
Istana yang awalnya memiliki dekorasi kuno, dimana sekarang ini telah di ubah menjadi gaya Fantasi, dengan gaya sekarang ini akan membuat ketertarikan tersendiri bagi mereka semua.
Qin Chen menunggu kedatangan istrinya di luar Istana, dimana para prajurit melihat Qin Chen sekarang ini tengah berdiri, tak lama kemudian terlihat cahaya dari langit.
Cahaya itu melesat turun kebawah dengan pelan, Qin Chen melihat itu ia berjalan mendekati cahaya tersebut, dan perlahan menampilkan sosok wanita cantik tengah berdiri.
Melihat istrinya telah sampai, ia lalu menyentuh pipinya dengan lembut, "Apa belanjanya sudah selesai?" Qin Chen bertanya kepada Qiu Yu Ran tentang belanjanya.
"Sudah, dan aku mendapatkan banyak pakaian bagus, dan berbagai barang antik yang kami beli di toko antik." Qiu Yu Ran tentunya membalasnya dengan begitu lancar.
"Wow ... Nanti aku ingin melihatnya, sekarang ini kamu ikut aku jalan-jalan ke dalam ... " Qin Chen mengajaknya masuk kedalam, ia juga memegang tangan putrinya.
Mereka berdua dibawa Qin Chen masuk kedalam, dimana sudah di ubah sepenuhnya menjadi ruangan terbaik, mereka melihat hal tersebut tentunya sangat senang.
Setelah melihat di di ruang tamu, putrinya lalu berkeliling untuk melihat siapa yang melawan garis ini, berarti ayahnya masih memiliki banyak tanah kosong di sekitarnya.
Qin Chen sekarang membawanya ke tempat duduk Keluarga, dimana disana Qin Chen memangku Qiu Yu Ran di kakinya, sambil melihat istrinya, ia menyenderkan kepalanya ke keningnya.
Mata mereka berdua saling menatap satu sama lain dengan dekat, awalnya Qin Chen mau menciumnya lagi, tapi digagalkan lagi oleh seorang gadis kecil masuk.
Pada saat itu, Yin'er melihat ayahnya yang gagal lagi, karena dirinyalah Qin Chen gagal untuk kedua kalinya mengambil ciuman Qiu Yu Ran, melihat hal tersebut Yin'er lalu pura-pura batuk.
"Hukk ... " Mereka berdua mendengar batuk tersebut, lalu menoleh ke arah Yin'er yang masuk ke dalam sana.
Qin Chen, ia tersenyum canggung melihat putrinya, dimana putrinya tersenyum sambil menutup matanya, ia lalu berjalan mendekati Qin Chen, dan ikut duduk di kursi.
"Yin'er? Apa jalan-jalannya sudah selesai?" Tanya Qin Chen dengan lembut.
"Tentu, Ayah. Yin'er telah melihat banyak tempat, jadi kemari untuk bersama ayah, dan ibu."
Qiu Yu Ran mengeluarkan sebuah labu kecil yang ia beli sebelumnya, dimana ia ingin meminta Qin Chen melihat isi dalamnya, apa ada sesuatu yang bagus.
__ADS_1
"Qin Chen, bisa kamu lihat apa labu ini berharga atau tidak ... " Qiu Yu Ran bersuara sambil memberikan labu tersebut.
Qin Chen yang melihat labu tersebut, ia lalu mengambilnya dengan menatap ke arah labu tersebut untuk mengeceknya, pada saat itu ia melihat 12 pedang melayang dengan mendominasi.
Pedang tersebut tersegel oleh rantai belenggu yang membuat mereka tidak bisa bergerak sama sekali, dalam ribuan tahun yang lalu, 12 pedang kuno memotong ribuan Galaxy hingga membuat para Dewa murka.
4 Dewa Galaxy menyegel Pedang tersebut menggunakan Segel Surgawi yang membuat kedua belas Pedang menghilang dari pandangan Dewa. Selama ribuan tahun, pedang itu masuk ke dalam sebuah labu yang bisa mengawetkan aura mereka.
Qin Chen, ia melihat kedua belas Pedang tersebut tersenyum, lalu dengan lembut mengelus kepala istrinya dan berkata. "Kamu menemukan Senjata yang bagus ... Jika kamu mau, aku akan membantumu untuk mendapatkan senjata di dalam ini."
