
Masih mendapati pejabatnya yang berbicara tentang selir, tatapan yang kaisar Zhuang berikan pun semakin tajam dan mematikan bagai mata belati.
“Haruskah aku memenggal kepala mu agar kau dapat mengerti apa maksud dari kata ‘Tidak’?!! ” Ucapnya yang bertanya dengan bumbu bumbu ancaman.
Mendengar ucapan kaisar Zhuang barusan, seketika seisi ruangan pun terdiam. Para pejabat kini saling melirik dan memberikan isyarat mata kepada pejabat yang lain untuk memberitahukan bahwa hal ini sudah tidak mungkin lagi.
Namun, pejabat yang pertama kali memberikan usulan tadi kini nampaknya masih tidak mau menyerah begitu saja. Ia masih memiliki dua orang putri cantik yang menurutnya layak bersanding dengan seorang kaisar.
“Yang mulia, apa salahnya mengambil satu atau dua selir? ” Tanyanya dengan nada lirih namun masih cukup jelas untuk di dengar. “Aku yakin permaisuri An tidak akan merasa keberatan jika yang mulia mengambil satu atau dua selir!...... Menurut kami, permaisuri An adalah seorang wanita yang baik dan lapang hatinya. ku rasa dia pasti akan mengerti! ” Ucapnya lagi.
Mendengar hal itu, beberapa pejabat yang lain pun menganggukkan kepalanya. Dari apa yang mereka lihat, sosok An xia memang seperti manusia tanpa dosa di hatinya. Dengan begitu pastilah ia tidak akan merasa keberatan jika kaisar Zhuang mengambil beberapa selir.
Iya, An xia memang tidak merasa keberatan sama sekali. Namun jika para selir itu masih bisa hidup sebelum hari pernikahan berlangsung!
Kaisar Zhuang saat ini ingin sekali tertawa dengan begitu keras. Sungguh apik sekali permainan wanitanya itu hingga dapat menyembunyikan sosok iblisnya dengan topeng dewi di depan hampir semua orang.
“Mungkin permaisuri tidak akan merasa keberatan! ” Ucap kaisar Zhuang yang mana hal itu menimbulkan cahaya harapan di mata semua orang yang mendengarnya. “Namun, aku telah bersumpah bahwa hanya akan ada satu orang wanita di dalam hidupku!.... Selain itu satu satunya wanita yang paling istimewa bagiku hanyalah permaisuri An seorang!! ” Ucapnya dengan begitu lantang dan tegas.
Setelah mengatakan itu, kaisar Zhuang pun segera bangun dari singgasananya dan berjalan meninggalkan ruangan tersebut tanpa memperdulikan para pejabat yang lain.
Sedangkan pejabat yang memberi usulan tadi kini diam diam mengepalkan tangannya karena merasa tidak terima dengan pernyataan kaisar Zhuang barusan.
Mau bagaimanapun, salah satu putrinya harus masuk dan bergabung kedalam lingkungan keluarga kerajaan!!
»»————\>❀<————««
Hentakkan langkah kaki seorang pria yang terdengar begitu jelas dan terkesan penuh amarah pun membuat para pelayan dan prajurit segera menepi dari jalan dengan kepala yang tertunduk.
__ADS_1
Saat sosok kaisar Zhuang melangkahkan kakinya dan secara kebetulan melewati mereka, aura mencekam yang begitu menusuk jiwa pun dapat mereka rasakan dengan begitu jelas.
Tidak ada seorang pun yang berani mengeluarkan satu kata pun untuk memenangkan amarah kaisar itu. Dilihat dari guratan kekesalan yang terlukis di wajah tampan tanpa cela itu, mereka semua pun dapat dengan pasti menebak hal apa yang baru saja terjadi.
Dengan tergesa-gesa, kaisar Zhuang membuka pintu kamar An xia dengan begitu keras, setelah itu ia pun melangkah kan kakinya masuk kedalam kamar sang istri. Melihat bahwa tidak ada siapapun dan orang yang di cari pun juga tidak ada, kaisar itu pun segera berkata...
“Pelayan!!” Panggil nya dengan suara yang begitu keras.
Mendengar panggilan itu, seorang pelayan pun masuk dan berkata. “Ya yang mulia!” Sahutnya dengan kepala yang tertunduk menahan takut.
Kaisar Zhuang membalikkan tubuhnya dan menatap pelayan itu dengan wajah datar “Di mana permaisuri saat ini?” tanyanya dengan dingin.
Walaupun merasa takut, tapi layan itu tetap berkata. “Menjawab yang mulia, beberapa saat yang lalu... Permaisuri An pergi menuju kediaman yang terletak tidak jauh dari istana.”Jawabannya sambil menahan lututnya yang lemas dan terasa ingin jatuh.
