Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Marah?


__ADS_3

Mendengar apa yang pelayan itu katakan kepadanya, pikiran tuan besar Shen pun kini mulai bekerja keras untuk mencerna setiap kejadian yang telah terjadi.


Jika di ingat ingat, kedua putrinya itu memiliki hubungan yang cukup baik!..... Bahkan ia jarang mendapati keduanya bertengkar atau meributkan sesuatu.


Lalu bagaimana bisa hal ini terjadi?


Sebenarnya masalah apa yang membuat pertengkaran di antara kedua putrinya itu timbul hingga memberi dampak sampai sebesar ini?


Jelas bahwa ini semua bukanlah masalah yang sederhana!..... ada sesuatu yang ganjil dalam hal ini, namun tetap saja ia masih belum mengetahui apa itu.


Setelah termenung cukup lama, akhirnya tuan besar Shen pun kini mulai mendapatkan sesuatu. “Bisa di pastikan bahwa sesutu yang Shen min yue berikan kepada Shen Gao Yang bukanlah hal yang baik! ” ia bergumam dalam hati, masih berfikir keras untuk menyusun semua kejadian dalam otaknya.


Tiba tiba ia mengingat sesuatu!.... Ia ingat bahwa pemuda bernama Wen zitian itu ditemukan tak bernyawa didalam kamar Shen min yue.


Gadis yang telah pemuda itu tiduri adalah putri keduanya, Shen Gao Yang. Namun, sungguh sebuah hal yang tak masuk akal jika pemuda itu sampai berada di dalam kamar Shen min yue.


“Ini sangat rumit!..... bagaimana bisa kebencian itu secara tiba tiba timbul di antara mereka berdua?! ” Gumamnya dalam hati sembari memijat kepalanya yang terasa pusing.


Pria paruh baya itu kini mendudukkan dirinya di sebuah kursi. Kerutan di dahinya yang mendalam itu pun menandakan bahwa ia kini benar benar tertekan dengan semua hal yang telah terjadi. “Mungkin kah yang memulai semua ini terlebih dahulu adalah Shen min yue?..... dan pemuda bernama Wen zitian itu bekerja sama dengan nya?” Ia menghembuskan nafasnya dengan kasar, kemudian memejamkan matanya untuk mencari keheningan. “Sepertinya Shen Gao Yang telah mengetahuinya, pantas dia bersikap begitu agresif seperti ini! ” Gumamnya lagi dalam hati.


Setelah terdiam lama selagi berfikir dan menerka nerka, pada akhirnya ia pun mulai mendapat titik terang!..... Untuk mendapatkan kepastian, tentunya ia perlu mendengar jawaban dari pitri keduanya itu.


“Benar, aku harus segera menemuinya!” Setelah mengatakan itu, ia pun segera bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan.


...»»————>❀<————««...

__ADS_1


Dengan perasaan campur aduk, pria paru baya itu melangkahkan kakinya menuju sebuah bangunan tampat Shen Gao Yang di kurung saat ini.


Tatapan matanya yang semula terlihat begitu tertekan dan penuh dengan amarah pun kini mulai menampakkan secerca cahaya harapan.


“Semoga saja jawaban yang ia berikan nanti memuaskan, dengan begitu aku tidak perlu mengusirnya dari kediaman! ” Ia terus melangkahkan kakinya dengan cepat, merasa tak sabar untuk mendapatkan sebuah cerita yang pasti. “Shen Gao Yang, aku harap kau akan mengatakan semuanya dengan jujur!” Gumamnya lagi dalam hati.


Tepat pada saat ia berada di depan pintu bangunan, kedua mata tuan besar Shen pun melirik ke arah salah satu penjaga lalu ia berkata. “Bagaimana keadaan gadis itu saat ini? ” Tanyanya dengan sedikit rasa khawatir yang terbentuk di wajahnya.


Mendengar pertanyaan yang di ajukan kepadanya, penjaga itupun membuka mulutnya. “Nona kedua sempat kehilangan kendali, namun sekarang nampaknya ia jauh lebih tenang! ” Ucapnya yang menjawab pertanyaan tadi.


Merasa sedikit legah dengan jawaban yang penjaga itu berikan, sang tuan besar Shen pun menganggukkan kepalanya. Kemudian, ia memberi isyarat kepada mereka untuk segera membukakan pintu.


Tepat setelah pintu itu terbuka lebar, pandangan sang tuan besar Shen pun dapat melihat sebuah ruangan yang nampak gelap danpa penerangan sedikit pun.


