Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Wanita yang berkata kata buruk!


__ADS_3

Sinar mentari kini mulai hilang ditelan gelap, menampilkan langit senja dengan perpaduan warnanya yang memukau mata.


Lentera lentera merah pun mulai dinyalakan, menggantung di sebuah tali panjang yang menyusuri jalanan yang ramai.


Pemandangan itu jelas sebuah anugrah, terlihat seperti secuil keindahan surga yang tersaji diantara pembatas siang dan malam.


Pandangan kaisar Zhuang sedari tadi terus menerus menatap kearah cendela. Mengintip aktivitas orang orang yang sedang berlalu lalang kesana dan kemari dengan raut wajah bahagia.


Sesekali ia juga melirik kebawa, kearah sosok cantik yang saat ini memejamkan matanya dalam pelukannya yang hangat.


Jujur ia kini sedikit lelah, sedari tadi ia terus bertahan dalam posisi yang sama. Membuat punggung dan lehernya kini terasa pegal dan tidak nyaman!..... Namun, ketika melihat wajah sang istri yang begitu polos saat lelap dalam tidurnya, ia pun merasa tidak tega.


“Sudahlah, biarkan saja! ” Ia bergumam pada dirinya sendiri, kemudian kembali menatap kearah luar jendela. “Mungkin kita akan bermalam di tempat ini! ” Gumamnya lagi, saat melihat langit senja itu mulai terkikis oleh gelapnya malam berbintang.


Kaisar Zhuang kini memejamkan matanya untuk sesaat, menghirup udara dalam dalam dan melepaskannya dengan nafas yang panjang.


Tiba tiba, keheningan di dalam ruangan itu seketika berubah di saat seseorang datang dan langsung membuka pintu ruangan tanpa permisi terlebih dahulu.


Membuat kaisar Zhuang langsung menoleh dan menatap tajam pada orang yang kini juga menatapnya dengan tatapan tertegun. “Tidak bisakah kau mengetuk pintu terlebih dahulu, tuan Eiji?! ” Tanyanya dengan nada penuh penekanan.


Si tua Eiji yang mendengar ucapan dan nada kurang mengenakkan dari kaisar muda di hadapannya itupun kini tertawa canggung. Kemudian, dengan raut wajah gugup ia berkata. “A... Aku tidak tau kalau kalian ada di sini, tidak ada siapapun yang memperingati ku ketika masuk tadi! ” Ucapnya yang beralasan.

__ADS_1


Mendengar hal itu, kaisar Zhuang pun kembali mengalihkan pandangannya kearah jendela. “Sudahlah, sebaiknya kau jangan berisik!.... istriku saat ini sedang__” Ucapannya itu terhenti secara mendadak.


Pandangannya pun kini kembali berpindah pada sosok cantik yang berada di dalam pelukannya. Sebuah kerutan pun dapat terlihat di antara kedua alis tipis wanita itu. “Ada apa?... ” Kedua kelopak matanya kini mulai terbuka, memamerkan sepasang manik hitam kecoklatan yang berkilau bagaikan permata. “.... hmm, sudah berapa lama aku tertidur seperti ini?.....tubuhku terasa lelah dan kaku! ”Gumamnya, yang mengeluh tanpa mengetahui apa yang suaminya itu lakukan untuknya sedari tadi.


Kesal dengan apa yang istrinya itu katakan, kaisar Zhuang pun mendaratkan sebuah cubitan kecil pada hidung An xia sembari berkata. “Dasar mulut racun, kata katamu itu sungguh menyebalkan untuk ku dengar!! ” Geramnya, yang merasa gemas dan ingin sekali memakan wanita itu hidup hidup.


Sedangkan An xia yang merasa kesakitan itupun memukul tangan suaminya lalu berkata. “Itu sakit!.... kenapa kau menganiaya istrimu sendiri tanpa alasan yang jelas?!.... benar benar pria yang kejam!! ” Ucapnya dengan nada ketus.


“Kejam?.... tidakkah kau tau betapa kejamnya dirimu yang membiarkan ku menjadi sandaran selama berjam jam sedangkan kau sendiri hanya tidur dengan begitu lelap?! ”Tanyanya, dengan nada yang begitu kesal.


Mendengar hal itu, An xia pun kini terdiam. Jika di pikir pikir, duduk dan menjadi tempat sandaran selama berjam jam menurutnya memang sebuah hal yang melelahkan. “Hah, baiklah baiklah!..... Suamiku ternyata telah berjuang keras demi istrinya ini, sungguh pria yang sangat baik, aku sangat mengagumimu! ” Ucapnya, yang melontarkan sebuah pujian.


