
Kota Immortal Cloud.
Di kota terjadi keributan tentang orang yang terbakar oleh api aneh, api itu belum pernah di lihat oleh orang-orang kota dan orang yang menyebabkan semua ini adalah Qin Chen sendiri. Dia menghukum orang yang dari tadi mengutuknya, dengan berbicara kasar tentang Qin Chen.
Kakek Ling yang berada di sampingnya, ia terdiam saat melihat mata Qin Chen seperti mengeluarkan cahaya merah, cahaya keluar dari matanya dan langsung membakar orang yang ia tatap.
Sangat mengerikan! Pengendalian api yang sangat mengerikan! Bahkan jika itu aku, aku akan kesulitan menggunakannya!
Mereka ketakutan melihat orang yang terbakar hingga tidak ada lagi batang hidungnya, tubuhnya menjadi butiran debuh hitam yang tersapu oleh hembusan angin hingga melayang ke atas langit.
Qin Chen melihat semuanya, ia hanya menampilkan senyuman jahat nya, senyuman yang sudah membunuh banyak Mahluk Hidup di Alam Rendah maupun satu Galaxy. Senyumannya terlihat oleh orang-orang di kota.
Qin Chen mengangkat kepalanya sedikit lebih tinggi, dengan jari tangannya menyentuh bibirnya sendiri lalu berkata. "Kehehehe.. berani mengutukku! Jangan harap bisa mati dengan mudah! Kalian yang mengutukku! Akan kubunuh tanpa ada suara!" Kata Qin Chen dengan suara intimidasi.
Mereka semua mendapatkan suara intimidasi Qin Chen, membuat mereka menjadi gemetaran, air keringat dingin terus bercucuran di pakaian mereka hingga basah. Tidak ada yang bisa menahan suara Qin Chen, dengan suaranya saja Immortal akan ketakutan. Bahkan, Kakek Ling di sampingnya ikut gemetaran, keringat nya saja terus mengalir kebawah.
Ia mulai menyiapkan sebuah jentikan jari di kukunya, mereka melihat tindakan Qin Chen menjadi semakin merinding. "Mati!" Satu kata Qin Chen darinya terdengar oleh orang-orang di kota.
Ctikk!
Jentikan Jari nya, terdengar oleh orang-orang di sekitarnya. Tiba-tiba banyak sekali orang-orang yang mati dengan cara meledak tanpa suara. Darah-darah mereka terlempar kemana-mana mengenai orang yang tidak ikut campur dalam mengutuknya.
Mata dan tubuh mereka tidak bisa berhenti dari ketakutan, bola matanya ikut gemetaran dengan cepat, ada banyak orang-orang yang pingsan tidak kuat dengan intimidasi Qin Chen maupun melihat banyak korban mati dengan meledak.
"Jangan buat aku marah! Jika kalian berani! Akan aku buat Kota ini menjadi lautan darah kalian semua!" Kata Qin Chen masih dengan suara intimidasi.
__ADS_1
Setelah ia selesai memperingati mereka semua, Qin Chen menurunkan intimidasi nya dengan perlahan, ia juga mulai menurunkan kepalanya menjadi lebih tenang dan melihat semua orang dengan dingin. "Kakek Ling, ayo cepat kita lanjut.. aku sudah muak melihat orang-orang di sekitar sini." Ucap Qin Chen kepada Kakek Ling untuk melanjutkan perjalanan.
Kakek Ling, ia hanya bisa mengangguk kecil lalu mereka berdua berjalan menuju Paviliun, di sepanjang jalan, Qin Chen hanya bersikap biasa saja, ia melihat kanan dan kiri melihat barang-barang yang bagus.
Barang-barang di Alam Immortal sangat berbeda ya! Disini lebih bagus dan banyak dengan giok maupun barang kuno!
Qin Chen sedikit kagum dengan Alam Immortal yang injak sekarang ini, barang-barang di kota sangat bagus dan menarik di pengelihatanya. Meskipun orang-orang berkata tidak, tapi Qin Chen akan berkata iya.
Selang beberapa waktu berlalu, akhirnya mereka berdua sampai di depan pintu masuk Paviliun. Paviliun Alkemis yang sudah bertahan Ribuan tahun lamanya, setiap generasi terus berusaha mengembangkan Paviliun Alkemis menjadi terbaik di Kota Immortal Cloud.
Kakek Ling adalah generasi ke-256, sedangkan Alkemis sebelumnya sudah naik ke Alam Immortal tertinggi dari Alam Immortal sekarang ini. Kemungkinan mereka sudah membangun Paviliun Alkemis di Alam sana.
