
Pangeran kedua Zhang Liang dan putri Li yue xi kini masih terdiam. Tidak ada dari mereka berdua yang berniat untuk mengatakan sesuatu dan menjelaskan tentang apa yang terjadi di antara mereka berdua.
Pangeran kedua dengan ragu ragu mekirik ke arah An Xia. Dari ekspresi wajahnya, gadis itu terlihat sedang kebingungan saat menatap ke arahnya.
Menurut pangeran kedua, ia berfikir kalau An Xia saat ini sedang bertanya dan menerka nerka tentang kesalahan apa yang telah ia perbuat.
Kemudian, pandangan pangeran kedua melirik ke arah putri Li yue xi yang kini berada di sampingnya dan sedang menundukkan kepalanya.
Bisa pangeran itu lihat kalau saat ini, wajah dan telinga putri itu memerah. Walaupun ekspresi yang di tunjukkan oleh putri itu terlihat takut dan tegang.
Namun, pangeran kedua dapat melihat kalau sudut bibir putri Li yue xi sedikit terangkat dan membentuk senyuman tipis.
Begitu tipis sampai tidak ada yang menyadarinya!
Pangeran kedua yang menyadari itupun menggertak kan giginya, semua kejadian yang tadi ia alami pasti hasil dari rencana yang telah putri itu siapakan untuk menjebaknya.
“Wanita sialan ini telah menjebak ku!!” Geramnya dalam hati.
Sedangkan kaisar yang sama sekali tidak mendengar jawaban sedikitpun mengerutkan keningnya. "Apakah mereka semua sedang menguji kesabaranku?!! ” Ucapnya dalam hati, kemudian ia melemparkan sebuah tatapan tajam ke arah pangeran kedua. “Pangeran kedua, aku meminta penjelasan kepadamu!!! ” Ucapnya dengan suara keras, membuat sang pangeran kedua yang sedari tadi melamun, kini mulai tersadar kembali.
Pangeran kedua menatap ke arah kaisar dan permaisuri yang kini juga menatap ke arahnya. “Ayahanda, ibunda. Aku merasa kalau semua ini adalah jebakan yang telah putri Li yue xi siapkan untukku!! ” Ucapnya dengan begitu tegas dan tanpa keraguan.
Putri Li yue xi yang mendengar perkataan pangeran kedua pun terbelalak, sama sekali tidak menyangka kalau pangeran itu berani menuduhnya. “Pa... pangeran, apa yang kau katakan?..... Saat itu...” Ia menundukkan kepalanya, menutupi wajahnya yang merona merah akibat malu. “.... Saat itu kau datang kepadaku dalam keadaan mabuk, dan... dan kita melakukannya! ” Ucapnya lagi.
Hati pangeran kedua memanas saat mendengar ucapan putri Li yue xi barusan. Dengan mata yang menatap tajam, pangeran itu berkata. “Kau!!... kaulah yang menaruh obat dalam minuman ku, kemudian kau memanfaatkan keadaanku untuk menggoda dan... cih!! menjijikan!! ” Ucapnya dengan membentak dan di akhiri dengan makian.
Setelah pangeran kedua mengatakan itu, tiba tiba ia dapat mendengar suara terkesip dari arah samping.
__ADS_1
Semua orang pun menoleh dan menatap ke arah keluarga An yang kini berdiri dari duduknya dengan ekspresi terkejut di wajah mereka.
Pangeran kedua membelalak kan kedua matanya saat pandangannya tertuju kepada sosok An Xia yang kini menutup mulutnya dengan kedua tangan.
Jantung pangeran kedua berdegup kencang sebanyak satu kali, ia sama sekali tidak sadar dengan apa yang ia ucapkan barusan. “Xia’er!.... bukan... bukan maksudku__” Sebelum sempat pangeran itu menyelesaikan ucapnya, tiba tiba suara An Changyi pun terdengar dan menyela.
“Pangeran kedua, apa maksud dari ucapanmu itu?!!! ” Tanya An Changyi dengan sebuah tatapan tajam.
Walaupun pangeran kedua adalah putra dari kaisar, namun ia tidak akan terima jika putri kesayangannya sampai tersakti.
Pandangan An Changyi kini beralih untuk menatap putri Li yue xi yang saat ini sedang memalingkan wajahnya.
Nafas An Changyi kini mulai tidak beraturan, aura yang begitu mendominasi khas seorang jenderal besar kini telah ia keluarkan. “Pangeran kedua, jangan bilang kau dan putri itu melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan?!!! ” Tanyanya, dengan nada penuh penekanan.
