentang ku!!” Ucapnya lagi, kemudian melanjutkan langkahnya dan pergi begitu saja.
Sedangkan para penjaga yang mendengar hal itupun kini terdiam dan saling melirik satu sama lain.
Jika ada yang dibilang bahwa hukuman itu kejam, maka orang itu tidaklah salah!..... Namun hukuman seperti itulah yang membuat orang orang merasa enggan untuk melakukan hal bodoh seperti apa yang tuan besar shen lakukan.
Apalagi untuk para penghianat, melihat hal seperti itu sama saja mendapatkan sebuah tamparan tidak langsung yang membuat nyali mereka semakin menciut.
...»»————>❀<————««...
Di sisi lain, An xia saat ini tengah terdiam dan berdiri di dekat jendela sembari menyentuh perut dimana sang buah hati berada saat ini.
Tatapan matanya pun kini tertuju kepada rembulan yang bersinar di antara awan awan tebal yang menutupi sebagian dari wujudnya.
Kedua sudut bibir An xia kini melengkung dan membentuk sebuah senyum tipis yang begitu indah. Entah apa yang sedang wanita itu pikirkan, namun tatapan matanya yang tidak biasa itu jelas sedang mengatakan sesuatu.
Namun secara tiba-tiba, pintu ruangan pun terbuka. Membuat perhatian An xia secara otomatis teralihkan. “Sudah selesai?... ” Ia melirik kebelakang, bertanya kepada sosok pria yang kini melangkahkan kakinya mendekati kearahnya. “... Melihat darah di pakaianmu itu, sepertinya masalah ini benar benar sudah beres!! ” Ucapnya lagi sambil tersenyum puas.
Ia mengeluarkan sebuah saputangan dari lengan bajunya, kemudian melangkahkan kakinya untuk mendekat ke arah pria yang tidak lain adalah suaminya sendiri. “Darahnya mengotori pakaianmu!... ” An xia meraih tangan Kaisar Zhuang dan membersihkan darah yang menempel dengan saputangan miliknya. “....Sebaiknya kau melepas pakaianmu, aku akan menyuruh pelayan untuk membersihkan nya! ” Ucapnya lagi.
Mendengar hal itu, Kaisar Zhuang pun kini berfikir lain. Sembari tersenyum misterius, pria itupun segera melepaskan pakaiannya hingga ia bertelanjang dada. “Besok akan ada pertunjukan yang menarik, bagaimana jika kau ikut denganku untuk melihatnya? ” Tanyanya, kemudian menarik pinggang ramping istrinya itu agar lebih dekat dengan dirinya.
__ADS_1
“Namun sebelum itu.... ” Ia menundukkan kepalanya, mendekatkan bibirnya tepat di telinga An xia. “.... sebaiknya kita melanjutkan hal yang tertunda tadi?.... lagipula malam masih panjang! ” Ucapnya lagi dengan berbisik.
Membuat An xia yang mendengar hal itupun seketika merinding!