Qin Chen melihat Paviliun Alkemis sangatlah besar, bahkan lebih besar dari istana kaisar di Alam Rendah. Melihat dari luarnya sudah mewah, apa lagi di dalamnya, pasti menyimpan banyak sekali barang-barang berharga.
Banyak orang-orang yang berdatangan ke Paviliun, mereka semua berdatangan untuk membeli sebuah Pil maupun barang-barang lainnya. Paviliun juga menjadi tempat para penjudi batu di Kota Immortal Cloud ini.
"Salam Grandmaster Ling."
"Salam Grandmaster Ling."
Mereka semua memberikan hormat kepada Kakek Ling, tidak ada yang tidak menghormati nya disaat ia berada di dalam kekuasaannya sendiri. Qin Chen yang berada di sampingnya, ia sangat cuek dan dingin, ia mengikuti Kakek Ling ke sebuah ruangan untuk membuktikan diri bahwa Qin Chen bisa Alkemis.
Di tempat orang-orang tadi, mereka membicarakan tentang Qin Chen yang mengikuti Grandmaster Ling ke dalam ruangan. Banyak sekali pertanyaan yang muncul dari mulut mereka masing-masing.
"Siapa pemuda yang berada di samping Grandmaster Ling?!"
__ADS_1
"Entahlah.. aku juga penasaran dengan pemuda itu, bahkan dia berjalan di samping Grandmaster Ling begitu santai.."
"Apa mungkin.. pemuda itu murid Grandmaster Ling! Yang berlatih secara tertutup? Dan beberapa waktu lalu Grandmaster Ling keluar, apa untuk menjemput muridnya?"
Banyak orang-orang yang mengatakan kalau pemuda tersebut adalah murid dari Grandmaster Ling. Tapi yang jelas Qin Chen bukanlah murid dari siapa-siapa, ia akan menjadi terkuat dengan caranya sendiri, bukan dengan cara mengikuti orang.
Di tempat Qin Chen berada, ia sedang berjalan menuju sebuah ruangan untuk membuat sebuah Pil untuk mengujinya. Qin Chen mau tidak mau harus membuktikan nya, dengan ia yang akan membuat sebuah Pil Pengumpulan Qi Tingkat Dewa yang tadi ia sebutkan.
Ini adalah tantangan pertama bagi Qin Chen, ia akan membuat sebuah Pil Tingkat Dewa dan membuktikan bahwa apa yang katakan, bukanlah sesuatu yang tidak ia bisa lakukan.
Sepanjang jalan naik tangga-tangga, Qin Chen melihat banyak lukisan kuno di sepanjang jalan dinding, ia cukup terkejut dengan lukisan didalam sana. Karena, banyak sekali hal-hal yang menarik di lukisan.
Lukisan yang menarik! Aku bahkan ingin mengambilnya satu untuk ku panjang di rumah ku! Tapi, aku tidak memiliki sebuah rumah untuk tinggal! Aku selalu berpetualang dan tidak pernah tidur lagi, setelah berpisah dengan adik kecilku yang manis!
Sesampainya dia tempat dimana ada sebuah tungku dengan motif naga di samping, tungku itu sangat besar dan bisa merebus 50 orang di dalamnya.
Qin Chen menelan ludahnya sendiri, ia tidak menyangka akan di uji di tempat sepi dengan sebuah tungku sebesar itu, tapi ia harus melakukannya. Karena, harga dirinya mau diletakkan dimana, jika ia tidak bisa membuat sebuah Pil.
"Cih! Seorang Alkemis seperti ku, tidak membutuhkan sebuah tungku, cukup dengan kedua tangan ku sudah bisa meracik Pil." Ucap Qin Chen dengan nada sombongnya.
Kakek Ling mendengar perkataan Qin Chen, ia hanya bisa menghela nafas dengan pelan ia mengatakan."Baiklah.. jika nak Chen memang benar-benar bisa membuat Pil Pengumpulan Qi Tingkat Dewa, aku akan bersujud di hadapan nak Chen. Tapi, jika tidak bisa, nak Chen harus bersujud dan menjadi murid ku! Bagaimana?" Ucap Kakek Ling yang penuh percaya diri.
Seperti biasa, Qin Chen tersenyum jahat mendengar sebuah penawaran yang begitu menarik. "Sepakat! Jangan menyesal jika Kakek Ling kalah!" Balas Qin Chen dengan dingin.
"Ya.." Ujarnya.
__ADS_1
...
*Thank You For Reading*