
Di aula istana itu, acara kini masih terasa meriah dengan para penari penari yang menunjukkan keahlian menarinya.
Semua orang orang yang hadir pun nampak saling berbincang bincang satu sama lain seraya menikmati pertunjukkan tari di depan mata.
Begituan juga dengan Kaisar dan permaisuri yang sedari tadi tidak henti hentinya tersenyum dan memperlihatkan wajah gembira.
Pandangan kaisar yang sedari tadi tertuju ke arah para penari pun kini beralih untuk melirik para tamu tamu yang hadir.
Namun, tiba tiba kaisar itu mengerutkan keningnya dikala melihat ada beberapa tempat duduk yang kosong.
“Dimana nona pertama dan tuan muda kelima An?!” Gumamnya yang bertanya kepada diri sendiri.
Permaisuri yang duduk tepat di sampingnya itu tidak sengaja mendengar. alhasil iapun menoleh dan berkata. “Tadi, aku melihat nona pertama An nampak sedikit tidak sehat!....” Kemudian, pandangannya kini beralih untuk menatap pertunjukkan tari. “.... Mungkin dia sedang menemui tabib! ” Ucapnya yang menduga duga.
Sedangkan kaisar pun hanya mengangguk saja dan kembali menatap ke arah penari yang sedang tampil.
Tetapi, entah mengapa suasana hatinya tiba tiba merasa tidak enak dan gelisah. Firasatnya kini mengatakan kalau sebentar lagi akan terjadi sebuah hal buruk.
Untuk menyingkirkan perasaan buruk yang begitu menggangu, kaisar itupun menghirup udara dalam dalam dan menghembuskan nya secara perlahan. “Semoga saja itu hanya perasaanku saja! ” Gumamnya dalam hati.
Gumamnya itu baru selesai terucap di dalam hati. Namun, tiba tiba kaisar itu melihat seorang pelayan yang berjalan dengan tergesa-gesa dan membisikkan sesuatu kepada seorang kasim kepercayaannya.
Bisa kaisar itu lihat kalau kedua mata kasim nya terbelalak lebar dikala mendengarkan ucapan pelayan tadi.
Ekspresi terkejut di wajah kasim itu membuat perasaan kaisar kembali di selimuti awan awan gelap.
Apapun yang pelayan itu bisikkan kepada kasim nya jelaslah sebuah hal yang besar!
Setelah mendengar semua penjelasan pelayan itu, sang kasim pun segera mendekat kearah kaisar dengan wajah panik bercampur takut.
Wajah kasim itu terlihat sangat pucat dengan di sertai keringat keringat dingin!!
“Ya.. Yang mulia! ” Panggil kasim pitu dengan suara lirih, terdengar begitu takut dan ragu.
Baik kaisar dan permaisuri kini menatap kasim itu dengan sejuta tanda tanya. Walau belum mengetahui apapun, namun keduanya kini nampak sangat cemas.
“Ada apa?.... kenapa kau memasang wajah seperti itu?! ” Tanya kaisar kepada kasim tadi.
Sebelum menjawab, kasim itu melirik sekitar. Kemudian, ia semakin mendekat dan membisikkan sesuatu di telinga kaisar.
__ADS_1
Sebuah ekspresi wajah yang mirip seperti yang kasim itu tunjukkan saat mendengar penjelasan dari pelayan tadi pun kini juga terpampang di wajah sang kaisar.
Yang membedakannya adalah perasaan marah yang terkandung di dalamnya!
Setelah kasim tadi selesai berbicara dan kembali menegakkan badannya. Kaisar itupun segera berdiri dari duduknya secara tiba tiba dengan aura yang begitu mengerikan.
Semua orang yang melihatnya pun juga segera berdiri dengan perasaan bingung dan cemas!
Apalagi saat sang pria agung itu berjalan menjauh dari tahtanya dan pergi dari aula istana tanpa mengucapkan satu patah kata pun.
“Yang mulia! ”
“Yang mulia, mohon tenangkan dirimu! ”
“Yang mulia!! ”
Suara kasim yang berkali kali memanggil dan berlari kecil mengikuti langkah besar kaisar pun terdengar.
Begitu juga permaisuri yang langsung berdiri dan berjalan mengikuti suaminya saat telah mendengar semua penjelasan dari seorang pelayan.
Dan hal itupun membuat suasana aula istana yang tadinya meriah dan gembira, kini nampak begitu tegang dengan suara suara para tamu yang saling berbisik dan bertanya tanya.
Langkah kaki besar seorang pria agung yang di ikuti dengan beberapa langkah kaki di belakangnya pun terdengar mendekat ke arah sebuah kamar yang tertutup rapat.
Saat kaisar dan yang lain telah berada tepat di depan pintu kamar yang tertutup itu.
Mereka semua dapat mendengar suara suara yang begitu ambigu dari dalam kamar!
Permaisuri yang berada di belakang kaisar pun mengangkat tangannya untuk menutupi mulutnya yang ternganga lebar.
Sebagai seorang ibu, permaisuri itu sangat mengenal suara pria yang berada di dalam kamar tersebut!
“Yang mulia!!... ” Panggil permaisuri dengan suara bergetar.