Qiu Yu Ran mendengar itu senang, karena mendapatkan benda berharga dan sekaligus mendapatkan elusan lembut dari Qin Chen, ia lalu berkata. "Baiklah ... "
Qin Chen, ia lalu mengangkat istrinya untuk berdiri sebentar, lalu ia mengangkat tangannya ke atas dengan membuat Array Ilahi, dia membuatnya untuk menghilangkan keberadaan 12 pedang tersebut.
Partikel-partikel kecil mulai terbentuk dengan melayang ke atas langit-langit menutupi seluruh Istana, Qin Chen, ia tengah membuat pelindung, dimana berfungsi untuk menekan keberadaan 12 pedang tersebut.
Ia lalu meletakkan tangannya ke tanah, dan seketika cahaya tersebut menyelimuti Istana membuat orang-orang di kota terkejut, mereka mengira ada penyerangan terhadap Istana lagi.
Setelah selesai membuat Array, Qin Chen melihat sekitarnya sudah terlindungi, dan lagi putrinya ikut melihat apa yang ingin dilakukan ayahnya yang sekarang ini.
"Hmmmm."
Qin Chen lalu menarik keluar 12 pedang tersebut, dimana seperti menarik roh orang mati dari tubuh mereka semua. Pada saat itu, langit-langit menjadi gelap gulita dengan guntur-guntur dimana-mana.
Pedang tersebut tertarik oleh Qin Chen dan berterbangan kemana-mana, melihat mereka semua sangat lasak terhadap dirinya, Qin Chen menjadi kesal lalu mengeluarkan rantai hitam dari tangannya.
"Pedang sialan! Kemari kau!"
Rantai tersebut berputar-putar begitu cepat ke arah mereka semua, suaranya yang saling beradu satu sama lainnya membuat percikan api yang terang di dalam istana.
Trang! Trang!
__ADS_1
Suara antara dua senjata tajam saling beradu, 12 pedang tersebut melawan rantai Qin Chen yang mau mengikat mereka semua, Qin Chen bahkan sempat terkejut melihat mereka bisa melawan rantai-rantainya.
'Pedang ini, apa dia memiliki jiwa sendiri!'
[Seperti yang Tuan katakan, lebih baik menundukkan mereka dengan Aura Tuan, dengan mereka melihat Aura Tuan, mereka tidak akan berani lagi.]
Qin Qui menyarankan Qin Chen untuk menundukkan pedang tersebut menggunakan auranya, Qin Chen, ia lalu menarik kembali rantai-rantai tersebut.
"Baiklah, kalau kalian semua ingin bermain lembut, aku akan bermain!" Ucap Qin Chen dengan suara greget.
Segel binatang Tuhan ia lepaskan, Aura Penguasa, Aura membunuh, Aura Dewa Azure Dragon, semua Aura yang berada di tubuh Qin Chen, sekarang ia lepaskan untuk menghantam mereka semua.
Boom!
Tertekan oleh Aura yang begitu besar, dua belas Pedang tersebut bertekuk lutut di tanah tanpa ada yang bisa bergerak lagi, Qin Chen tersenyum tipis melihat hal tersebut.
Sedangkan Putrinya, dan istrinya, mereka tidak tertekan karena mereka memiliki Aura Qin Chen, jadi mereka hanya bisa melihat Aura saja, dan tidak terkena tekanan Aura miliknya.
Qin Chen lalu berjalan mendekati dua belas Pedang tersebut, dengan senyuman licik di bibirnya, ia menatap tajam ke arah mereka semua, perlahan ia jongkok kebawah dengan jarinya menyentuh pedang tersebut.
"Menurutlah ... Jika tidak." Qin Chen menggeser jarinya ke sampingnya, dan tiba-tiba cahaya emas melesat keluar hingga menembus tanah-tanah dibawah.
Cahaya tersebut menembus Alam Immortal dengan kecepatan tinggi, inti Bumi, sayangnya Qin Chen tidak mengarah ketengah, dia hanya mengambil seperempat Alam Immortal.
Pedang tersebut menjadi gemetaran, air keringat dingin bercucuran membasahi bilah pedang yang tajam tersebut, Qin Chen menutup matanya dengan senyuman di wajahnya.
"Bagaimana?" Tanya Qin Chen sekali lagi.
Mereka bergerak dua kali dengan cepat, melihat hal tersebut, Qin Chen lalu menarik kembali semua Aura miliknya, agar tidak ada yang mengetahui Aura tersebut.
Dua belas pedang lalu melayang ke atas langit, dengan bantuan Qin Chen, mereka akan menjadi senjata pelindung Qiu Yu Ran di masa depan yang akan datang.
__ADS_1
...
*Thanks You For Reading*