
Kota Xilinan, Kediaman Qin.
Di reruntuhan Kota dan bangun-bangun lainnya, terlihat 2 orang yang sedang berdiri di sana. Mereka adalah Qin Chen dan Yu Lin yang baru keluar dari Portal antar Dunia.
Qin Chen melihat sekitarnya semakin parah, karena kobaran api yang tidak padam selama 3 Hari penuh. "Sebaiknya kita cepat pergi dari sini, karena api semakin besar" Kata Qin Chen sambil mengajak Yu Lin untuk pergi.
Yu Lin melihat sekitar nya juga sedikit terkejut, karena api belum padam selama 3 hari dan malah semakin membesar. "Baik.." Balas Yu Lin.
Mendengar balasan Yu Lin, ia langsung memegang tangannya dan pergi terbang menuju Benua Tengah. Qin Chen terbang dengan kecepatan Tinggi membuat api-api tertiup hembusan Angin nya menjadi besar. Saat ia melewati Kota Xilunan, ia tidak melihat orang-orang disana.
Apa mereka sudah Pergi ke Benua Tengah? Atau mereka pergi ke Antara Benua Utara ataupun Timur?
Qin Chen tidak tahu kemana Xia Lingyi pergi, namun yang pasti ia akan menepati janjinya untuk menyembuhkan penyakit ibu Xia Lingyi. Qin Chen terbang menuju Benua Tengah bersama Yu Lin hingga beberapa menit terlewatkan.
Benua Tengah.
15 Menit penerbangan Qin Chen dari Benua Timur ke Benua Tengah akhirnya sampai, ia turun tidak jauh dari gerbang ibukota, sebenarnya ia ingin langsung masuk. Namun, karena ia memiliki julukan Raja Iblis, pasti akan membuat kegaduhan lagi di Benua Tengah.
Qin Chen menggunakan pakaian serba putih dan telinganya di beri seperti anting yang panjang. Tapi mata dan rambutnya tidak bisa berbohong kepada orang-orang. Apa lagi dengan basis Kultivasi nya yang sangat tinggi, bisa di bilang ia Dewa Alam Rendah.
Mereka berdua berjalan menuju Gerbang ibukota, antrian panjang untuk masuk ke Ibukota menghambat mereka berdua. Tapi memang benar, Qin Chen dari luar sana bisa merasakan kekuatan yang hebat di dalam sana.
Pusat kultivator memang hebat! Dari sini saja sudah bisa kurasakan Aura Martial Ancestor, Martial Dominator dan juga ada Martial Highness!
"Kehehehe... Menarik!" Qin Chen terkekeh kecil di belakang Yu Lin.
Yu Lin di depannya mendengar suara tertawa Qin Chen membuat ia menjadi sangat merinding, ia sedari kemarin mengikuti Qin Chen kemana-mana. Mulai membantunya, mengantar nya ke Pusat Paviliun Bulan Sabit.
__ADS_1
Selang beberapa lama, akhirnya mereka berdua bisa masuk ke Kota dengan kartu nama Yu Lin sebagai manager cabang di Kota Yuan. Sedangkan Qin Chen hanya membayar beberapa Tael Emas untuk masuk ke dalam.
Ibukota Kaisar Tengah bernama Yueguang.
Kota yang penuh akan penduduknya yang memiliki profesi masing-masing dan pusatnya para Jenius-Jenius muda dan kultivator hebat di seluruh penjuru Dunia. Qin Chen yang jalan di belakang Yu Lin mengikuti nya untuk ke tempat Paviliun Bulan Sabit, ia kesana untuk mencari informasi tentang keberadaan Iblis Darah.
Sepanjang perjalanan ia di perhatikan orang-orang di Kota, mereka melihat Qin Chen dengan pandangan berbeda dari melihat Manusia. Mereka semua melihat Qin Chen seperti melihat hantu saja yang membuat wajah masam dan ketakutan mereka masing-masing.
Kenapa dengan mereka? Apa belum pernah melihat wajah setampan diriku? Hingga membuat mereka semua gemetaran hingga menunjukkan wajah seperti sekarang ini!
Batin Qin Chen yang menyombongkan dirinya sendiri akan ketampanan nya, Yu Lin juga jadi bahan pembicaraan mereka tentang Raja Iblis Qin Chen masuk ke Ibukota. Berita tentang manager Paviliun Bulan Sabit akan membawa Raja Iblis Qin Chen sudah sampai di Benua Tengah.
