Supreme God System

Supreme God System
Chapter 102 : Bawahan baru


__ADS_3

Masih di dalam ruangan, Qin Chen tengah berdiri dengan sebuah Pil di telapak tangan nya, pil itu melayang di atas dengan tenang tanpa ada gangguan dari siapapun.


"Aku sudah membuat Pil Tingkat Dewa, tapi aku sudah tidak bisa menggunakan ini. Bagaimana jika aku melelangnya, mungkin akan mendapatkan banyak keuntungan." Ucap Qin Chen dengan suara senang.


Kakek Ling mendengar nya sangat terkejut, Pil Tingkat Dewa adalah Pil yang sangat sulit di dapatkan di Bintang kematian, jika pil itu sempat terjual. Akan ada banyak pertumpahan darah di kota maupun di luar kota untuk mendapatkan harta berharga seperti ini.


"Tuan.. saya sarankan anda untuk menyimpan Pil tersebut, jika sempat Pil tersebut di lelang, akan terjadi pertumpahan darah dimana-mana untuk merebut Pil tersebut." Ucap Kakek Ling dengan gemetaran.


Qin Chen memang paham dengan semuanya, ia tidak mungkin menjual Pil Tingkat Dewa di Alam Immortal Tingkat Rendah, jika ia menjualnya di Alam Immortal tingkat tinggi. Mungkin tidak akan terjadi pertumpahan darah, karena mereka sudah banyak mendapatkan Pil Tingkat Dewa meskipun sedikit sulit.


Qin Chen melihat Pil Tingkat Dewa itu membuat ia berniat memakannya secara langsung, ia tanpa pikir panjang lagi langsung menelan satu Pil dengan sekali tarikan nafas.


Kakek Ling yang melihat Qin Chen langsung menelan semuanya menjadi terkejut, ia bahkan tidak bisa menahan ledakan Energi yang besar dari Pil Pengumpulan Qi Tingkat Tinggi. Sedangkan untuk Tingkat Dewa, ia berpikir bahwa energinya sangat lah besar.


Qin Chen yang telah menelan Pil tersebut, ia hanya bersikap biasa saja tanpa ada rasa sakit maupun keringat dingin. Semua hal yang ia lihat sendiri dengan mata kepalanya, membuat ia tersadar bahwa Qin Chen di atas dirinya.


"Tuan! Tolong terima saya sebagai murid anda!" Ucap Kakek Ling dengan lantang tanpa ada malu dan percaya diri.


Suaranya membuat Qin Chen terkejut, ia tidak ingin menerima murid, karena menerima murid akan merepotkan dirinya untuk pergi menjelajahi dunia yang ada.


"Maafkan saya Kakek Ling, untuk sekarang saya tidak bisa menerima seorang murid, masih banyak yang belum saya selesaikan." Balas Qin Chen dengan nada pelan dan menolaknya secara halus.


Kakek Ling tidak bisa berkata-kata lagi, karena ini sudah keputusan Qin Chen yang tidak bisa menerima seorang murid. "Bisakah saya melayani anda, walaupun saya tidak bisa menjadi murid anda, bisakah anda mengizinkan saya melayani anda." Balas Kakek Ling yang tidak bisa menyerah dengan kesempatan ini.

__ADS_1


Qin Chen berpikir terlebih dahulu, meskipun ia kuat, ia tidak memiliki banyak informasi tentang Alam Immortal yang ada. Jika mendapatkan seorang pelayan yang sudah hidup lama seperti kakek Ling, ia akan dengan mudahnya mendapatkan informasi tentang apa yang ingin ia cari.


Ditambah lagi, kakek Ling adalah orang yang paling di hormati di kota, ia seorang Grandmaster Alkemis Ling yang sudah dikenal berbagai kota di Alam Immortal tingkat rendah ini.


Karena Qin Chen sudah memutuskan untuk menerima nya menjadi pelayan nya, ia berkata. "Baiklah, kakek Ling bisa melayani ku sampai aku ke Alam Immortal Tertinggi, setelah itu kakek Ling bisa menemui senior anda di sana." Balas Qin Chen.


"Terimakasih, terimakasih banyak"


Setelah beberapa menit di dalam ruangan peracikan, mereka berdua pergi menuju tempat ruangan VIP Paviliun Alkemis, mereka kesana karena untuk beristirahat dan mengobrol tentang pertandingan Alkemis.


Sesampainya di depan ruangan yang begitu bagu, ia lalu masuk kedalam dengan melihat dekorasi dan hiasan yang kuno. Semuanya sangat sempurna, meskipun dari barang-barang kuno yang ada di Alam Immortal.


Ia lalu duduk dengan melihat ke kanannya ada sebuah lukisan seorang wanita yang sangat cantik. Meskipun lukisannya tidak terlalu jelas, tapi itu sudah sangat bagus.


