Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Jebakan Rubah!


__ADS_3

Mendengar pujian dari An Xia, putri Li yue xi dari Kerajaan barat itu tidak bisa untuk menahan rasa muak di wajahnya.


Apa tadi yang gadis itu bilang?.... pasangan yang serasi?.... Cih! dilihat dari mana pun, pangeran ketiga sama sekali tidak cocok untuknya.


Dan yang paling pantas bersanding dengan seorang putri sepertinya hanyalah pangeran kedua Zhang Liang!!!.... hanya pangeran itu, dan tidak ada yang lain!!


Putri itu menatap An Xia dengan senyum sinis, ada sebuah kilatan tidak suka yang terpancar di kedua matanya. “Menurutku, nona pertama An adalah seorang yang beruntung!..... walaupun kau hanyalah putri dari seorang jenderal, namun sebuah hal yang luar biasa jika bisa bersanding dengan seorang pangeran seperi pangeran kedua Zhang Liang!” Kemudian ia tertawa kecil, dan kembali berkata. “Sungguh mengagumkan!” Ucapnya dengan maksud menyindir.


Sangat jelas dari ucapan putri itu kalau maksud sebenarnya adalah status An Xia yang hanyalah seorang putri Jendral sama sekali tidak pantas jika bersanding dengan pangeran kedua Zhang Liang yang adalah putra dari seorang kaisar.


Tentunya putri itu juga menyelipkan maksud bahwa yang pantas bersanding dengan seorang pangeran kedua adalah putri Li yue xi itu sendiri.


Sedangkan pangeran ketiga yang mendengarkan itupun semakin di buat tersinggung. Sebenarnya, pangeran itu sama sekali tidak merasa cemburu dengan perasaan putri Li yue xi terhadap kakak keduanya....


Namun, setiap ucapan yang putri itu keluarkan selalu saja membuat harga dirinya tersakiti..... dan pangeran ketiga sama sekali tidak menyukai hal itu!


Dengan sebuah senyum yang tampak begitu cerah, pangeran ketiga pun berkata. “Iya, kakak kedua dan nona pertama An adalah pasangan yang serasi!....” Ucapnya sambil melirik dua orang yang ia bicarakan secara bergantian. Kemudian, pandangannya kemabli kepada sang putri dari Kerajaan barat. “Namun, adakah hal yang lucu dari itu sehingga putri Li yue xi sampai tertawa?” Tanyanya yang bertujuan untuk memojokkan putri si*lan itu.


Untuk sekilas, pancaran mata putri Li yue xi terlihat begitu tidak senang ketika menatap pangeran ketiga. “Pangeran ketiga tidak tau?.... tertawa adalah hal yang baik, lalu apa salahnya jika aku tertawa? ” Ucapnya dengan sebuah senyum yang begitu menjengkelkan.


Melihat interaksi antara dua orang itu, kini An Xia mengerti satu hal. Mereka berdua.... sama sama tidak memiliki perasaan suka terhadap satu sama lain!


Jangankan perasaan ‘Suka’, yang An Xia lihat di antara mereka adalah sebuah perasaan ‘Benci’ dan juga perasaan ‘Muak’.


An Xia terkekeh pelan, raut wajahnya sama sekali tidak memperlihatkan adanya kelicikan. Seperti seorang dewi yang bersih dari dosa.

__ADS_1


“Yang putri Li yue xi katakan memang benar!..... tidak ada salahnya bukan kalau seseorang tertawa, bahkan jika itu tanpa sebab sekalipun.” Ucap An Xia dengan sebuah senyuman penuh arti.


Mendengar itu, putri Li yue xi terdiam dan mengepalkan tangannya. Jujur ia saat ini begitu kesal dan benci terhadap sosok An Xia yang selalu menghinanya secara tidak langsung seperti itu.


Sedangkan pangeran ketiga sebaliknya. Dirinya merasa puas dengan ucapan An Xia barusan. “Heh!.... hanya orang gila saja yang tertawa tanpa sebab!” Gumamnya dalam hati yang mengejek putri dari Kerajaan barat itu.


Iya, itu benar!..... maksud dari kata kata An Xia tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memberitahukan kalau sang putri Li yue xi itu telah gila dan kehilangan kewarasannya.


An chen yang mengerti itu semua pun berusaha keras untuk menahan tawanya. “Wah, kakak kedua!.... lidahmu itu begitu tajam.” Gumamnya yang tertawa dalam hati.


Namun, ekspresi di wajah bocah itu sangat jelas menunjukkan kalau dia saat ini sedang menahan tawa yang akan meledak.