Semua orang melihat Raja Iblis Qin Chen yang berjalan di kota menjadi gemetaran, walaupun penampilan nya sudah mengubah pakaian nya, tapi mata dan rambutnya tidak bisa di pungkiri bahwa ia adalah Raja Iblis.
Paviliun Bulan Sabit.
Sedangkan Martial Saint, di Alam Rendah sudah tidak ada lagi, mereka semua mendapatkan pencerahan dan naik ke Alam yang lebih tinggi untuk melanjutkan Kultivasi mereka semua di alam sana.
Tapi jangan salah sangka, Martial Saint masih ada beberapa di Alam Rendah, mereka tidak bisa naik ke Alam lebih tinggi karena memiliki penyesalan semasa hidupnya dulu. Penyesalan itulah yang membuat ia tidak mendapatkan pencerahan tentang keabadian.
Sudah beberapa Menit ia berjalan di kota dengan malas melihat pandangan orang-orang disana, ia akhirnya sampai di Paviliun Bulan Sabit yang penuh dengan orang-orang yang berdatangan. Kebanyakan orang datang kesana adalah orang-orang dengan status tinggi.
"Mari Tuan, saya antar ke tempat Ruang tunggu" Ucap Yu Lin dengan hormat.
Qin Chen mengiyakan nya lalu mereka berdua masuk ke dalam Paviliun. Saat Qin Chen melihat isi dalamnya, ia terkejut melihat isinya begitu mengagumkan. Ornamen dalam Paviliun bisa di bilang kuno namun memiliki daya tarik tersendiri.
Qin Chen yang masih melihat keliling nya kagum dengan ibukota Benua Tengah ini, sedangkan Yu Lin pergi ke tempat Pelayan di dalam Paviliun untuk melaporkan kepada Ketua atas kedatangan Raja Iblis Qin Chen.
__ADS_1
Saat mendengar tentang kedatangan Raja Iblis Qin Chen, Pelayan itu mau berteriak terkejut, namun teriakan itu ditahan oleh Yu Lin, ia menahannya agar tidak terjadi kehebohan satu ibukota.
Pelayan itu dengan cepat bergegas menuju ruangan Ketua Paviliun Bulan Sabit untuk menyampaikan tentang kedatangan Raja Iblis Qin Chen ke Paviliun. Pelayan itu berjalan menaiki tangga untuk ke lantai paling tinggi sendirian tanpa ada lift yang bisa ia gunakan.
Sesampainya di atas sana, ia terengah-engah dengan suara nafas yang bisa terdengar dari beberapa meter, namun karena ini sangat penting ia langsung mengetuk pintu.
Tok! Tok! Tok!
Suara ketukan pintu terdengar di dalam ruangan. Di dalam ruangan itu terdapat Pria Tua dengan janggut putih panjang, ia duduk sambil melihat isi-isi dokumen tentang berita beberapa hari yang lalu.
Saat ia mendengar suara ketukan pintu. "Masuk!" Satu kata yang di keluarkan nya membuat Pelayan itu masuk ke dalam.
Ia berjalan ke tengah-tengah ruangan dengan wajah lelah dan berkeringat dingin. Melihat Pelayan yang tidak biasanya seperti ini membuat ia sedikit mengerutkan keningnya. "Ada apa?" Tanya Ketua Paviliun.
"Dibawah... Manager cabang Kota Yuan sudah datang bersama Raja Iblis Qin Chen!" Suaranya yang terdengar di gendang telinga nya membuat Ketua Paviliun sangat terkejut.
Brukk!
Suara dentuman meja dengan telapak tangannya membuat Pelayan itu terkejut, ia langsung berjalan keluar dari ruangannya untuk menemui Raja Iblis Qin Chen. Jika ia tidak menyambut nya dengan baik, ia khawatir nasib Paviliun akan sama dengan nasib Benua Timur. Dengan langkah kaki yang begitu cepat, ia menuruni anak tangga dengan begitu tergesa-gesa.
Di bawah, Qin Chen sedang duduk di sebuah kursi d dengan menyenderkan satu kakinya di kakinya yang lain. Ia duduk sambil melihat depan menunggu Ketua Paviliun datang.
Tak lama Ketua itu datang dengan mengagetkan mereka semua, siapa yang tidak terkejut melihat Ketua Paviliun yang tertutup tiba-tiba turun kebawah dengan wajah yang begitu lelah dan sedikit panik.
...
*Thank You For Reading*
__ADS_1