
Di Dalam Dimensi monster, Qin Chen di bantu oleh putri kecilnya yang manis, meskipun bukan membantu mengalahkan monster, namun bantuan putrinya di sampingnya membuat Qin Chen senang.
Setelah cukup lama berjalan, Qin Chen pergi terbang lagi menuju tempat selanjutnya, kali ini ia melakukan perjalanan jauh membuat ia menggunakan kecepatan menengah agar tidak terlalu lama.
Di bawah terdapat lautan yang membentang luas, monster-monster laut bermunculan, tentakel dari dasar laut muncul ke atas dan itu sangat-sangat besar sehingga untuk makan satu keluar seperempat tentakel tidak akan habis.
Byurr!
Swushh!
Qin Chen menghindari serangan tersebut ia menghindar ke kanan dan berhenti melihat tentakel itu, monster itu adalah gurita besar.
"Oi ... Oi ... Apa ini serius? Gurita sebesar ini, bahkan jika itu aku mengambil sedikit tentakel untuk dimakan, satu keluarga tidak akan bisa menghabiskan semuanya ... "
"Apa tentakel gurita enak, Ayah? Karena ying'er belum pernah memakannya." Putrinya bertanya di saat mendengar kata makanan.
Qin Chen sempat tertegun, karena putrinya benar-benar mewarisi kekuatan ilahinya, yaitu mencicipi makanan enak!
"Apa Ying'er mau? Jika benar, Ayah akan membuatkan daging bakar tentakel, rasanya sangat enak jika ayah yang membuatnya."
"Benarkah, ying'er mau mencobanya."
"Yosh, baiklah ... Tunggu sebentar, ayah akan mengambil dagingnya."
Monster itu mendengar semua yang dibicarakan Qin Chen, ia benar-benar kesal dengan sikap mereka yang ingin membuatnya sebagai daging bakar. Tiba-tiba air laut bergelombang besar, para monster-monster laut bermunculan di atas permukaan.
Ikan besar maupun kecil berterbangan di langit, mereka seolah-olah tidak akan mati meskipun di langit tanpa air. Mungkin karena kekuatan mereka sudah tinggi, sehingga mereka bisa bernafas di kedua sisi.
Langit dipenuhi Monster-monster laut, di laut sama halnya dengan di atas. Qin Chen semakin bingung mau memilih siapa untuk di makan, karena mereka semua sama-sama lezat.
Melihat di laut adalah gurita besar, di langit seperti ada ikan paus yang sangat besar, Qin Chen teringat tentang air di panaskan dengan api, dan Qin Chen memiliki api Phoenix, dengan ia membakar air, maka air di seluruh lautan akan mendidih dan ikan-ikan pada mati.
Pemikiran konyol membuat ia senang, tangan kanannya di arahkan kebawah matanya sedikit bersinar dan kobaran api Phoenix sangat besar turun kebawah.
__ADS_1
Bruuhh! Bruuhh!
Meluas!
Api Phoenix mulai semakin membesar mengikuti luasnya laut di sana, Qin Chen di bantu oleh Qin Qui untuk membuat pelindung agar mereka berdua tidak kepanasan terkena uap nantinya.
Qin Xiuying sudah tidak sabar untuk mencicipi makanan laut, ia benar-benar ingin mencobanya dan tentunya buatan ayahnya sendiri.
Para monster laut mulai merasakan air menjadi hangat, mereka semua melihat ulah Qin Chen menjadi sangat marah, dengan tornado air dari bawah menyerang Qin Chen.
Dari sisi lain ada serangan panah air dari bawah, mereka semua mengelilingi Qin Chen untuk menyerang secara bersamaan. Pada saat melihat hal tersebut, Qin Chen melirik ke segala arah menandakan segala tempat.
"Ruang dan Waktu!"
Saat suara itu terdengar, langit berbintang menjadi hening dengan perlahan terdengar seperti suara penghisap yang begitu hebat. Suara itu adalah lubang Hitam!
Ya, Qin Chen menggunakan Hukum Ruang dan Waktu miliknya untuk memindahkan lubang hitam ke tempat dimana ia tandai, pada saat 4 lubang hitam itu mengelilingi Qin Chen.
Seluruh serangan mereka terhisap masuk ke dalam dan gagal! Melihat hal tersebut, mereka semakin kesal namun takut. Rasa takut menjadi kebencian mendalam padanya.