Merasa kalau perdebatan ini sudah lebih dari cukup untuk membuang buang waktu, kaisar Zhuang pun menatap kearah sosok pria tua yang sedari tadi juga sedang menatap mereka. “Tuan Eiji, apakah kau punya pakaian untuk wanita?....” ia bertanya, kemudian melirik kearah An xia dengan tatapan sinis. “.... Gadis nakal ini butuh pertolongan!” Lanjutnya, dengan sedikit nada sindiran.


Si tua Eiji yang mendengar itupun kini sedikit berfikir, kemudian ia mengingat sesuatu. “Aku rasa ada beberapa pakaian wanita yang bocah itu tinggalkan di sini!! ” Ucapnya, dengan sedikit berseru.


Mendengar hal itu, An xia kini sedikit mengerutkan dahinya dengan heran. Kemudian, ia berkata “Bocah siapa yang kau maksud? ” Ucapnya, yang bertanya dan berfikir kalau bocah yang di maksud oleh pria tua itu adalah An chen atau gadis kecil yang waktu itu.


Namun....


“Bocah yang aku maksud tentu saja dirimu, memang siapa lagi?! ” Jawabnya, kemudian pergi begitu saja.

__ADS_1


Mungkin satu satunya orang yang berani berkata seperti itu terhadap An xia hanyalah tuan Eiji seorang!..... bahkan kaisar Zhuang yang juga mendengar hal itupun sama sekali tidak merasa keberatan.


Sedangkan An xia kini mengepalkan kedua tangannya erat erat, kata kata yang keluar dari mulut pria tua itu sungguh menyebalkan. “Dasar tua bangka bau tanah, tunggu sampai aku menjahit mulut busuknya itu! ” Gumamnya, yang mengumpat dengan suara pelan.


Kaisar Zhuang yang secara tidak sengaja mendengar ucapan kasar yang keluar dari mulut istrinya itupun berkata. “Lihatlah dirimu, seorang wanita yang gemar berkata kata buruk dibelakang orang lain!...” tegur nya, kemudian memberi sebuah tatapan penuh arti. “....jika seperti itu, aku sebagai seorang suami memiliki tanggung jawab untuk mendidik dan menghukum istri yang tidak patuh seperi mu!” Ucapnya lagi, yang membuat An xia merasakan suatu ancaman.


“berhenti berbicara dan jangan membuatku muntah untuk yang kedua kalinya!” Ucapnya An xia, yang membalas dengan ketus, namun terdapat kepanikan yang tersembunyi di raut wajahnya.


Tiba tiba, tuan Eiji pun kembali dan menampakkan dirinya, kemudian ia berkata. “Hei bocah!.... aku menemukan satu pakaian untuk mu dari ruang sebelah. ” ucapnya, sembari menunjukkan sebuah pakaian yang ia bawa.


Kaisar Zhuang yang melihat hal itupun segera berdiri melangkahkan kakinya mendekat. Tuan Eiji yang melihatnya itupun segera menyodorkan pakaian yang ada di tangannya, kemudian pria tuan itu kembali berkata. “Kau bantu istrimu untuk mengganti pakaian!... sementara itu aku akan menunggu di lantai bawah. ” Ucapnya, lalu segera pergi setelah kaisar itu mengambil pakaian An xia yang ada di tangannya tadi.


...»»————>❀<————««...


Beberapa saat kemudian, An xia pun terlihat rapi dengan pakaian yang ia kenakan. Walaupun tampak sederhana, namun pesona dalam dirinya masih dapat terlihat dengan jelas.


Kaisar Zhuang yang juga melihatnya itupun kini tersenyum puas. kemudian, ia mendekatkan dirinya dan mendaratkan sebuah kecupan lembut pada kening istrinya itu. “Kau sangat cantik, membuatku ingin sekali mengurung mu agar tidak ada pria lain yang berani menyukaimu!” Ucapnya, yang entah sedang memuji atau mengancam.


Mendengar hal itu, An xia pun terkekeh geli dibuatnya. Dan dengan sebuah senyuman nakal ia pun mengalungkan kedua tangannya di leher kaisar Zhuang sembari berkata. “Pujian yang bagus, namun di sini akulah yang ingin sekali mengurung mu! ” ia mendekatkan wajahnya, menghembuskan nafas hangat pada telinga kaisar itu. “di banding pria pria yang mengejar ku, tidakkah wanita yang menginginkan mu itu jauh lebih banyak? ” Ucapnya, dengan berbisik.


An xia kemudian menjauhkan tubuhnya, melangkahkan kakinya keluar melalui pintu ruangan dan berkata. “Hari semakin larut, sebaiknya kita segera kembali! ” ucapnya, sebelum benar benar keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2