Jikapun kaisar merasa tersinggung dengan caranya berbicara kepada pangeran kedua, maka An Changyi sama sekali tidak perduli lagi.
Saat ini yang di pertaruhkan adalah masa depan pitri kesayangannya, dan sebagai seorang ayah dia tidak akan tinggal diam!!
“Jenderal besar, aku minta tenangkan dirimu! ” Kemudian, pandangan kaisar beralih untuk menatap pangeran kedua dan putri Li yue xi. “Sebelum mengambil keputusan, kita harus mendengarkan penjelasan mereka berdua terlebih dahulu! ” Ucapnya yang berusaha untuk mengendalikan situasi agar tidak semakin kacau.
Nampak saat ini An Changyi sama sekali tidak mendengarkan ucapan dari sang kaisar, tatapan tajamnya sampai sekarang tidak henti hentinya menyoroti ke arah pangeran kedua dan putri Li yue xi.
Namun, saat sebuah suara merdu dan lembut bagai alunan melodi syurga terdengar dan menggelitik indra pendengarannya. An Changyi barulah menoleh dan menatap ke arah sang pemilik suara itu.
“Ayah, aku mohon tenangkan dirimu!.... kita harus mendengarkan penjelasan mereka terlebih dahulu. ” Ucap An Xia dengan begitu lembut kepada An Changyi. Tetapi, walaupun ucapannya terdengar lembut. Semua orang bisa merasakan nada sedih dan terluka yang gadis itu sembunyikan.
An Changyi termenung untuk sesaat. Mendengar ucapan dari putrinya itu, hatinya kini sedikit melunak dan kepalanya menjadi sedikit jernih untuk berfikir.
__ADS_1
Melihat An Changyi yang sudah mulai merasa tenang dengan bantuan An xia, kaisar pun kembali melemparkan sebuah pertanyaan kepada pangeran kedua. “Katakan kepadaku, apa saja yang telah kau alami pangeran?!” Tanyanya.
Kemudian, ia kembali melitik ke arah keluarga An yang saat ini masih berdiri dari duduknya. “Dan kalian, duduklah kembali! ” perintahnya yang di patuhi dalam diam.
Pangeran kedua kini nampak bingung, bingung harus menjelaskan dari mana. Masalah ini begitu rumit dan memalukan!....
Pangeran kedua itu mendongakkan kepalanya untuk menatap ke arah An Xia. “Xia'er, apapun yang akan terjadi nanti.... aku akan tetap mencintaimu! ” Ujarnya dalam hati.
Kemudian, ia menghela nafas dan berkata. “Ayahanda, aku akan menceritakan semua yang aku tau! ” Ucapnya yang akan menjelaskan.
Kaisar pun menganggukkan kepalanya. “Katakan! ” Perintahnya dengan tegas.
Pangeran kedua pun mulai bercerita. Pada awalnya, ia merasakan kalau kepalanya terasa sedikit pusing. Walaupun rasa pusing itu tdak terlalu parah, namun ada rasa lain yang mengganggu dirinya.
Saat itu tubuhnya terasa panas dan begitu tidak nyaman, ada sesuatu dalam dirinya yang menuntut penyelesaian.
Pada awalnya ia mengabaikan hal itu dan tetap fokus untuk menikmati pertunjukkan tari di aula. Namun, semakin lama perasaan itu semakin menjadi jadi.
Orang yang duduk di sampingnya pun menyadari keanehan yang ia rasakan dan menawarkan diri untuk mengantarkannya pergi menemui tabib.
Karena kondisinya yang tak tertahankan, pangeran kedua pun mengiyakannya tanpa merasa curiga sedikitpun.
Saat sudah berada di luar, bukannya mengantarkan dirinya kepasa sang tabib istana. Orang tersebut pun malah mengantarkannya di sebuah kamar yang di tempati oleh putri Li yue xi.
Merasa heran dan sedikit curiga, pangeran kedua pun bertanya. “Kenapa kau mengantarkan ku ke tempat ini?! ” Tanyanya dengan suara yang tertahan.
Sedangkan orang yang di tanya pun berkata. “Pangeran, di dalam kamar itu ada nona pertama An. kau bisa meminta bantuan kepadanya!” Jawabnya lalu orang tersebut pun pergi begitu saja.
__ADS_1
Pangeran kedua yang mendengar nama An Xia di sebut sebut pun membuat pikirannya menjadi kacau tak terkendali.
Dengan langkah kaki tidak teratur namun nampak terburu buru. Pangeran itu masuk kedalam kamar dan mencari keberadaan sosok An Xia.