Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Berangkat!!


__ADS_3

Di dalam pelukan pria itu, An xia dapat merasakan sebuah kehangatan yang selama ini tidak pernah ia rasakan. Ternyata, pelukan hangat pria ini cukup nyaman juga, lebih nyaman dan hangat dibanding sebuah selimut tebal.


“Kau nyaman!!.” Ucap An xia tanpa sadar.


Kaisar yang sedari tadi menutup matanya dan menikmati aroma harum dari tubuh An xia kini membuka matanya kembali saat mendengar perkataan gadis itu.


Kaisar itu tersenyum tipis, kemudian ia semakin mengeratkan pelukannya sambil berkata. “Kalau begitu mulai sekarang kita tidur bersama!” Balasnya dengan suara pelan yang hanya bisa di dengar olehnya dan An xia.


An xia tiba tiba membuka matanya saat mendengar ucapan kaisar itu, lebih tepatnya ia baru sadar dengan apa yang ia ucapkan.


An xia derusaha medorong tubuh kaisar itu untuk menjauh darinya, “Tidak!!.... asal kau tau ya, aku bukanlah gadis murahan yang akan sudih tidur satu ranjang dengan pria asing sepertimu!!” Ucapnya dengan wajah yang memerah karena malu.


Bisa bisanya ia berkata seperti itu tanpa sadar, ini sungguh memalukan!!..


Walaupun An xia kembali memberontak, kaisar itu justru sama sekali tidak memiliki keinginan untuk melepaskan pelukannya. “Jangan memberontak!... bukannya kau sendiri yang bilang kalau pelukanku membuatmu nyaman?!” Ucap kaisar itu sambil memejamkan mata kembali.


Untuk sesaat An xia terdiam, ia tidak bisa berkata apapun lagi, memang benar tadi dirinya sendirilah yang mengatakan ‘Nyaman’.... An xia juga tidak bisa mengelak kalau ia saat ini memang merasa nyaman.


Namun tetap saja!!...


“Aku bukanlah gadis murahan seperti yang kau pikirkan!!” Ucap An xia dengan ketus.


Kaisar itu terkekeh, kemudian ia mengelus kepala An xia dengan lembut seraya berkata. “Memangnya kapan aku pernah bilang kau gadis murahan hem?” Tanya kaisar itu.


An xia mengerjapkan matanya beberapa kali. Benar juga!! kaisar itu memang tidak pernah mengatakannya, namun...


“Lalu, kenapa kau tidur seranjang denganku dan memelukku?” An xia bertanya dengan pemuh penekanan.


Kaisar itu terdiam, haruskah ia mengatakan yang sebenarnya kalau dirinya telah jatuh hati kepada gadis ini sampai sampai tidak ingin berpisah sedetikpun.


Atau apakah ia harus berbohong?


Namun kebohongan apa yang akan ia gunakan?


Semua prilakunya dan perhatiannya kepada gadis ini sudah cukup untuk menjelaskan perasaannya, jika ia berbohong maka itu akan percuma.


Lebih baik ia jujur dan menyatakan perasaannya kepada An xia!


Kaisar itu menarik nafas dalam dalam lalu menghembuskannya secara perlahan. “Itu, karena aku...” kaisar itu berhenti sejenak dan menelan air liurnya susah payah, ternyata menyatakan perasaan itu memang membutuhkan mental yang kuat.


“Itu karena aku mencintaimu!!” Ucap Kaisar itu dengan penuh keyakinan.


Hening untuk beberapa saat.


Kaisar itu mengerutkan keningnya saat menyadari ada yang aneh, mengapa gadis dalam pelukannya ini sama sekali tidak memberikan tanggapan? mengapa gadis ini hanya diam saja?....


Karena penasaran, kaisar itu menundukkan kepalanya untuk melihat wajah An xia.

__ADS_1


Sebuah helahan nafas berat keluar dari mulut kaisar itu, Kini jari jari tangannya mengusap pipi An xia dengan lembut. “Kenapa kau selalu tertidur disaat aku mengatakan hal hal yang penting kepadamu?!” Tanya kaisar itu yang merasa begitu gemas dengan kebiasaan An xia yang satu ini.


An xia memang benar benar keterlaluan, bisa bisanya gadis itu tertidur di saat kaisar itu ingin menyatakan perasaannya.


Kaisar itu memberikan kecupan singkat di kening An xia, setelah itu ia kembali mengeratkan pelukannya dan ikut terlelap salam tidur.


Walaupun tak ada lilin yang menerangi ruangan itu, namun sinar rembulan yang merambat masuk memalui sela sela jendela sudah lebih dari culup untuk menerangi ruangan itu.


Seperti sebuah lukisan, pemandangan itu begitu indah. Mereka berdua bagaikan pasangan dewa dan dewi yang sedang tertidur dengan cahaya bulan sebagai penguat kesan romantis.







Pagi hari.


Pagi ini hari tidaklah begitu cerah, matahari yang bisanya muncul dan menghangatkan pagi kini nampak malu malu dan bersembunyi di balik awan hitam yang menangis.


Air hujan turun dan menghasilkan bunyi bunyi nyanyian merdu buliran air yang terjatuh dan menimpa atap, udarapun kini terasa begitu dingin.... namun juga terasa begitu sejuk dan menyenangkan bagi penikmat udara dingin.


An xia menenggelamkan wajahnya di dada bidang pria itu, Ia bisa mencium bau harum khas seorang pria dewasa. Dan hal itu semakin membuatnya merasa nyaman dan ingin terus berlama lama dalam posisi ini.


