Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Kehangatan dan kedinginan.


__ADS_3

Bau tanah basah dan suara merdu rintik rintik hujan membuat suasana terasa begitu segar nan sejuk.


Saat ini, An xia dan kaisar itu sedang duduk berhadapan di dalam kereta kuda, tidak ada yang bicara..... suasana di antara mereka terasa begitu sunyi.


Sesekali mata An xia melirik kaisar itu sekilas, ada sebuah perasaan aneh di dalam dirinya saat melirik wajah kaisar itu. Entah mengapa saat ini ia merasa begitu gugup.


An xia meniup dan mengusap kedua telapak tangannya saat merasakan hembusan udara dingin yang masuk dari luar kereta.


Seperti yang kalian tau, An xia adalah orang yang kurang menyukai udara dingin.


Melihat itu, kaisar langsung berpindah tempat dan duduk tepat di samping An xia. Tangan kekar kaisar itu melingkar dan memeluk tubuh mungil gadis itu untuk memberikan kehangatan dan kenyamanan.


“Apakah masih dingin?” Kaisar itu bertanya.


An xia hanya menggelengkan kepalanya, mulutnya dan lidahnya terasa kaku untuk bicara.


An xia akui, berada di dalam pelukan kaisar itu memang dapat membuatnya merasa begitu nyaman...... Namun di sisi lain, ia juga merasa malu dan canggumg jika di peluk seperti ini oleh seorang pria.


Terlebih kaisar itu, walaupun ini bukan yang pertama kali kaisar itu memeluknya, namun perasaan mendebarkan di hatinya masih tetap ada.


An xia memdongakkan kepalanya untuk menatap kaisar itu. Tidak seperti yang sebelumnya, ekspresi wajah pria itu kini sedikit lembut, mata tajamnya kini menatap dirinya dengan tatapan hangat.


Dan hal itu membuat An xia merasa enggan untuk berkedip walau hanya sesaat, setelah beberapa lama, An xia berdehem dan berkata. “A-Zhu! kenapa kau sering sekali memelukku?” An xia bertanya.


“Bukannya aku sudah mengatakan alasannya selamam?!” Jawab kaisar itu. Dan dia semakin mengeratkan pelukannya. Entah mengapa jika ia memeluk gadis ini.... ia dapat merasa begitu tenang, dan nyaman.


An xia mengerutkan keningnya, ia merasa bingung dan heran. Setaunya ia tidak pernah mendengar kaisar itu mengatakan alasannya. “Kapan? kenapa aku tidak mengingatnya?” Tanya An xia lagi.


Kaisar itu terkekeh, pertanyaan An xia barusan membuatnya teringat kejadian semalam. “Kau telah tertidur saat aku mengatakannya!!” Wajab kaisar itu.


An xia mengedipkan matanya beberapa kali, jadi saat kaisar itu mengatakannya, dirinya malah tertidur?


“Oh?!.... lalu, saat itu apa yang kau katakan kepadaku?” An xia bertanya, namun sepertinya kaisar itu merasa enggan untuk menjawab.


Dan hal itu semakin membuat An xia penasaran, gadis itu mulai berpikir. Hal apa yang membuat seorang kaisar yang dingin ingin memeluk dirinya?...


“Jangan jangan..... tidak mungkin bukan?!!” An xia bergumam dalam hati saat ia mendapatkan sebuah pemikiran.


“Apakah kau jatuh cinta kepadaku?” Walaupun ia merasa malu saat menanyakannya, namun rasa penasaran dalam dirinya jauh lebih penting.

__ADS_1


Kaisar itu masih diam, matanya masih terus menatap mata An xia. Haruskah ia menjawab?.....


Setelah lama berpikir, kaisar itu akhirnya menganggukkan kepalanya. “Ya, aku mencintaimu!!!” Jawab kaisar itu dengan tegas.


Mata An xia terbelalak, walaupun ia sudah menduganya, namun hal ini tetap membuatnya terkejut.


Jadi kaisar ini memang jatuh cinta kepadanya?...


“Mengapa?” An xia bertanya.


Kaisar itu mengerutkan keningnya, ia merasa bingung dengan pertanyaan An xia. “Mengapa apanya?” Kaisar itu balik balik bertanya.


An xia menghelah nafas, kemudian ia kembali bertanya. “Mengapa kau jatuh cinta kepadaku?”


Kaisar itu menatap An xia dalam dalam, kemudian ia berkata. “Aku juga tidak tau, namun yang jelas aku sangat mencintaimu!!” Ucapnya dengan penuh keyakinan.


Dia benar benar jatuh cinta padanya?!!....


An xia menelan air liurnya saat merasakan tegorokannya mulai kering, setelah itu ia berkata. “Bagaimana jika aku tidak mencintaimu?!! bagaimana jika aku mencintai orang lain?!!” Walaupun membutuhkan sebuah keberanian, An xia tetap menanyakan hal itu.


Wajah Kaisar itu menggelap, suasana hatinya tiba tiba memburuk saat pertanyaan itu keluar dari mulut An xia.


Salah satu tangan kaisar itu naik dan meraih beberapa anak rambut di kepala An xia selagi tangan satunya mendorong tubuh gadis itu agar semakin mendekat dan menempel dengan tubuhnya.


