
Setelah Qin Chen berbicara dengan Qiu Yu Ran, ia kembali melanjutkan perjalanan untuk menuju lantai kedua reruntuhan sembilan abadi yang telah diceritakan oleh Xu Dong Yi kepada Qin Chen.
Reruntuhan Sembilan Abadi yang memiliki penjaga masing-masing di setiap lantainya, dan juga memiliki pasukan yang menyerang di setiap waktunya. Meskipun demikian, harta di lantai kesembilan sangatlah berharga dari pada yang lainnya.
Qin Chen dengan berjalan kaki santai di dalam reruntuhan, ia sering kali menampar monster-monster yang berlarian ke arah mereka. Dengan begitu, tidak ada monster-monster yang berani menyerang mereka berdua.
'Aku sudah mengetahui informasi tentang reruntuhan ini, jadi aku tidak masalah menggunakan kekuatanku.' Batin Qin Chen sambil melihat ke arah depan.
Dari awal ia masuk ke reruntuhan ini, ia memang sengaja tidak menggunakan kekuatannya, karena ia belum memiliki informasi jelas tentang reruntuhan yang sedang dikunjunginya. Tapi, setelah mendapatkan informasi tentang reruntuhan ini. Qin Chen dengan bebas menggunakan kemampuannya.
Walaupun begitu, ia juga harus menahan diri agar tidak menghancurkan reruntuhan. Karena fisiknya yang sekarang ini sudah berbeda dari sebelumnya, jika sebelumnya hanya menghancurkan ribuan mil, sekarang sudah ratusan ribu bahkan jutaan mil.
Semua itu bahkan belum seberapa, jika ia mau, Qin Chen bisa menghancurkan satu dunia dengan sekali pukul. Tapi dengan memamerkan kekuatan seperti itu, akan banyak mengundang musuh-musuh yang tidak diketahui.
Qiu Yu Ran, ia hanya bisa diam tanpa bersuara mengikuti Qin Chen. Ini semua karena ia masih gemetaran melihat pasukan Qin Chen yang ia bangkitkan dari dalam tanah atau jurang kematian.
Tapi, ia juga penasaran dengan identitas Qin Chen sebenarnya. Karena ia bisa membuat Pil Dewa yang dimana Grandmaster Ling saja hanya bisa menciptakan Pil di bawahnya.
"Qin Chen, siapa kamu sebenarnya? Dengan kekuatanmu sekarang ini, mungkin aku bukanlah lawanmu. Jika itu orang lain, pasti mereka menyerangku lalu mengambil kesucianku dengan paksa." Tanya Qiu Yu Ran yang penasaran, walaupun sudah menahannya agar tidak berbicara, tapi bibirnya tidak bisa diam.
Qin Chen yang mendengar itu lantas terkejut, ia tidak menyangka gadis kecil di sampingnya akan berbicara seperti itu. Bahkan mengikuti hal kesucian di dalamnya.
Tapi Qin Chen yang suka menggodanya, ia lantas menggoda Qiu Yu Ran sekali lagi. "Aku tidak suka mengambil secara paksa, karena rasanya akan tidak enak. Tapi jika itu kamu berikan kepadaku karena keinginan mu, itu akan menjadi menyenangkan dan sangat enak." Balasnya dengan menggoda Qiu Yu Ran.
Qin Chen menggodanya dengan menyentuh dagunya yang kecil, ia memandang Qiu Yu Ran dengan tatapan menggoda, ia juga mengelus dagu kecilnya dengan lembut.
__ADS_1
Sebagai balasannya, ia malah terdiam tanpa kata. Qiu Yu Ran tidak menyangka jawaban seperti itu keluar dari mulutnya, karena ia berpikir Qin Chen akan memakannya dengan cara paksa.
Karena sudah menggoda Qiu Yu Ran, Qin Chen melepaskannya dengan sebuah bisikan pelan di telinganya. "Aku sudah mempunyai wanita lain, tapi jika kamu mau. Kamu akan menjadi wanita simpanan ku." Bisik Qin Chen dengan pelan.
Setelah membisikkan telinga Qiu Yu Ran, mereka berdua melanjutkan perjalanan dengan Qiu Yu Ran yang masih menahan malu dan kesal terhadap Qin Chen. Tapi semua itu tidak bisa dihilangkan dari pikirannya.