Satu suara menggerakkan seluruh pasukan laut untuk menyerang bersamaan menghancurkan lubang hitam, kilatan demi kilatan cahaya, dari kecil hingga besar tergabung menjadi satu melesat dengan kecepatan tinggi menyerang lubang hitam.
Mereka bukan menyerang secara langsung, melainkan dua kekuatan saling bertabrakan dan menghasilkan ledakan besar yang bisa menghancurkan lubang hitam tersebut.
Qin Chen melihat hal tersebut ia hanya tersenyum kecil, pada saat kedua serangan ingin bertabrakan, tiba-tiba lubang hitam menghilang dan kembali pada tempat semula.
Mata mereka benar-benar terbuka lebar, tidak percaya bahwa mereka dipermainkan oleh bocah di depan mereka. Kedua serangan tersebut menabrak satu sama lain mengakibatkan ledakan maha dahsyat mengguncang lautan.
Delapa belas tentakel melesat menyerang Qin Chen seperti pisau, ia benar-benar murka atas apa yang Qin Chen lakukan. Tubuhnya tampak sudah mulai matang karena di rebus hidup-hidup.
"Kahahhahahahah! Apa ini saja yang kau bisa lakukan mahkluk rendahan! Serangan kalian semua sangat lemah! Menjijikkan!"
Terbawa suasana menjadi sosok hebat, Qin Chen benar-benar hampir kehilangan kendali atas tubuhnya sendiri. Namun, itu semua tiba-tiba menghilang sesaat setelah ia mengucapkan kata-kata tadi.
__ADS_1
Mendengar penghinaan seperti ini, para monster laut menyerang kembali dengan seluruh kemampuan miliknya. Meksipun air laut mulai mengeluarkan gelembung, dan uap panas mulai menyebar dimana-mana.
Makan daging laut di rumah di atas kuali memanglah epik, tapi pernah tidak, makan daging laut di lautnya langsung di rebus saat masih hidup-hidup, dan daging itu sebelum mati masih bisa melakukan pertarungan besar-besaran.
Kedelapan belas tentakel seperti ingin mengikat Qin Chen dengan erat dan menghancurkan Tubuhnya, namun semuanya Qin Chen hindarkan dengan mudahnya.
Serangan langit menjatuhkan api-api yang sangat besar, ya ini seperti mengadu domba mereka berdua agar saling bertarung.
Boom! Boom!
Qin Chen dibantu oleh ikan-ikan langit untuk merebus tentakel tersebut. Tiba-tiba air naik menjadi gunung secara tiba-tiba, dan seketika pada saat air itu menghilang, kepala besar menatap Qin Chen dengan tajam.
Growwww!
Wushh! Wish! Wushh!
Menyerang Qin Chen dengan tentakelnya, ia benar-benar sangat marah dengan Qin Chen, Qin Chen lalu menyudahi api miliknya dan mengangkat tangannya kedepan untuk menghalangi serangan tersebut.
Saat kedua jari tangannya mengarah ke serangan tersebut, cahaya keemasan membentuk banyak di langit, cahaya itu membentuk ribuan pedang yang melayang di langit untuk membantu Qin Chen.
"Mati!"
Satu kata yang keluar, Qin Chen menurunkan jarinya kebawah dengan cepat seluruh pedang melesat kebawah memotong daging seperti memotong selai rambut panjang.
Monster gurita melawannya dengan melemparkan banyak batu-batuan dari lautan untuk menghancurkan serangan tersebut, ia juga melempar ke arah Qin Chen, tapi batu itu sebelum mendekati Qin Chen sudah hancur menjadi abu.
Banyak ikan-ikan terpotong jatuh ke lautan dan mengambang, semuanya sudah matang terkena air panas yang Qin Chen buat. Hanya tinggal api untuk menjadikan mereka menjadi daging bakar dan bumbu-bumbu.
Monster-monster kecil sudah mati, namun tentakel tersebut sangat sulit di bunuh, tubuhnya seolah-olah memiliki kemampuan untuk menahan segala macam serangan panas.
Mereka berdua saling menatap satu sama lain, tatapan mata mereka menandakan ketidak kecocokan bagi mereka, karena mereka adalah musuh alami di segala tempat.
Qin Chen sang pemakan, dan tentakel sang pembenci! Mereka berdua benar-benar tidak cocok satu sama lain, jadi kini mereka seolah-olah menentukan pertarungan terakhir!
__ADS_1
...
*Thanks You For Reading*