Di sisi lain, Kaisar itu mulai membuka matanya saat merasakan ada sesuatu yang saat ini memeluk tubuhnya dengan erat layaknya sebuah gulung.


Saat ia sudah sepenuhnya sadar, Kaisar itu kemudian menundukkan kepalanya untuk melihat sang pelaku itu.


Yang ia lihat saat ini adalah, An xia yang sedang memeluknya sambil menyembunyikan wajah catiknya itu di dada bidang miliknya.


Bahkan bagian atas tubuhnya kini hampir telanjang akibat ulah jahil sepasang tangan milik seorang gadis yang kini memeluknya.


Bagi kaisar itu, pagi ini adalah pagi yang begitu membahagiakan dibandingkan pagi pagi yang lain.


“Emm!...” Tiba tiba An xia mulai terbangun dari tidurnya.


Kelopak mata gadis itu mulai terbuka, matanya terlihat sayu, dan hal pertama yang ia lihat adalah pemandangan yang...


WOW!!!


Sebuah dada bidang dan perut berotot milik seorang pria, terlihat begitu indah dan menggiurkan.


An xia berfikir kalau ini hanyalah mimpi, karena itulah ia tanpa merasa ragu meraba raba tubuh itu dengan tangannya. Tangan An xia terus meraba raba untuk merasakan lengkuk lengkuk tubuh itu tanpa menyadari keadaan dari si pemilik tubuh yang ia raba.

__ADS_1


Nafas kaisar itu mulai tidak beraturan, ada sebuah perasaan mengganjal di dalam hati, perasaan yang membuatnya resah dan yang mendorong keinginannya untuk berbuat sesuatu yang tidak seharusnya ia perbuat.


“Jika kau menyukai tubuhku ini, kenapa tidak langsung menikmatinya saja?.... aku akan membiarkanmu melakukannya!” Ucap kaisar itu dengan wajah yang sudah memerah.


An xia lengsung menghentikan kegiatannya saat mendengar suara seseorang yang begitu ia kenal.


An xia menelan air liurnya susah payah. “Jangan bilang kalau semua ini nyata!!!” Gumam An xia dalam hati.


Entah mengapa An xia merasa begitu merinding, rasanya ia begitu takut untuk menatap wajah kaisar itu.


“Kenapa berhenti? apakah kau tidak ingin menyelesaikannya sampai tuntas?” Suara berat kaisar itu kembali terdengar, dan kata kata itu semakin membuat An xia merinding dan takut.


Dengan cepat An xia mendudukkan dirinya, begitu juga dengan kaisar itu yang juga duduk tepat di samping An xia dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.


Tanpa menatap wajah kaisar, An xia berkata. “Aku tidak ada maksud untuk melakukannya!!” Setelah mengatakan itu, An xia langsung melompat turun dari ranjang dan keluar dari kamar itu dengan wajah yang memerah karena malu.


Kaisar itu hanya bisa terkekeh geli dengan kelakuan An xia yang seperti itu, apakah gadis itu selalu bersikap begitu menggemaskan jika pagi hari?


Jujur ia merasa bahagia karena dapat melihat sisi lain dari sosok An xia, Walaupun ia harus tersiksa karena menahan keinginan dalam dirinya kepada gadis itu.


****


Langit masih terus bermurah hati menurunkan air hujan, Walaupun tidak sederas tadi.


Saat ini sebuah kereta kuda berhenti tepat di depan Yin Lianhua, kereta kuda itu hanyalah kereta kuda biasa, sama sekali tidak ada yang menarik di kereta kuda itu.


Namun yang akan menaiki kereta kuda itu bukanlah sembarangan orang, sepertinya derajat kereta kuda itu telah naik karena salah satu orang yang akan menggunakannya adalah seorang kaisar.


An xia keluar dari rumah hiburan miliknya itu dengan hanya menggunakan pakaian yang begitu sederhana berwarna putih polos, rambut panjangnya kini hanya diikat biasa menggunakan pita putih dan dengan sebuah jepit rambut berbentuk bunga kecil yang mengapit rambut sampingnya.


Cantik dan manis, sederhana dan apa adanya.


Fai yang sedari tadi menunggu di luar dengan sebuah payung kini hanya bisa mematung di tempat karena penampilan sederhana An xia.


Matanya terus tepaku dengan kecantikan di dalam kesederhanaan itu, Walaupun dengan penampilan yang begitu sederhana, An xia tetap terlihat cantik, bahkan penampilannya saat ini membuatnya nampak seperti seseorang dengan jiwa yang suci.


Fai terus memandangi An xia, sampai saat ia merasakan sebuah aurah pembunuh dari seseorang, barulah ia dapat mengalihkan tatapannya itu.


Kini Fai hanya bisa menunduk dan melihat tanah dengan perasaan takut.


Kaisar itu berdiri di belakang An xia dengan pakaian sederhana, namun masih tetap terlihat begitu gagah dan tampan.


Mereka memang sengaja berpenampilan sederhana agar tidak menimbulkan kecurigaan saat berada di desa hujan nanti.


An xia masuk kedalam kereta kuda, begitujuga dengan kaisar. Kedua orang itu berada di dalam satu kereta kuda dengan suasana canggung.


Sedangkan Fai saat ini bertugas menjadi seorang kusir, itu lebih baik daripada harus menjadi duri dalam daging jika berada dalam kereta berasama dua orang itu.

__ADS_1


Fai langsung saja menjalankan kereta kuda itu di tengah hujan, Jalananpun nampak sepi karena hari memang masih pagi, apalagi saat ini juga hujan, tentunya orang orang lebih memilih tetap di dalam rumah sampai hujan ini redah.


__ADS_2