Kaisar itu mendekatkan wajahnya. “Jika kau tidak mencintaiku, maka akan aku buat dirimu jatuh cinta kepadaku!!!” Kini bibir kaisar itu berjarak sangat dekat dengan telinga An xia. “Jika kau mencintai pria lain selain diriku, maka aku akan membunuh pria itu!!! bahkan aku akan membunuh seluruh pria di muka bumi ini agar kau tidak bisa mencintai pria lain selain diriku!!!” Ucapnya dengan tegas, dan An xia tau betul kalau ucapan kaisar itu bukanlah omong kosong belaka.


Tidak pernah An xia sangka kalau Kaisar itu bisa begitu mengerikkan seperti ini. Walaupun begitu, An xia kembali bertanya.


“Lalu, apa yang akan kau lakukan jika aku tidak bisa mencintaimu? apakah kau akan melepaskanku?” An xia bertanya.


Kaisar itu mencium leher An xia sekilas lalu berkata. “Aku tidak akan pernah melepaskanmu!!! jika aku tidak bisa mendapatkan cintamu, maka orang lain juga tidak boleh mendapatkannya!!..... kalau perlu aku akan membunuhmu dan menikahi mayatmu agar aku bisa tetap bersama denganmu!!” Itu bukanlah ancaman, tapi itu adalah peringatan.


Sekali lagi, An xia menelan air liurnya dengan susah payah. An xia tau kalau dirinya memang sedikit tidak waras, tapi pria ini jauh lebih tidak waras dari pada dirinya.


Membunuhnya dan menikahi mayatnya?!!


An xia adalah seorang pembunuh, namun ia sama sekali tidak pernah mendengar motif pembunuhan semacam itu.


Saat ini ia benar benar merasa takut dan merinding. “A...Apakah kau mengancamku?!!” An xia bertanya dengan gugup.

__ADS_1


Kaisar itu mendekatkan bibirnya dengan bibir An xia, namun belum sampai bersentuhan. “Anggap saja begitu!! tapi yang jelas aku bisa benar benar melakukannya. jika itu diperlukan!!!” Setelah mengatakan itu, ia menempelkan bibirnya dengan bibir An xia.


Setelah beberapat lama, kaisar itu mulai menjalankan aksinya dengan mengecap bibir merah alami gadis itu. Rasanya begitu lembut, manis, dan menyenangkan.


Mata keduanya terpejam, mereka sama sama larut dalam kenikmatan itu. Bukan hanya kaisar itu yang merasa senang dengan ciuman ini. Namun pihak kedua, yaitu An xia juga menikmatinya.


Bahkan dengan sadar An xia melingkarkan tangannya di leher kaisar itu dan mendorongnya untuk memperdalam ciuman mereka.


Karena masih hujan, udara saat itu begitu dingin. Namun suasana di dalam kereta kuda itu semakin lama demakin panas dan tidak terkendali.


Keduanya sama sama ahli dalam hal itu, dari permainan bibir sampai permainan lidah, keahlian keduanya hampir setara.


An xia tiba tiba membuka matanya saat merasakan sebuah telapak tangan panas menyentuh kaki dan secara perlahan merambat ke paha dan semakin keatas.


An xia melepaskan ciuman itu dan mencegah tangan kaisar itu agar tidak terus naik. “A-Zhu!! jangan, apa yang kau lakukan?!!” Ucapnya dengan suara yang bergetar.


Kaisar itu menghentikan aksinya, ada sebuah perasaan bersalah dalam dirinya saat melihat tubuh gadis itu bergetar. Namun perasaan bersalah itu dalam sekejap berubah menjadi perasaan bahagia.


Kaisar itu menyentuh dan mengusap pipi An xia dengan lembut dan berkata. “Tenanglah, aku tidak akan melakukan hal lebih tanpa persetujuanmu!!” Setelah mengatakan itu, ia kembali memeluk An xia dengan pelukan hangat.


Membuat An xia kembali merasa nyaman.


Tangan kaisar itu terus mendorong tubuh An xia agar tenggelam dalam pelukannya, ia menghirup dalam dalam wangi rambut gadis itu.


“Sepertinya tak butuh waktu lama bagiku untuk membuatmu jatuh cinta, karena aku tau kau juga mencintaiku. benar bukan?” Kaisar itu bertanya dengan lembut kepada An xia.


“Entahlah!! aku masih tidak mengerti.” An xia menjawab sambil membalas pelukan itu.


“Kalau kau sudah mengerti, maka katanlah kepadaku!!” Ucap Kaisar itu yang dibalas anggukan kecil dari An xia.


*****


Udara dingin kini sama sekali tidak berpengaruh kepada An xia dan kaisar itu, pelukan hangat mereka bagaikan perisai yang melindungi diri dari dinginnya angin hujan.


Namun di siai lain, tepatnya di luar kereta kuda itu. Fai saat ini duduk di tempat kusir dengan keadaan basah kuyup akibat tertimpa derasnya air hujan.


Pakaiannya yang basah sama sekali tidak bisa melindunginya dari udara dingin, namun pakaian itu justru menjadi penghianat di udara dingin ini.


Fai menggigil kedinginan, tubuh pria itu benar benar membutuhkan sebuah kehangatan seperti dua orang yang ada di dalam kereta kuda itu.

__ADS_1


Telinganya yang selama ini menjad kelebihan dari tuhan karena memiliki pendengaran yang tajam, kini kelebihan itu berubah bagai kutukan saat pendengaran tajamnya mendengar semua hal yang ada di dalam kereta kuda itu.


“Demi tuhan apa salahku!!!!” Fai berteriak dalam hati.


__ADS_2