Qin Chen tiba-tiba ia menghentakkan tangannya kemeja dengan membuat meja di depan nya hancur. Kakek Ling yang terkejut melihat Qin Chen tiba-tiba menghancurkan mejanya.


Saat ia melihat Qin Chen, ia melihat tatapan Qin Chen yang bergetar hebat saat melihat lukisan di depannya. Kakek Ling menjadi bingung dengan Qin Chen sekarang ini, tapi ia tidak ingin bersuara sampai Qin Chen memintanya.


Perlahan Qin Chen berdiri, ia berdiri lalu berjalan mendekati lukisan di depannya dengan langkah kaki yang begitu pelan, setelah beberapa langkah kaki, akhirnya ia sampai di depan sebuah lukisan seorang wanita disana.


Kakek Ling, ia berdiri dari tempat ia duduk, lalu mendekat ke arah Qin Chen untuk menjelaskan lukisan itu kepada Qin Chen. "Ini adalah lukisan Dewi Phoenix Es yang sangat diidolakan bagi para dewa, maupun Immortal di dunia ini. Banyak para dewa saling merebutkan dirinya untuk menjadikannya Permaisuri. Lukisan ini adalah salinan dari lukisan yang asli." Jelas kakek Ling.


Qin Chen hanya diam di depan lukisan wanita itu, ia mengingat semuanya kembali pada saat ia di dalam gua es. Pada saat itu pula ia bertemu dengan wanita di dalam lukisan, wanita yang sangat cantik bagaikan godaan Multiverse itu sendiri.

__ADS_1


Mengingat bahwa dirinyalah yang membuat wanita di dalam lukisan harus menanggung beban semuanya, Qin Chen sudah berjuang dari alam rendah untuk naik ke Alam Immortal dan akan naik lagi ke alam selanjutnya, agar ia bisa melihat wanita itu kembali.


"Alam Surga! Cepat atau lambat aku akan kesana! Aku akan menemukan mu.. Dan menanyakan tentang semua hal yang terjadi!" Gumamnya yang terdengar oleh Kakek Ling.


Kakek Ling hanya diam dan tidak menanyakan lebih lanjut. Qin Chen di dalam ruangan itu masih melihat ke arah lukisan di depannya lalu ia berkata. "Kakek Ling, bisa anda berikan lukisan ini padaku?" Kata Qin Chen.


"Jika tuan menginginkan nya, saya akan berikan pada tuan." Balas Kakek Ling.


Qin Chen langsung menggunakan kemampuan nya untuk melepaskan lukisan tersebut dari dinding, setelah selesai, lukisan wanita itu di gulung oleh Qin Chen dan menyimpannya ke dalam inventory nya.


Ia kembali ke tempat ia duduk sebelumnya, ia akan pergi ke Alam Surga cepat atau lambat, tapi sebelum kesana, ia akan menyelesaikan masalah Alam Immortal ini. Bukan nya ia ingin menjadi pahlawan, melainkan untuk menghindari ancaman di masa depan yang akan datang.


Dengan ia menyelesaikan masalah Alam Immortal disini, ia tidak akan memiliki penyesalan yang akan terjadi di masa depan. Jika itu Chi Wuyao berhasil naik ke Alam Immortal, ia pasti akan berakhir disini terlebih dahulu.


Kakek Ling juga kembali ke tempat duduknya, ia duduk diam melihat Qin Chen yang masih terdiam dari tadi, hingga Qin Chen bersuara. "Apa kau tahu dimana letak portal menuju Alam Immortal tertinggi?" Tanya Qin Chen.


Kakek Ling terkejut, ia juga ingin naik ke Alam Immortal tertinggi, tapi kekuatannya tidak memungkinkan untuk melintasi antar Alam untuk naik ke Alam Immortal Tertinggi. "Portal untuk naik ke Alam Immortal Tertinggi akan di buka setiap 100 tahun sekali, jika anda ingin naik ke Alam Immortal tertinggi, tuan bisa melintasi Alam lain untuk sampai ke sana. Tapi, akan ada banyak bahaya yang akan terjadi jika anda melintasi antar Alam." Balas Kakek Ling.


Qin Chen mendengarnya hanya bisa diam tanpa kata, ia berpikir bahwa 1tahun di Alam Rendah sama saja dengan 10 tahun di Alam Immortal, jika menunggu 100 tahun lagi, bukankah itu akan sangat lama di Alam Surga.


Aku baru saja melintasi antar bintang untuk sampai ke Alam Immortal! Tapi aku terlempar jauh ke alam immortal rendah ini!


...

__ADS_1


*Thank You For Reading*


__ADS_2