Sedangkan kedua tangan kaisar kini terkepal begitu erat, urat urat di tangannya yang kekar kini menonjol dan mengisyaratkan betapa kuatnya tekanan yang di hasilkan dari genggaman itu.
Tidak ingin terlalu lama membuang waktu. Kaisar itu pun segera melirik dan memberikan sebuah kode kepada dua orang pengawal.
Dua pengawal yang tau dan peka dengan kode yang kaisar itu berikan pun tanpa banyak tanya langsung mendobrak pintu kamar sampai roboh dan menghasilkan suara yang begitu keras.
__ADS_1
Membuat dua orang pria dan wanita yang tengah memadu kasih itu tersadar dan terkejut!
Melihat kalau pintu telah terbuka, tanpa basa basi kaisar pun segera melangkah masuk kedalam kamar dan di ikuti oleh permaisuri.
Sedangkan yang lainnya tetap berada di luar demi menjaga sebuah rahasia agar kepala mereka tetap aman.
Di dalam kamar itu, sang kaisar kini sedang melemparkan sebuah tatapan membunuh kepada dua orang yang kini telanjang bulat di atas ranjang dengan posisi dan situasi yang memalukan.
Salah satu tangan kaisar terulur dan menunjuk ke arah seorang pria di atas ranjang. “Kau!!!.... dasar kau anak tidak tau di untung!!!” Bentaknya dengan suara yang begitu tinggi.
Kemudian, pandangannya kini beralih kepada seorang wanita yang sedang menutup tubuhnya menggunakan selimut. “Wanita rendahan!!!!..... beraninya kau menggoda putraku!!! ” Bentaknya lagi yang membuat wanita itu menunduk dengan tubuh yang bergetar hebat.
Mendengar bentak kan itu, akal sehat putra mahkota pun tertarik kembali kedalam raganya. Kemudian, ia segera melirik ke arah samping.
“Nona An___” Baru setengah ia menyebutkan nama An xia, tiba tiba tenggorokannya terasa tercekat dikala melihat sesosok wanita dengan tubuh telanjang di samping nya. “Ke... Kau!!!.... bagaimana bisa itu dirimu!!! ” Teriaknya dengan ekspresi wajah terkejut.
Untuk sesaat putra mahkota itu nampak linglung dan sedang memikirkan sesuatu. “Apa yang terjadi?.... dimana An Xia?” Kemudian ia melirik tajam ke arah wanita di sebelahnya. “ Dan kenapa aku melakukannya dengan pelayan ini?!!!..... bagaimana bisa itu bukan An Xia?!!! ” Ucapnya yang bertanya dalam hati.
“Kau!!.... kenapa kau yang ada di sini Ha?!!! ” Tanya putra mahkota dengan nada membentak kepada sang pelayan yang baru saja ia tiduri.
Pelayan itu nampak begitu takut dengan wajah yang begitu pucat, kedua tangannya kini menahan kain selimut di dadanya agar tidak terjatuh. “Pa.... pangeran, aku.... aku tidak tau!... sungguh aku tidak tau apa apa!!.... maafkan aku, maafkan aku!!!” Ucapnya dengan di sertai deraian air mata.
“Cukup!!! ” Tiba tiba suara besar kaisar pun kembali terdengar. “Sudah cukup kalian berdua!!!! ” Bentaknya lagi.
Namun, saat kaisar itu akan kembali berkata. Tiba tiba ia mendengar ada seseorang yang memanggil manggil dirinya dari arah luar. “Yang mulia, ini bencana!! ini bencana!!!! ” Teriak seorang kasim yang menyampaikan berita tadi.
Suara kasim itu yang begitu keras membuatnya menjadi pusat perhatian. Namun, nampaknya kasim itu tidak perduli!!.... karena hal yang akan ia sampaikan kali ini lebih penting dan mendesak dari pada yang tadi.
Tanpa melirik kasim itu dan tanpa melepaskan tatapan tajamnya kepada putra mahkota dan pelayan yang tadi. Kaisar pun berkata dengan dingin. “Apa?!!.... aku harap yang akan kau sampaikan merupakan hal yang penting!!! ” Ucapnya dengan geraman marah.
Kasim itu kembali membisikkan sesuatu, sesuatu yang berhasil membuat amarah kaisar yang tadinya meluap luap kini bertambah parah dan semakin mengerikan.
“Lagi?!!!..... tidak adakah berita bagus yang bisa kau sampaikan Ha?!!! ” Teriak sang kaisar kepada kasim tadi.
Kasim itu hanya bisa menundukkan kepalanya, sama sekali tidak memiliki keberanian untuk menjawab apalagi melirik sepasang mata tajam dengan kobaran amarah yang mengerikan itu.
Kaisar menghela nafasnya dengan kasar selagi kepalan di tangannya terbuka dan tertutup.
Ia serasa ingin sekali mencakar dan memporak porandakan istana ini bagai singa buas yang gila!!
__ADS_1
Namun, disaat seperti ini ia harus bisa mengendalikan dirinya untuk segera mengambil tindakan. “Bawa manusia manusia tidak berguna ini, segera kosongkan aula dan suruh semua tamu pergi terkecuali keluarga An!!! ” Perintahnya dengan begitu tegas.