Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Sudah di mulai!


__ADS_3

Sebagian pandangan para pemuda kini tertuju kepada sosok cantik An xia. Bisa mereka lihat, gadis cantik bak seorang dewi itu kini tersenyum malu malu ketika menatap ke arah pangeran kedua.


Sedangkan pangeran kedua Zhang Liang yang melihat tingkah An xia yang menurutnya begitu menggemaskan pun tersenyum puas.


Merasa bangga karena gadis itu adalah calon istri nya!


Para pemuda yang melihat interaksi di antara mereka berdua pun menghela nafas berat, merasa begitu kecewa di dalam hati.


Di sisi lain, pangeran ketiga yang mengetahui kalau putra mahkota dan pangeran kelima dari Kerajaan barat itu memiliki perasaan terhadap An Xia pun menoleh.


Namun, saat pandangnya menangkap kedua orang itu. Ia sedikit mengerutkan keningnya. “Ini aneh!.... aku pikir mereka berdua akan terlihat marah saat mendengar pengumuman ini. ” Semakin pangeran itu memikirkannya, kerutan di keningnya pun semakin mendalam. “Mereka terlihat begitu santai!.... sungguh sebuah hal yang patut di curigai. ” Gumamnya dalam hati.


Di saat pangeran ketiga Zhang Li Kun tengah sibuk dengan pikirannya sendiri, tiba tiba suara kaisar pun terdengar dan mengejutkan nya dari lamunan. “Kalian berdua boleh kembali ke tempat masing masing, pertunjukkan akan segera dimulai! ” Ucapan kaisar itu kepada pangeran ketiga dan putri Li yue xi.


An Xia yang tidak sengaja mendengar perkataan kaisar itupun tertawa dalam hati. “Kaisar itu benar!.... pertunjukkan akan segera di mulai. ” Gumamnya dalam hati.


Kemudian, tangan An Xia terjulur dan meraih sebuah cangkir teh yang telah terisi lalu menyesap nya dengan perlahan seraya menikmati sensasi pahit dan sedikit manis dari teh tersebut.


...»»————>❀<————««...


Di tengah tengah aula istana saat ini para penari tengah bergerak dengan indahnya mengikuti alunan alunan musik yang merdu.


Gerakan para penari itu begitu gemulai. Sangat jelas kalau mereka sudah begitu terlatih!


Gaun dengan kain longgar di lengan para penari itu berkibar indah mewarnai setiap gerakan gerakan tarian mereka.


Nampak begitu indah dan mengagumkan untuk di nikmati!


Di sisi lain, putra mahkota kini sedang sibuk dengan anggurnya. Entah berapa gelas anggur yang pangeran itu minum, namun tatapannya sampai saat ini masih tertuju kepada An Xia.


Sedari tadi, kedua matanya yang tajam itu memperhatikan setiap gerak gerik gadis itu.


Setiap An Xia berkedip!


Setiap An Xia menyesap tehnya!

__ADS_1


Dan setiap gadis itu melemparkan sebuah senyum sopan yang begitu mempesona kepada para tamu yang lain. Putra mahkota terus memperhatikannya.


Bahkan, dengan matanya yang tajam itu. pangeran mahkota kini dapat melihat keringat keringat yang sedikit membasahi kening dan leher gadis itu.


Nampak sesekali tangan An Xia membersihkan keringat di kening dan di lehernya dengan menggunakan sebuah sapu tangan.


Nafas gadis itu pun juga sedikit tidak beraturan selagi pancaran matanya kini mulai berkabut.


Melihat itu semua, putra mahkota pun tersenyum penuh arti dan kembali meneguk segelas anggur.


Pelayan yang berada di belakang An Xia mendekat dan nampak sedang membisikkan sesuatu kepada gadis itu.


Dari raut wajahnya, putra mahkota dapat melihat kalau sang nona pertama An itu kini tengah mengeluhkan sesuatu.


Beberapa saat kemudian, putra mahkota itu melihat An Xia berdiri dari duduknya dengan di bantu oleh dua orang pelayan dan pergi meninggalkan aula dengan di ikuti seorang bocah laki laki.


Melihat itu, putra mahkota pun segera berdiri dari duduknya dan pergi dari aula istana secara diam diam.