Setelah mengetahui keberadaan sang istri, kaisar Zhuang pun langsung melangkah pergi dan memerintahkan Fai untuk mengambil kuda kesayangannya sesegera mungkin.
»»————\>❀<————««
Apalagi saat melihat para prajuritnya yang berlatih cukup keras, memuatnya tanpa sadar menganggukkan kepalanya dengan begitu puas.
Pandangan An xia kini beralih untuk menatap kearah tuan Eiji, lalu ia berkata. “Jika saja para samurai mu ikut bergabung bersama mereka, maka itu akan sangat bagus!” Ujarnya, kemudian memakan manisan yang di hidangkan dengan begitu santai.
Mendengar ucapan An xia barusan, tuan Eiji pun menganggukkan kepalanya dengan sangat setuju. “Itu sungguh pemikiran yang bagus!..... Dengan begitu mereka bisa menjadi prajurit yang luar biasa bila dapat bekerja sama.” Ucapnya kemudian melanjutkan. “Jadi bagaimana? Jika kau mau, mulai besok mereka bisa berlatih bersama! ” Ucapnya lagi dengan penuh antusias.
An xia tersenyum, menatap kearah tuan Eiji dengan puas dan berkata. “Tentu saja! Itu tidak masalah, bahkan semakin cepat semakin bagus! ” Ucapnya.
Kemudian, An xia secara tiba tiba mengerutkan dahinya ketika menyadari ada hal yang salah. “Tunggu dulu! Sedari tadi aku tidak melihat keberadaan An chen. kemana dia? ” Tanyanya sambil menatap kearah Rui yang saat ini juga merasa kebingungan.
__ADS_1
Merasa kalau pertanyaan itu ditujukan untuk nya, Rui pun segera berkata. “Aku rasa tuan muda An telah berada di kediaman ini sedati tadi, hanya saja aku tidak tau pasti di mana dia sekarang. ” Jawabnya dengan ragu ragu.
Mendengar hal itu, tuan Eiji pun menambahkan. “Putriku juga seharusnya telah tiba di sini terlebih dahulu, namun sedari tadi aku juga tidak melihat keberadaannya! ” Ucapnya yang juga merasa heran.
An xia menghela nafas, kemudian melirik kearah Annchi dan berkata. “Cari mereka di sekitar sini! ” Perintahnya singkat.
Mendengar perintah dari sang permaisuri, Annchi pun menganggukkan kepalanya dengan patuh lalu segera pergi untuk mencari keberadaan dua bocah kecil itu bersama para pelayan yang lain.
Tidak berselang lama, seorang pelayan pun datang dengan terburu buru dan membisikkan sesuatu kepada An xia.
Entah apa yang pelayan itu bisikan, namun reaksi di wajah An xia kini menundukkan rasa terkejut bercampur dengan rasa waswas.
“Kenapa dia datang kesini?.... Dan secara tiba tiba?!! ” Tanya An xia dengan sedikit berbisik kepada pelayan tadi.
“Yang mulia, sepertinya__” Belum sempat payan itu menyelesaikan ucapannya, tiba tiba suara seorang pria pun terdengar dan mengagetkan semua orang.
“Permaisuri An!! ”Panggil kaisar Zhuang kepada An xia.
Nada bicara yang kaisar Zhuang gunakan memang bukan bentakan apalagi teriakkan, namun aura penuh penekanan yang terkandung di dalamnya itu pun membuat An xia dengan jelas menebak bahwa baru saja terjadi masalah di istana.
Dengan segera, An xia pun bangun dari duduknya dan melangkah mendekat kearah kaisar Zhuang. “Suamiku, apa yang sudah terjadi?” Tanyanya dengan sedikit rasa khawatir.
Kaisar Zhuang tidak langsung menjawab, namun ia terlebih dahulu melirik kearah semua orang dengan tatapan tajam. Mengisyaratkan kepada mereka untuk segera menjauh dari sini.
Mereka yang mengerti apa arti tatapan mematikan itu pun segera melangkahkan kakinya dengan terburu buru untuk menjauh dari tempat itu.
Merasa sudah tidak ada lagi seorang pun di sekitar mereka, kaisar Zhuang pun segera menarik tangan An xia untuk mendekat kearahnya. Dan kemudian, dengan terburu buru kaisar itu mendaratkan sebuah ciuman di bibir An xia yang sampai saat ini masih dalam keadaan bingung.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, An xia pun akhirnya tersadar. Mengetahui bahwa sang suami saat ini masih dalam suasana hati yang kurang baik, ia pun mencoba untuk menenangkannya dengan melingkarkan tangannya di leher kaisar Zhuang dan memperdalam ciumannya.
Perlahan tapi pasti, amarah dalam diri kaisar Zhuang kini mulai mereda. Namun, keinginan lebih yang timbul akibat pertukaran bibir ini justru membuat sesuatu dalam dirinya semakin membara dan tak terkendali.