
Langkah kaki An xia kini terdengar memasuki ruangan, guratan kekesalan kini masih terpampang jelas pada raut wajahnya yang masam.
Melihat hal itu, kaisar Zhuang yang sedari tadi mengikutinya di belakang pun diam-diam tersenyum. “Apakah semua wanita hamil memang sesensitif ini? ” Ia bergumam dalam hati.
Sedikit merasa terhibur dengan tingkah laku istrinya.
“Berhenti mengikuti ku!!... apakah kau tidak memiliki perkejaan lain?!!” Ucap An xia dengan begitu ketus.
Bahkan wanita itu dengan berani memalingkan mukanya di hadapan seorang kaisar!.... jika saja itu orang lain, maka kaisar Zhuang sudah pasti akan langsung memberikan sebuah pelajaran.
“Kenapa kau tiba-tiba marah seperti ini? ” Pria itu bertanya, kemudian memeluk tubuh istrinya dari arah belakang sembari berkata. “Apakah kau tidak ingin menghabiskan waktu dengan ku? ” bisik nya, tepat di samping telinga An xia.
Membuat wanita itu sedikit merasa geli akibat hembusan nafas kaisar Zhuang yang menerpa telinga serta kulit lehernya.
“Berhenti menggodaku!! ” An xia berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan kaisar Zhuang. “Lebih baik kau membersihkan diri terlebih dahulu sebelum mendekatiku!.... aku sama sekali tidak ingin berdekatan dengan pria yang badannya bau minyak tanah sepertimu!!” Ucapnya lagi.
Mendengar hal itu, kaisar Zhuang pun tersenyum licik dan berkata. “Baik, namun kau juga harus membantu ku! ” ia mengangkat tubuh istrinya itu secara tiba-tiba, kemudian melangkahkan kakinya menuju ke suatu tempat untuk membersihkan diri.
“Ah! apa yang kau lakukan?!” An xia hampir berteriak karena terkejut, kedua tangannya kini secara otomatis berpegangan pada pundak kaisar Zhuang. “Cepat turunkan aku!... bukankah masih ada para pelayan yang bersedia untuk membantu mu membersihkan diri?!! ” ucapnya dengan kesal saat tiba-tiba digendong seperti itu.
__ADS_1
“Para pelayan? ” Kaisar Zhuang mengulangi kata-kata An xia, ia kini masih terus melangkahkan kakinya tanpa berniat untuk menurunkan tubuh sang istrinya itu. “Apakah kau ingin tubuh suamimu di pandangi oleh wanita lain?.... bukankah kau sendiri yang memintaku untuk berjanji agar selalu setia? ” Tanyanya, dengan tatapan menggoda.
Seakan-akan ia kini tengah merencanakan sesuatu secara sembunyi-sembunyi.
Mengetahui hal itu, wajah An xia pun kini mulai memanas dengan rona merah yang menghiasi kedua pipinya. “Kapan aku pernah melakukan itu?... ” Ia memalingkan wajahnya, berusaha untuk menghindari tatapan suaminya yang seolah-olah sedang mengharapkan sesuatu. “... bukankah kau sendiri yang berinisiatif untuk membuat janji?! ” Ucapnya lagi.
Mendengar hal itu, kaisar Zhuang pun tersenyum tipis. Kemudian ia mendekatkan wajahnya dan mendaratkan sebuah kecupan singkat di pipi An xia lalu berkata. “Entahlah, namun yang jelas aku telah membuat janji!... ” Ia terdiam untuk sesaat, melirik wajah yang memerah itu dengan tatapan penuh arti. “... Dan karena itulah, sebagai gantinya kau harus menemaniku mandi!!” Lanjutnya, sembari mempercepat langkah kakinya.
...»»————>❀<————««...
Waktu kini telah berlalu dengan cepat di saat mereka baru saja menyelesaikan kegiatan ‘pribadi’ antara sepasang suami-istri dengan begitu intim.
Dan tentu saja pria itu tidak lain dan tidak bukan adalah sosok kasar Zhuang sendiri.
Menyadari hal itu, kaisar Zhuang pun tersenyum dan berkata. “Lihat saja sepuasnya, seluruh bagian dari diriku adalah milikmu!... jadi kau tidak perlu mencuri-curi pandang seperti itu!!” Ucapnya sembari melangkahkan kakinya mendekat ke arah An xia.