...»»————>❀<————««...


Dari kondisi yang terlihat, gadis itu sepertinya sedang merasa tidak sehat!


Apalagi dengan langkahnya yang nampak tidak stabil.


Seorang pelayan yang berjalan di samping kanan An Xia pun kini melirik ke arah An chen. “Tuan muda An, mari ikutlah denganku!.... nona pertama An akan di antar olehnya.” Ucapnya sambil menatap dan memberikan sebuah kode kepada pelayan yang lain.


Dengan mudahnya, An chen menganggukkan kepalanya. “Baiklah!” Kemudian ia melirik ke arah kakaknya, An Xia. “Kakak kedua, aku akan pergi dulu!” Ucapnya dengan santai.


Namun, pancaran mata bocah laki laki itu menggambarkan hal yang lain. “Kakak, berhati hatilah! ” Ucapnya di dalam hati dengan penuh ke khawatiran.


Setelah An chen pergi bersama pelayan yang tadi. An Xia bersama dengan pelayan yang satunya pun kembali melangkah untuk menuju ke suatu tempat.


Pelayan Yang membawa An Xia itu kini tersenyum penuh arti.


Dengan langkah pasti, pelayan itu berhasil membawa An Xia masuk ke dalam sebuah kamar.

__ADS_1


Terlihat dari wajah An Xia saat ini, pelayan itu yakin kalau gadis itu sudah hampir kehilangan kesadarannya.


Alhasil, ia pun dengan segera membaringkan tubuh sang nona pertama An di atas sebuah tempat tidur yang begitu empuk.


Setelah itu, tanpa membuang buang banyak waktu pelayan tersebut pun berbalik dan melangkahkan kakinya.


Namun, sebelum itu ia melirik An Xia dan bergumam. “Aku tidak tau kau saat ini beruntung atau tidak, walaupun begitu kau harus tetap menikmatinya! ” Gumamnya dengan suara rendah.


...»»————>❀<————««...


Sepasang langkah kaki seorang pria yang berjalan secara gontai dan tidak stabil kini dapat terdengar di jalan yang sepi.


Di tangan pria itu kini masih terdapat sebuah botol berisi kan minuman anggur yang hampir kosong.


Dengan pandangan mata yang sedikit buram karena efek samping dari anggur yang ia minum, putra mahkota itu kini memaksakan dirinya untuk berjalan menuju ke suatu tempat.


Sampai langkahnya berhenti di depan sebuah kamar, Wajah tampannya kini di hiasi dengan sebuah senyum kemenangan. “An Xia, aku.... datang! ” Gumamnya tidak jelas.


Putra mahkota itu melangkahkan kakinya memasuki kamar tersebut dengan senyum yang masih terpampang apik di wajahnya.


Walaupun pandangannya buram, namun samar samar ia datang melihat sesosok wanita yang berbaring terlentang di atas ranjang.


Botol anggur yang ada di tangannya ia jatuhkan di lantai begitu saja, membuat minuman yang tersisa sedikit kini tumpah dan membasahi lantai.


Seraya mendekat, pangeran mahkota itu melepaskan pakaian yang melekat di tubuhnya satu persatu. “An Xia.... An Xia, kau.... dan aku.... kita akan bersama.... selamanya!!” Gumamnya antara sadar dan tidak sadar.


...»»————>❀<————««...


Kembali di aula istana saat ini. Pangeran kedua Zhang Liang sedari tadi melirik ke sana kemari untuk mencari keberadaan An Xia.


Namun, sepertinya gadis itu telah pergi dari aula tanpa sepengetahuannya.


Di saat pangeran itu larut dalam pikirannya sendiri, tiba tiba seseorang memeluk bahunya dari arah samping. “Pangeran kedua, aku lihat kau saat ini sedang tidak enak badan! ” Ucap orang itu dengan raut wajah khawatir. “Lihatlah!... wajahmu begitu merah, apakah kau sedang demam?” Tanyanya dengan nada yang sedikit panik.


Mendengar itu, pangeran kedua Zhang Liang pun baru menyadari keanehan dalam dirinya. “Uh!.... tubuhku!! ” Gumamnya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2