Dan hal itupun diketahui oleh sang putri Li yue xi yang sedari tadi memang merasa sedang di tertawakan oleh seseorang!


An Xia yang melihat adik kesayangannya dibentak oleh putri itupun merasa kesal. Namun dibandingkan merasa kesal, An Xia lebih merasa penasaran dengan apa yang akan adiknya itu lakukan.


Raut wajah An chen kini menampilkan rasa terkejut dan takut. terlihat begitu alami dengan mata yang terbelalak lebar dan sudut mata berair. “Tuan putri, bagaimana bisa kau mengatakan hal seperti itu?..... aku tentunya tidak memiliki keberanian untuk melakukan hal itu, lagipula tidak ada alasan bagiku untuk tertawa.” Ucapnya sambil menyembunyikan dirinya di belakang An Xia.


Terlihat seperti seorang bocah yang ketakutan karena penindasan seseorang.


Melihat ini, semua orang pun melemparkan sebuah tatapan tajam kepada sang putri Li yue xi.


Bahkan pangeran kelima Li Guang Fu dari Kerajaan barat itu pun tidak terkecuali. “Gadis bodoh!!.... sifatnya ini bisa merusak usahaku untuk mendekati nona pertama An!” Geramnya dalam hati.


Sedangkan putri Li yue xi yang mendapatkan tatapan tajam seperti itupun menggerakkan giginya. “Bahkan kakak kelima juga sama saja!!” Teriaknya dalam hati, kemudian ia kembali menunjuk nunjuk ke arah An chen. “Bocah busuk ini jelas menertawakan diriku sebagai orang gila!!!” Bentaknya.

__ADS_1


Wajah An chen kini terlihat begitu ketakutan dengan tubuh yang gemetar. Tentunya semua itu hanyalah sebuah kepalsuan belakang!!


Walaupun mengetahui hal itu, An Xia tetap saja tidak boleh berdiam diri saja!..... tentunya ia kini memiliki peran sebagai seorang kakak perempuan yang baik.


Dengan wajah yang terlihat kesulitan dan tidak berdaya, An Xia kini memeluk tubuh An chen. Seolah olah ia saat ini tengah melindungi adiknya dari sang putri Kerajaan barat itu. “Tuan putri, memangnya kapan adikku tertawa dan mengatakan hal itu kepadamu?!..... Bukannya sedari tadi dia hanya diam saja?!” Tanyanya dengan nada sedih.


Putri Li yue xi yang sedari tadi berusaha menahan diri agar tidak berdebat secara langsung dengan An Xia pun kini menyerah karena terbawa emosi.


“Kau pun sama dengan adikmu!!!” Bentaknya kepada An Xia.


Sedangkan Fai, Rui, dan Annchi yang melihat nona mereka di bentak pun maju dan menghadang putri Li yue xi layaknya sebuah tembok penjaga.


“Maaf jika ucapan ku ini terdengar lancang!.... namun, sebagai seorang yang terhormat, selayaknya tuan putri, anda tentunya harus menjaga sikap ketika bertamu!” Tegur dari Fai kepada putri itu.


“Beraninya kau__” Sebelum putri Li yue xi menyelesaikan ucapannya, An Xia terlebih dahulu menyela.


“Tuan putri!.... jika anda tidak menyukaiku, maka baiklah.... itu tidak masalah!.... namun, mengapa kau harus melibatkan adikku?..... dia masih terlalu kecil dan tidak bersalah!” Ucap An Xia yang kini terlihat seperti seorang gadis rapuh yang melindungi adiknya.


Namun, di mata putri Li yue xi itu semua adalah sebuah jebakan!!..... Sebagai seorang wanita, dirinya tentu peka dengan permainan topeng rubah seperti itu.


Lain halnya dengan para pangeran. Mereka semua kini telah terjebak dan berada di dalam genggaman An Xia.


Pangeran kedua yang sedari tadi diam pun kini menatap putri Li yue xi dengan tajam dan berkata. “Putri, kau sungguh berani!!!” Geramnya, kemudian menunjuk kearah An Xia. “Gadis yang kau bentak itu adalah calon istriku!!” Geramnya lagi.


Bukan hanya pangeran kedua, kini pangeran kelima Li Guang Fu dari Kerajaan barat pun juga turut membuka suaranya. “Adik, kau sudah keterlaluan!!.... sebaiknya kau minta maaf sekarang!!!” Perintahnya dengan penuh penekanan.

__ADS_1


__ADS_2