Mendengar hal itu, An xia pun memutar bola matanya dengan malas. kemudian, ia mendengus dan berkata. “Apakah kau tidak bisa mengenakan pakaian dengan benar?.... atau kau memang sengaja melakukannya untuk menarik perhatian ku?! ” Tanyanya, dengan nada mengejek.
Namun, alih-alih merasa tersinggung, kaisar Zhuang kini justru terkekeh kecil. Salah satu tangannya kini terulur dan meraih beberapa helai rambut An xia, kemudian mencium dan menghirup aroma wanginya dalam-dalam. “Kenapa? apakah kau tergoda?” ia balik bertanya, lalu merangkul tubuh sang istri dengan begitu mesra. “Akuilah, kau tidak perlu menyembunyikan apapun dariku! ” Ucapnya lagi.
__ADS_1
Mendengar kata-kata itu, An xia pun hanya bisa menghela nafasnya dengan berat. Salah satu tangannya kini terangkat dan menyentuh wajah kaisar Zhuang yang menggelitik lehernya. “Sejak kapan suamiku ini menjadi penggoda ulung?.... apakah sebelum menikah aku telah tertipu dengan sosok mu yang begitu tegas dan dingin? ” Ucapnya, sembari membelai wajah tampan itu dengan tangannya yang lembut.
Kaisar Zhuang memejamkan matanya, pria itu kini tampak sedang menikmati setiap sentuhan lembut dari tangan istrinya saat ini. “Kenapa? apakah kau menyesal? ” Ia membuka matanya, kemudian menundukkan wajahnya dan mencium leher An xia dalam-dalam. “Sayang sekali, sekarang sudah terlambat! ” Ucapnya, dengan ekspresi wajah puas dan penuh akan kepercayaan diri.
Mendengar hal itu, An xia pun terkekeh kecil dan berusaha untuk menahan tawa. “Kau benar, karena pria-pria yang ingin membawa ku pergi telah tiada!.... ” ucapnya, kemudian terdiam untuk sesaat dan kembali berkata. “.... Ah! ngomong-ngomong soal itu, aku akan mengirim mayat pangeran kedua untuk di pulangkan sesegera mungkin!” Ucapnya lagi.
...»»————>❀<————««...
Dan keesokan harinya, sebuah peti besar pun kini telah sampai di hadapan pangeran ketiga dengan sebuah surat yang ditulis langsung oleh An xia, sang permaisuri yang lahir dan tumbuh di Kerajaan ini.
“Buka petinya! ” Pangeran itu memberi perintah, dan peti itu pun segera di buka untuk memperlihatkan isi di dalamnya.
Dan sembari memandangi sosok tak bernyawa sang kakak, pangeran ketiga pun bergumam dalam hatinya. “Kakak ku yang bodoh! ” Ia memaki dengan wajah yang terlihat sendu. “Ayah kini tengah jatuh sakit dan nyawanya sudah tidak lama lagi!.... sedangkan kau yang baru saja di angkat sebagai putra mahkota malah mati dengan konyol seperti ini!! ” Gumamnya lagi.
Sejujurnya ia sedikit tidak rela dengan kematian saudaranya itu, namun ia juga tidak berniat untuk balas dendam karena itu hanya akan menambah masalah pada kerajaannya yang kini tengah kacau.
“Kini karena dirimu aku harus memikul tanggung jawab yang besar!! ” Ia melirik surat di tangannya, kemudian mencengkram surat itu dengan kuat sembari menggertak kan gigi.
Melihat hal itu, salah seorang penasihat kerajaan yang sedari tadi berdiri di belakang pangeran ketiga pun maju dan berkata. “Pangeran, apa yang terjadi pada putra mahkota sudah tidak bisa di rubah lagi! ” Ia terdiam untuk sesaat, kemudian melanjutkan. “Kini anda harus segera mengambil keputusan!.... dalam surat mereka menginginkan sebagian wilayah kekuasaan, dan jika kita tidak memberikannya, maka mereka akan menyatakan perang! ” Ucapnya lagi, dengan raut wajah yang tampak begitu kesulitan.
__ADS_1
Hanya dengan mendengar kata-kata penasihat itu saja sudah membuat pangeran ketiga merasa tertekan, lalu bagaimana ia akan mengurus kerajaan ini nantinya?!!