Selang beberapa menit kemudian, mereka berdua akhirnya sampai di pintu masuk lantai kedua. Disana mereka tidak memiliki siapa-siapa yang membuat mereka bingung. Karena setiap lantai akan memiliki satu penjaga yang menjaga setiap lantai dan pintu masuk ke lantai selanjutnya.
"Kemana penjaga lantainya? Apa mereka semua sedang nongkrong minum di suatu tempat? Tapi sudahlah, ini berarti keberuntungan ku sangat tinggi." Ucap Qin Chen.
Sebenarnya penjaga lantai pertama ada di dalam tanah sedang menunggu mereka berdua masuk ke dalam jebakan. Qin Chen yang disini pura-pura tidak tahu yang sebenarnya ia melihat ada dibawah tanah.
Undead atau tengkorak penjaga lantai pertama ini cukup kuat! Tapi kenapa harus Undead, apa dia penguasa kematian sang Raja Undead?!
Saat Qin Chen menginjakkan kakinya ke tempat jebakan, ia dengan cepat melontarkan sebuah serangan yang keluar dari kakinya untuk meledakkan bagian bawah.
Boom!
Suara ledakan bisa terdengar oleh mereka, saat ledakan itu terjadi. Tanah yang mereka injak mulai bergetar dengan menggelembung seperti gelombang air.
Qiu Yu Ran menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan ledakan itu, ditambah dengan sebuah gelombang tanah yang sama seperti air di pantai. Kini ia melihat Qin Chen yang tersenyum dari tadi semakin curiga.
"Apa kamu yang membuat ledakan tadi?" Tanya Qiu Yu Ran.
"Benar, penjaga lantai ada di bawah tanah, jadi aku meledakkan penjaga itu di dalam tanah agar tidak menggangu kita masuk ke lantai kedua." Balasnya dengan lembut.
__ADS_1
Qiu Yu Ran mendengar jawabannya membuat ia sedikit terkejut, karena monster dibunuh di bawah tanah dengan cara yang misterius, bahkan jika itu adalah kemampuan membunuh satu keturunan, tapi ini lebih jauh kejam dan praktis.
Mereka berdua melangkahkan kakinya masuk ke dalam portal untuk menuju lantai kedua, dimana lantai ia adalah tempat es dan salju berkumpul. Di sana juga merupakan salah satu suhu ekstrem yang akan di alami mereka berdua.
Dalam lingkup portal, Qin Chen dan Qiu Yu Ran berpegangan tangan. Mereka masih di dalam portal yang akan menuju lantai kedua di reruntuhan sembilan abadi.
Setelah beberapa menit, mereka akhirnya sampai juga di lantai kedua. Dimana saat mereka sampai disana, mereka berdua langsung merasakan kedinginan yang begitu hebat.
Qin Chen sebagai laki-laki, ia tidak akan kedinginan dengan es ini, karena ia sudah pernah mengalami dingin yang lebih dingin dari pada es disini yang ia rasakan.
Tapi bagi wanita seperti Qiu Yu Ran. Mereka tidak bisa mendapatkan kedinginan yang seperti ini, karena mereka sudah memiliki suhu dingin di dalam diri mereka masing-masing. Dimana jika mendapatkan suhu yang lebih dingin membuat mereka akan menjadi terangsang dan menjadi basah.
Suhu wanita lebih rentan terhadap dingin, maka dari itu saat musim hujan tiba adalah waktu dimana banyak pemuda maupun sepasang kekasih saling bersatu untuk menghangatkan tubuh.
Qin Chen dari dunia modern sebenarnya tahu tentang ini, tapi ia terlalu fokus untuk bermain Video Game dan melakukan hal lainnya, sampai ia tidak tahu pelajaran semudah ini.
Saat Qin Chen melihat Qiu Yu Ran, ia mengangkat alisnya dengan bingung. Karena wajah Qiu Yu Ran mulai memerah dengan sekujur tubuhnya mulai ketat, bahkan yang awalnya sedang dan tidak kendor, sekarang menjadi cukup besar dan sempurna ditambah kencang atau ketat.
"Ada apa Qiu Yu? Apa kamu kedinginan?" Tanya Qin Chen yang tidak tahu tentang hal seperti ini. Bukan karena ia bodoh, tapi melainkan tidak pernah membaca hal seperti ini.
"Ti-tidak a-apa-apa, bi-bisa kamu carikan tempat untuk beristirahat?" Ucap Qiu Yu Ran dengan terpatah-patah.
...
*Thanks You For Reading*
__ADS_1