Namun salah seorang penjaga yang mendengar hal itu secara tidak sengaja pun menjawab. “Tuan, kami sengaja menutup pintu dan jendela untuk mencegah agar nona kedua tidak dapat melarikan diri! ” Ia terdiam untuk sesaat, melirik kedalam ruangan yang gelap gulita itu. “Lagipula kami sudah menempatkan beberapa lilin yang menyala, namun dengan sengaja nona kedua mematikannya. ” jelasnya panjang lebar.


Mendengar hal itu, tuan besar Shen pun segera melangkahkan kakinya memasuki ruangan. Namun pencahayaan yang kurang itupun membuat pandangannya sedikit terbatasi.


Dan karena tidak bisa melihat dengan jelas, ia pun tersandung oleh sesuatu dan pada akhirnya terjatuh ke lantai yang terasa basah.


Pada awalnya pria paruh baya itu mengeluh kesakitan di bagian punggung, namun saat ia menyadari bahwa lantai yang kini ia duduki itu basah..... tuan besar Shen pun mengerutkan dahinya.


“Apa ini?..... bagaimana bisa lantai ini basah?.... apakah ada air yang tumpah? ” Ia menyentuh cairan yang entah apa itu, kemudian mendekatkan tangannya ke hidung untuk menciumnya. “Bau ini seperti bau.... ” Tiba tiba kedua matanya terbuka lebar selagi jantung berdetak dengan kencang. “.... ini bau darah?!!! ” Gumamnya dalam hati.


Sadar bahwa itu bukanlah sesuatu yang baik, ia pun segera meraba raba sekitarnya sembari berteriak. “Seseorang, cepat kemari!!!!..... buka jendelanya dan___” Ia terdiam secara tiba tiba di saat tangannya yang kini bersentuhan dengan kulit wajah seseorang.

__ADS_1


“Shen.... Shen Gao Yang!!....putriku, apakah ini kau?!! ” Tanyanya, sembari meraba raba wajah seseorang yang ia sentuh itu.


Sedangkan para penjaga yang berada di luar pun segera masuk di saat pendengaran mereka menangkap suara tuannya.


Dengan mata mereka yang lebih jernih ketimbang mata tuan besar Shen yang sudah berumur, merekapun samar samar dapat melihat apa yang terjadi.


Dan untuk memastikannya, jendela ruangan pun segera di buka. Memberi peluang bagi cahaya matahari untuk masuk dan menerangi ruangan yang gelap itu.


Namun cahaya yang masuk itu sepertinya datang bukan untuk memberikan berkah, melainkan sebagai pendukung penglihatan yang jelas bagi seseorang untuk menyaksikan sebuah hal yang mengerikan.


...»»————>❀<————««...


Di tempat lain saat ini, An xia kini tengah menatap pantulan dirinya di cermin. Bibirnya yang dipoles dengan warna merah menggoda itu tersenyum dengan begitu indah..... memperlihatkan sebuah kebahagiaan sekaligus rada bangga dalam dirinya.


Annchi yang berdiri di belakangnya sembari menyisir rambutnya itupun tersenyum, turut merasa bahagia dengan kebahagiaan yang An xia rasakan saat ini. “Permaisuri, apakah kau tidak berniat untuk menemui kaisar? ” Ia bertanya, kemudian melanjutkan. “yang mulia pasti lelah setelah bekerja keras seharian penuh kemarin, bahkan ia sampai mengabaikan waktu istirahat nya demi menyelesaikan semua urusan! ” Ucapnya lagi.


Sedangkan An xia yang mendengar hal itupun masih terlihat santai dan mempertahankan senyum indah di bibirnya. “Aku adalah istrinya, tanpa kau beritahu pun aku sudah tau semuanya!....” ia terdiam untuk sesaat sebelum melanjutkan. “.... Hmm, lagipula aku sedang tidak ingin bertemu dengannya saat ini! ” Ucapnya lagi.


Annchi yang mendengar ucapan majikannya itupun mengerutkan dahi. Jarang sekali ia melihat An xia yang begitu enggan untuk menemui kaisar Zhuang di waktu luang. “Mungkinkah mereka saat ini sedang bertengkar?.... ” Gumamnya dalam hati.


Ia kini mulai berfikir keras, berusaha untuk menerawang hal apa yang tengah terjadi saat ini. “Permaisuri, apakah telah terjadi sesuatu?.... kenapa kau tidak ingin menemuinya? ” Tanyanya, setelah pikirannya menyerah untuk mencari jawaban.


Namun belum sempat An xia membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan dari Annchi barusan, tiba tiba sebuah suara lain pun terdengar dan mengejutkan mereka berdua.


“Owh, apakah istriku saat ini sedang marah hingga merasa enggan untuk menemui suaminya??? ” Tanya dari seseorang yang baru saja melangkahkan kakinya masuk tanpa permisi terlebih dahulu.

__ADS_1


__ADS_2